Penjajahan, dimana-mana memang menyebalkan, menyusahkan, dan membuat banyak kepala pecah, entah karena ditembak atau karena stress mikirin beras segenggam.
Malam ini aku nonton sebuah film Cina (sambil ngetik artikel ini). Judulnya "Ip Man". Dia adalah seorang guru kungfu Cina Selatan. Keren banget mainnya, pol abislah. Dia awalnya sangat kaya (sebelum Jepang menjajah Cina). Dia sangat disegani, dan tentunya dia seorang guru yg baik hati serta penyayang. Setelah bom jatuh bertubi-tubi menghujani daerahnya, diapun (dan orang kaya lainnya) jatuh miskin dan bekerja sebagai buruh bangunan penjajah Jepang. Beberapa gram beras bisa diperoleh setelah adu tarung dengan segerombolan tentara Jepang ahli beladiri Karate. Master Ip Man tetep rendah hati meski geram sekali melihat temannya (polisi Cina) sekongkol dengan Jepang.
Dari sisi ilmu beladiri, apa sih yg mau ditampilkan di film ini. Apakah ingin menunjukkan kerenan mana kungfu dan karate, atau hanya ingin menampilkan fenomena sejarah yg pernah terjadi. Pada dasarnya kungfu dan karate sama saja, semua memiliki filosofis yang sangat mulia. Sekarang tergantung manusianya saja, seberapa besar kadar "gila"-nya ketika memiliki keahlian. Tapi keren juga ketika semua karyawan di pabrik pemintalan pintar kungfu. Lumayan utk menghalau para begundal yg suka mungut bayaran gak jelas.
Itu aja cerita kali ini. Hv a good night for the world....
-Putu-
Wednesday, March 04, 2009
Sunday, March 01, 2009
11 years ago
Selamat tanggal 1 Maret 2009.
Eleven years ago... hhhhh...long enough. It's when I was fiftheen.
Di sebuah ruang aku duduk diterangi lampu belajar yang mulai redup. Lembar demi lembar terlewati, semua bahan ujianpun usai aku nikmati malam itu. Aku sendiri... itulah sekilas pemikiran yang lewat. Semua orang pergi, krn kami tertimpa "musibah" yang aku anggap sebagai pemberian yang berakhir bahagai. Tinggal di rumah orang lain, aku hanya bisa berterimakasih atas semua kebaikan itu. Ujianpun terlaksana dengan nilai yang membuat keluargaku tersenyum puas.
Hari berlalu dan terus berlalu. Satu per satu peristiwa berlalu. Cahaya cerah mulai menyinari dan akupun terbang ke pulau seberang. Ketika aku berkenalan dengan putra/i bangsa dari segala penjuru Indonesia, aku hanya bisa terpukau dan bernafas lega. Apalagi ketika pengumuman dikumandangkan dan aku bisa stay disana for three years. Thanks God,I whispered.
Hal pertama yang membuatku sedikit terpukau adalah luasnya pemandangan di depan mataku. Koridor yang panjang sekali, yang akhirnya setiap hari aku lewati dan udara segar rumputnya menyegarkan jiwaku yang lelah menghadapi pelajaran yang menumpuk. Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun yang aku lewati sangat menyenangkan. Dan aku selalu merindukan tempat indah yang dikelilingi oleh pegunungan itu. Sebuah lembah yang penuh dengan misteri dan sejarah.
Hari ini, aku ingin kembali ke sana. Ke tempat dimana 11 tahun yang lalu aku memulai hidup baru. Meski semuanya sudah berubah, tapi aroma rumput itu tidak akan pudar. Desiran angin itu akan tetap ramah menyapa. Kabut pagi tidak akan bosan untuk menghiasi pagi buta itu. Suara burung itu.... mereka akan tetap menyanyi dengan riang.
-Putu-
Eleven years ago... hhhhh...long enough. It's when I was fiftheen.
Di sebuah ruang aku duduk diterangi lampu belajar yang mulai redup. Lembar demi lembar terlewati, semua bahan ujianpun usai aku nikmati malam itu. Aku sendiri... itulah sekilas pemikiran yang lewat. Semua orang pergi, krn kami tertimpa "musibah" yang aku anggap sebagai pemberian yang berakhir bahagai. Tinggal di rumah orang lain, aku hanya bisa berterimakasih atas semua kebaikan itu. Ujianpun terlaksana dengan nilai yang membuat keluargaku tersenyum puas.
Hari berlalu dan terus berlalu. Satu per satu peristiwa berlalu. Cahaya cerah mulai menyinari dan akupun terbang ke pulau seberang. Ketika aku berkenalan dengan putra/i bangsa dari segala penjuru Indonesia, aku hanya bisa terpukau dan bernafas lega. Apalagi ketika pengumuman dikumandangkan dan aku bisa stay disana for three years. Thanks God,I whispered.
Hal pertama yang membuatku sedikit terpukau adalah luasnya pemandangan di depan mataku. Koridor yang panjang sekali, yang akhirnya setiap hari aku lewati dan udara segar rumputnya menyegarkan jiwaku yang lelah menghadapi pelajaran yang menumpuk. Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun yang aku lewati sangat menyenangkan. Dan aku selalu merindukan tempat indah yang dikelilingi oleh pegunungan itu. Sebuah lembah yang penuh dengan misteri dan sejarah.
Hari ini, aku ingin kembali ke sana. Ke tempat dimana 11 tahun yang lalu aku memulai hidup baru. Meski semuanya sudah berubah, tapi aroma rumput itu tidak akan pudar. Desiran angin itu akan tetap ramah menyapa. Kabut pagi tidak akan bosan untuk menghiasi pagi buta itu. Suara burung itu.... mereka akan tetap menyanyi dengan riang.
-Putu-
Wednesday, February 11, 2009
February 2009
Australian Tea House, itu adalah tiga kata yang tertulis di tea bag yang sedang terbenam dalam jug kuning-ku. Teh dengan aroma serta taste unik yang membedakannya dengan teh-teh dari negeri Rahwana (Srilanka red.) atau negeri China atau negeri Jepang atau tanah Bogor. Hydroponic, natural herbal infusion, and grown in Australia adalah kata-kata mutiara yang terpampang di kemasan yg cukup indah dipandang itu.
Sambil menghirup aroma teh dan mencicipi seserpih getuk singkong, bayangan kembali tebang ke bulan February dua tahun silam, tiga tahun silam, dan enam tahun silam. Bulan February yang penuh harapan, meski di bulan Maret kadang-kadang harapan itu berubah arah dan tidak bisa dibalikkan kembali, karena ternyata memang itulah jalan yang seharusnya aku tempuh. Kenangan, indah atau tidak atau tanpa rasa, selalu nikmat untuk dikenang. Ketika mengenal seseorang pada tanggal 24 Februari 2006, yang mampu merubah kehidupanku, kemudian bertemu dengannya (tidak terasa sudah tiga tahun). Atau cerita lain mengenai harapan untuk menjadi sosok lain (sesuai bayangan dan salah satu cita2 waktu kecil), dan tumbang dikala semua kesempatan itu ada di depan mata (1 Maret 2003).
Setiap hal yang sudah terlewatkan itu sangat berarti dan betul-betul aksesoris yang sangat mampu memperindah duniaku. Kesedihan, kesenangan, tawa, air mata, penyesalan, semuanya hanya sekedar saja, sekedar bunga-bunga dari sebuah proses. Proses yang mapping-nya sudah tercipta, hanya untukku untuk aku lintasi dengan semua misteri di balik jengkal langkahku.
Meniti February 2009, banyak sekali hal baru yang dimulai. Apa yang akan terjadi selanjutnya, biarkanlah menjadi misteri yang akan menjadi memori untuk tulisan-tulisanku selanjutnya.
Just enjoy..... :)
-Putu-
Sambil menghirup aroma teh dan mencicipi seserpih getuk singkong, bayangan kembali tebang ke bulan February dua tahun silam, tiga tahun silam, dan enam tahun silam. Bulan February yang penuh harapan, meski di bulan Maret kadang-kadang harapan itu berubah arah dan tidak bisa dibalikkan kembali, karena ternyata memang itulah jalan yang seharusnya aku tempuh. Kenangan, indah atau tidak atau tanpa rasa, selalu nikmat untuk dikenang. Ketika mengenal seseorang pada tanggal 24 Februari 2006, yang mampu merubah kehidupanku, kemudian bertemu dengannya (tidak terasa sudah tiga tahun). Atau cerita lain mengenai harapan untuk menjadi sosok lain (sesuai bayangan dan salah satu cita2 waktu kecil), dan tumbang dikala semua kesempatan itu ada di depan mata (1 Maret 2003).
Setiap hal yang sudah terlewatkan itu sangat berarti dan betul-betul aksesoris yang sangat mampu memperindah duniaku. Kesedihan, kesenangan, tawa, air mata, penyesalan, semuanya hanya sekedar saja, sekedar bunga-bunga dari sebuah proses. Proses yang mapping-nya sudah tercipta, hanya untukku untuk aku lintasi dengan semua misteri di balik jengkal langkahku.
Meniti February 2009, banyak sekali hal baru yang dimulai. Apa yang akan terjadi selanjutnya, biarkanlah menjadi misteri yang akan menjadi memori untuk tulisan-tulisanku selanjutnya.
Just enjoy..... :)
-Putu-
Friday, February 06, 2009
Ketika aku ingin Berkata
Setelah sekian lama aku seperti terlihat "kabur" dari alam tulis menulis, malam ini mungkin waktu saat aku ingin mengembalikan semua itu.
Ketika orang berkata "sibuk sekali Putu... jadi tidak ada waktu menulis" atau "belum ada ide, lagi gak mood neh untuk nulis". Dan aku selalu nyaut "kenapa kesibukan selalu jadi alasan?" atau "sepertinya gak perlu mood deh".
Namun ketika ada suatu masa dimana aku ter-kerangkeng oleh situasi, dimana aku merasa otakku terasa tidak punya celah guna berpikir mengenai hal selain satu hal yang disebut pekerjaan, keinginan untuk terbang jauh meninggalkan semuanya mulai bermunculan. Tapi... betul kata seseorang bahwa manusia sangat pintar karena dibekali otak untuk berpikir agar bisa survive. Selanjutnya aku mulai ngeh, bahwa mungkin diriku di kala itu adalah cermin dari orang-orang yang tidak punya waktu mengurusi hal lain selain pekerjaan.
Kerjaan kata orang adalah sebuah hal yang patut dilaksanakan, krn itu adalah salah satu "yadnya". Namun, kembali lagi bagaimana cara melaksanakannya. Ketidakikhlasan bukanlah dasar yang tepat dalam melakukan sesuatu. Lebih baik tidak mengerjakan daripada setengah-setengah.
Kegemaran dan kewajiban merupakan temanku yang paling setia dari semenjak aku dilahirkan ke dunia ini. Ketika ibu menunjukkan list kewajiban yang harus aku tuntaskan, aku selalu melirik list hobby-ku yang sudah mengantri untuk disatroni. Seperti pendapatnya Rhenald Kasali, "Putu, selayaknya orang Bali, kamu selalu berpikir mengenai keseimbangan". Betul sekali kalau keseimbangan menurutku adalah yang utama. Cuman, mencapai keseimbangan tidaklah mudah. Belajar sesuai jadwal dengan menyelesaikan semua PR dan tugas-tugas selain pelajaran sekolah, juga melaksanakan hobby sendiri, memang membutuhkan kreatifitas dan semangat :)
Tatkala semangat mulai redup, kreatifitas mulai luntur, dan kejenuhan memenuhi kepala, akhirnya mulai remang-remang bayangan kegagalan bermunculan. Gagal melaksanakan kewajiban, tidak menunaikan hobby/kesenangan, membuat orang kecewa, dan bayangan semu lainnya. Cuman satu obatnya yaitu lari dari semua kehidupan itu dan merenung sejenak mengenai "makna kita dilahirkan ke dunia ini". Aku merasa bersyukur ketika di bulan Januari aku bertemu orang-orang yang membuat jiwaku tercerahkan. Seseorang yang tiba-tiba ngasi minjem sebuah buku "Destiny of Soul", kemudian di sebuah pura aku berhasil ngopi darat dengan seorang sesepuh muda yang sangat bijak,berjiwa sosial dan universal, terus dapat kesempatan diskusi dengan bapak yang merupakan inspirator yg begitu berpengaruh dalam kehidupanku.
Dalam dunia "material" aku juga menemukan sosok yang awalnya aku hanya mengenal "punggungnya". Cukup unik proses mengenal seseorang ini. Karena setiap dia lewat di depanku aku nggak ngeh akan wajahnya, dan aku baru nyadar ketika dia sudah membelakangiku. Alhasil aku hanya kebagian melihat punggungnya. Tapi akhirnya aku mengetahui pelan-pelan dan ternyata bapak ini adalah sosok yg sangat keren menurutku. Contoh yang sangat patut ditiru. (mohon maaf nama tidak disebutkan ^^ )
Ternyata kehidupan begitu berwarna, tidak hanya MeJiKuHiBiNiU, tapi juga percampuran warna-warna itu :)
Bersemangatlah, semoga pikiran positif selalu datang dari segala arah, sehingga kreatifitas yg baik selalu melimpah ^^
Ketika orang berkata "sibuk sekali Putu... jadi tidak ada waktu menulis" atau "belum ada ide, lagi gak mood neh untuk nulis". Dan aku selalu nyaut "kenapa kesibukan selalu jadi alasan?" atau "sepertinya gak perlu mood deh".
Namun ketika ada suatu masa dimana aku ter-kerangkeng oleh situasi, dimana aku merasa otakku terasa tidak punya celah guna berpikir mengenai hal selain satu hal yang disebut pekerjaan, keinginan untuk terbang jauh meninggalkan semuanya mulai bermunculan. Tapi... betul kata seseorang bahwa manusia sangat pintar karena dibekali otak untuk berpikir agar bisa survive. Selanjutnya aku mulai ngeh, bahwa mungkin diriku di kala itu adalah cermin dari orang-orang yang tidak punya waktu mengurusi hal lain selain pekerjaan.
Kerjaan kata orang adalah sebuah hal yang patut dilaksanakan, krn itu adalah salah satu "yadnya". Namun, kembali lagi bagaimana cara melaksanakannya. Ketidakikhlasan bukanlah dasar yang tepat dalam melakukan sesuatu. Lebih baik tidak mengerjakan daripada setengah-setengah.
Kegemaran dan kewajiban merupakan temanku yang paling setia dari semenjak aku dilahirkan ke dunia ini. Ketika ibu menunjukkan list kewajiban yang harus aku tuntaskan, aku selalu melirik list hobby-ku yang sudah mengantri untuk disatroni. Seperti pendapatnya Rhenald Kasali, "Putu, selayaknya orang Bali, kamu selalu berpikir mengenai keseimbangan". Betul sekali kalau keseimbangan menurutku adalah yang utama. Cuman, mencapai keseimbangan tidaklah mudah. Belajar sesuai jadwal dengan menyelesaikan semua PR dan tugas-tugas selain pelajaran sekolah, juga melaksanakan hobby sendiri, memang membutuhkan kreatifitas dan semangat :)
Tatkala semangat mulai redup, kreatifitas mulai luntur, dan kejenuhan memenuhi kepala, akhirnya mulai remang-remang bayangan kegagalan bermunculan. Gagal melaksanakan kewajiban, tidak menunaikan hobby/kesenangan, membuat orang kecewa, dan bayangan semu lainnya. Cuman satu obatnya yaitu lari dari semua kehidupan itu dan merenung sejenak mengenai "makna kita dilahirkan ke dunia ini". Aku merasa bersyukur ketika di bulan Januari aku bertemu orang-orang yang membuat jiwaku tercerahkan. Seseorang yang tiba-tiba ngasi minjem sebuah buku "Destiny of Soul", kemudian di sebuah pura aku berhasil ngopi darat dengan seorang sesepuh muda yang sangat bijak,berjiwa sosial dan universal, terus dapat kesempatan diskusi dengan bapak yang merupakan inspirator yg begitu berpengaruh dalam kehidupanku.
Dalam dunia "material" aku juga menemukan sosok yang awalnya aku hanya mengenal "punggungnya". Cukup unik proses mengenal seseorang ini. Karena setiap dia lewat di depanku aku nggak ngeh akan wajahnya, dan aku baru nyadar ketika dia sudah membelakangiku. Alhasil aku hanya kebagian melihat punggungnya. Tapi akhirnya aku mengetahui pelan-pelan dan ternyata bapak ini adalah sosok yg sangat keren menurutku. Contoh yang sangat patut ditiru. (mohon maaf nama tidak disebutkan ^^ )
Ternyata kehidupan begitu berwarna, tidak hanya MeJiKuHiBiNiU, tapi juga percampuran warna-warna itu :)
Bersemangatlah, semoga pikiran positif selalu datang dari segala arah, sehingga kreatifitas yg baik selalu melimpah ^^
Wednesday, January 14, 2009
Apa kabar dunia..... ^^
Wao....... setelah berminggu-minggu aku merasa terasing dari dunia, akhirnya bisa juga buka friendster dan nge-blog lagi. Itupun di warnet :p
HAPPY NEW YEAR 2009!!!!!!!!!!!!!
Sebuah majalah remaja yang sempat aku lirik pada akhir tahun 2008, membuat aku membuka sebuah halaman dan membaca beberapa baris disana. Ada sebuah kalimat yang menyebutkan bahwa warga capricorn akan banyak kehilangan di tahun 2009, seiring dengan karma phala yang diterimanya. Gile bener..., kesan pertama.
Aku tidak mengatakan bahwa statement itu benar atau tidak, tapi aku sendiri mengalaminya di akhir tahun, kehilangan baju baru di jemuran :D
Dan....... pas tahun baru laptop tercintaku rusak, dimana aku harus mengeluarkan dana tak terduga sekitar 1,5Juta dan kesenangan menulispun aku alihkan dengan kesenangan begadang di kantor. Juga, kacamata tiba2 rewelnya minta ampun,sehingga harus merogoh kocek yang cukup lumayan. Ok.... kesan selanjutnya. Kalau memang seharusnya seperti ini, it's ok. Aku terima!!
Kalau dipandang dari sisi positif, mungkin emang di tahun 2009 banyak hal yang mengalami "re-posisi" dalam kehidupanku. Awal tahun yang terlihat sangat indah, tentu harus diselingi hal2 yg terlihat tidak menyenangkan. Rwa bineda kata orang pintar. Januari 2009 sangat unik menurutku, seperti ... aku merayakan ulang tahun dua kali (thn Bali dan thn Masehi), terus setiap weekend ada kegiatan di pura, dan hampir setiap hari adalah hari suci. Juga, cara aku menikmati hari pertama di tahun 2009 :) . Terus, tentu kalau dari sisi karir, di tahun ini aku akan menemui sesuatu dan juga harus menunjukkan sesuatu. Semangat Putu san!!
Tahun 2008, terimakasih utk hari2 yg berharga. Belajar, tentu aku belajar banyak hal di tahun yang indah itu (aku selalu menganggap setiap tahun indah). Juga, banyak hal yg udah terjadi, yg pastinya memberi pengaruh pada kehidupanku selanjutnya. Semuanya adalah sebuah memori yang wajib disimpan dan direview pastinya ^^
Untuk selanjutnya, tentu ada harapan2 yang ingin tercapai di tahun ini. Semoga semuanya berjalan sesuai dengan yang seharusnya. Krn hanya dengan demikian semuanya akan terlihat makin indah. Just do the best and let God decide the rest :)
Gambarimasu!!!
-Putu-
HAPPY NEW YEAR 2009!!!!!!!!!!!!!
Sebuah majalah remaja yang sempat aku lirik pada akhir tahun 2008, membuat aku membuka sebuah halaman dan membaca beberapa baris disana. Ada sebuah kalimat yang menyebutkan bahwa warga capricorn akan banyak kehilangan di tahun 2009, seiring dengan karma phala yang diterimanya. Gile bener..., kesan pertama.
Aku tidak mengatakan bahwa statement itu benar atau tidak, tapi aku sendiri mengalaminya di akhir tahun, kehilangan baju baru di jemuran :D
Dan....... pas tahun baru laptop tercintaku rusak, dimana aku harus mengeluarkan dana tak terduga sekitar 1,5Juta dan kesenangan menulispun aku alihkan dengan kesenangan begadang di kantor. Juga, kacamata tiba2 rewelnya minta ampun,sehingga harus merogoh kocek yang cukup lumayan. Ok.... kesan selanjutnya. Kalau memang seharusnya seperti ini, it's ok. Aku terima!!
Kalau dipandang dari sisi positif, mungkin emang di tahun 2009 banyak hal yang mengalami "re-posisi" dalam kehidupanku. Awal tahun yang terlihat sangat indah, tentu harus diselingi hal2 yg terlihat tidak menyenangkan. Rwa bineda kata orang pintar. Januari 2009 sangat unik menurutku, seperti ... aku merayakan ulang tahun dua kali (thn Bali dan thn Masehi), terus setiap weekend ada kegiatan di pura, dan hampir setiap hari adalah hari suci. Juga, cara aku menikmati hari pertama di tahun 2009 :) . Terus, tentu kalau dari sisi karir, di tahun ini aku akan menemui sesuatu dan juga harus menunjukkan sesuatu. Semangat Putu san!!
Tahun 2008, terimakasih utk hari2 yg berharga. Belajar, tentu aku belajar banyak hal di tahun yang indah itu (aku selalu menganggap setiap tahun indah). Juga, banyak hal yg udah terjadi, yg pastinya memberi pengaruh pada kehidupanku selanjutnya. Semuanya adalah sebuah memori yang wajib disimpan dan direview pastinya ^^
Untuk selanjutnya, tentu ada harapan2 yang ingin tercapai di tahun ini. Semoga semuanya berjalan sesuai dengan yang seharusnya. Krn hanya dengan demikian semuanya akan terlihat makin indah. Just do the best and let God decide the rest :)
Gambarimasu!!!
-Putu-
Friday, December 19, 2008
Vampire
Menonton film memang kegiatan paling menyenangkan semenjak aku bisa menontonnya. DVD, merekalah yang selalu menghiburku beberapa bulan terakhir, karena aku gk mau beli TV ^^. Tapi... ketika membeli sebuah DVD, jarang sekali aku baca sinopsis. Paling-paling lihat judul, kemudian dipandangi sebentar, hmmmmm.... sepertinya film-nya bagus, dan akan langsung aku beli.
Nah, akhir-akhir ini tanpa disadari kok aku nonton film, dimana manusia jatuh cinta ama vampire. Sebetulnya aku gak ngeh kalau film yang aku tonton itu bercerita mengenai vampire, wong judulnya gak mencerminkan peran serta vampire. Pertama adalah "Twilight", ternyata si cewek dan si cowok memang pada dasarnya saling menantikan. Emang kalau udah jodoh gak bakal kemana, meskipun jodohnya seorang cowok vampire. Sampai-sampai si cewek bersedia dengan rela untuk digigit lehernya, biar jadi vampire. Namun, si cowok vampire ganteng malah mencium leher indah kekasihnya. Sama halnya dengan film yang barusan aku tonton, "Librarian". Menarik, itulah kesan pertama ketika melihat judulnya. Aku sempat merasa diriku seperti seorang librarian waktu kuliah dulu, krn emang aku doyan ngetem di perpustakaan -- ampe hafal letak buku-buku semua jurusan. Ketika aku asik menonton film yang penuh petualangan ini, lagi-lagi disuguhkan kisah percintaan sang librarian dengan seorang vampire cewek yang cuantik. Mereka berdua sama-sama pernah pacaran tapi kandas di tengah jalan. Intinya mereka saling menantikan orang yang tepat. Kisah pacarannyapun gak jauh beda ama "Twiligth". Ketika si cewek hendak meninggalkan dia, si cowok bersedia untuk digigit lehernya, agar ikut2an bisa jadi vampire. Tapi... lagi-lagi si cewek batal menggigit leher keren itu, malah mengecupnya dengan penuh kasih sayang, sambil menasehati bahwa dia harus kembali untuk mencari kedamaian -- tidak gentayangan lagi maksudnya.
Sempat terpikirkan, apakah bulan-bulan ini edisi film vampire ya.... Meski judulnya gak ada kata-kata vampire-nya. Sedikit mirip dengan film Indonesia yang sekilas terlihat musiman. Atau......akunya aja yang pas kebetulan matching dengan film-film seperti itu, sehingga alam bawah sadar menuntun tangan-tanganku memilih film itu. Atau...... Atau........ Atau........... ^^
Hv a great weekend for all ^^
Nah, akhir-akhir ini tanpa disadari kok aku nonton film, dimana manusia jatuh cinta ama vampire. Sebetulnya aku gak ngeh kalau film yang aku tonton itu bercerita mengenai vampire, wong judulnya gak mencerminkan peran serta vampire. Pertama adalah "Twilight", ternyata si cewek dan si cowok memang pada dasarnya saling menantikan. Emang kalau udah jodoh gak bakal kemana, meskipun jodohnya seorang cowok vampire. Sampai-sampai si cewek bersedia dengan rela untuk digigit lehernya, biar jadi vampire. Namun, si cowok vampire ganteng malah mencium leher indah kekasihnya. Sama halnya dengan film yang barusan aku tonton, "Librarian". Menarik, itulah kesan pertama ketika melihat judulnya. Aku sempat merasa diriku seperti seorang librarian waktu kuliah dulu, krn emang aku doyan ngetem di perpustakaan -- ampe hafal letak buku-buku semua jurusan. Ketika aku asik menonton film yang penuh petualangan ini, lagi-lagi disuguhkan kisah percintaan sang librarian dengan seorang vampire cewek yang cuantik. Mereka berdua sama-sama pernah pacaran tapi kandas di tengah jalan. Intinya mereka saling menantikan orang yang tepat. Kisah pacarannyapun gak jauh beda ama "Twiligth". Ketika si cewek hendak meninggalkan dia, si cowok bersedia untuk digigit lehernya, agar ikut2an bisa jadi vampire. Tapi... lagi-lagi si cewek batal menggigit leher keren itu, malah mengecupnya dengan penuh kasih sayang, sambil menasehati bahwa dia harus kembali untuk mencari kedamaian -- tidak gentayangan lagi maksudnya.
Sempat terpikirkan, apakah bulan-bulan ini edisi film vampire ya.... Meski judulnya gak ada kata-kata vampire-nya. Sedikit mirip dengan film Indonesia yang sekilas terlihat musiman. Atau......akunya aja yang pas kebetulan matching dengan film-film seperti itu, sehingga alam bawah sadar menuntun tangan-tanganku memilih film itu. Atau...... Atau........ Atau........... ^^
Hv a great weekend for all ^^
Thursday, December 18, 2008
Berlari. . . . .
Di suatu pagi, aku terbangun dari tidur dan hal pertama yang aku rasakan adalah kepala pusing, mulut kering, karena aku lupa minum air yang cukup. Kenapa demikian, karena aku ketiduran alias tidur dengan tidak disengaja, sehingga kewajiban minum sebelum tidurpun tidak sempat ditunaikan. Niat awal adalah merebahkan punggung yang lelah setelah beraktifitas sampai tengah malam. Kerjaan berpikir, menganalisa, menulis serta menanggapi email-email yang berkunjung merupakan rutinitas yang harus diselesaikan dengan baik.
“Masih ngantuk…”, bisikku sendiri. Musikpun masih mengalun dengan aduhainya ketika tanpa tersadar akupun tertidur, lagi dan lagi. Dalam tidur akupun bermimpi, dimana ada seorang sahabat mengunjungiku di kos tercinta. Aku sedikit heran ketika dia bertandang sambil membawa bekal, yaitu sebungkus nasi campur yang dibelinya di warteg sebelah. Tidak biasanya dia jajan di warteg. Juga dia membawa satu buah botol teh “Nu Green Tea”. Di kamar yang sempit kami bercerita banyak, mengingat sudah lama tidak berjumpa. Tidak disangka-sangka, ternyata kakakku yang cantik juga datang bertandang ke kos-an. Tidak jelas apa tujuannya. Beberapa saat kemudian aku terasa berputar dengan cepat dan dibawa ke sebuah wilayah dimana aku sering sekali bermain disana, yaitu rumah nenekku di Bali. Tapi tidak jelas juga kenapa aku tiba-tiba ada di sana. Karena hari sudah petang, dan ada berita bahwa tadi siang ada upacara penguburan, akupun bergegas pulang. Sepanjang jalan aku berlari, makin cepat dan semakin cepat. Jalanan yang gelap, remang-remang tidak menjadi rintangan. Karena aku ditemani “saudaraku” yaitu Rogers dan Riko. Meski mereka terlahir mengambil wujud anjing, aku selalu merasa ada ikatan batin dengan mereka. Ketika kami melesat berlari, tiba-tiba aku dibawa kembali pulang ke kos-anku di Jakarta, tapi aku kehilangan jejak. Roger menyadari bahwa aku nyasar, dan diapun berhenti berlari dan memandangiku sejenak “jangan khawatir, aku akan menemukan jalan pulang”, begitulah aku membaca pikirannya. Ternyata Riko sudah menemukan jalan pulang ke kos-anku, dan Roger dengan instingnya membawaku kemana Riko berada, yaitu ke kos-anku tercinta. Ketika aku tiba di kos-an, merekapun menghilang dan aku terbangun sambil tersengal-sengal mengatur nafas, mengingat aku baru selesai lari marathon dengan super speed.



Sekarang, Roger dan Riko, serta adik baru mereka Browny mungkin sedang makan pagi sambil menemani orang tuaku beraktivitas. Bagaimanapun juga, mereka bertiga adalah bagian dari keluarga kami yang sangat kami sayangi ^^.
-Putu-
“Masih ngantuk…”, bisikku sendiri. Musikpun masih mengalun dengan aduhainya ketika tanpa tersadar akupun tertidur, lagi dan lagi. Dalam tidur akupun bermimpi, dimana ada seorang sahabat mengunjungiku di kos tercinta. Aku sedikit heran ketika dia bertandang sambil membawa bekal, yaitu sebungkus nasi campur yang dibelinya di warteg sebelah. Tidak biasanya dia jajan di warteg. Juga dia membawa satu buah botol teh “Nu Green Tea”. Di kamar yang sempit kami bercerita banyak, mengingat sudah lama tidak berjumpa. Tidak disangka-sangka, ternyata kakakku yang cantik juga datang bertandang ke kos-an. Tidak jelas apa tujuannya. Beberapa saat kemudian aku terasa berputar dengan cepat dan dibawa ke sebuah wilayah dimana aku sering sekali bermain disana, yaitu rumah nenekku di Bali. Tapi tidak jelas juga kenapa aku tiba-tiba ada di sana. Karena hari sudah petang, dan ada berita bahwa tadi siang ada upacara penguburan, akupun bergegas pulang. Sepanjang jalan aku berlari, makin cepat dan semakin cepat. Jalanan yang gelap, remang-remang tidak menjadi rintangan. Karena aku ditemani “saudaraku” yaitu Rogers dan Riko. Meski mereka terlahir mengambil wujud anjing, aku selalu merasa ada ikatan batin dengan mereka. Ketika kami melesat berlari, tiba-tiba aku dibawa kembali pulang ke kos-anku di Jakarta, tapi aku kehilangan jejak. Roger menyadari bahwa aku nyasar, dan diapun berhenti berlari dan memandangiku sejenak “jangan khawatir, aku akan menemukan jalan pulang”, begitulah aku membaca pikirannya. Ternyata Riko sudah menemukan jalan pulang ke kos-anku, dan Roger dengan instingnya membawaku kemana Riko berada, yaitu ke kos-anku tercinta. Ketika aku tiba di kos-an, merekapun menghilang dan aku terbangun sambil tersengal-sengal mengatur nafas, mengingat aku baru selesai lari marathon dengan super speed.


Sekarang, Roger dan Riko, serta adik baru mereka Browny mungkin sedang makan pagi sambil menemani orang tuaku beraktivitas. Bagaimanapun juga, mereka bertiga adalah bagian dari keluarga kami yang sangat kami sayangi ^^.
-Putu-
Saturday, December 13, 2008
Romantisme
Sebuah lagu yang kata orang-orang merupakan lagu yang cukup "romantis" mengiang sekarang memenuhi kamar yang mungil ini. Sebetulnya aku sendiri tidak memahami 100% sebatas apa sih, sesuatu itu bisa disebut romantis, atau seseorang dikatakan romantis. Apakah dengan memberikan seikat besar mawar merah sudah bisa dikatakan romantis atau sekedar mengucapkan "have a good night" sudah sangat romantis...
Suatu siang, seseorang datang ke meja kerja dan memandangi huruf-huruf yang bertebaran di layar komputerku. Kemudian dia melirik ke atas komputer, dimana sebuah miniatur capung bertengger dengan nyamannya. "Romantis juga ya, ada capung seperti itu", diapun nyeletuk. "Hmmmm...", jawabku singkat. Di suatu siang lagi, diskusi mengenai selembar tissue dimulai dengan pengantar "keren ya penemu tissue itu". Akupun bercerita bahwa ketika aku pusing menilik program2-ku, aku menyempatkan waktu membuat puisi mengenai tissue, betapa berharganya selembar tissue dan kenapa mostly berwarna putih. Lagi-lagi dia berkomentar, "romantis sekali ya". Ketika dia tahu bagaimana aku menggambarkan sosok anjingku, diapun lanjut dengan semua kalimat yg berisi kata "romantis". Di suatu malam, ketika asik mengunyah makan malam yang nikmat ada yang nyeletuk, "jangan salah ama dia, dia itu romantis buanget. Lihat aja tulisan2-nya". Akupun berhenti mengunyah dan melirik dua orang di depanku sambil tersenyum singkat, "kita harus balancing", akupun ngeles ^^
Akupun berpikir sejenak, kok banyak hal yang aku lakukan, meski kecil, mereka menyebutnya "romantis". Dari manakah standard-standard romantisme itu bermunculan. Sebetulnya, ketika mengerjakan atau mengatakan atau menulis atau menyanyikan semua itu, aku hanya berpikir untuk menumpahkan isi kepala dan isi hati. That's all.
Jadi, mungkin emang bawaanku kali ya seperti ini. Banyak hal yang aku sukai atau miliki atau lakukan, semuanya berbau romantisme. Mulai dari pencinta bunga mawar, ampe menggambarkan sosok selembar tissue dengan "se-begitu-nya".
Goodluck for all, hidup Romantisme!! ^^
Monday, December 08, 2008
Sunday, December 07, 2008
Twilight
"Vampire vegetarian" itu mungkin dua kata yang paling membuatku tertarik dari film indah itu. Sedikit lucu juga, ketika si ganteng berkata "We're different with the other vampires. We only drink animals' blood. It's same like you're eating tofu, vegetarian." Aku baru tahu ternyata vampire juga ada yang vegetarian, meski definisinya berbeda dengan vegetarian-nya manusia. Terus ada yang sedikit unik lagi, vampire itu berbalik dengan manusia, selain sukanya gelap-gelap, udara dingin, dan hujan, ternyata mereka juga ada yang bisa baca pikiran manusia. Dan ketika dia mencintai seseorang, dia malah tidak bisa membaca pikiran kekasihnya itu. Kalau manusia, mungkin sedikit berbeda, ada kecenderungan bisa mengetahui pemikiran orang yang dicintainya.
Mengenai bagus tidaknya film ini, memang sangat-sangat relatif. Setelah film usai, aku bertanya pada Wawa, dan dia menjawab, "biasa aja tuh." Tapi kalau menurutku, film itu emang cocok ama diriku, dan emang bagus. Cara berpikir sebuah keluarga Cullen yang hidup di tengah-tengah manusia, cara mereka melindungi satu sama lain, cara mereka mengekspresikan cinta dan rasa peduli, aku menemukan sebuah seni di dalamnya yang memang terasa berbeda.
Ngomong-ngomong mengenai Wawa, dan Luki. Akhirnya kami bisa kumpul n makan bareng lagi ^-^ (sangat menyenangkan......). Setiap hari bergelut dengan tumpukan kertas dan tugas yang menggunung, sangat jarang kami bisa kumpul untuk sekedar makan dan ngobrol serta bersenda gurau.
goodluck for all ^^
Friday, December 05, 2008
Air dan Tanah(Bumi)

Dalam sebuah doa, terdengar suara gemericik air, terlihat sebuah sungai mengalir dengan tenang melewati celah-celah bebatuan, mengalir dari sumber menuju tujuannya. Di dalamnya tumbuh bunga teratai nan indah. Terlihat tanah di sekitarnya begitu bersih, meski banyak sekali hal yang tumbuh di atasnya. Tanah, air dan sungai itu terlihat begitu menyatu dan terlihat sangat indah. Sangat sederhana namun memiliki kekuatan yang luar biasa, kepolosan yang merupakan persatuan dua energi yang terkadang kasat mata.
Melihat dan merasakan dua hal itu, aku semakin menyadari bahwa memang tidak ada hal di dunia ini yang “kebetulan”, karena semuanya sudah memiliki peta, denah, rancangan yang memang seharusnya demikian. Mungkin hanya level yang membedakan setiap insan, sampai dimanakah mereka sanggup memahami semua itu.
Memiliki kesukaan mengenakan atau membeli benda-benda berwarna tanah, kayu, air, bagiku itu bukanlah sekedar kesenangan belaka, tapi sepertinya itu merupakan hal yang terlihat kecil namun memilki makna yang mungkin hanya aku yang menyadarinya. Mungkin gampangnya, aku bisa menyebut semua benda-benda atau apapun itu sudah berjodoh denganku. Tanpa disadari, ada seorang kakek tua yang memberiku sebuah liontin dari kayu, gara-gara aku memberikan selembar foto padanya. Aku sangat kagum ketika dia sangat terharu dengan selembar foto pemberianku. Dia berpikir bahwa itu adalah salah satu memori yang akan terkenang selama sisa hidupnya. Dan akhirnya dia memberiku sebuah liontin kayu yang memang menurutnya sangat berharga dan memang cocok buatku. Pada dasarnya dia tidak pernah tahu apa kesenanganku dan apakah aku pencinta kayu atau tidak.
Di sebuah gedung, di depan lift, aku sempat termenung sejenak. Dalam memilih pekerjaan, banyak melihat aku sebagai “exception”. Tidak biasanya orang dengan latar belakang seperti diriku masuk ke department ini, tapi seperti biasa… aku selalu menjadi orang yang “exception”. Di setiap lantai, di dinding-dinding terpasang gambar-gambar yang mencerminkan karakter perusahaan yang memang digambarkan oleh department yang “berkuasa” di lantai tersebut. Di depanku terpasang dua buah lukisan yaitu “air” dan “tanah”. Awalnya aku tidak pernah memperhatikan hal itu, tapi akhirnya aku menayadari, mungkin memang seharusnya aku berada disini, di lantai yang menurut mereka sesuai dengan karakter air dan tanah (namun mungkin saja banyak yang menganggap semua ini hanya kebetulan saja).
Ketika aku merasa takut, aku akan berbaring di lantai atau tanah. Ketika aku berjalan sambil “nyeker” nginjak tanah, rasanya sangat menyenangkan. Ketika aku mendaki bukit, aku selalu merasa pulang ke rumah. Sama halnya dengan air. Air itu sangat suci, Dia tidak pernah marah jika ada benda-benda yang mencemari, meski ada masanya dia bergolak, sehingga terlihat “marah” pada makhluk-makhluk yang mengotorinya.
Setiap nasihat yang masuk ke telinga, hampir semuanya berbunyi “jadilah seperti air dan tanah sayang..!!!..”
Menurut ramalan bintang, memang aku termasuk “unsur tanah”, dan pada dasarnya memang aku berasal dari air dan tanah ^^
Wednesday, December 03, 2008
Cerita Oktober - November
Tengah malam (00:20WIB) mataku terbuka dan aku terbangun dari tidur. Aku teringat kembali dengan sebuah hari di akhir-akhir Oktober -- awal-awal November. Mungkin tidak ada gunanya mengingat semua itu, tapi untungnya aku masih menganggap hari itu mungkin akan bermanfaat utk nanti. Jadi dengan menulis semua itu, at least aku masih menyimpan semuanya dalam bentuk tulisan.
Waktu itu memang masa-masa dimana aku struggled dengan pemikiran sendiri, pemikiran orang tua, dan pemikiran orang-orang di sekitar. Aku merasa sebuah impian ada di depan mata, yaitu traveling overseas, tapi tiba-tiba tercekal dengan sebuah alasan yang memang benar-benar sebuah alasan. Kecewa mungkin iya banget, tapi itu adalah realita yg harus aku terima. Di lain sisi aku dihadapkan pada kemungkinan-kemungkinan lain yang aku pikir semuanya sangat bagus, teramat sangat bagus malah, tapi aku tidak yakin mana yang terbaik untukku. Sekali lagi disinilah fungsi dari insting diperlukan, dan aku merasa bersyukur sekali akhirnya aku menemukan satu per satu jawaban dari semua pertanyaan atau alasan kenapa sebuah alasan muncul.
Sendiri menghadapi permasalahan bukanlah hal baru buatku, namun setiap manusia ada masa-masa desperate dan membutuhkan orang lain. Waktu itu tanpa aku sadari, tanpa aku inginkan juga, tiba-tiba aku teringat seseorang, yang mampu membuat otakku berputar-putar terus hingga subuh akhirnya mataku terpejam juga, meski jam tujuh pagi aku harus kembali bangun untuk bersiap-siap ke kantor. Di kantor, kembali semua bayangan itu muncul. Mungkin aku harus berlari dan melupakan semua itu tapi aku tidak bisa. Waktupun terus berjalan hingga malam tiba. Seperti biasa aku pulang dari kantor dengan menikmati serpihan-serpihan kota Jakarta yang merupakan perpaduan individualisme dan toleransi yang mampu membuatku tersenyum sesaat. Air mataku hendak menetes, senyuman seorang pengemis berhasil menahannya, meski sesaat. Aku merasa dia ada di depanku dan memanggilku, tapi nyatanya tidak. Ketika aku berusaha untuk menahan air mata agar tidak menetes(aku kangen, itulah satu kata yang terbersit), aku menatap langit dan saat itu aku menyadari sebuah tulisan "MANULIFE FINANCIAL" bertengger dengan megahnya di dinding sebuah gedung mewah. Aku tidak mampu lagi manahan semua itu, kalau bisa, aku ingin berlari jauh dari semua itu sehingga aku tidak akan pernah melihat kilauan lampu yang menyinari tulisan itu, yg akan mengingatkanku padanya. Aku merasa dia dekat tapi aku tidak bisa meraihnya...
Setiap hari berurusan sama logika dan realita, aku tidak mau terjerembab dalam semua bayang-bayang maya yang memang terlihat sangat nyata. Beberapa jam setelah semua itu, aku berdiri di halaman dan menatap kilauan cahaya tulisan mewah itu, lagi... untuk kesekian kalinya. Aku harus berani menatapnya, krn itulah kenyataannya. Kalau dia hendak pergi, silahkan pergi sejauh-jauhnya. Jika masanya tiba, dia akan pulang dan kembali. I wish!!
Sekarang, sudah saatnya aku kembali tidur, krn banyak hal yang hendak diselesaikan esok hari. Meski tertatih-tatih, every single thing gonna be ok. Yes, it wiil.
hv a good night
-Putu-
Waktu itu memang masa-masa dimana aku struggled dengan pemikiran sendiri, pemikiran orang tua, dan pemikiran orang-orang di sekitar. Aku merasa sebuah impian ada di depan mata, yaitu traveling overseas, tapi tiba-tiba tercekal dengan sebuah alasan yang memang benar-benar sebuah alasan. Kecewa mungkin iya banget, tapi itu adalah realita yg harus aku terima. Di lain sisi aku dihadapkan pada kemungkinan-kemungkinan lain yang aku pikir semuanya sangat bagus, teramat sangat bagus malah, tapi aku tidak yakin mana yang terbaik untukku. Sekali lagi disinilah fungsi dari insting diperlukan, dan aku merasa bersyukur sekali akhirnya aku menemukan satu per satu jawaban dari semua pertanyaan atau alasan kenapa sebuah alasan muncul.
Sendiri menghadapi permasalahan bukanlah hal baru buatku, namun setiap manusia ada masa-masa desperate dan membutuhkan orang lain. Waktu itu tanpa aku sadari, tanpa aku inginkan juga, tiba-tiba aku teringat seseorang, yang mampu membuat otakku berputar-putar terus hingga subuh akhirnya mataku terpejam juga, meski jam tujuh pagi aku harus kembali bangun untuk bersiap-siap ke kantor. Di kantor, kembali semua bayangan itu muncul. Mungkin aku harus berlari dan melupakan semua itu tapi aku tidak bisa. Waktupun terus berjalan hingga malam tiba. Seperti biasa aku pulang dari kantor dengan menikmati serpihan-serpihan kota Jakarta yang merupakan perpaduan individualisme dan toleransi yang mampu membuatku tersenyum sesaat. Air mataku hendak menetes, senyuman seorang pengemis berhasil menahannya, meski sesaat. Aku merasa dia ada di depanku dan memanggilku, tapi nyatanya tidak. Ketika aku berusaha untuk menahan air mata agar tidak menetes(aku kangen, itulah satu kata yang terbersit), aku menatap langit dan saat itu aku menyadari sebuah tulisan "MANULIFE FINANCIAL" bertengger dengan megahnya di dinding sebuah gedung mewah. Aku tidak mampu lagi manahan semua itu, kalau bisa, aku ingin berlari jauh dari semua itu sehingga aku tidak akan pernah melihat kilauan lampu yang menyinari tulisan itu, yg akan mengingatkanku padanya. Aku merasa dia dekat tapi aku tidak bisa meraihnya...
Setiap hari berurusan sama logika dan realita, aku tidak mau terjerembab dalam semua bayang-bayang maya yang memang terlihat sangat nyata. Beberapa jam setelah semua itu, aku berdiri di halaman dan menatap kilauan cahaya tulisan mewah itu, lagi... untuk kesekian kalinya. Aku harus berani menatapnya, krn itulah kenyataannya. Kalau dia hendak pergi, silahkan pergi sejauh-jauhnya. Jika masanya tiba, dia akan pulang dan kembali. I wish!!
Sekarang, sudah saatnya aku kembali tidur, krn banyak hal yang hendak diselesaikan esok hari. Meski tertatih-tatih, every single thing gonna be ok. Yes, it wiil.
hv a good night
-Putu-
Monday, December 01, 2008
Traveler's memories
"Mbak tenang, gak usah cemas", seorang staff bandara tersenyum berkata ke aku. "iya, suksme" aku balas sambil toleh kanan-kiri. Itu mungkin pemandangan sekilas ketika aku berdiri di sela-sela pesawat Lion Air.
Ternyata, setelah aku renungkan dan lihat ke belakang, banyak juga kenangan yang sangat memorial selama aku melakukan perjalanan sendiri. Mari kita urutkan::
Tahun 2001 akhir pergi ke Surabaya, tidak disangka dan tidak diduga, aku berkumpul dengan pasukan mudik asal Madura. Hebohnya minta ampyunnnnnn!!! pusing aku dengerin semua percakapan itu, krn sometimes gak ngerti blassss. Kebetulan aku duduk hadap2an di kereta dengan seorang ibu yg bercerita mengenai kisah dia di Jakarta, selaku pedagang kaki lima yang sering kena gusur. "wao", itulah jawaban yg paling sering keluar dari mulutku. Dia jualan di depan kampus sebuah universitas, dan emang di TV sering ditayangkan acara penggusuran pedagang kaki lima di daerah tersebut. Ternyata aku sedang ngobrol dengan salah satu korbannya :D
Tahun 2004, bulan Mei. Ketemu dengan seorang bapak yg pertama kali datang ke Jakarta dan dia sungguh pusing melihat pemandangan kota besar ini. Dan.... untuk pertama kalinya aku muntah di bis Safari Dharma Raya. Tidak cuman aku, hampir semua penumpang saat itu muntah, dan mereka sendiri heran, krn itu pertama kalinya mereka muntah setelah bertahun2 naik bis yang sama.
Tahun 2005 akhir, aku bertemu seorang yang sangat sangat aku kagumi, almarhum Sihang Baud. Pesan yang selalu mengiang di kepala, mengalir sampai ke hati, dan aku selalu berusaha menunjukkannya dalam langkah nyata. Saat itu adalah ketika aku salah turun angkot dan hujan gerimis mengguyur Jakarta Barat. Dengan sedikit berlari aku menuju terminal bis dan denan nafas yg masih sedikit ngos2an duduk bersebelahan (di ruang tunggu) dengan seorang bapak yang sangat baik. Terima kasih banyak Sihang.....
Tahun 2006, bulan April. Secara kebetulan aku ditawarin tiket yg lebih awal oleh seorang staff airline, tapi aku malah ketinggalan pesawat tersebut. Sedikit lucu dan mengherankan, sampai-sampai staff airline itu bertanya "Mbak baik-baik aja? apakah Anda sakit?", dan segudang pertanyaan lainnya. "tidak, terima kasih", jawabku singkat. Ternyata oh ternyata, gara2 aku ketinggalan pesawat akhirnya aku ketemu ama super chief hotel2 berbintang di Indonesia. Dengan ramah dia ngajarin aku mengenai table manner gaya western yang notabene beda banget ama Japanese style. Nice trip ^^
Tahun 2006 akhir, aku bertemu seorang putra Bali yang "pintar" dan "nyeni" banget. Pak Dewa, itulah caraku memanggil dia. Pertemuan itupun sangat tidak disengaja, krn sebetulnya aku tidak menginginkan saat2 itu, yaitu ketika pesawat Mandala delay kurang lebih selama satu jam. Wuih..... melelahkan banget!! tapi gapapa ^^ -- dapat pelajaran berharga ngobrol ama Pak Dewa. Thanks a lot.!.
Tahun 2008, bulan Juli tepatnya. Ada seseorang melirik kemudian tersenyum di loket tiket bis Damri, Bandara Soekarno-Hatta. Seperti biasa akupun membalas senyum orang tersebut. Ternyata oh ternyata, dia adalah competitor perusahaanku saat itu. Ketika dia memperkenalkan dirinya dan mengetahui dimana aku bekerja, dia sempet berkata dan menunjukkan bahwa dia sudah memandang perusahaanku dengan sebelah mata. Ketika-ku bertanya "ok, so now, please let me know what u know about my company". Dan diapun beralih pandang ke bus yg sudah datang menghampiri, tanpa berkata sepatahpun. Tapi dia malah nawarin aku kerjaan baru, dan ngasi kartu nama :D
Tahun 2008, tgl 30 Nov. Wao...... terengah-engah memasuki pesawat dan semua mata memandangku. Thanks God, hanya itu yang bisa terucap, ketika aku menyadari bahwa aku salah naik pesawat. Sebetulnya gak salah2 banget sih.... (ngeles dikit), wong waktu boarding jurusan Jakarta dan Surabaya bersamaan, dan saat itu hanya dibedakan "jalur kanan utk jurusan Surabaya, dan jalur kiri utk jurusan Jakarta". Saat itu aku baru keluar dari toilet dan ibu nelpon, jd sambil tergopoh-gopoh angkat telpon aku menuju antrian di jalur sebelah kanan. Alhasil aku ikut rombongan Surabaya. Untung banget ketika mau naruh tas dan duduk, lho kok udah ada orangnya di kursiku. "Sorry", jawaban singkat keluar.. Dengan sigap berjalan ke arah pramugari yg ramah, dia mengecek tiket dan dia nanya "Mbak mau kemana?" "Jakarta", dengan cepat suara keluar. "Mbak salah pesawat", sahutnya masih ramah. "Ok, thank you", aku buru2 lari turun pesawat dan minta tolong staff bandara nganter balik ke pesawat Lion Air yang ke Jakarta, thank............ Angga ^^ . Setiba di pesawat, ada suara ramah menegur "buru-buru ya?", "ya mbak, takut telat, ternyata jam flight-nya dimajuin kan", jawabku sambil mengatur posisi duduk. Ternyata oh ternyata lagi, si mbak yang baik hati ini adalah seorang Dokter pakar kecantikan, yang udah melanglang buana. Bersyukur banget ketemu dia, aku berbisik. Banyak ilmu, cerita, dan pengalaman baru. Dan juga.... dia itu bekerja sosial untuk yayasan. Dia menasihati bahwa sangat baik berbuat sosial, tp tetep harus berpegangan ama norma2 dan peraturan2 yang ada. Wah..... perjalanan 1,5 jam-pun tidak terasa.
Traveling sendiri emang menyenangkan buatku, meski kadang2 nyasar, atau salah masuk, atau atau yang lainnya. Tapi semua itu akan meninggalkan cerita yang kan selalu ku kenang ^^ -- so nice........!!!
Ternyata, setelah aku renungkan dan lihat ke belakang, banyak juga kenangan yang sangat memorial selama aku melakukan perjalanan sendiri. Mari kita urutkan::
Tahun 2001 akhir pergi ke Surabaya, tidak disangka dan tidak diduga, aku berkumpul dengan pasukan mudik asal Madura. Hebohnya minta ampyunnnnnn!!! pusing aku dengerin semua percakapan itu, krn sometimes gak ngerti blassss. Kebetulan aku duduk hadap2an di kereta dengan seorang ibu yg bercerita mengenai kisah dia di Jakarta, selaku pedagang kaki lima yang sering kena gusur. "wao", itulah jawaban yg paling sering keluar dari mulutku. Dia jualan di depan kampus sebuah universitas, dan emang di TV sering ditayangkan acara penggusuran pedagang kaki lima di daerah tersebut. Ternyata aku sedang ngobrol dengan salah satu korbannya :D
Tahun 2004, bulan Mei. Ketemu dengan seorang bapak yg pertama kali datang ke Jakarta dan dia sungguh pusing melihat pemandangan kota besar ini. Dan.... untuk pertama kalinya aku muntah di bis Safari Dharma Raya. Tidak cuman aku, hampir semua penumpang saat itu muntah, dan mereka sendiri heran, krn itu pertama kalinya mereka muntah setelah bertahun2 naik bis yang sama.
Tahun 2005 akhir, aku bertemu seorang yang sangat sangat aku kagumi, almarhum Sihang Baud. Pesan yang selalu mengiang di kepala, mengalir sampai ke hati, dan aku selalu berusaha menunjukkannya dalam langkah nyata. Saat itu adalah ketika aku salah turun angkot dan hujan gerimis mengguyur Jakarta Barat. Dengan sedikit berlari aku menuju terminal bis dan denan nafas yg masih sedikit ngos2an duduk bersebelahan (di ruang tunggu) dengan seorang bapak yang sangat baik. Terima kasih banyak Sihang.....
Tahun 2006, bulan April. Secara kebetulan aku ditawarin tiket yg lebih awal oleh seorang staff airline, tapi aku malah ketinggalan pesawat tersebut. Sedikit lucu dan mengherankan, sampai-sampai staff airline itu bertanya "Mbak baik-baik aja? apakah Anda sakit?", dan segudang pertanyaan lainnya. "tidak, terima kasih", jawabku singkat. Ternyata oh ternyata, gara2 aku ketinggalan pesawat akhirnya aku ketemu ama super chief hotel2 berbintang di Indonesia. Dengan ramah dia ngajarin aku mengenai table manner gaya western yang notabene beda banget ama Japanese style. Nice trip ^^
Tahun 2006 akhir, aku bertemu seorang putra Bali yang "pintar" dan "nyeni" banget. Pak Dewa, itulah caraku memanggil dia. Pertemuan itupun sangat tidak disengaja, krn sebetulnya aku tidak menginginkan saat2 itu, yaitu ketika pesawat Mandala delay kurang lebih selama satu jam. Wuih..... melelahkan banget!! tapi gapapa ^^ -- dapat pelajaran berharga ngobrol ama Pak Dewa. Thanks a lot.!.
Tahun 2008, bulan Juli tepatnya. Ada seseorang melirik kemudian tersenyum di loket tiket bis Damri, Bandara Soekarno-Hatta. Seperti biasa akupun membalas senyum orang tersebut. Ternyata oh ternyata, dia adalah competitor perusahaanku saat itu. Ketika dia memperkenalkan dirinya dan mengetahui dimana aku bekerja, dia sempet berkata dan menunjukkan bahwa dia sudah memandang perusahaanku dengan sebelah mata. Ketika-ku bertanya "ok, so now, please let me know what u know about my company". Dan diapun beralih pandang ke bus yg sudah datang menghampiri, tanpa berkata sepatahpun. Tapi dia malah nawarin aku kerjaan baru, dan ngasi kartu nama :D
Tahun 2008, tgl 30 Nov. Wao...... terengah-engah memasuki pesawat dan semua mata memandangku. Thanks God, hanya itu yang bisa terucap, ketika aku menyadari bahwa aku salah naik pesawat. Sebetulnya gak salah2 banget sih.... (ngeles dikit), wong waktu boarding jurusan Jakarta dan Surabaya bersamaan, dan saat itu hanya dibedakan "jalur kanan utk jurusan Surabaya, dan jalur kiri utk jurusan Jakarta". Saat itu aku baru keluar dari toilet dan ibu nelpon, jd sambil tergopoh-gopoh angkat telpon aku menuju antrian di jalur sebelah kanan. Alhasil aku ikut rombongan Surabaya. Untung banget ketika mau naruh tas dan duduk, lho kok udah ada orangnya di kursiku. "Sorry", jawaban singkat keluar.. Dengan sigap berjalan ke arah pramugari yg ramah, dia mengecek tiket dan dia nanya "Mbak mau kemana?" "Jakarta", dengan cepat suara keluar. "Mbak salah pesawat", sahutnya masih ramah. "Ok, thank you", aku buru2 lari turun pesawat dan minta tolong staff bandara nganter balik ke pesawat Lion Air yang ke Jakarta, thank............ Angga ^^ . Setiba di pesawat, ada suara ramah menegur "buru-buru ya?", "ya mbak, takut telat, ternyata jam flight-nya dimajuin kan", jawabku sambil mengatur posisi duduk. Ternyata oh ternyata lagi, si mbak yang baik hati ini adalah seorang Dokter pakar kecantikan, yang udah melanglang buana. Bersyukur banget ketemu dia, aku berbisik. Banyak ilmu, cerita, dan pengalaman baru. Dan juga.... dia itu bekerja sosial untuk yayasan. Dia menasihati bahwa sangat baik berbuat sosial, tp tetep harus berpegangan ama norma2 dan peraturan2 yang ada. Wah..... perjalanan 1,5 jam-pun tidak terasa.
Traveling sendiri emang menyenangkan buatku, meski kadang2 nyasar, atau salah masuk, atau atau yang lainnya. Tapi semua itu akan meninggalkan cerita yang kan selalu ku kenang ^^ -- so nice........!!!
Monday, November 17, 2008
Sunshine after the rain

Gak nyadar sebuah lagu mengiang di telinga, ternyata judulnya enak aja "sunshine after the rain".
Kalimat itu mungkin memberikan banyak arti, ketika aku melihat cyberdharma, aku teringat bagaimana kisah 2 bulan yang lalu, dan aku hanya bisa berucap "terima kasih untuk semuanya, untuk semua semangat itu, untuk semua ide yang sangat indah, meski kecil itu sangat berarti". Berdoa agar semakin banyak ide yang tertampung, dan semoga semakin banyak hal indah tercipta. Sunshine after the rain... is there...
Kemudian aku membuka Friendster, tiba-tiba tangan meng-click Friend, dan aku menatap sebuah page, yang selalu aku lihat dulu... Sekarang, maybe the rain just fell down and I need to stay, couldn't go anywhere. Wish the rain finish, and I can move forward, walk, run, to .... Those pictures remind me of all the stories behind. Sunshine after the rain is the one thing I won't change
Then, somebody asked "Wao Paris...". "Nope, itu Tokyo Tower" sahutku. Memandangi Tokyo Tower dari balik pohon, merupakan sebuah moment yg sangat indah. Teringat ketika aku berjalan di Rainbow Bridge, tanpa disadari aku make a wish, yang tersimpan rapi sampai sekarang, angin sumilir, ombak, merekalah saksi dari setiap kata lembut yang aku ucapkan dalam bisikan. Still hold the hope...
Sunshine after the rain is the one thing I won't change.....I'll be the sunshine after the rain... Sunshine after the rain together till the end....
Thursday, November 13, 2008
Virus “n-Ach”
Menjelang makan siang, tiba-tiba ada sebuah message muncul berjudul “Sekolah Hidup Susah”. Kesan pertama hanya bisa tersenyum dengan dibarengi niat untuk mencari tahu. Beberapa kalimat melintas di benak, beberapa paragraf selesai, beberapa contoh hinggap di kepala, dan akhirnya senyam senyum sendiri, hehehe. Ternyata tanpa disadari aku sudah terjangkit virus “n-Ach” dari masa balita. Siapa yang menulari, aku tidak tahu!!
Waktu kecil, makan bersama orang-orang yang jail bukanlah kegemaranku, karena mereka suka mengambil makanan yang aku sisihkan. Kenapa aku menyisihkan, karena aku ingin memakannya nanti. Makanan seperti apakah itu, makanan yang paling enak dari semua makanan yang ada di dalam piring tentunya. Ternyata oh ternyata, kebiasaan hidup seperti itu adalah tanda-tanda orang yang terjangkit virus “n-Ach”. Wao.... kesan selanjutnya, xixixixixixixi.
Btw, virus “n-Ach” (need Achievement) adalah sebuah virus yang harus dikembangbiakkan. Karena dengan berkembangnya virus ini, kekebalan seseorang akan dunia yang kejam semakin terpelihara, sehingga ketika mengalami masa-masa buruk, dia akan tetap sehat dan masih kuat menatap dunia. Singkat kata, hidup susah juga perlu dilatih, agar jiwa mental fisik siap menghadapi masa-masa dikala kita jatuh miskin atau gagal atau peristiwa tidak enak lainnya. Menurut survey (yang membuat sedikit kaget), ternyata 3 dari 10 orang di Indonesia mengalami gangguan jiwa. Mereka semua berada dalam posisi labil dan selalu dihantui ketakutan jika mereka mengalami kegagalan, krn memang mereka tidak siap untuk itu. Orang yang biasa serba mewah, ketika jatuh miskin, tentu akan merasa cukup sulit menyesuaikan diri. Jadi, menurut artikel tersebut, biasakanlah hidup prihatin, karena kita tidak pernah tahu roda dunia sedang berada dimana, di atas atau di bawah.
Wah.... emang satu artikel itu benar-benar membuatku berpikir dan terbang ke alam 20 tahun lalu. Menurut teori, setiap makhluk hidup pasti mempunyai insting untuk survive, dan aku merasa diriku juga demikian adanya. Tidak ada yang pernah mengajari, tidak ada orang yang aku contek, tapi tanpa disadari aku menjalani pola hidup seperti itu (selalu berusaha merawat ladang tempat berkembangbiaknya virus “n-Ach”) ^^
Gambarimasu!!!
Waktu kecil, makan bersama orang-orang yang jail bukanlah kegemaranku, karena mereka suka mengambil makanan yang aku sisihkan. Kenapa aku menyisihkan, karena aku ingin memakannya nanti. Makanan seperti apakah itu, makanan yang paling enak dari semua makanan yang ada di dalam piring tentunya. Ternyata oh ternyata, kebiasaan hidup seperti itu adalah tanda-tanda orang yang terjangkit virus “n-Ach”. Wao.... kesan selanjutnya, xixixixixixixi.
Btw, virus “n-Ach” (need Achievement) adalah sebuah virus yang harus dikembangbiakkan. Karena dengan berkembangnya virus ini, kekebalan seseorang akan dunia yang kejam semakin terpelihara, sehingga ketika mengalami masa-masa buruk, dia akan tetap sehat dan masih kuat menatap dunia. Singkat kata, hidup susah juga perlu dilatih, agar jiwa mental fisik siap menghadapi masa-masa dikala kita jatuh miskin atau gagal atau peristiwa tidak enak lainnya. Menurut survey (yang membuat sedikit kaget), ternyata 3 dari 10 orang di Indonesia mengalami gangguan jiwa. Mereka semua berada dalam posisi labil dan selalu dihantui ketakutan jika mereka mengalami kegagalan, krn memang mereka tidak siap untuk itu. Orang yang biasa serba mewah, ketika jatuh miskin, tentu akan merasa cukup sulit menyesuaikan diri. Jadi, menurut artikel tersebut, biasakanlah hidup prihatin, karena kita tidak pernah tahu roda dunia sedang berada dimana, di atas atau di bawah.
Wah.... emang satu artikel itu benar-benar membuatku berpikir dan terbang ke alam 20 tahun lalu. Menurut teori, setiap makhluk hidup pasti mempunyai insting untuk survive, dan aku merasa diriku juga demikian adanya. Tidak ada yang pernah mengajari, tidak ada orang yang aku contek, tapi tanpa disadari aku menjalani pola hidup seperti itu (selalu berusaha merawat ladang tempat berkembangbiaknya virus “n-Ach”) ^^
Gambarimasu!!!
Saturday, November 01, 2008
Hakusui
Hakusui, itulah satu-satunya kata yang bisa aku baca dalam sebuah kipas hasil pemberian (krn kata lainnya semua dalam kanji). Tidak terasa, tiga tahun sudah kipas itu menemani hari-hariku yang sangat berwarna.
Ketika tiba di kantor, tergeletak sebuah kipas yang terbuat dari kertas di meja kerja. Meski terlihat sangat sederhana, tapi sangat menarik perhatianku, sampai-sampai aku bertanya pada semua penghuni kantor (kecuali dua orang) siapa kira-kira yang meletakkan kipas cantik itu di mejaku. Tak satupun mengaku dan hanya menjawab “tidak tahu putu san”.
Seharian pikiran terus dibawa ke alam tebak-menebak, siapa yang sangat berbaik hati memberiku sebuah kipas, dengan cara diam-diam lagi. Sampai akhirnya malampun tiba dan berusaha untuk mengulur waktu hingga semua orang pulang sehingga hanya tinggal beberapa, termasuk diriku tentunya. Dengan mengumpulkan keberanian akhirnya bertanyalah pada mereka yang sedang membereskan laptop “excusme, anybody knows who gave me this??”, dan merekapun bingung... “no no, not me” “I don’t know”. Akhirnya muncullah si Mr.X, dan berkata “ini dari saya untuk putu san”. “Arigatou....” balasku sambil tersenyum ^^ -- persahabatanpun dimulai!!!
Hah....... hari memang cepat berlalu dan semuanya hanya tinggal kenangan. Tapi semuanya memang sangat berharga dan pantas untuk dikenang. So nice......
Kipas kipas..., thanks ya udah jadi salah satu sobatku. Aku akan berusaha untuk selalu menjagamu, seperti pesan sang pemberi.
Gambarimasu!!!
-Putu-
Ketika tiba di kantor, tergeletak sebuah kipas yang terbuat dari kertas di meja kerja. Meski terlihat sangat sederhana, tapi sangat menarik perhatianku, sampai-sampai aku bertanya pada semua penghuni kantor (kecuali dua orang) siapa kira-kira yang meletakkan kipas cantik itu di mejaku. Tak satupun mengaku dan hanya menjawab “tidak tahu putu san”.
Seharian pikiran terus dibawa ke alam tebak-menebak, siapa yang sangat berbaik hati memberiku sebuah kipas, dengan cara diam-diam lagi. Sampai akhirnya malampun tiba dan berusaha untuk mengulur waktu hingga semua orang pulang sehingga hanya tinggal beberapa, termasuk diriku tentunya. Dengan mengumpulkan keberanian akhirnya bertanyalah pada mereka yang sedang membereskan laptop “excusme, anybody knows who gave me this??”, dan merekapun bingung... “no no, not me” “I don’t know”. Akhirnya muncullah si Mr.X, dan berkata “ini dari saya untuk putu san”. “Arigatou....” balasku sambil tersenyum ^^ -- persahabatanpun dimulai!!!
Hah....... hari memang cepat berlalu dan semuanya hanya tinggal kenangan. Tapi semuanya memang sangat berharga dan pantas untuk dikenang. So nice......
Kipas kipas..., thanks ya udah jadi salah satu sobatku. Aku akan berusaha untuk selalu menjagamu, seperti pesan sang pemberi.
Gambarimasu!!!
-Putu-
Wednesday, October 15, 2008
175 Perak!!
Ketika membuka Friendster, terlihat ada angka 175 di halaman “connection”, ternyata aku udah memiliki 175 teman disana. Tiba-tiba teringat masa TK – SD dulu, dimana uang 175 adalah kesukaanku. Ketika dikasi 150, gak mau. Kalau dikasi 200, mikir2 dulu sebelum masukin ke kantong.
Sekarang sempat mikir, kenapa aku dulu cinta banget ama uang berakhiran 25 ya... apa karena absenku adalah absen 25 di sekolah. Sebetulnya sih gak ada alasan yang cukup misterius sepertinya, hanya saja dengan uang 25 perak aku bisa membeli sebuah snack kesukaanku (20 thn yang lalu). Jadi, 25 perak buat beli snack, 50 perak buat beli nasi bungkus (mirip nasi jinggo), terus 100 perak ditabung deh.... ^^
Masa dulu itu murah banget rasanya hidup. Tapi sebetulnya sama aja sih dengan sekarang. Sesuai hukum ekonomi, harga murah – pendapatan juga segitu2 aja, terus sekarang harga udah pada mahal – syukurnya pendapatan ngikut juga sie.... hehehe
Terus, kalau sekarang melirik anak-anak TK – SD yang jajan, kayanya minimal 2000-an deh, karena harga snack aja udah 500-an perak (itu kalau ke sekolah jalan kaki, jd tidak terhitung ongkos angkot).
Senang sekali mengenang masa anak-anak ^^
Gambarimasu!!!
-Putu-
Sekarang sempat mikir, kenapa aku dulu cinta banget ama uang berakhiran 25 ya... apa karena absenku adalah absen 25 di sekolah. Sebetulnya sih gak ada alasan yang cukup misterius sepertinya, hanya saja dengan uang 25 perak aku bisa membeli sebuah snack kesukaanku (20 thn yang lalu). Jadi, 25 perak buat beli snack, 50 perak buat beli nasi bungkus (mirip nasi jinggo), terus 100 perak ditabung deh.... ^^
Masa dulu itu murah banget rasanya hidup. Tapi sebetulnya sama aja sih dengan sekarang. Sesuai hukum ekonomi, harga murah – pendapatan juga segitu2 aja, terus sekarang harga udah pada mahal – syukurnya pendapatan ngikut juga sie.... hehehe
Terus, kalau sekarang melirik anak-anak TK – SD yang jajan, kayanya minimal 2000-an deh, karena harga snack aja udah 500-an perak (itu kalau ke sekolah jalan kaki, jd tidak terhitung ongkos angkot).
Senang sekali mengenang masa anak-anak ^^
Gambarimasu!!!
-Putu-
Friday, October 10, 2008
Hujan
Sepertinya banyak orang yang teringat masa lalu ketika hujan turun dan sambil memandangi rintik-rintik yang turun, pikiran terbang melayang ke alam puluhan tahun silam.
Saat ini aku sedang menonton sebuah film samurai, tokoh utamanya adalah seorang samurai tua buta (pura-pura buta tepatnya) yang bernama Zatoichi. Ketika hujan turun, dia hanya bisa mendengarkan rintik hujan dan mulai teringat akan masa lalu dia, ketika membunuh sekelompok musuhnya di dekat jurang pas hujan lebat menerpa. Kemudian, si gadis cantik yang berpura-pura sebagai geisha guna membalas dendam kematian orang tuanya juga bengong memandangi hujan. Dia teringat ketika bersama adiknya yang bernama Seitaro ngungsi dari satu rumah ke rumah lainnya (karena mereka tidak punya tepat tinggal dan diburu-buru oleh musuh ayahnya). Yang lebih kasiannya lagi, Seitaro yang merupakan seorang laki-laki, dipaksa menjadi geisha oleh majikannya waktu kecil (mereka sempat menjadi pembantu di sebuah rumah). Syukurnya Seitaro sangat baik, dan memanfaatkan semuanya untuk memperoleh uang, sehingga dia bisa bertahan hidup bersama kakaknya. Sedih memang, tapi begitulah dunia, harus dihadapi dengan keberanian.
Akhirnya aku juga teringat masa-masa dulu, dimana hujan selalu memberikan banyak cerita. Teringat waktu naik motor ama kakak tersayang pas hujan lebat. Meski kita kedinginan, tapi kita terus bertahan agar cepat sampai rumah. Satu sama lain saling menyemangati. Aku kasi semangat agar dia gak gemeteran pegang stang motor, dan dia nyemangatin aku agar gak ngantuk. Namun ada suatu masa dimana motor kami mogok, gak bisa jalan lagi. Untungnya ada tempat berteduh ^^ , setelah hujan reda, motornya sehat lagi, hehehe. Emang kakakku itu adalah sobatku dari kecil ampe sekarang dan seterusnya.
Waktu kecil, hujan memberi kesenangan tersendiri untukku, meski setiap hari sepatu basah sepulang sekolah. Sepulang sekolah langsung mandi, trus makan siang, kemudian tidur siang. Bangun-bangun hujannya udah reda dan saatnya menonton pelangi.... sambil bermain dengan anjingku ^^
Masa kecil itu emang sangat menyenangkan, meski semua dalam kategori “basic”, tapi aku sangat mensyukurinya, karena itulah yang terindah ^^
Dan hujan memang memberi berkah, tidak heran teman-teman Chinese sangat senang jika hujan turun pas Gong Xi Fatchai, tapi asal jangan ampe banjir-banjir segala......
-Putu-
Saat ini aku sedang menonton sebuah film samurai, tokoh utamanya adalah seorang samurai tua buta (pura-pura buta tepatnya) yang bernama Zatoichi. Ketika hujan turun, dia hanya bisa mendengarkan rintik hujan dan mulai teringat akan masa lalu dia, ketika membunuh sekelompok musuhnya di dekat jurang pas hujan lebat menerpa. Kemudian, si gadis cantik yang berpura-pura sebagai geisha guna membalas dendam kematian orang tuanya juga bengong memandangi hujan. Dia teringat ketika bersama adiknya yang bernama Seitaro ngungsi dari satu rumah ke rumah lainnya (karena mereka tidak punya tepat tinggal dan diburu-buru oleh musuh ayahnya). Yang lebih kasiannya lagi, Seitaro yang merupakan seorang laki-laki, dipaksa menjadi geisha oleh majikannya waktu kecil (mereka sempat menjadi pembantu di sebuah rumah). Syukurnya Seitaro sangat baik, dan memanfaatkan semuanya untuk memperoleh uang, sehingga dia bisa bertahan hidup bersama kakaknya. Sedih memang, tapi begitulah dunia, harus dihadapi dengan keberanian.
Akhirnya aku juga teringat masa-masa dulu, dimana hujan selalu memberikan banyak cerita. Teringat waktu naik motor ama kakak tersayang pas hujan lebat. Meski kita kedinginan, tapi kita terus bertahan agar cepat sampai rumah. Satu sama lain saling menyemangati. Aku kasi semangat agar dia gak gemeteran pegang stang motor, dan dia nyemangatin aku agar gak ngantuk. Namun ada suatu masa dimana motor kami mogok, gak bisa jalan lagi. Untungnya ada tempat berteduh ^^ , setelah hujan reda, motornya sehat lagi, hehehe. Emang kakakku itu adalah sobatku dari kecil ampe sekarang dan seterusnya.
Waktu kecil, hujan memberi kesenangan tersendiri untukku, meski setiap hari sepatu basah sepulang sekolah. Sepulang sekolah langsung mandi, trus makan siang, kemudian tidur siang. Bangun-bangun hujannya udah reda dan saatnya menonton pelangi.... sambil bermain dengan anjingku ^^
Masa kecil itu emang sangat menyenangkan, meski semua dalam kategori “basic”, tapi aku sangat mensyukurinya, karena itulah yang terindah ^^
Dan hujan memang memberi berkah, tidak heran teman-teman Chinese sangat senang jika hujan turun pas Gong Xi Fatchai, tapi asal jangan ampe banjir-banjir segala......
-Putu-
Saturday, September 27, 2008
Lippo Karawaci yang sangat menginspirasiku
Ketika mendengar kata Lippo Karawaci, aku merasa berterimakasih, mungkin krn aku tinggal disana pada saat pertama kali datang ke Jakarta, sehingga aku bisa memandang kota besar ini dengan lebih positif.
Segala sesuatu yang ada disana memang unik dan berhasil memikatku, tidak heran jika aku senang sekali menghabiskan hari-hari hanya untuk sekedar hang out atau berlari pagi atau duduk-duduk di taman di sekitar sana selama 6 tahun. Berkampus di Universitas Pelita Harapan salah satu tempat yang sangat menyenangkan, hal pertama yang membuat aku jatuh cinta at first sight adalah perpustakaannya. Bukunya sangat lengkap dan itu adalah rumah keduaku waktu kuliah dulu. Saat ini aku menemukan hal baru yg sangat memikat, yaitu Times Book Store. Kombinasi dari Kinokuniya dan QB (sesuai cita2ku). Kenapa mirip QB, karena disana disediakan tempat duduk yg nyaman banget untuk membaca. Kenapa mirip Kino, krn bukunya lengkap banget, all imported books, meski ada segelintir buku terbitan Indonesia.
Semua yang ada disana memang merupakan perwujudan dari sebuah mimpi, cita-cita sang pendiri, yang juga salah satu inspiratorku, keluarga Riyadi. Bertemu, mendengar ceramah Beliau, membaca buku Beliau, aku menjadi semangat bahwa mimpi itu bisa diwujudkan dengan usaha yg tulus dan pantang menyerah. Terus terang, aku sangat kagum dengan mereka, mereka yang punya visi dan misi yg jelas dan selalu berusaha mewujudkannya.
Menghirup udara segar Lippo Karawaci selama kurang lebih 6 tahun, tentunya banyak sekali kenangan bersama teman-teman senasib sepenanggungan. Berlomba menjadi part timer di mal, di MC D, di Bank Lippo merupakan segelintir kesenangan yang tetap membuat kami tersenyum puas menikmati jerih payah sendiri. O ya, disana menjadi part timer bukanlah hal yang aneh. Jangan heran ketika liburan banyak anak-anak UPH yang jadi kasir, atau jadi pelayan restoran, atau kerja di Bank, atau di AIG, atau di Dynaplast atau sekedar sebagai penjaga loker di Gym UPH. Karena semua itu membuat kami belajar bahwa kerja itu tidak mudah, mencari duit itu tidak gampang, dan sangat cukup untuk memberi pengalaman yg sangat berharga.
Meski aku sekarang tinggal di Jakarta, aku masih rutin main ke Lippo Karawaci, mengingat banyak hal yang membuat aku merasa lebih segar (tukang massage langganan ^^), bisa mengenang masa lalu, bisa menikmati karya nyata dari sebuah mimpi, bisa tetap bermimpi dan belajar terus untuk mewujudkannya ^^
-Putu-
Segala sesuatu yang ada disana memang unik dan berhasil memikatku, tidak heran jika aku senang sekali menghabiskan hari-hari hanya untuk sekedar hang out atau berlari pagi atau duduk-duduk di taman di sekitar sana selama 6 tahun. Berkampus di Universitas Pelita Harapan salah satu tempat yang sangat menyenangkan, hal pertama yang membuat aku jatuh cinta at first sight adalah perpustakaannya. Bukunya sangat lengkap dan itu adalah rumah keduaku waktu kuliah dulu. Saat ini aku menemukan hal baru yg sangat memikat, yaitu Times Book Store. Kombinasi dari Kinokuniya dan QB (sesuai cita2ku). Kenapa mirip QB, karena disana disediakan tempat duduk yg nyaman banget untuk membaca. Kenapa mirip Kino, krn bukunya lengkap banget, all imported books, meski ada segelintir buku terbitan Indonesia. Semua yang ada disana memang merupakan perwujudan dari sebuah mimpi, cita-cita sang pendiri, yang juga salah satu inspiratorku, keluarga Riyadi. Bertemu, mendengar ceramah Beliau, membaca buku Beliau, aku menjadi semangat bahwa mimpi itu bisa diwujudkan dengan usaha yg tulus dan pantang menyerah. Terus terang, aku sangat kagum dengan mereka, mereka yang punya visi dan misi yg jelas dan selalu berusaha mewujudkannya.
Menghirup udara segar Lippo Karawaci selama kurang lebih 6 tahun, tentunya banyak sekali kenangan bersama teman-teman senasib sepenanggungan. Berlomba menjadi part timer di mal, di MC D, di Bank Lippo merupakan segelintir kesenangan yang tetap membuat kami tersenyum puas menikmati jerih payah sendiri. O ya, disana menjadi part timer bukanlah hal yang aneh. Jangan heran ketika liburan banyak anak-anak UPH yang jadi kasir, atau jadi pelayan restoran, atau kerja di Bank, atau di AIG, atau di Dynaplast atau sekedar sebagai penjaga loker di Gym UPH. Karena semua itu membuat kami belajar bahwa kerja itu tidak mudah, mencari duit itu tidak gampang, dan sangat cukup untuk memberi pengalaman yg sangat berharga.
Meski aku sekarang tinggal di Jakarta, aku masih rutin main ke Lippo Karawaci, mengingat banyak hal yang membuat aku merasa lebih segar (tukang massage langganan ^^), bisa mengenang masa lalu, bisa menikmati karya nyata dari sebuah mimpi, bisa tetap bermimpi dan belajar terus untuk mewujudkannya ^^
-Putu-
Friday, September 12, 2008
Sastra dan Kehidupanku
Sastra merupakan salah satu seni yang begitu memikat, mampu menggugah perasaan, mampu menggambarkan isi kepala yang beraneka warna, mampu mengheningkan hati yang diterpa angin ribut nan menderu-deru.
Orang mengidentikan "gadis Bali" dengan "tarian". Namun, aku, seorang gadis Bali yang dibesarkan dengan tradisi Bali yang bisa dikatakan sangat saklek, dan masuk garis keturunan penari, aku bisa dikatakan hanya bisa menari sebatas lulus ujian saja. Kenapa demikian?? Mungkin ini salah satu imbas dari ke-saklek-an terhadap sesuatu. Aku malah dengan giatnya belajar Karate atau seni bela diri negara lain, selain rajin belajar tarian-tarian asing. Namun untungnya aku masih menekuni dan sangat tertarik dengan sesuatu yang bernama sastra.
Pagi ini, sepulang dari pura, aku bertemu dengan sastrawan jalanan, orang yang dengan imbalan ala kadarnya bersedia membacakan beberapa buah puisi yang diiringi nyanyian dan petikan gitar. Waktu itu dia membaca puisi yang bercerita mengenai kondisi Indonesia yang tidak jelas arah tujuannya, selayaknya nelayan yang diterpa badai, perahu yang mulai oleng dan hampir tenggelam.
Pertama kali mendengar puisi itu, aku merasa terbenam dalam untaian kata2 sang penyair, aku merasa itu cermin diriku kala ini. Aku bertanya pada angin, pada daun, pada pohon, pada rumput, pada burung, kemana aku harus melangkah, kemana angin akan menerbangkanku. Orang sering berolok2 "tanyakan saja pada rumput yang bergoyang", yang sekilas memiliki arti "tidak ada jawabannya". Pada dasarnya, hanya rumput2 itulah yang tahu, karena mereka saksi hidup segala yang ada di muka bumi ini.
Dengan sastra, menurut salah satu sumber, aku akan bisa menuangkan segala jenis isi hati dan kepalaku yang akan membuatku bebas, selayaknya angin yang berhembus dan rumput2 yang bergoyang.
Aku selalu berterimakasih atas semua kata-kata, kalimat-kalimat yang teruntai dalam rangkaian indah ini, atas berkat krn aku masih bisa berkata-kata!!
-Putu-
Orang mengidentikan "gadis Bali" dengan "tarian". Namun, aku, seorang gadis Bali yang dibesarkan dengan tradisi Bali yang bisa dikatakan sangat saklek, dan masuk garis keturunan penari, aku bisa dikatakan hanya bisa menari sebatas lulus ujian saja. Kenapa demikian?? Mungkin ini salah satu imbas dari ke-saklek-an terhadap sesuatu. Aku malah dengan giatnya belajar Karate atau seni bela diri negara lain, selain rajin belajar tarian-tarian asing. Namun untungnya aku masih menekuni dan sangat tertarik dengan sesuatu yang bernama sastra.
Pagi ini, sepulang dari pura, aku bertemu dengan sastrawan jalanan, orang yang dengan imbalan ala kadarnya bersedia membacakan beberapa buah puisi yang diiringi nyanyian dan petikan gitar. Waktu itu dia membaca puisi yang bercerita mengenai kondisi Indonesia yang tidak jelas arah tujuannya, selayaknya nelayan yang diterpa badai, perahu yang mulai oleng dan hampir tenggelam.
Pertama kali mendengar puisi itu, aku merasa terbenam dalam untaian kata2 sang penyair, aku merasa itu cermin diriku kala ini. Aku bertanya pada angin, pada daun, pada pohon, pada rumput, pada burung, kemana aku harus melangkah, kemana angin akan menerbangkanku. Orang sering berolok2 "tanyakan saja pada rumput yang bergoyang", yang sekilas memiliki arti "tidak ada jawabannya". Pada dasarnya, hanya rumput2 itulah yang tahu, karena mereka saksi hidup segala yang ada di muka bumi ini.
Dengan sastra, menurut salah satu sumber, aku akan bisa menuangkan segala jenis isi hati dan kepalaku yang akan membuatku bebas, selayaknya angin yang berhembus dan rumput2 yang bergoyang.
Aku selalu berterimakasih atas semua kata-kata, kalimat-kalimat yang teruntai dalam rangkaian indah ini, atas berkat krn aku masih bisa berkata-kata!!
-Putu-
Subscribe to:
Posts (Atom)


