Sepertinya banyak orang yang teringat masa lalu ketika hujan turun dan sambil memandangi rintik-rintik yang turun, pikiran terbang melayang ke alam puluhan tahun silam.
Saat ini aku sedang menonton sebuah film samurai, tokoh utamanya adalah seorang samurai tua buta (pura-pura buta tepatnya) yang bernama Zatoichi. Ketika hujan turun, dia hanya bisa mendengarkan rintik hujan dan mulai teringat akan masa lalu dia, ketika membunuh sekelompok musuhnya di dekat jurang pas hujan lebat menerpa. Kemudian, si gadis cantik yang berpura-pura sebagai geisha guna membalas dendam kematian orang tuanya juga bengong memandangi hujan. Dia teringat ketika bersama adiknya yang bernama Seitaro ngungsi dari satu rumah ke rumah lainnya (karena mereka tidak punya tepat tinggal dan diburu-buru oleh musuh ayahnya). Yang lebih kasiannya lagi, Seitaro yang merupakan seorang laki-laki, dipaksa menjadi geisha oleh majikannya waktu kecil (mereka sempat menjadi pembantu di sebuah rumah). Syukurnya Seitaro sangat baik, dan memanfaatkan semuanya untuk memperoleh uang, sehingga dia bisa bertahan hidup bersama kakaknya. Sedih memang, tapi begitulah dunia, harus dihadapi dengan keberanian.
Akhirnya aku juga teringat masa-masa dulu, dimana hujan selalu memberikan banyak cerita. Teringat waktu naik motor ama kakak tersayang pas hujan lebat. Meski kita kedinginan, tapi kita terus bertahan agar cepat sampai rumah. Satu sama lain saling menyemangati. Aku kasi semangat agar dia gak gemeteran pegang stang motor, dan dia nyemangatin aku agar gak ngantuk. Namun ada suatu masa dimana motor kami mogok, gak bisa jalan lagi. Untungnya ada tempat berteduh ^^ , setelah hujan reda, motornya sehat lagi, hehehe. Emang kakakku itu adalah sobatku dari kecil ampe sekarang dan seterusnya.
Waktu kecil, hujan memberi kesenangan tersendiri untukku, meski setiap hari sepatu basah sepulang sekolah. Sepulang sekolah langsung mandi, trus makan siang, kemudian tidur siang. Bangun-bangun hujannya udah reda dan saatnya menonton pelangi.... sambil bermain dengan anjingku ^^
Masa kecil itu emang sangat menyenangkan, meski semua dalam kategori “basic”, tapi aku sangat mensyukurinya, karena itulah yang terindah ^^
Dan hujan memang memberi berkah, tidak heran teman-teman Chinese sangat senang jika hujan turun pas Gong Xi Fatchai, tapi asal jangan ampe banjir-banjir segala......
-Putu-
Friday, October 10, 2008
Saturday, September 27, 2008
Lippo Karawaci yang sangat menginspirasiku
Ketika mendengar kata Lippo Karawaci, aku merasa berterimakasih, mungkin krn aku tinggal disana pada saat pertama kali datang ke Jakarta, sehingga aku bisa memandang kota besar ini dengan lebih positif.
Segala sesuatu yang ada disana memang unik dan berhasil memikatku, tidak heran jika aku senang sekali menghabiskan hari-hari hanya untuk sekedar hang out atau berlari pagi atau duduk-duduk di taman di sekitar sana selama 6 tahun. Berkampus di Universitas Pelita Harapan salah satu tempat yang sangat menyenangkan, hal pertama yang membuat aku jatuh cinta at first sight adalah perpustakaannya. Bukunya sangat lengkap dan itu adalah rumah keduaku waktu kuliah dulu. Saat ini aku menemukan hal baru yg sangat memikat, yaitu Times Book Store. Kombinasi dari Kinokuniya dan QB (sesuai cita2ku). Kenapa mirip QB, karena disana disediakan tempat duduk yg nyaman banget untuk membaca. Kenapa mirip Kino, krn bukunya lengkap banget, all imported books, meski ada segelintir buku terbitan Indonesia.
Semua yang ada disana memang merupakan perwujudan dari sebuah mimpi, cita-cita sang pendiri, yang juga salah satu inspiratorku, keluarga Riyadi. Bertemu, mendengar ceramah Beliau, membaca buku Beliau, aku menjadi semangat bahwa mimpi itu bisa diwujudkan dengan usaha yg tulus dan pantang menyerah. Terus terang, aku sangat kagum dengan mereka, mereka yang punya visi dan misi yg jelas dan selalu berusaha mewujudkannya.
Menghirup udara segar Lippo Karawaci selama kurang lebih 6 tahun, tentunya banyak sekali kenangan bersama teman-teman senasib sepenanggungan. Berlomba menjadi part timer di mal, di MC D, di Bank Lippo merupakan segelintir kesenangan yang tetap membuat kami tersenyum puas menikmati jerih payah sendiri. O ya, disana menjadi part timer bukanlah hal yang aneh. Jangan heran ketika liburan banyak anak-anak UPH yang jadi kasir, atau jadi pelayan restoran, atau kerja di Bank, atau di AIG, atau di Dynaplast atau sekedar sebagai penjaga loker di Gym UPH. Karena semua itu membuat kami belajar bahwa kerja itu tidak mudah, mencari duit itu tidak gampang, dan sangat cukup untuk memberi pengalaman yg sangat berharga.
Meski aku sekarang tinggal di Jakarta, aku masih rutin main ke Lippo Karawaci, mengingat banyak hal yang membuat aku merasa lebih segar (tukang massage langganan ^^), bisa mengenang masa lalu, bisa menikmati karya nyata dari sebuah mimpi, bisa tetap bermimpi dan belajar terus untuk mewujudkannya ^^
-Putu-
Segala sesuatu yang ada disana memang unik dan berhasil memikatku, tidak heran jika aku senang sekali menghabiskan hari-hari hanya untuk sekedar hang out atau berlari pagi atau duduk-duduk di taman di sekitar sana selama 6 tahun. Berkampus di Universitas Pelita Harapan salah satu tempat yang sangat menyenangkan, hal pertama yang membuat aku jatuh cinta at first sight adalah perpustakaannya. Bukunya sangat lengkap dan itu adalah rumah keduaku waktu kuliah dulu. Saat ini aku menemukan hal baru yg sangat memikat, yaitu Times Book Store. Kombinasi dari Kinokuniya dan QB (sesuai cita2ku). Kenapa mirip QB, karena disana disediakan tempat duduk yg nyaman banget untuk membaca. Kenapa mirip Kino, krn bukunya lengkap banget, all imported books, meski ada segelintir buku terbitan Indonesia. Semua yang ada disana memang merupakan perwujudan dari sebuah mimpi, cita-cita sang pendiri, yang juga salah satu inspiratorku, keluarga Riyadi. Bertemu, mendengar ceramah Beliau, membaca buku Beliau, aku menjadi semangat bahwa mimpi itu bisa diwujudkan dengan usaha yg tulus dan pantang menyerah. Terus terang, aku sangat kagum dengan mereka, mereka yang punya visi dan misi yg jelas dan selalu berusaha mewujudkannya.
Menghirup udara segar Lippo Karawaci selama kurang lebih 6 tahun, tentunya banyak sekali kenangan bersama teman-teman senasib sepenanggungan. Berlomba menjadi part timer di mal, di MC D, di Bank Lippo merupakan segelintir kesenangan yang tetap membuat kami tersenyum puas menikmati jerih payah sendiri. O ya, disana menjadi part timer bukanlah hal yang aneh. Jangan heran ketika liburan banyak anak-anak UPH yang jadi kasir, atau jadi pelayan restoran, atau kerja di Bank, atau di AIG, atau di Dynaplast atau sekedar sebagai penjaga loker di Gym UPH. Karena semua itu membuat kami belajar bahwa kerja itu tidak mudah, mencari duit itu tidak gampang, dan sangat cukup untuk memberi pengalaman yg sangat berharga.
Meski aku sekarang tinggal di Jakarta, aku masih rutin main ke Lippo Karawaci, mengingat banyak hal yang membuat aku merasa lebih segar (tukang massage langganan ^^), bisa mengenang masa lalu, bisa menikmati karya nyata dari sebuah mimpi, bisa tetap bermimpi dan belajar terus untuk mewujudkannya ^^
-Putu-
Friday, September 12, 2008
Sastra dan Kehidupanku
Sastra merupakan salah satu seni yang begitu memikat, mampu menggugah perasaan, mampu menggambarkan isi kepala yang beraneka warna, mampu mengheningkan hati yang diterpa angin ribut nan menderu-deru.
Orang mengidentikan "gadis Bali" dengan "tarian". Namun, aku, seorang gadis Bali yang dibesarkan dengan tradisi Bali yang bisa dikatakan sangat saklek, dan masuk garis keturunan penari, aku bisa dikatakan hanya bisa menari sebatas lulus ujian saja. Kenapa demikian?? Mungkin ini salah satu imbas dari ke-saklek-an terhadap sesuatu. Aku malah dengan giatnya belajar Karate atau seni bela diri negara lain, selain rajin belajar tarian-tarian asing. Namun untungnya aku masih menekuni dan sangat tertarik dengan sesuatu yang bernama sastra.
Pagi ini, sepulang dari pura, aku bertemu dengan sastrawan jalanan, orang yang dengan imbalan ala kadarnya bersedia membacakan beberapa buah puisi yang diiringi nyanyian dan petikan gitar. Waktu itu dia membaca puisi yang bercerita mengenai kondisi Indonesia yang tidak jelas arah tujuannya, selayaknya nelayan yang diterpa badai, perahu yang mulai oleng dan hampir tenggelam.
Pertama kali mendengar puisi itu, aku merasa terbenam dalam untaian kata2 sang penyair, aku merasa itu cermin diriku kala ini. Aku bertanya pada angin, pada daun, pada pohon, pada rumput, pada burung, kemana aku harus melangkah, kemana angin akan menerbangkanku. Orang sering berolok2 "tanyakan saja pada rumput yang bergoyang", yang sekilas memiliki arti "tidak ada jawabannya". Pada dasarnya, hanya rumput2 itulah yang tahu, karena mereka saksi hidup segala yang ada di muka bumi ini.
Dengan sastra, menurut salah satu sumber, aku akan bisa menuangkan segala jenis isi hati dan kepalaku yang akan membuatku bebas, selayaknya angin yang berhembus dan rumput2 yang bergoyang.
Aku selalu berterimakasih atas semua kata-kata, kalimat-kalimat yang teruntai dalam rangkaian indah ini, atas berkat krn aku masih bisa berkata-kata!!
-Putu-
Orang mengidentikan "gadis Bali" dengan "tarian". Namun, aku, seorang gadis Bali yang dibesarkan dengan tradisi Bali yang bisa dikatakan sangat saklek, dan masuk garis keturunan penari, aku bisa dikatakan hanya bisa menari sebatas lulus ujian saja. Kenapa demikian?? Mungkin ini salah satu imbas dari ke-saklek-an terhadap sesuatu. Aku malah dengan giatnya belajar Karate atau seni bela diri negara lain, selain rajin belajar tarian-tarian asing. Namun untungnya aku masih menekuni dan sangat tertarik dengan sesuatu yang bernama sastra.
Pagi ini, sepulang dari pura, aku bertemu dengan sastrawan jalanan, orang yang dengan imbalan ala kadarnya bersedia membacakan beberapa buah puisi yang diiringi nyanyian dan petikan gitar. Waktu itu dia membaca puisi yang bercerita mengenai kondisi Indonesia yang tidak jelas arah tujuannya, selayaknya nelayan yang diterpa badai, perahu yang mulai oleng dan hampir tenggelam.
Pertama kali mendengar puisi itu, aku merasa terbenam dalam untaian kata2 sang penyair, aku merasa itu cermin diriku kala ini. Aku bertanya pada angin, pada daun, pada pohon, pada rumput, pada burung, kemana aku harus melangkah, kemana angin akan menerbangkanku. Orang sering berolok2 "tanyakan saja pada rumput yang bergoyang", yang sekilas memiliki arti "tidak ada jawabannya". Pada dasarnya, hanya rumput2 itulah yang tahu, karena mereka saksi hidup segala yang ada di muka bumi ini.
Dengan sastra, menurut salah satu sumber, aku akan bisa menuangkan segala jenis isi hati dan kepalaku yang akan membuatku bebas, selayaknya angin yang berhembus dan rumput2 yang bergoyang.
Aku selalu berterimakasih atas semua kata-kata, kalimat-kalimat yang teruntai dalam rangkaian indah ini, atas berkat krn aku masih bisa berkata-kata!!
-Putu-
Tuesday, August 12, 2008
50 Perak
Akhir-akhir ini sering banget aku dapet kembalian 50-an perak. Setiap kali aku nerima 50 perak itu, aku selalu teringat masa belasan tahun yang lalu, masa yang sepertinya tidak pernah terpikirkan untuk melupakannya, krn aku mengganggap semua itu adalah bagian kehidupanku yg sangat bermakna ^^
Beberapa hari yang lalu, sempet terbengong sebentar, kemudian diakhiri dengan senyum sedikit heran, ketika di bus aku bertemu pengamen. Aku selalu menyediakan uang receh biasanya di kantong tas, namun saat itu yang aku miliki adalah uang 50-an perak(tidak hanya satu tentunya). Ketika aku memberikan uang 50-an perak, si pengamen dengan sesegera mungkin mengembalikan pemberianku. Aku kaget dan berpikir "apa ada yg salah dengan uang 50 perak?". Jika pikiran jahat melintas mungkin saja aku akan berkata kalau orang itu tidak tahu berterima kasih dan mendoakannya agar tidak murah rejeki. Tapi... untungnya kala itu hati lagi berada dalam kondisi baik. Kalau saja si pengamen mendengar kisahku bersama si uang 50 perak, mungkin saja dia akan menyesali perbuatannya itu. But, never mind!! -- aku juga tidak berniat membagi ceritaku pada dia.
Di negara-negara lain, mereka terkadang memiliki uang yg dianggap "keramat". Contoh di Jepang, uang 5 yen dianggap cukup membawa berkah. Sehingga ketika sembahyang di Jinja mereka akan melemparkan uang 5 yen, kemudian berdoa serta make a wish. Katanya, doa itu akan terkabul. Aku merasa salah satu doaku waktu itu benar2 terkabul ^^ -- semoga doa2 yg lainnya juga terkabul. Sepertinya di Singapura juga demikian, krn banyak orang melempar uang 5 sen di kolam ikan di Bandara Changi -- kalo yg ini aku gak tahu kebenarannya. Demikian pula di Inggris -- kalau yg ini katanya sih emang manjur juga.
Namun, uang 50 perak yang aku ceritakan disini tidak memiliki makna religius seperti uang2 di atas, tetapi memiliki makna yg sangat besar buatku, dan mungkin hanya diriku yg menganggapnya sangat bermakna.
Mungkin ada yg bertanya, ada apakah antara diriku dan uang 50 perak.?.
Secara logika, kekayaan anda tidak akan lengkap tanpa uang 50 perak ^^ , begitu pula dengan aku. Mungkin aku tidak akan berada dalam kondisi sekarang tanpa uang 50 perak itu. Cerita detailnya mohon maaf tidak bisa di share, biarkanlah hanya aku dan orang2 tertentu yg tahu ^^
Intinya adalah jangan suka meremehkan sesuatu, sekecil apapun itu, karena kita gak pernah tahu apa makna di balik semua itu. Mungkin saja dengan uang 50 perak anda bisa makan dikala kelaparan mendera atau bisa berangkat ke sekolah dengan hanya 50 perak -- who knows...!!!
-Putu-
Beberapa hari yang lalu, sempet terbengong sebentar, kemudian diakhiri dengan senyum sedikit heran, ketika di bus aku bertemu pengamen. Aku selalu menyediakan uang receh biasanya di kantong tas, namun saat itu yang aku miliki adalah uang 50-an perak(tidak hanya satu tentunya). Ketika aku memberikan uang 50-an perak, si pengamen dengan sesegera mungkin mengembalikan pemberianku. Aku kaget dan berpikir "apa ada yg salah dengan uang 50 perak?". Jika pikiran jahat melintas mungkin saja aku akan berkata kalau orang itu tidak tahu berterima kasih dan mendoakannya agar tidak murah rejeki. Tapi... untungnya kala itu hati lagi berada dalam kondisi baik. Kalau saja si pengamen mendengar kisahku bersama si uang 50 perak, mungkin saja dia akan menyesali perbuatannya itu. But, never mind!! -- aku juga tidak berniat membagi ceritaku pada dia.
Di negara-negara lain, mereka terkadang memiliki uang yg dianggap "keramat". Contoh di Jepang, uang 5 yen dianggap cukup membawa berkah. Sehingga ketika sembahyang di Jinja mereka akan melemparkan uang 5 yen, kemudian berdoa serta make a wish. Katanya, doa itu akan terkabul. Aku merasa salah satu doaku waktu itu benar2 terkabul ^^ -- semoga doa2 yg lainnya juga terkabul. Sepertinya di Singapura juga demikian, krn banyak orang melempar uang 5 sen di kolam ikan di Bandara Changi -- kalo yg ini aku gak tahu kebenarannya. Demikian pula di Inggris -- kalau yg ini katanya sih emang manjur juga.
Namun, uang 50 perak yang aku ceritakan disini tidak memiliki makna religius seperti uang2 di atas, tetapi memiliki makna yg sangat besar buatku, dan mungkin hanya diriku yg menganggapnya sangat bermakna.
Mungkin ada yg bertanya, ada apakah antara diriku dan uang 50 perak.?.
Secara logika, kekayaan anda tidak akan lengkap tanpa uang 50 perak ^^ , begitu pula dengan aku. Mungkin aku tidak akan berada dalam kondisi sekarang tanpa uang 50 perak itu. Cerita detailnya mohon maaf tidak bisa di share, biarkanlah hanya aku dan orang2 tertentu yg tahu ^^
Intinya adalah jangan suka meremehkan sesuatu, sekecil apapun itu, karena kita gak pernah tahu apa makna di balik semua itu. Mungkin saja dengan uang 50 perak anda bisa makan dikala kelaparan mendera atau bisa berangkat ke sekolah dengan hanya 50 perak -- who knows...!!!
-Putu-
Monday, August 11, 2008
GajahMada
Sejarah memang selalu menarik minatku, namun belum tentu pelajaran sejarah membuatku bahagia, krn aku diwajibkan untuk menghafal semua isi buku2 tebel itu beserta tanggal bulan tahun yg tercantum di dalamnya, yang merupakan pekerjaan paling melelahkan bagi otakku ^^
Pertama kali aku mengenal sosok Gajahmada adalah ketika waktu aku kecil si ibu dengan rajinnya menyetel sadiwara radio "Kamandanu". Aku sering terkagum2 sendiri waktu itu, ternyata keren juga orang yang memainkan sandiwara di belakang microphone itu, suaranya benar2 pas dengan karakter tokohnya.
Semalam aku baru menyelesaikan sebuah novel berjudul "Gajahmada". Sangat menarik aku pikir, namun yg terpenting adalah mampu menetralkan otakku yang baru selesai membaca bacaan berat lainnya, bacaan yg mampu menggugah keimananku.!.
Dalam cerita Gajahmada, memang Gajahmada menjadi tokoh yang sangat berperan dalam kejayaan Majapahit. Namun aku menemukan sosok lain yang sangat aku kagumi yaitu Mahapatih Arya Tadah. Beliau memang sangat kompeten menjadi seorang Mahapatih (meski usianya sudah lanjut), baik dari segi olah kanuragan maupun dari segi watak.
Orang-orang keren lainnya adalah prajurit-prajurit yg tergabung dalam pasukan Bhayangkara, meski ada juga sie yg berkhianat.
Ketika membaca novel ini, aku seperti terbawa ke masa-masa jaman kerajaan, teringat lagi sejarah diri sendiri, teringat lagi cerita lawas, semua orang melarikan diri, bersembunyi jauh dari kerajaan, lari terpencar-pencar guna menghidari para penguasa yg menyeramkan.
Mungkin disinilah letak kesuksesan seorang penulis. Mampu membuat para pembacanya melanglangbuana ke negeri antah barantah, yang sesungguhnya memang sangat nyata ^^
-Putu-
Pertama kali aku mengenal sosok Gajahmada adalah ketika waktu aku kecil si ibu dengan rajinnya menyetel sadiwara radio "Kamandanu". Aku sering terkagum2 sendiri waktu itu, ternyata keren juga orang yang memainkan sandiwara di belakang microphone itu, suaranya benar2 pas dengan karakter tokohnya.
Semalam aku baru menyelesaikan sebuah novel berjudul "Gajahmada". Sangat menarik aku pikir, namun yg terpenting adalah mampu menetralkan otakku yang baru selesai membaca bacaan berat lainnya, bacaan yg mampu menggugah keimananku.!. Dalam cerita Gajahmada, memang Gajahmada menjadi tokoh yang sangat berperan dalam kejayaan Majapahit. Namun aku menemukan sosok lain yang sangat aku kagumi yaitu Mahapatih Arya Tadah. Beliau memang sangat kompeten menjadi seorang Mahapatih (meski usianya sudah lanjut), baik dari segi olah kanuragan maupun dari segi watak.
Orang-orang keren lainnya adalah prajurit-prajurit yg tergabung dalam pasukan Bhayangkara, meski ada juga sie yg berkhianat.
Ketika membaca novel ini, aku seperti terbawa ke masa-masa jaman kerajaan, teringat lagi sejarah diri sendiri, teringat lagi cerita lawas, semua orang melarikan diri, bersembunyi jauh dari kerajaan, lari terpencar-pencar guna menghidari para penguasa yg menyeramkan.
Mungkin disinilah letak kesuksesan seorang penulis. Mampu membuat para pembacanya melanglangbuana ke negeri antah barantah, yang sesungguhnya memang sangat nyata ^^
-Putu-
Ketika ku sakit
"Siapa yang mau sakit...??" -- bertanyalah seseorang. "gak mau..." -- sahut anak2 kecil itu. "Makanya, kalau bolos jangan pakai alasan sakit!!!" -- dia menasihati ^^
Sesuai dengan pengalaman pribadi yg sedikit terlihat membuat aku kapok adalah tidak mau lagi membuat alasan yg judulnya sakit, krn pasti akan sakit beneran, dan tentunya siapapun gak mau sakit kan... Jadi kreatiflah mencari alasan, hehehe!!!
Ketika ku sakit, apa yg paling dicari?? -- Obatkah? tempat tidurkah? dokterkah? Sebetulnya bukan semua itu. Yang pertama kali aku cari adalah tangan ibuku ^^
Krn menurutku tangan-tangan itu mampu memberi kesembuhan melebihi obat2 yg bertebaran (puitis banget ya... :D) -- tapi betul kok!!
Tapi... ternyata takdir membawaku pergi jauh meninggalkan ibu tercinta beserta tangan-tangan mujarabnya. Terdamparlah aku di sebuah daratan panas nun jauh di seberang lautan. Aku sendiri.... tidak ada tangan2 itu.... lalu apa yg akan terjadi ketika ku sakit, bisikku lirih. "anakku sayang... jgn khawatir, ibu yakin kamu bisa mengatasi semuanya. kamu psti bisa!!!", ada suara melayang menembus udara, menembus ruang, melewati kabel2 panjang yg terentang di segala penjuru dunia. "aku pasti bisa", aku mengulangi kata2 itu.
Ketika nyeri menjalari kaki, tangan, badan.... otakku mulai berputar-putar, apa yg harus aku lakukan. Aku tidak terlalu suka dokter pada dasarnya, tapi ibuku tidak ada di dekatku, tidak ada siapa2. Apakah aku harus berteriak.... atau menangis sekeras2nya agar dunia ikut merasakan sakitku... atau aku harus diam membisu, menahan rasa sakit itu.... Ternyata aku memang harus berterima kasih banyak pada otak kreatifku ^^
Ibu dan anak, selayaknya dua hati yg sebetulnya satu. Apapun yg terjadi pada anak, ibu pasti bisa merasakannya. Seberapapun pintarnya menyembunyikan sesuatu, ibu pasti mengetahuinya. Oleh karena itu... jgn kira bisa membohongi seorang ibu ^^
Anyway.... hidup jauh sendiri itu ya ini salah satu gak enakya, hehehe. But, just take it easy and everything gonna be fine!!!!
Sesuai dengan pengalaman pribadi yg sedikit terlihat membuat aku kapok adalah tidak mau lagi membuat alasan yg judulnya sakit, krn pasti akan sakit beneran, dan tentunya siapapun gak mau sakit kan... Jadi kreatiflah mencari alasan, hehehe!!!
Ketika ku sakit, apa yg paling dicari?? -- Obatkah? tempat tidurkah? dokterkah? Sebetulnya bukan semua itu. Yang pertama kali aku cari adalah tangan ibuku ^^
Krn menurutku tangan-tangan itu mampu memberi kesembuhan melebihi obat2 yg bertebaran (puitis banget ya... :D) -- tapi betul kok!!
Tapi... ternyata takdir membawaku pergi jauh meninggalkan ibu tercinta beserta tangan-tangan mujarabnya. Terdamparlah aku di sebuah daratan panas nun jauh di seberang lautan. Aku sendiri.... tidak ada tangan2 itu.... lalu apa yg akan terjadi ketika ku sakit, bisikku lirih. "anakku sayang... jgn khawatir, ibu yakin kamu bisa mengatasi semuanya. kamu psti bisa!!!", ada suara melayang menembus udara, menembus ruang, melewati kabel2 panjang yg terentang di segala penjuru dunia. "aku pasti bisa", aku mengulangi kata2 itu.
Ketika nyeri menjalari kaki, tangan, badan.... otakku mulai berputar-putar, apa yg harus aku lakukan. Aku tidak terlalu suka dokter pada dasarnya, tapi ibuku tidak ada di dekatku, tidak ada siapa2. Apakah aku harus berteriak.... atau menangis sekeras2nya agar dunia ikut merasakan sakitku... atau aku harus diam membisu, menahan rasa sakit itu.... Ternyata aku memang harus berterima kasih banyak pada otak kreatifku ^^
Ibu dan anak, selayaknya dua hati yg sebetulnya satu. Apapun yg terjadi pada anak, ibu pasti bisa merasakannya. Seberapapun pintarnya menyembunyikan sesuatu, ibu pasti mengetahuinya. Oleh karena itu... jgn kira bisa membohongi seorang ibu ^^
Anyway.... hidup jauh sendiri itu ya ini salah satu gak enakya, hehehe. But, just take it easy and everything gonna be fine!!!!
Sunday, August 10, 2008
Blogging-Opportunity
Exhausted day.... -- kesan pertama ketika bangun tidur. Kenapa demikian?? krn aku gak bisa tidur, badanku kemeng gak karuan... wuih!!!! -- ampe sekarang masih.!.
Tapi ada sedikit pencerahan yg membuat aku sedikit tersenyum setiba di kantor, meski ada rasa-rasanya aku bakal sedikit bertambah sibuk, yaitu blogging opportunity. Ada dua pihak sebetulnya yg menawarkan, satu pihak lokal(Indonesia) dan yg satunya lagi gak lokal(bukan Indonesia punya, hehhe).
Terpikirkan sejenak, hmmm... asik juga kayanya, keren juga!!! -- at least ada secercah cahaya untuk mewujudkan cita2 waktu kecil, yaitu menulis utk dunia ^^
Sebetulnya bukan pekerjaan mudah setelah dilihat-lihat. Ada banyak hal yg harus dipertimbangkan ketika kita menulis utk konsumsi masyarakat luas. Berbeda sekali dengan menulis utk blog sendiri, dimana cerita dan bahasanya boleh seenak diriku sendiri. Sama halnya dengan mendapat tugas merawat rumah orang lain, kadang-kadang ada rasa gimana gitu.... sedikit beda dengan ngurusin rumah sendiri.
But, never mind. Sesuatu tidak akan ketahuan rasanya sebelum dicoba right?
-- yg pasti ini adalah sesuatu yg positif, so tidak ada salahnya utk dicoba ^^
Tapi ada sedikit pencerahan yg membuat aku sedikit tersenyum setiba di kantor, meski ada rasa-rasanya aku bakal sedikit bertambah sibuk, yaitu blogging opportunity. Ada dua pihak sebetulnya yg menawarkan, satu pihak lokal(Indonesia) dan yg satunya lagi gak lokal(bukan Indonesia punya, hehhe).
Terpikirkan sejenak, hmmm... asik juga kayanya, keren juga!!! -- at least ada secercah cahaya untuk mewujudkan cita2 waktu kecil, yaitu menulis utk dunia ^^
Sebetulnya bukan pekerjaan mudah setelah dilihat-lihat. Ada banyak hal yg harus dipertimbangkan ketika kita menulis utk konsumsi masyarakat luas. Berbeda sekali dengan menulis utk blog sendiri, dimana cerita dan bahasanya boleh seenak diriku sendiri. Sama halnya dengan mendapat tugas merawat rumah orang lain, kadang-kadang ada rasa gimana gitu.... sedikit beda dengan ngurusin rumah sendiri.
But, never mind. Sesuatu tidak akan ketahuan rasanya sebelum dicoba right?
-- yg pasti ini adalah sesuatu yg positif, so tidak ada salahnya utk dicoba ^^
Thursday, August 07, 2008
08-08-08 08AM
Wao.... aku baru ngeh kalau hari ini tgl 8 Agustus 2008 ketika ngecek pesan error di mesin AS400, dan teringat tadi pagi waktu absen aku nulis 08:00, dimana itu menyatakan jam kehadiranku di kantor. Pertanyaan pertama yg muncul adalah "siapa yg nikah hari ini?". Secara gitu... semua nyari tgl2 unik kaya 07-07-07, 08-08-08, 09-09-09, dan yg lainnya. Kalau aku... maunya 11-11-11 11:11AM, hehehehe. Knapa?? Ada deh... :D
Ngomong2 mengenai Agustus, sebetulnya banyak kisah yg terjadi, misalnya Agustus 1983 aku genap berusia 7 bulan. Terus Agustus 1995 merupakan masa2 awal menikmati SMP yg sangat jauh dari harapan awalku. Agustus 1989 juga masa untuk berusaha bersyukur krn sudah duduk di bangku SD, yg bukan cita-cita juga. Agustus 1998 merupakan bulan pertama aku mengikuti ekskul Karate di Magelang tercinta(tepat udah 10 thn aku menggeluti dunia Karate ^^). Agustus 2001 aku baru selesai OSPEK di UPH dan mulai menikmati masa2 kelas baru di gedung biru, hehehe. Agustus 2004 akhirnya aku menemukan tema skripsiku yg tepat!!!. Agustus 2005 aku dipanggil kerja di kantor pertama, seneng banget... dan beberapa bulan yg lalu aku nemu catatan jadwal interviewku sama sachou waktu itu. Agustus 2006 aku akhirnya "resign" dari kantor pertama. Agustus 2008 aku nonton film "August" yg mengingatkanku akan kisah bulan Agustus beberapa tahun sebelumnya serta masa paling memusingkan sepanjang tahun 2008(prediksiku). Apalagi Agustus 1945.... seluruh dunia juga tahu kalau itu bulan kemerdekaan Bangsa Indonesia ^^.
Mengenai angka yg unik, sebetulnya udah pernah aku bahas di blogku yg di friendster, memang cukup misterius. Kenapa?? -- aku belum tahu jawaban pastinya, oleh krn itu aku menyebutnya misterius ^^
Tapi kayanya emang ada artinya deh di balik semua angka2 unik itu. Kalau dari itung2an Bali, memang ada angka2 yg masuk kategori bagus, seperti 5,7,9,11 dan yg lainnya. Tapi aku belum tahu apakah dalam filsafat Bali juga ada pembahasan mengenai angka2kembar.
Kalau dari segi design, emang angka itu bagus, seragam kelihatannya.
So, hv a great August for all ^^
Ngomong2 mengenai Agustus, sebetulnya banyak kisah yg terjadi, misalnya Agustus 1983 aku genap berusia 7 bulan. Terus Agustus 1995 merupakan masa2 awal menikmati SMP yg sangat jauh dari harapan awalku. Agustus 1989 juga masa untuk berusaha bersyukur krn sudah duduk di bangku SD, yg bukan cita-cita juga. Agustus 1998 merupakan bulan pertama aku mengikuti ekskul Karate di Magelang tercinta(tepat udah 10 thn aku menggeluti dunia Karate ^^). Agustus 2001 aku baru selesai OSPEK di UPH dan mulai menikmati masa2 kelas baru di gedung biru, hehehe. Agustus 2004 akhirnya aku menemukan tema skripsiku yg tepat!!!. Agustus 2005 aku dipanggil kerja di kantor pertama, seneng banget... dan beberapa bulan yg lalu aku nemu catatan jadwal interviewku sama sachou waktu itu. Agustus 2006 aku akhirnya "resign" dari kantor pertama. Agustus 2008 aku nonton film "August" yg mengingatkanku akan kisah bulan Agustus beberapa tahun sebelumnya serta masa paling memusingkan sepanjang tahun 2008(prediksiku). Apalagi Agustus 1945.... seluruh dunia juga tahu kalau itu bulan kemerdekaan Bangsa Indonesia ^^.
Mengenai angka yg unik, sebetulnya udah pernah aku bahas di blogku yg di friendster, memang cukup misterius. Kenapa?? -- aku belum tahu jawaban pastinya, oleh krn itu aku menyebutnya misterius ^^
Tapi kayanya emang ada artinya deh di balik semua angka2 unik itu. Kalau dari itung2an Bali, memang ada angka2 yg masuk kategori bagus, seperti 5,7,9,11 dan yg lainnya. Tapi aku belum tahu apakah dalam filsafat Bali juga ada pembahasan mengenai angka2kembar.
Kalau dari segi design, emang angka itu bagus, seragam kelihatannya.
So, hv a great August for all ^^
Kamu sukanya orang apa Put??
Pertanyaan simple yg membutuhkan jawaban "relatif", bisa jawabannya berupa satu buku tebal, atau malah satu kalimat singkat. Entah aku suka orang Bali, orang Indonesia lainnya, orang India, orang Cina, orang Jepang, orang Bule, atau orang-orang yang lainnya, tidak ada yg absolut jawabannya. Karena semuanya mengandung parameter yg menentukan. Siapapun dia, mungkin hanya angin yg berhembus atau rumput yg bergoyang yg tahu. Suatu hari nanti dia akan membisikkannya lewat hembusan lembutnya dan goyangan indahnya.
Mungkin terlihat begitu pasrah, namun pada dasarnya tidak ada yg 100% pasrah di dunia ini. Semuanya secara alamiah akan berusaha utk mendapatkan apa yg diinginkan oleh hatinya masing2. Mengenai hasil pada akhirnya... biarkan alam yg menentukan, tp aku selalu yakin bahwa usaha yg baik akan menghasilkan hasil yg pasti memuaskan. Menurutku hal ini bisa dikatakan absolut, meski keabsolutannya itu terkadang tidak selalu bisa dilihat oleh kasat mata.
Dan, ini merupakan salah satu rahasia alam yg memang tidak pernah bisa ditolak atau dipaksakan untuk datang. Dengan banyaknya pengalaman kurang menyenangkan yg pernah dilihat, ada kalanya menjadi parno, but back to the basic "this is life", just enjoy!!! -- terserah masing2 bgmn cara menikmatinya --
The point is... just open your heart and mind, so you'll find the answer, the answer fortold.!.
Mungkin terlihat begitu pasrah, namun pada dasarnya tidak ada yg 100% pasrah di dunia ini. Semuanya secara alamiah akan berusaha utk mendapatkan apa yg diinginkan oleh hatinya masing2. Mengenai hasil pada akhirnya... biarkan alam yg menentukan, tp aku selalu yakin bahwa usaha yg baik akan menghasilkan hasil yg pasti memuaskan. Menurutku hal ini bisa dikatakan absolut, meski keabsolutannya itu terkadang tidak selalu bisa dilihat oleh kasat mata.
Dan, ini merupakan salah satu rahasia alam yg memang tidak pernah bisa ditolak atau dipaksakan untuk datang. Dengan banyaknya pengalaman kurang menyenangkan yg pernah dilihat, ada kalanya menjadi parno, but back to the basic "this is life", just enjoy!!! -- terserah masing2 bgmn cara menikmatinya --
The point is... just open your heart and mind, so you'll find the answer, the answer fortold.!.
Wednesday, August 06, 2008
Km Pintar, aku bodoh Atau km bodoh,aku pintar ?? ^^
Pertanyaan klasik emang gampang menghinggapi pikiran manusia. Ketika tidak bisa melakukan sesuatu, sudah buru-buru mengecap diri "bodoh", atau baru bisa sedikit, udah buru-buru mengecap diri "pintar". Sebetulnya bukan bermaksud apa2 menulis tema ini, hanya kepikiran lagi, teringat lagi lebih tepatnya, masa-masa SMU dimana mungkin masa dimana orang yang sering dielu-elukan sbg orang pintar akan menemui titik kebodohannya, demikian pula sebaliknya.
Di sekolah, setiap anak pasti memiliki guru favorit, pelajaran favorit, dan juga guru yg paling nyebelin, dan pelajaran yg paling nyeremin. Alhasil adalah sebuah kisah dimana pada saat 80% anak di kelas itu HER(krn standardnya ketinggian), malah satu orang ini tidak HER. Tapi, ada suatu masa dikala semua temannya tidak HER, malah dia sendiri yg HER. Lucu gimana gitu... tapi disanalah letak seninya.
Mungkin dengan membaca gambaran singkat di atas akan muncul banyak persepsi, "bodoh2 bgt ya anak2 itu sampai2 80% HER" atau mungkin "pintar banget ya anak yg satu itu" atau persepsi2 lainnya yang mana tidak dijamin kebenarannya ^^
Sebetulnya, semua anak yg ada disana pada dasarnya sama saja, yaitu memiliki keunggulan yg susah dijelaskan dengan kata2. Sehingga setiap orang tidak akan merasa rendah diri krn mereka seharusnya sudah memahami apa yg mereka miliki, sesuatu yg orang lain tidak miliki. Semua kegiatan yg telah dilaksanakan hanyalah sebuah proses utk mengenali diri dan bagaimana cara meningkatkan kelebihan yg dimiliki, tanpa harus merendahkan diri guna meratapi kelebihan orang lain.
Hal ini sedikit mirip dengan kasus yg barusan aku temui di tempat les. Ada yang sedang curhat mengenai kendala di bidang pengucapan kata dalam bahasa Inggris. Dan, mungkin ini adalah masalah yg cukup besar bagi dia. Kemudian ada sedikit aura yg mencerminkan kalau dia mengecap dirinya sebagai orang yg masih "bodoh" - hanya pendapat pribadiku -. Tapi, kalau dia menilik sedikit saja pada kelebihan2 yg dia miliki, pencapaian2 yg sudah dia lalui, perkembangan2 positif yg sudah terjadi, tentunya akan muncul pendapat lain bahwa teori "pengucapan bahasa yg benar" hanyalah salah satu parameter dari kesuksesan belajar bahasa. Kalau diriku sendiri, aku menyadari dengan sesadar-sadarnya kalau belajar bahasa bukan pekerjaan mudah. Butuh usaha yg tiada terkira tentunya (hiperbola!!! :D ). Namun, seiring dengan ketekunan dan pemikiran positif "kalau aku rajin latihan, pasti aku bisa" setidaknya memberi dampak positif dalam dunia perbahasaanku.
Ngomong2 mengenai bahasa, sebetulnya otak orang Indonesia itu keren banget. Coba dipikir, berapa bahasakah yg sudah hinggap di kepala.?. Aku, bhs Bali(kasar, biasa, halus sedang, halus banget), bhs Jawa (bhs sehari-hari), bhs Indonesia(gaul, formal, informal), bhs Inggris(formal, informal, etc), bhs Jepang(utk kantor, sehari-hari). Mungkin orang lain ada yg lebih banyak lagi mungkin....
Jadi intinya adalah... gak ada yg pintar atau bodoh!! semuanya sama saja. ^^
Let's be positif!!
-Putu-
Di sekolah, setiap anak pasti memiliki guru favorit, pelajaran favorit, dan juga guru yg paling nyebelin, dan pelajaran yg paling nyeremin. Alhasil adalah sebuah kisah dimana pada saat 80% anak di kelas itu HER(krn standardnya ketinggian), malah satu orang ini tidak HER. Tapi, ada suatu masa dikala semua temannya tidak HER, malah dia sendiri yg HER. Lucu gimana gitu... tapi disanalah letak seninya.
Mungkin dengan membaca gambaran singkat di atas akan muncul banyak persepsi, "bodoh2 bgt ya anak2 itu sampai2 80% HER" atau mungkin "pintar banget ya anak yg satu itu" atau persepsi2 lainnya yang mana tidak dijamin kebenarannya ^^
Sebetulnya, semua anak yg ada disana pada dasarnya sama saja, yaitu memiliki keunggulan yg susah dijelaskan dengan kata2. Sehingga setiap orang tidak akan merasa rendah diri krn mereka seharusnya sudah memahami apa yg mereka miliki, sesuatu yg orang lain tidak miliki. Semua kegiatan yg telah dilaksanakan hanyalah sebuah proses utk mengenali diri dan bagaimana cara meningkatkan kelebihan yg dimiliki, tanpa harus merendahkan diri guna meratapi kelebihan orang lain.
Hal ini sedikit mirip dengan kasus yg barusan aku temui di tempat les. Ada yang sedang curhat mengenai kendala di bidang pengucapan kata dalam bahasa Inggris. Dan, mungkin ini adalah masalah yg cukup besar bagi dia. Kemudian ada sedikit aura yg mencerminkan kalau dia mengecap dirinya sebagai orang yg masih "bodoh" - hanya pendapat pribadiku -. Tapi, kalau dia menilik sedikit saja pada kelebihan2 yg dia miliki, pencapaian2 yg sudah dia lalui, perkembangan2 positif yg sudah terjadi, tentunya akan muncul pendapat lain bahwa teori "pengucapan bahasa yg benar" hanyalah salah satu parameter dari kesuksesan belajar bahasa. Kalau diriku sendiri, aku menyadari dengan sesadar-sadarnya kalau belajar bahasa bukan pekerjaan mudah. Butuh usaha yg tiada terkira tentunya (hiperbola!!! :D ). Namun, seiring dengan ketekunan dan pemikiran positif "kalau aku rajin latihan, pasti aku bisa" setidaknya memberi dampak positif dalam dunia perbahasaanku.
Ngomong2 mengenai bahasa, sebetulnya otak orang Indonesia itu keren banget. Coba dipikir, berapa bahasakah yg sudah hinggap di kepala.?. Aku, bhs Bali(kasar, biasa, halus sedang, halus banget), bhs Jawa (bhs sehari-hari), bhs Indonesia(gaul, formal, informal), bhs Inggris(formal, informal, etc), bhs Jepang(utk kantor, sehari-hari). Mungkin orang lain ada yg lebih banyak lagi mungkin....
Jadi intinya adalah... gak ada yg pintar atau bodoh!! semuanya sama saja. ^^
Let's be positif!!
-Putu-
Saturday, August 02, 2008
Tukang Pijet
Hari ini akhirnya aku berhasil menemukan tempat massage alias tukang pijet yang masuk dalam kategori lumayan, tidak mengecewakan krn targetnya adalah mencoba. Tempatnya deket lagi, di depan gang kos --emang di tempatku itu one stop shopping(semuanya ada)--. Di Jakarta, secara aku dari dulu tinggal di Karawaci-Tangerang, aku belum menemukan tempat untuk merawat diri yang tepat alias cocok. Salah satu perawatan yg kayanya paling harus dilakoni adalah pemijatan, krn berhari2 berjuang di depan komputer, terkadang badan tepar juga, sehingga harus di charge secara rutin.
Ngomong-ngomong mengenai tukang pijet, disini aku akan membedakan antara tukang pijet dan tukang urut, krn dalam istilahku tukang urut adalah orang yg bisa membenarkan atau mengembalikan posisi urat2 yg bermasalah, namun kalau tukang pijet adalah cenderung ke arah kesehatan dan kebugaran.
Waktu kecil, aku mungkin salah satu anak paling kecil yg sangat menikmati takdirnya, yaitu menjadi tukang pijet seluruh umat, hehehe. Jadi, semua orang itu punya kesenangan untuk dipijet, tapi kayanya cuman ibuku yg gak doyan dipijet, namun dia rajin banget mijetin orang2 ^^ . Aku, krn paling kecil, ya dimintain tolong untuk mijetin semuanya, tapi.... aku jg gak mau rugi dong, hehehe harus ada sawerannya :D
Cuman kalau dipikir2, memijat akhirnya menjadi kesenanganku, krn aku sangat susah menemukan tukang pijet yg pas, padahal setiap tidur kaki wajib dipijet, alhasil ya harus mijet kaki diri sendiri. Beruntung sekali ketika waktu kuliah aku bertemu bapak tukang pijet pas kejuaraan. Dia dengan sabar menjelaskan mengenai teori memijat. Cara
aku latihan adalah dia mijet kaki kananku dan aku mijet kaki kiriku sendiri. Sehingga bisa dirasakan selah-selahnya, kekuranganku dimana. Lumayan juga aku pikir. Terus, di tempat latihan ada pelatih yg memang jago mijet. Dengan semangat membara aku belajar dari dia. Dia ngasi tahu beberapa tips, seperti "semua orang yg dipijet adalah pasien, tidak membedakan laki/perempuan", "setiap pasien memiliki karakteristik tersendiri terhadap proses pemijetan,ada yg suka keras, lembut atau sedang2 saja", "tidak semua orang cocok dengan cara memijat kita, jd belajarlah yg banyak". Terus kalau memijet, tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik. Belum tentu orang yg kuat banget bisa memijet dengan baik. Harus ada kombinasi antara tenaga luar dan dalam ^^
Setelah mempraktekkan semua teori yg didapat serta mencoba banyak tukang pijet dari banyak kategori, memang tidak semua orang cocok dengan tanganku dan akhirnya aku menemukan beberapa tukang pijet yg memang pas dengan diriku. Sehingga aku punya langganan tersendiri untuk reflexi, massage, facial, dan creambath. Setelah aku tanya2 ke tukang pijet yg keren2 itu, memang mereka sendiri cukup susah menemukan tangan2 yg cocok dengan diri mereka, tapi tentunya mereka sudah mendapatkan tangan2 yg cocok itu. Sehingga kalau mereka lelah memijat pasien2nya, ya giliran dia dipijet oleh tangan2 yg cocok itu. Emang dunia ini adil ^^
Dan... aku mengkategorikan diriku sebagai tukang pijet, bukang tukang urut ^^
-Putu-
Ngomong-ngomong mengenai tukang pijet, disini aku akan membedakan antara tukang pijet dan tukang urut, krn dalam istilahku tukang urut adalah orang yg bisa membenarkan atau mengembalikan posisi urat2 yg bermasalah, namun kalau tukang pijet adalah cenderung ke arah kesehatan dan kebugaran.
Waktu kecil, aku mungkin salah satu anak paling kecil yg sangat menikmati takdirnya, yaitu menjadi tukang pijet seluruh umat, hehehe. Jadi, semua orang itu punya kesenangan untuk dipijet, tapi kayanya cuman ibuku yg gak doyan dipijet, namun dia rajin banget mijetin orang2 ^^ . Aku, krn paling kecil, ya dimintain tolong untuk mijetin semuanya, tapi.... aku jg gak mau rugi dong, hehehe harus ada sawerannya :D
Cuman kalau dipikir2, memijat akhirnya menjadi kesenanganku, krn aku sangat susah menemukan tukang pijet yg pas, padahal setiap tidur kaki wajib dipijet, alhasil ya harus mijet kaki diri sendiri. Beruntung sekali ketika waktu kuliah aku bertemu bapak tukang pijet pas kejuaraan. Dia dengan sabar menjelaskan mengenai teori memijat. Cara
aku latihan adalah dia mijet kaki kananku dan aku mijet kaki kiriku sendiri. Sehingga bisa dirasakan selah-selahnya, kekuranganku dimana. Lumayan juga aku pikir. Terus, di tempat latihan ada pelatih yg memang jago mijet. Dengan semangat membara aku belajar dari dia. Dia ngasi tahu beberapa tips, seperti "semua orang yg dipijet adalah pasien, tidak membedakan laki/perempuan", "setiap pasien memiliki karakteristik tersendiri terhadap proses pemijetan,ada yg suka keras, lembut atau sedang2 saja", "tidak semua orang cocok dengan cara memijat kita, jd belajarlah yg banyak". Terus kalau memijet, tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik. Belum tentu orang yg kuat banget bisa memijet dengan baik. Harus ada kombinasi antara tenaga luar dan dalam ^^Setelah mempraktekkan semua teori yg didapat serta mencoba banyak tukang pijet dari banyak kategori, memang tidak semua orang cocok dengan tanganku dan akhirnya aku menemukan beberapa tukang pijet yg memang pas dengan diriku. Sehingga aku punya langganan tersendiri untuk reflexi, massage, facial, dan creambath. Setelah aku tanya2 ke tukang pijet yg keren2 itu, memang mereka sendiri cukup susah menemukan tangan2 yg cocok dengan diri mereka, tapi tentunya mereka sudah mendapatkan tangan2 yg cocok itu. Sehingga kalau mereka lelah memijat pasien2nya, ya giliran dia dipijet oleh tangan2 yg cocok itu. Emang dunia ini adil ^^
Dan... aku mengkategorikan diriku sebagai tukang pijet, bukang tukang urut ^^
-Putu-
Friday, August 01, 2008
Belum Jalan Udah Keringetan ^^
Tukang ojek, mungkin merekalah salah satu dari beberapa pihak yg selalu memeriahkan suasana kosku, mungkin kos-nya orang lain juga sie. Setiap pagi, setiap hari kecuali Minggu, mereka dengan setia menanti setiap warga kos yg hendak meminta mereka untuk mengantarkan ke tempat tujuannya masing-masing. Dan tentunya, seperti digambarkan dalam kartun Lagak Jakarta, setiap orang punya langganannya masing-masing, kadang2 sangat fanatik malah, maksudnya adalah gak mau naik ojek kalau langganannya lagi gak mangkal, hihihi.
Tadi pagi, ketika keluar kos guna menyelesaikan tugas di tempat les, ada sapaan hangat "berangkat mbak?",si abang ojek menyapa. "Ya bang", sahutku singkat sambil melayangkan senyuman ringan. Terus ada selentingan dari abang ojek lainnya "belum jalan kok udah keringetan". Aku menoleh ke belakang sambil tersenyum. Ya... begitulah aku. Selalu keringetan, tapi gak suka pake AC atau kipas angin, krn belum ilang keringetnya, eh malah akunya masuk angin duluan, hehehe. Sedikit aneh sebetulnya bagi orang yg lahir di daerah yang dingin.
Jadi ingat ketika aku mengikuti training center untuk kejuaraan Karate beberapa tahun silam. Aku, pakai baju Karate aja udah bercucuran keringatnya, apalagi ditambah lari setengah jam, terus pemanasan yg gila abisss plus extra puding, ya jelaslah sanggup menguras lemak-lemak yang terselip dan merubahnya menjadi cairan yg mampu membasahi baju Karateku. Tapi teryata ada yang malah kebalikan banget ama aku. Ada teman yang susah sekali keluar keringat. Meski udah di bantai habis2an, tetep aja keringat yg keluar hanya sebatas minimal. Sampai-sampai pelatih menegur dan mengira kalau dia tidak serius dalam latihan, padahal sebetulnya tidak!! -- memang keringat membantu juga dalam penampilan, hehehe.
Sebetulnya, aku sangat senang dengan keringat, meski terkadang membuatku sedikit risih krn riasan di wajah lumer habiss tak berbekas krn hanyut oleh keringat dan sapuan sapu tangan. Dengan berkeringat, sirkulasi dalam badan akan lancar, racun2 akan keluar, tentu harus disertai dengan minum yang banyak agar tidak dehidrasi. Perasaan akan terasa sangat segar, gak cuman perasaan aja sih... badan juga akan sangat segar jika olah raga sampai berkeringat.
Anyway, krn kebiasaan mudah berkeringat, akhirnya aku harus belajar mengkondisikan diri, mengatur pola pikir agar tetap merasa sejuk di tempat yg panas, susah juga ternyata. Pantesan para biksu di biara memebutuhkan waktu bertahun2 guna memahami ilmu ini, merasa sejuk di tengah kobaran api dan merasa hangat di tengah bongkahan es ^^ -- mungkin kalau berhasil menguasai metode ini, aku rasa dimanapun berada kita akan bisa menyesuaikan diri, tetap tersenyum dikala sedih melanda, tetap sabar dikala kegentingan mendera, tetap tabah dikala cobaan menerjang.
-Putu-
Tadi pagi, ketika keluar kos guna menyelesaikan tugas di tempat les, ada sapaan hangat "berangkat mbak?",si abang ojek menyapa. "Ya bang", sahutku singkat sambil melayangkan senyuman ringan. Terus ada selentingan dari abang ojek lainnya "belum jalan kok udah keringetan". Aku menoleh ke belakang sambil tersenyum. Ya... begitulah aku. Selalu keringetan, tapi gak suka pake AC atau kipas angin, krn belum ilang keringetnya, eh malah akunya masuk angin duluan, hehehe. Sedikit aneh sebetulnya bagi orang yg lahir di daerah yang dingin.
Jadi ingat ketika aku mengikuti training center untuk kejuaraan Karate beberapa tahun silam. Aku, pakai baju Karate aja udah bercucuran keringatnya, apalagi ditambah lari setengah jam, terus pemanasan yg gila abisss plus extra puding, ya jelaslah sanggup menguras lemak-lemak yang terselip dan merubahnya menjadi cairan yg mampu membasahi baju Karateku. Tapi teryata ada yang malah kebalikan banget ama aku. Ada teman yang susah sekali keluar keringat. Meski udah di bantai habis2an, tetep aja keringat yg keluar hanya sebatas minimal. Sampai-sampai pelatih menegur dan mengira kalau dia tidak serius dalam latihan, padahal sebetulnya tidak!! -- memang keringat membantu juga dalam penampilan, hehehe.
Sebetulnya, aku sangat senang dengan keringat, meski terkadang membuatku sedikit risih krn riasan di wajah lumer habiss tak berbekas krn hanyut oleh keringat dan sapuan sapu tangan. Dengan berkeringat, sirkulasi dalam badan akan lancar, racun2 akan keluar, tentu harus disertai dengan minum yang banyak agar tidak dehidrasi. Perasaan akan terasa sangat segar, gak cuman perasaan aja sih... badan juga akan sangat segar jika olah raga sampai berkeringat.
Anyway, krn kebiasaan mudah berkeringat, akhirnya aku harus belajar mengkondisikan diri, mengatur pola pikir agar tetap merasa sejuk di tempat yg panas, susah juga ternyata. Pantesan para biksu di biara memebutuhkan waktu bertahun2 guna memahami ilmu ini, merasa sejuk di tengah kobaran api dan merasa hangat di tengah bongkahan es ^^ -- mungkin kalau berhasil menguasai metode ini, aku rasa dimanapun berada kita akan bisa menyesuaikan diri, tetap tersenyum dikala sedih melanda, tetap sabar dikala kegentingan mendera, tetap tabah dikala cobaan menerjang.
-Putu-
Friday, July 25, 2008
July 2005
Hari ini adalah tgl 25 Juli 2008. Pagi-pagi membuka email, aku udah disuguhin dengan inspiration e-book, how to manage your time alias time management. Diantaranya ada tips untuk menghilangkan kejenuhan dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Mungkin sebagian besar tips dan triks tersebut udah aku lakoni selama 25 thn ini.
Ketika jenuh menghinggapi, memang terkadang pikiran melayang jauh ke masa-masa antah barantah. Sangat bersyukur 4 thn yang lalu temen sekampus memaksaku untuk bikin account di friendster. Sehingga saat ini aku bisa memanfaatkan media tersebut untuk mengumpulkan serpihan memoriku yang terpencar-pencar.
July 2005, masa baru-baru lulus, masa pengangguran, masa mencari kerja, masa mencoba2 kerjaan, masa menikmati detik2 terakhir pengangguran. Selama kuliah, aku selalu memiliki kerjaan sambilan, namun di bulan July 2005 aku benar2 pengangguran, dan tentunya aku paling jenuh jika tidak punya kesibukan. Sebetulnya aku sudah apply kerjaan semenjak Desember 2004, namun sayang aku belum menemukan tempat yang cocok.
Awalnya sempet mencoba banyak lowongan, tidak hanya fokus ama IT, sampai-sampai pernah interview di sebuah ruko kecil, gelap, dan malah aku ditagihin biaya administrasi. Gondok juga dibuat ama orang itu, ya ... dengan terang2an aja aku nolak bayar, tapi krn dia maksa, akhirnya aku kasi uang rokok 10ribu perak. Penipu banget perusahaan itu, kenapa Kompas bisa kecolongan ama perusahaan kaya gitu ya. Aku mikir itu adalah salah satu pengalaman yang berharga, meski habis sakit waktu itu, tapi itu mungkin adalah salah satu pengalaman yang nantinya akan bisa diceritakan pada banyak teman. Akhirnya benar juga, ada beberapa teman yang ngasi tahu aku kalau mereka juga diundang interview oleh perusahaan tersebut. Alamat perusahaan itu di daerah Manggarai(just as info)
Si kakek, yang melihat aku rada serabutan nyari kerjanya, akhirnya mengeluarkan ultimatum, "Buat apa kuliah di IT kalau semua lowongan dimasukin. Fokus sama IT dari sekarang kalau memang mau jadi IT Profesional". Akhirnya akupun mulai fokus pada lowongan yang berbau IT, meski rada uring2an krn lama tidak dapat kerja. Si ibu tidak pernah memaksa, dia tahu aku akan dapat yang pas buat aku. Kalimat sakti dia, "jgn terburu-buru nyari kerja, pilih yang cocok sama kamu, sabar, yakin kamu pasti dapat!!!", selalu mengiang di kepala.

Terus, aku senang sekali dengan tulisan2nya Gede Prama dan satu kalimat yang menjadi seloganku semenjak July 2005 adalah "seperti selayaknya bunga teratai yang akan sangat indah jika mekar pada masanya". Betul-betul memberi inspirasi dalam setiap elemen kehidupanku ^^ -- terima kasih Pak Gede.
Waktu memang sangat cepat berlalu, namun semua memori itu merupakan kenangan yang selalu mendasari masa sekarang. Apa yang aku alami pada bulan July 2005 memang sangat berperan akan kondisiku saat ini. Thx God.

-Putu-
Ketika jenuh menghinggapi, memang terkadang pikiran melayang jauh ke masa-masa antah barantah. Sangat bersyukur 4 thn yang lalu temen sekampus memaksaku untuk bikin account di friendster. Sehingga saat ini aku bisa memanfaatkan media tersebut untuk mengumpulkan serpihan memoriku yang terpencar-pencar.
July 2005, masa baru-baru lulus, masa pengangguran, masa mencari kerja, masa mencoba2 kerjaan, masa menikmati detik2 terakhir pengangguran. Selama kuliah, aku selalu memiliki kerjaan sambilan, namun di bulan July 2005 aku benar2 pengangguran, dan tentunya aku paling jenuh jika tidak punya kesibukan. Sebetulnya aku sudah apply kerjaan semenjak Desember 2004, namun sayang aku belum menemukan tempat yang cocok.
Awalnya sempet mencoba banyak lowongan, tidak hanya fokus ama IT, sampai-sampai pernah interview di sebuah ruko kecil, gelap, dan malah aku ditagihin biaya administrasi. Gondok juga dibuat ama orang itu, ya ... dengan terang2an aja aku nolak bayar, tapi krn dia maksa, akhirnya aku kasi uang rokok 10ribu perak. Penipu banget perusahaan itu, kenapa Kompas bisa kecolongan ama perusahaan kaya gitu ya. Aku mikir itu adalah salah satu pengalaman yang berharga, meski habis sakit waktu itu, tapi itu mungkin adalah salah satu pengalaman yang nantinya akan bisa diceritakan pada banyak teman. Akhirnya benar juga, ada beberapa teman yang ngasi tahu aku kalau mereka juga diundang interview oleh perusahaan tersebut. Alamat perusahaan itu di daerah Manggarai(just as info)Si kakek, yang melihat aku rada serabutan nyari kerjanya, akhirnya mengeluarkan ultimatum, "Buat apa kuliah di IT kalau semua lowongan dimasukin. Fokus sama IT dari sekarang kalau memang mau jadi IT Profesional". Akhirnya akupun mulai fokus pada lowongan yang berbau IT, meski rada uring2an krn lama tidak dapat kerja. Si ibu tidak pernah memaksa, dia tahu aku akan dapat yang pas buat aku. Kalimat sakti dia, "jgn terburu-buru nyari kerja, pilih yang cocok sama kamu, sabar, yakin kamu pasti dapat!!!", selalu mengiang di kepala.

Terus, aku senang sekali dengan tulisan2nya Gede Prama dan satu kalimat yang menjadi seloganku semenjak July 2005 adalah "seperti selayaknya bunga teratai yang akan sangat indah jika mekar pada masanya". Betul-betul memberi inspirasi dalam setiap elemen kehidupanku ^^ -- terima kasih Pak Gede.
Waktu memang sangat cepat berlalu, namun semua memori itu merupakan kenangan yang selalu mendasari masa sekarang. Apa yang aku alami pada bulan July 2005 memang sangat berperan akan kondisiku saat ini. Thx God.

-Putu-
Thursday, July 24, 2008
Penampilan dan Profesi serta Status :)
Hari ini, terus terang kerjaan gak banyak2 amat, namun ada beberapa hal yang benar2 mengingatkan akan kehidupanku semenjak masa anak2.
Pertama, krn penampilan, yang sedikit berbeda dengan sodara2ku yang lain, alhasil tidak ada orang yang menyangka kalau sebetulnya status kami adalah bersaudara.
Kedua, di kampus, karena aku sering guyon ama anak2 Nasrani, alhasil aku selalu dapat undangan retret atau kebagian buku rohani -- gak disangka kalau aku Hindu :)
Ketiga, awalnya tidak ada satpam yang percaya kalo aku ikut UKM Karate, apalagi jadi ketua UKM-nya, sebelum mereka melihatku pakai "dogi" dengan mata mereka sendiri.
Keempat, sering mereka bertanya-tanya dan tidak percaya kalau kerjaanku programmer, krn mereka melihat caraku bergaul. Mungkin mereka juga gk ngeh kalo aku orang teknik awalnya, krn aku rajin pakai rok dan high heels :)
Kelima, di toko-toko, SPG sering nyangka aku udah berkeluarga, krn aku sering ke counter ibu-ibu atau anak2, padahal aku kesana nyari benda untuk ibuku atau lagi nemenin tante atau mbok geg, hehehehe
Keenam, sering orang berpendapat kalau aku gak pernah sedih, krn selalu tersenyum dan rajin menyemangati orang-orang. Padahal semua manusia punya masalah yang gak perlu disebar-luaskan sebetulnya.
Ketujuh, banyak yang nyangka kalau aku tidak bisa buat banten atau memasak, krn aku cenderung suka kegiatan yang kecowok-cowokan alias disebut tomboy. Padahal aku sukanya(saat stress terutama) memasak atau pergi ke pura, bantu-bantu orang disana.
Mungkin tujuh hal di atas yang paling sering membuat orang pusing dan bertanya-tanya. Dan, tadi aku sempat ketemu dengan seseorang yang membuat aku senyum2 sendiri, krn aku tahu aku salah. Pertama ngelihat, dari caranya menyapa, aku menyimpulkan kalau anak ini anak muka komputer, sukanya yang serius2. Eh.. setelah ngobrol kesana-kemari, ternyata dia anak sastra Inggris yang juga suka ama bahasa Jepang, dan sebetulnya meski mukanya serius pisan, konyolnya boljug!(boleh juga, hehehe).
Dari dulu aku punya konsep bahwa penampilan tidak pernah menjamin kebenaran akan sesuatu. Menurutku malah bahasa yang lebih penting. Bahasa menentukan budaya, itu adalah salah satu acuanku. Krn semuanya bisa terlihat dari cara bicara dan apa yang dibicarakan. So, hati-hatilah :) -- just joking, hehehe
Apaun yang terlihat, apapun profesinya, apapun statusnya, kamu adalah kamu dan aku adalah aku. Jadi, sebelum menebak2 gak karuan mengenai profesi atau status seseorang, lebih baik jika bertanya dengan baik-baik!!
-Putu-
Pertama, krn penampilan, yang sedikit berbeda dengan sodara2ku yang lain, alhasil tidak ada orang yang menyangka kalau sebetulnya status kami adalah bersaudara.
Kedua, di kampus, karena aku sering guyon ama anak2 Nasrani, alhasil aku selalu dapat undangan retret atau kebagian buku rohani -- gak disangka kalau aku Hindu :)
Ketiga, awalnya tidak ada satpam yang percaya kalo aku ikut UKM Karate, apalagi jadi ketua UKM-nya, sebelum mereka melihatku pakai "dogi" dengan mata mereka sendiri.
Keempat, sering mereka bertanya-tanya dan tidak percaya kalau kerjaanku programmer, krn mereka melihat caraku bergaul. Mungkin mereka juga gk ngeh kalo aku orang teknik awalnya, krn aku rajin pakai rok dan high heels :)
Kelima, di toko-toko, SPG sering nyangka aku udah berkeluarga, krn aku sering ke counter ibu-ibu atau anak2, padahal aku kesana nyari benda untuk ibuku atau lagi nemenin tante atau mbok geg, hehehehe
Keenam, sering orang berpendapat kalau aku gak pernah sedih, krn selalu tersenyum dan rajin menyemangati orang-orang. Padahal semua manusia punya masalah yang gak perlu disebar-luaskan sebetulnya.
Ketujuh, banyak yang nyangka kalau aku tidak bisa buat banten atau memasak, krn aku cenderung suka kegiatan yang kecowok-cowokan alias disebut tomboy. Padahal aku sukanya(saat stress terutama) memasak atau pergi ke pura, bantu-bantu orang disana.
Mungkin tujuh hal di atas yang paling sering membuat orang pusing dan bertanya-tanya. Dan, tadi aku sempat ketemu dengan seseorang yang membuat aku senyum2 sendiri, krn aku tahu aku salah. Pertama ngelihat, dari caranya menyapa, aku menyimpulkan kalau anak ini anak muka komputer, sukanya yang serius2. Eh.. setelah ngobrol kesana-kemari, ternyata dia anak sastra Inggris yang juga suka ama bahasa Jepang, dan sebetulnya meski mukanya serius pisan, konyolnya boljug!(boleh juga, hehehe).
Dari dulu aku punya konsep bahwa penampilan tidak pernah menjamin kebenaran akan sesuatu. Menurutku malah bahasa yang lebih penting. Bahasa menentukan budaya, itu adalah salah satu acuanku. Krn semuanya bisa terlihat dari cara bicara dan apa yang dibicarakan. So, hati-hatilah :) -- just joking, hehehe
Apaun yang terlihat, apapun profesinya, apapun statusnya, kamu adalah kamu dan aku adalah aku. Jadi, sebelum menebak2 gak karuan mengenai profesi atau status seseorang, lebih baik jika bertanya dengan baik-baik!!
-Putu-
Tuesday, July 22, 2008
Past, Present, Future
Sering aku melihat kehidupan saat ini, masa depan, maupun masa lalu. Ternyata memang setiap hal yang aku kenal itu memiliki hubungan satu sama lain yang memang seharusnya berhubungan, semuanya ada benang merahnya. Mungkin salah satu yang paling sering terpikirkan adalah orang-orang yang paling berperan dalam karirku.
Waktu kecil, aku sering sekali menemani nenek memasak atau membuat sesajen. Selayaknya anak yang baru belajar, aku sering sekali mendapat teguran "ini kurang tepat, harus seperti ini, harus seperti itu, jangan asal-asalan". Selayaknya anak kecil yang menghormati orang tua, akupun selalu menuruti ucapan mereka dan berusaha melakukan sesuatu sesuai dengan standard mereka. Sehingga tanpa aku sadari aku sudah menyerap satu standard yang nantinya menjadi pembentuk diriku di masa depan.
Kemudian, aku mulai memasuki dunia sekolah, dimana tanpa aku sadari awalnya, aku bertemu para pendidik yang cocok dengan diriku, maksudnya mereka adalah orang-orang idealis yang memiliki standardnya tersendiri. Dan akupun mengikuti mereka. Bertambah banyaklah standard kehidupan yang aku miliki. Menjalani kehidupan sosial, tanpa disadari juga, aku bergaul dengan orang-orang yang menurutku mereka memiliki standard kualitas kehidupan yang tinggi. Dalam artian, sepanjang pengetahuanku, mereka selalu mengutamakan objektivitas, qualitas, dan kemampuan. Aku merasa beruntung sekali sebetulnya, tapi ada beberapa hal yang menjadi pemikiran selanjutnya.
Aku memandang mereka semua pada awalnya adalah dari segi profesi yang mereka tekuni, memang semuanya membutuhkan karakter "teliti, detail, high standard, high performance, objective, low risk", ada yang sebagai Quality Assurance Manager, Auditor Advisor, Analyst, Strategy Performance Manager dan yang lainnya. Namun ternyata, mereka sukses dalam karir tersebut karena mereka memang memiliki karakter yang sesuai dengan yang dibutuhkan untuk pekerjaan itu. Secara otomatis, standard2 yang teraplikasi dalam pekerjaan juga diterapkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Misalkan, seorang quality assurance. Karena sudah terbiasa dengan segala sesuatu berbau kualitas dan harus selalu menunjukkan yang terbaik, ketika membeli baju atau sandal jepit di pasar, mereka secara tidak langsung meneliti benda-benda itu dengan teliti sekali sebelum memutuskan untuk membelinya. Terus seorang analyst, memang dalam pekerjaan dibutuhkan sifat kritis dan mampu memandang ke depan (masa depan maksudnya...), nah dalam kehidupan sehari-haripun mereka akan selalu mempertimbangkan segalanya sampai sedetail-detailnya, untung ruginya, dan lain sebagainya. Terus bagi yang ahli security computer, akan selalu memandang seberapa besar risiko yang akan terjadi.
Wao..... semuanya tergabung dalam bundelan yang terlihat sempurna, namun mungkin ada sedikit bug di dalamnya. Secara garis besar, terkadang permasalahan yang mereka hadapi adalah ketika berurusan dengan orang yang memiliki kemampuan tidak se-level. Contoh gampang, seseorang yang selalu memperhatikan kualitas, lalu ketemu orang yang seronok atau gampangan atau tidak teliti atau berantakan, pasti dia akan ill feel duluan ^^
Terus, bagi orang-orang yang selalu berurusan dengan performance. Mungkin saja akan sedikit sensitif dengan hal-hal yang kurang perform.
Ketika aku mengingat kembali film "The Love Guru", mungkin tidak perlu pusing-pusing untuk melihat dunia. Kuncinya hanyalah "terimalah dirimu apa adanya" dan "terimalah orang lain apa adanya" karena sebetulnya tidak ada yang sempurna. Mungkin saja kita sangat advance di satu hal, namun seseorang yg kita anggap tidak kompeten, malah jauh melebihi kita di sisi lain, dimana itu sebetulnya bisa melengkapi diri kita.
Terlihat simple, namun sesungguhnya sangat sulit utk diterapkan dan memunculkan banyak pertanyaan lagi dalam benakku(tapi tidak usah dibahas dulu disini, hehehe).
Intinya adalah aku sangat bersyukur bisa memandang dan memikirkan semua itu selama ini. At least aku tahu bahwa jika seperti mereka, kira-kira apa saja hal yang perlu diperhatikan. Dan aku yakin sekali, mereka semua sudah menyadari semua "bug" itu, namun setiap orang memiliki cara pandang tersendiri akan satu hal(mungkin saja sesuatu yang aku anggap "bug", bagi orang lain bukanlah "bug").
Always do the best and hope for the best!! ^-^
Waktu kecil, aku sering sekali menemani nenek memasak atau membuat sesajen. Selayaknya anak yang baru belajar, aku sering sekali mendapat teguran "ini kurang tepat, harus seperti ini, harus seperti itu, jangan asal-asalan". Selayaknya anak kecil yang menghormati orang tua, akupun selalu menuruti ucapan mereka dan berusaha melakukan sesuatu sesuai dengan standard mereka. Sehingga tanpa aku sadari aku sudah menyerap satu standard yang nantinya menjadi pembentuk diriku di masa depan.
Kemudian, aku mulai memasuki dunia sekolah, dimana tanpa aku sadari awalnya, aku bertemu para pendidik yang cocok dengan diriku, maksudnya mereka adalah orang-orang idealis yang memiliki standardnya tersendiri. Dan akupun mengikuti mereka. Bertambah banyaklah standard kehidupan yang aku miliki. Menjalani kehidupan sosial, tanpa disadari juga, aku bergaul dengan orang-orang yang menurutku mereka memiliki standard kualitas kehidupan yang tinggi. Dalam artian, sepanjang pengetahuanku, mereka selalu mengutamakan objektivitas, qualitas, dan kemampuan. Aku merasa beruntung sekali sebetulnya, tapi ada beberapa hal yang menjadi pemikiran selanjutnya.
Aku memandang mereka semua pada awalnya adalah dari segi profesi yang mereka tekuni, memang semuanya membutuhkan karakter "teliti, detail, high standard, high performance, objective, low risk", ada yang sebagai Quality Assurance Manager, Auditor Advisor, Analyst, Strategy Performance Manager dan yang lainnya. Namun ternyata, mereka sukses dalam karir tersebut karena mereka memang memiliki karakter yang sesuai dengan yang dibutuhkan untuk pekerjaan itu. Secara otomatis, standard2 yang teraplikasi dalam pekerjaan juga diterapkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Misalkan, seorang quality assurance. Karena sudah terbiasa dengan segala sesuatu berbau kualitas dan harus selalu menunjukkan yang terbaik, ketika membeli baju atau sandal jepit di pasar, mereka secara tidak langsung meneliti benda-benda itu dengan teliti sekali sebelum memutuskan untuk membelinya. Terus seorang analyst, memang dalam pekerjaan dibutuhkan sifat kritis dan mampu memandang ke depan (masa depan maksudnya...), nah dalam kehidupan sehari-haripun mereka akan selalu mempertimbangkan segalanya sampai sedetail-detailnya, untung ruginya, dan lain sebagainya. Terus bagi yang ahli security computer, akan selalu memandang seberapa besar risiko yang akan terjadi.
Wao..... semuanya tergabung dalam bundelan yang terlihat sempurna, namun mungkin ada sedikit bug di dalamnya. Secara garis besar, terkadang permasalahan yang mereka hadapi adalah ketika berurusan dengan orang yang memiliki kemampuan tidak se-level. Contoh gampang, seseorang yang selalu memperhatikan kualitas, lalu ketemu orang yang seronok atau gampangan atau tidak teliti atau berantakan, pasti dia akan ill feel duluan ^^
Terus, bagi orang-orang yang selalu berurusan dengan performance. Mungkin saja akan sedikit sensitif dengan hal-hal yang kurang perform.
Ketika aku mengingat kembali film "The Love Guru", mungkin tidak perlu pusing-pusing untuk melihat dunia. Kuncinya hanyalah "terimalah dirimu apa adanya" dan "terimalah orang lain apa adanya" karena sebetulnya tidak ada yang sempurna. Mungkin saja kita sangat advance di satu hal, namun seseorang yg kita anggap tidak kompeten, malah jauh melebihi kita di sisi lain, dimana itu sebetulnya bisa melengkapi diri kita.
Terlihat simple, namun sesungguhnya sangat sulit utk diterapkan dan memunculkan banyak pertanyaan lagi dalam benakku(tapi tidak usah dibahas dulu disini, hehehe).
Intinya adalah aku sangat bersyukur bisa memandang dan memikirkan semua itu selama ini. At least aku tahu bahwa jika seperti mereka, kira-kira apa saja hal yang perlu diperhatikan. Dan aku yakin sekali, mereka semua sudah menyadari semua "bug" itu, namun setiap orang memiliki cara pandang tersendiri akan satu hal(mungkin saja sesuatu yang aku anggap "bug", bagi orang lain bukanlah "bug").
Always do the best and hope for the best!! ^-^
Sunday, July 20, 2008
Perpisahan dan Pertemuan
Apakah setiap perpisahan harus meninggalkan duka dan meneteskan air mata? May be yes may be no, hehehehe. Namun biasanya, perpisahan selalu meninggalkan jejak yang ya... cukup susah dihapuskan.
Apakah setiap pertemuan harus disertai dengan senyum dan canda tawa serta kebahagiaan? Jawabannya juga may be yes may be no ^^. Tapi biasanya juga, pertemuan selalu diawali dengan senyuman dan cerita bahagia serta tawa yang membahagiakan.
Kenapa berpisah? Banyak alasan. Berpisah memiliki banyak definisi, tapi memiliki inti yang sama, yaitu tidak ada laginya hubungan yang langsung satu sama lain (menurutku...). Mungkin salah satu alasan dari sebuah perpisahan adalah karena perbedaan visi dan misi, sehingga benih-benih ketidakcocokan mulai bertumbuhan, subur dan semakin subur. Ada kalanya perbedaan itu bisa dijadikan bumbu-bumbu dari persamaan, tapi jika perbedaan itu sangat esensial, maka apa boleh dikata. Dari pada semuanya menjadi orang yang unik, alias aneh, lebih baik cari tempat lain sebagai tempat mengisi sisa hidup ini.
Pertemuan mungkin memang sudah diatur oleh alam, karena emang skenarionya sudah ada dari sononya. Mungkin kecocokan serta kesamaanlah yang membuat kutub-kutub + dan - kedua belah pihak itu saling tarik menarik dan bertemu pada akhirnya(meski mereka berada di belahan dunia yang berbeda). Oleh karena itu terkadang kita merasa heran ketika tanpa disadari, kita bertemu orang yang tidak kita duga, ternyata cocok sekali dengan diri kita.
Namun, seperti kata pepatah, ada pertemuan pasti ada perpisahan dan ada pertemuan lagi selanjutnya. Jadi, ketika bertemu sesuatu yang indah ataupun yang jelek, bersiap-siaplah untuk berpisah dengannya. Karena semua ini hanya masalah waktu, bukan yang lainnya!
-Putu-
Apakah setiap pertemuan harus disertai dengan senyum dan canda tawa serta kebahagiaan? Jawabannya juga may be yes may be no ^^. Tapi biasanya juga, pertemuan selalu diawali dengan senyuman dan cerita bahagia serta tawa yang membahagiakan.
Kenapa berpisah? Banyak alasan. Berpisah memiliki banyak definisi, tapi memiliki inti yang sama, yaitu tidak ada laginya hubungan yang langsung satu sama lain (menurutku...). Mungkin salah satu alasan dari sebuah perpisahan adalah karena perbedaan visi dan misi, sehingga benih-benih ketidakcocokan mulai bertumbuhan, subur dan semakin subur. Ada kalanya perbedaan itu bisa dijadikan bumbu-bumbu dari persamaan, tapi jika perbedaan itu sangat esensial, maka apa boleh dikata. Dari pada semuanya menjadi orang yang unik, alias aneh, lebih baik cari tempat lain sebagai tempat mengisi sisa hidup ini.
Pertemuan mungkin memang sudah diatur oleh alam, karena emang skenarionya sudah ada dari sononya. Mungkin kecocokan serta kesamaanlah yang membuat kutub-kutub + dan - kedua belah pihak itu saling tarik menarik dan bertemu pada akhirnya(meski mereka berada di belahan dunia yang berbeda). Oleh karena itu terkadang kita merasa heran ketika tanpa disadari, kita bertemu orang yang tidak kita duga, ternyata cocok sekali dengan diri kita.
Namun, seperti kata pepatah, ada pertemuan pasti ada perpisahan dan ada pertemuan lagi selanjutnya. Jadi, ketika bertemu sesuatu yang indah ataupun yang jelek, bersiap-siaplah untuk berpisah dengannya. Karena semua ini hanya masalah waktu, bukan yang lainnya!
-Putu-
Friday, July 18, 2008
Sungaiku
Sungaiku... ketika sepi menyelimuti dunia ini, aku selalu datang padamu, aku akan berjalan menyusuri setiap jengkal tepianmu. Aku tahu aku akan menemukan sesuatu di ujung jalan itu, aku akan menemukan lautan yang sangat luas, luas sekali. Kamu mengajariku tentang cara menghargai sepi. Gemericik suaramu yang menenangkan jiwa, kemurnianmu yang menghapuskan segala mala, serta kepolosanmu yang mampu menumbangkan tembok-tembok kokoh.
Sepi... bukan lagi sesuatu yang menyeramkan, namun itu adalah bagian kehidupanku yang ternyata sangat berarti. Berarti selayaknya sungai itu... sungai yang mengalir dalam jiwa kecilku. Kemanapun kamu mengalir, akan selalu tersedia celah untuk kau lewati. Apapun yang mereka tumpahkan padamu, kamu akan melumat segalanya tanpa mencemari kemurnianmu.
Sungaiku... teruslah mengalir, menebar kesegaran pada setiap kekeringan di dunia ini. Kekeringan yang tak pernah berujung!!
-Putu-
Sepi... bukan lagi sesuatu yang menyeramkan, namun itu adalah bagian kehidupanku yang ternyata sangat berarti. Berarti selayaknya sungai itu... sungai yang mengalir dalam jiwa kecilku. Kemanapun kamu mengalir, akan selalu tersedia celah untuk kau lewati. Apapun yang mereka tumpahkan padamu, kamu akan melumat segalanya tanpa mencemari kemurnianmu.
Sungaiku... teruslah mengalir, menebar kesegaran pada setiap kekeringan di dunia ini. Kekeringan yang tak pernah berujung!!
-Putu-
Tuesday, July 01, 2008
Dunia IT dan Wanita
"Pekerjaan anda apa?", ada sebuah pertanyaan menyapa. "Saya programmer", sahutku sambil tersenyum. "Oh", sambutnya. Senyumpun berlanjut dan berlanjut disertai dengan sedikit wajah heran. Ada apakah gerangan? biasa aja kali... hatipun bergumam.
Saat ini dunia IT bukan lagi hanya dunia para lelaki, namun sudah wajar jika para wanita juga ikut serta dalam perkembangan teknologi. Malah mungkin wanita memegang peranan penting sekali, terutama dari sisi ketelitian dan kerapihan dalam membuat program. Namun mungkin dari sisi logika dan kuat-kuatan begadang, terkadang kalah juga dengan para pria.
Saat ini, aku hampir 3 thn menekuni dunia programmer, apakah ini cita2ku? tidak, jawabannya. Namun kenapa dilakoni?. Karena ini adalah salah satu jalan yang harus aku lewati ^^. Semuanya butuh proses, dan kita harus belajar menikmati setiap pemandangan yang kita lewati untuk mencapai tujuan terakhir. Seperti mendaki bukit, kegiatan yang sangat aku senangi, capek mungkin sekali, haus lapar pasti tentunya, namun cobalah hirup udara segar di sekitar, segar sekali rasanya.... begitu menerangi pikiran yang kusut setelah meratapi jalan yang berliku dan menanjak. Ketika sampai di puncak bukit, senang sekali rasanya memandangi awan di bawah kaki kita. Namun, jangan terlena terhadap awan itu, jangan sampai berpikiran kalau itu awan kinton yang bisa sebagai pijakan dan membawa kita terbang kemanapun kita ingin. itu hanya gumapalan asap yang terlihat sangat indah.
Ketika aku melihat sekitar, ketika aku meeting dengan client, aku merasa seperti arisan ibu-ibu. Ternyata yang meeting, wanita semua. Keren ya.... kepikiran sejenak. Para pria pada kemana... sibuk mengerjakan hal yang lainnya ^^. Dengan kata lain, arisan di kantor isinya bukan gosip lagi, makan siang gak ngerumpiin gosip lagi(jarang sekali), karena pembicaraannya udah seputar projek dan coding. Namun, ibu-ibu yang aku ajak bekerja sama sesungguhnya adalah wanita biasa, wanita yang memiliki kehidupan normal sebagai ibu rumah tangga, sebagai istri dari suaminya tercinta, sebagai ibu dari anak2nya, sebagai tante dari keponakan2nya, dan sebagai menantu dari mertuanya.
Hari ini, aku melihat semua orang keren-keren banget. Ada teman yang sedang menulis buku Java, ada yang lagi buat presentasi dengan cara yg kueren abiss, ada yang lagi S2 Teknik Mesin di Riyad, ada yang lagi sibuk kerja, dan lain sebagainya....
-Putu-
Saat ini dunia IT bukan lagi hanya dunia para lelaki, namun sudah wajar jika para wanita juga ikut serta dalam perkembangan teknologi. Malah mungkin wanita memegang peranan penting sekali, terutama dari sisi ketelitian dan kerapihan dalam membuat program. Namun mungkin dari sisi logika dan kuat-kuatan begadang, terkadang kalah juga dengan para pria.
Saat ini, aku hampir 3 thn menekuni dunia programmer, apakah ini cita2ku? tidak, jawabannya. Namun kenapa dilakoni?. Karena ini adalah salah satu jalan yang harus aku lewati ^^. Semuanya butuh proses, dan kita harus belajar menikmati setiap pemandangan yang kita lewati untuk mencapai tujuan terakhir. Seperti mendaki bukit, kegiatan yang sangat aku senangi, capek mungkin sekali, haus lapar pasti tentunya, namun cobalah hirup udara segar di sekitar, segar sekali rasanya.... begitu menerangi pikiran yang kusut setelah meratapi jalan yang berliku dan menanjak. Ketika sampai di puncak bukit, senang sekali rasanya memandangi awan di bawah kaki kita. Namun, jangan terlena terhadap awan itu, jangan sampai berpikiran kalau itu awan kinton yang bisa sebagai pijakan dan membawa kita terbang kemanapun kita ingin. itu hanya gumapalan asap yang terlihat sangat indah.
Ketika aku melihat sekitar, ketika aku meeting dengan client, aku merasa seperti arisan ibu-ibu. Ternyata yang meeting, wanita semua. Keren ya.... kepikiran sejenak. Para pria pada kemana... sibuk mengerjakan hal yang lainnya ^^. Dengan kata lain, arisan di kantor isinya bukan gosip lagi, makan siang gak ngerumpiin gosip lagi(jarang sekali), karena pembicaraannya udah seputar projek dan coding. Namun, ibu-ibu yang aku ajak bekerja sama sesungguhnya adalah wanita biasa, wanita yang memiliki kehidupan normal sebagai ibu rumah tangga, sebagai istri dari suaminya tercinta, sebagai ibu dari anak2nya, sebagai tante dari keponakan2nya, dan sebagai menantu dari mertuanya.
Hari ini, aku melihat semua orang keren-keren banget. Ada teman yang sedang menulis buku Java, ada yang lagi buat presentasi dengan cara yg kueren abiss, ada yang lagi S2 Teknik Mesin di Riyad, ada yang lagi sibuk kerja, dan lain sebagainya....
-Putu-
Monday, June 30, 2008
June 2008
"Pemeliharaan", aku rasa itulah kata yang paling tepat di bulan Juni tahun 2008 ini. Banyak sekali yang perlu dipelihara ternyata, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, kesehatan mental, kecerdasan, kreatifitas, hubungan antar mahluk, dan banyak yang lainnya.
Aku, mungkin saja dikatakan sebagai orang yang cuek sekali untuk hal tertentu, namun peduli sekali untuk banyak hal lainnya. Dan, bulan ini aku lebih sadar, bahwa semua hal tertentu itu memang harus dipelihara, wajib dipelihara karena itu adalah berkah yang sangat indah sesungguhnya. Aku sangat senang ketika melakukan tindakan pemeliharaan itu ternyata. Mungkin ini adalah sebuah cara agar aku bisa berubah, berubah ke arah yang lebih baik tentunya ^^.
Dengan kembali ke alam, aku menyebutnya alam, aku mengumpulkan setiap serpihan jiwaku yang tercerai berai. Mengembalikan semuanya pada realita bahwa aku sebetulnya adalah sosok yang utuh. Lebih belajar membedakan ilusi, pertanda, dan kenyataan yang sesungguhnya.
Memelihara hubungan baik dengan lingkungan sekitar, aku rasa memang kewajiban yang sangat wajib dilaksanakan. Memelihara kesehatan jiwa, mental, dan pikiran adalah pekerjaan yang rutin harus dilakoni. Caranya, tergantung manusianya masing-masing ^^ , karena teori yang aku miliki belum tentu bisa diaplikasikan pd orang lain. Jadi untuk saat ini, tidak mau berbagi teori dulu, hehehe.
Di bulan ini, pas di pertengahan tahun, aku merasa berada di tengah jalan yang bercabang. Aku harus tahu, harus menjatuhkan pilihan tepatnya, kemana aku harus melangkah. Aku tidak tahu apa yang akan aku temui di depan nanti, hanya feeling dan keyakinan modalnya. Karena teori-teori yang ada saat ini terkadang tidak bisa dijadikan parameter yang valid. Mungkin disinilah pentingnya pemeliharaan terhadap intuisi. Memang manfaatnya sangat besar dan menentukan.
Mengawali bulan dengan hari Minggu, dan mengakhiri bulan dengan hari Senin, terlihat unik buatku. Sedikit membuatku bertanya-tanya tadi pagi, hari Rabu tanggal berapa? Karena aku merasa hari Rabu adalah tanggal 3 July, padahal tidak!!
-Putu-
Aku, mungkin saja dikatakan sebagai orang yang cuek sekali untuk hal tertentu, namun peduli sekali untuk banyak hal lainnya. Dan, bulan ini aku lebih sadar, bahwa semua hal tertentu itu memang harus dipelihara, wajib dipelihara karena itu adalah berkah yang sangat indah sesungguhnya. Aku sangat senang ketika melakukan tindakan pemeliharaan itu ternyata. Mungkin ini adalah sebuah cara agar aku bisa berubah, berubah ke arah yang lebih baik tentunya ^^.
Dengan kembali ke alam, aku menyebutnya alam, aku mengumpulkan setiap serpihan jiwaku yang tercerai berai. Mengembalikan semuanya pada realita bahwa aku sebetulnya adalah sosok yang utuh. Lebih belajar membedakan ilusi, pertanda, dan kenyataan yang sesungguhnya.
Memelihara hubungan baik dengan lingkungan sekitar, aku rasa memang kewajiban yang sangat wajib dilaksanakan. Memelihara kesehatan jiwa, mental, dan pikiran adalah pekerjaan yang rutin harus dilakoni. Caranya, tergantung manusianya masing-masing ^^ , karena teori yang aku miliki belum tentu bisa diaplikasikan pd orang lain. Jadi untuk saat ini, tidak mau berbagi teori dulu, hehehe.
Di bulan ini, pas di pertengahan tahun, aku merasa berada di tengah jalan yang bercabang. Aku harus tahu, harus menjatuhkan pilihan tepatnya, kemana aku harus melangkah. Aku tidak tahu apa yang akan aku temui di depan nanti, hanya feeling dan keyakinan modalnya. Karena teori-teori yang ada saat ini terkadang tidak bisa dijadikan parameter yang valid. Mungkin disinilah pentingnya pemeliharaan terhadap intuisi. Memang manfaatnya sangat besar dan menentukan.
Mengawali bulan dengan hari Minggu, dan mengakhiri bulan dengan hari Senin, terlihat unik buatku. Sedikit membuatku bertanya-tanya tadi pagi, hari Rabu tanggal berapa? Karena aku merasa hari Rabu adalah tanggal 3 July, padahal tidak!!
-Putu-
Mimpi seekor panda
Mimpi, adalah sebuah pertanda bagi segolongan orang. Panda, merupakan sebuah tokoh dalam film Kungfu Panda, film yang ngetrend banget akhir-akhir ini. Semua berpendapat, film itu lucu, lucu sekali malah, sehingga banyak teman yang menyarankan menonton film yang satu ini. Hari Minggu merupakan hari yang seharusnya digunakan untuk beristirahat, namun aku sudah memiliki jadwal yang cukup banyak utk dituntaskan, dan salah satunya adalah mencari DVD Kungfu Panda. Ketika aku memutar film ini, kesan pertama yang muncul adalah film ini kayanya aku banget deh, jadi inget sebuah mimpi sepuluh tahun yang lalu.
Sama seperti ayahnya Po (seekor panda yang menjadi pendekar di film ini), akupun terkadang menganggap mimpi itu adalah sebuah tanda. Cerita ini sedikit aneh sebetulnya, kenapa ayahnya si Po adalah seeokor bebek ya..., but never mind. Di film ini, Po bermimpi sebagai seorang pendekar yang sangat keren. Namun, kenyataan yang ada sungguh berbeda, semua mengangggap dia adalah mahluk gemuk yang bodoh, yang hanya bisa membuat mi. Tapi krn Po memiliki keyakinan terhadap mimpinya dan sikap pantang menyerahnya, juga sepertinya takdir memang membawa dia pada kenyataan sesungguhnya, yaitu menjadi “Dragon Warrior”, alhasil dia berhasil bergabung ke perguruan silat Master Shifu.
Hal lainnya yang aku dapat dari film ini, yang menurutku sangat penting adalah di dunia ini tidak ada sesuatu yang bernama “kecelakaan” alias “accident”. Disana jg sang guru kura-kura mengingatkan akan slogan “yesterday is a history, tomorrow is a mystery, and today is a gift. That’s why it’s called present”, so never give up! “The real warrior has never quit”. Menjadi seorang guru tidaklah mudah, namun akan merasa bahagia sekali jika melihat muridnya berhasil dan akan sangat kecewa ketika muridnya berkhianat. Sebetulnya the secret of all these things is nothing. There is no secret ingredient. Sesuatu akan menjadi spesial jika kita menganggapnya spesial.
Sekilas, film ini terlihat lucu dan menyegarkan, namun bagiku tidak sepenuhnya lucu, karena aku sendiri pernah mengalami nasib serupa dengan si panda, cuman aku gak jadi dragon warrior aja ^^.
Nice movie actually!!
Saturday, June 28, 2008
Munas
Munas alias Musyawarah Nasional, bisa dikatakan sebagai salah satu media ngumpul-ngumpulnya anak-anak 56172. Siapa anak-anak 56172??? Hmmm.... mereka adalah orang-orang yang cukup unik, yang bisa memberikan ide dalam menapaki setiap langkah kehidupan. Meski bajunya berbeda-beda, tapi konsepnya boleh dikatakan hanya satu.
Yah... itulah anak-anak SMU TN yang tergabung dalam organisasi IKASTARA. Kalau aku dikatakan narsis, bolehlah untuk yang satu ini. Tapi yang pasti mereka adalah kumpulan orang-orang yang sangat aku kagumi. Hari ini, tgl 28 Juni 2008, kami mengadakan Munas untuk memilih ketua umum. Seru sekali acaranya dan tentu sangat lumayan sebagai tempat melepas kangen. Selain mendengarkan presentasi masing-masing calon, gak disangka ternyata banyak banget yang dateng, jadi bisa ngobrol ama abang/kakak/adik mulai dari angkatan satu sampai angkatan tujuh belas kalau tidak salah. Adik angkatan tujuh belas masih sebagai siswa/i SMU TN, namun mereka datang sebagai wakil siswa. Selain mereka, dalam Munas juga hadir Pak Trijoko dan Pak Cecep. Pak Trijoko adalah bapak angkatanku, heheheh. Aku kagum banget sama dia, guru matematika yang top banget....seorang bapak yang keren... ^^, sampai-sampai aku pernah menceramahi anak-anak cowok, "kalau jadi suami, sepertilah Pak Trijoko!".
O ya, ternyata yang hadir gak cuman anak-anak TN, namun anak/istri/suami mereka juga gabung. Mungkin istri/suami mereka yang bukan anak TN awalnya merasa sedikit tidak nyambung dengan kami, namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai belajar bersosialisasi dengan kami. Sebetulnya tidak ada yang susah, hanya mungkin terkadang topik yang kami bahas cenderung kurang familiar dengan mereka. Jadi ya.. nyambung gak nyambung deh, hehehhe
Acara Munas ini benar-benar membuat aku kembali ke masa-masa sepuluh tahun yang lalu. Sepanjang perjalanan pulang dari Salemba ke Taman Ubud, kami semobil nyanyi-nyanyi terus, nyanyi lagu-lagu kebangsaan kami. Lagu yang sepertinya tidak pernah terlupakan sepanjang hayat (hiperbolis dikit ya...). Tapi emang lagu-lagu itu betul-betul ngena di hati, kepala, dan kehidupan nyata.
Kebahagiaan yang terlihat, mungkin tidak sepenuhnya kebahagiaan, karena salah satu abang, Bang Febi angkatan enam, meninggal pada kecelakaan pesawat Casa di Bogor hari Kamis kemarin.
Teman, saudara, mungkin dua hal itu tidak ada bedanya bagi kami. Ketika pergi ke suatu tempat dan mendengar disana ada abang atau adik, dunia terasa cerah ^^, serasa menemukan keluarga.
Yah... itulah anak-anak SMU TN yang tergabung dalam organisasi IKASTARA. Kalau aku dikatakan narsis, bolehlah untuk yang satu ini. Tapi yang pasti mereka adalah kumpulan orang-orang yang sangat aku kagumi. Hari ini, tgl 28 Juni 2008, kami mengadakan Munas untuk memilih ketua umum. Seru sekali acaranya dan tentu sangat lumayan sebagai tempat melepas kangen. Selain mendengarkan presentasi masing-masing calon, gak disangka ternyata banyak banget yang dateng, jadi bisa ngobrol ama abang/kakak/adik mulai dari angkatan satu sampai angkatan tujuh belas kalau tidak salah. Adik angkatan tujuh belas masih sebagai siswa/i SMU TN, namun mereka datang sebagai wakil siswa. Selain mereka, dalam Munas juga hadir Pak Trijoko dan Pak Cecep. Pak Trijoko adalah bapak angkatanku, heheheh. Aku kagum banget sama dia, guru matematika yang top banget....seorang bapak yang keren... ^^, sampai-sampai aku pernah menceramahi anak-anak cowok, "kalau jadi suami, sepertilah Pak Trijoko!".
O ya, ternyata yang hadir gak cuman anak-anak TN, namun anak/istri/suami mereka juga gabung. Mungkin istri/suami mereka yang bukan anak TN awalnya merasa sedikit tidak nyambung dengan kami, namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai belajar bersosialisasi dengan kami. Sebetulnya tidak ada yang susah, hanya mungkin terkadang topik yang kami bahas cenderung kurang familiar dengan mereka. Jadi ya.. nyambung gak nyambung deh, hehehhe
Acara Munas ini benar-benar membuat aku kembali ke masa-masa sepuluh tahun yang lalu. Sepanjang perjalanan pulang dari Salemba ke Taman Ubud, kami semobil nyanyi-nyanyi terus, nyanyi lagu-lagu kebangsaan kami. Lagu yang sepertinya tidak pernah terlupakan sepanjang hayat (hiperbolis dikit ya...). Tapi emang lagu-lagu itu betul-betul ngena di hati, kepala, dan kehidupan nyata.
Kebahagiaan yang terlihat, mungkin tidak sepenuhnya kebahagiaan, karena salah satu abang, Bang Febi angkatan enam, meninggal pada kecelakaan pesawat Casa di Bogor hari Kamis kemarin.
Teman, saudara, mungkin dua hal itu tidak ada bedanya bagi kami. Ketika pergi ke suatu tempat dan mendengar disana ada abang atau adik, dunia terasa cerah ^^, serasa menemukan keluarga.
Thursday, June 26, 2008
Putih
Putih, pertama kali aku ngelihat kamu, kurang lebih 2 thn 2,5 bulan yang lalu, aku sempat membandingkan dirimu dengan temanmu. Namun akhirnya aku menjatuhkan pilihanku padamu. Sejak kamu hadir dalam kehidupanku, aku merasa sangat bersyukur karena kamu bisa menjadi sahabat yang sangat baik. Kamu menemaniku menjalani hari-hariku, kamu mendengarkan semua bisikan dan teriakanku. Kamu mengetahui semua detail sisi kehidupanku. Kamu membantuku dalam menjalin untaian hari-hariku yang dipenuhi tawa, canda, suka dan duka. Dan kamu betul-betul berperan dalam cerita kehidupanku di dua tahun terakhir ini. Seandainya kamu memiliki sifat doyan bergosip, mungkin saja kamu akan bercerita pada seluruh dunia mengenai kehidupanku, yang mungkin akan membuatku kesal dan akan melemparmu ke dunia antah barantah. Namun aku yakin, kamu adalah sobatku yang sanggup menjaga kepercayaanku.
Menurutku, kamu sangat sederhana namun pintar dan manis. Ditemani seuntai mawar perak, kamu terlihat makin menarik. Meski aku menyebut kamu putih, kamu tidak sepenuhnya putih, namun sedikit bernuansa kuning kecoklatan. Percampuran warna yang indah, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Awalnya aku merasa sedikit bersalah karena membuatmu sedikit berubah warna, namun akhirnya aku menyadari bahwa itu membuat aku semakin sayang ama kamu.
Aku tidak tahu kapan kita akan berpisah, namun pasti akan ada waktunya. Jikapun kita berpisah, aku akan selalu mengenangmu dalam untaian kalimat ini. Kita berpisah mungkin bukan karena kesengajaan, namun karena memang takdir yang menginginkannya. Aku hanya ingin berterima kasih padamu, berterima kasih atas segala upayamu untuk menjadi sobatku yang baik. Aku akan selalu menjagamu dan aku yakin kamu juga pasti akan selalu menemaniku kemanapun aku melangkah sampai waktunya tiba....

-Putu-
* untuk si putih yang sedang menemaniku menulis artikel
Menurutku, kamu sangat sederhana namun pintar dan manis. Ditemani seuntai mawar perak, kamu terlihat makin menarik. Meski aku menyebut kamu putih, kamu tidak sepenuhnya putih, namun sedikit bernuansa kuning kecoklatan. Percampuran warna yang indah, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Awalnya aku merasa sedikit bersalah karena membuatmu sedikit berubah warna, namun akhirnya aku menyadari bahwa itu membuat aku semakin sayang ama kamu.
Aku tidak tahu kapan kita akan berpisah, namun pasti akan ada waktunya. Jikapun kita berpisah, aku akan selalu mengenangmu dalam untaian kalimat ini. Kita berpisah mungkin bukan karena kesengajaan, namun karena memang takdir yang menginginkannya. Aku hanya ingin berterima kasih padamu, berterima kasih atas segala upayamu untuk menjadi sobatku yang baik. Aku akan selalu menjagamu dan aku yakin kamu juga pasti akan selalu menemaniku kemanapun aku melangkah sampai waktunya tiba....
-Putu-
* untuk si putih yang sedang menemaniku menulis artikel
Wednesday, June 25, 2008
Aisu Kurimu ^^
Aisu kurimu alias "ice cream" selalu memikat perhatianku sejak pertama kali sang kakak memperkenalkannya belasan tahun yang lalu. Memakan es krim pelan-pelan, sambil menikmati kelezatannya mungkin adalah salah satu hobiku yang terkadang membuat orang-orang di sekitar mupeng. Hmmm... yummy... enyak enyak... yah, habis deh... ^^ mungkin itulah kata-kata yang keluar ketika aku menikmati es-ku tercinta.Dulu, waktu masih kecil aku terkenal sekali di rumah sebagai seorang anak yang paling susah kalau diajak berkendaraan mobil. Aku selalu muntah dan yang pasti asap dan pengharum mobil selalu membuat tanganku secara otomatis mengambil sapu tangan dan menutup hidung. Padahal sebetulnya mobil itu bisa dikatakan temanku, krn hampir setiap minggu aku ikut ibu pergi membeli barang untuk warung klontong kami. Suatu pagi, ibu membangunkanku dan mengajakku pergi ke pasar, aku senang sekali namun sedikit meringis ketika masuk ke mobil angkutan. Baunya sangat tidak enak... mungkin hidungku yang terlalu sensitif. Alhasil sepanjang perjalanan aku menutup hidung agar tidak muntah, dan ketika sampai di pasar, aku langsung minta ijin untuk berlari ke toko langganan ibuku guna mencari es krim rasa anggur. Es krim yang betul-betul menetralkan pencernaanku. Padahal waktu itu baru jam 7 pagi, dan karena rumahku di kawasan pegunangan, tentunya jam 7 pagi masih teramat dingin untuk menikmati es krim. Tapi aku merasa asik-asik aja makan es krim campina jam segitu ^^.
Waktu pertama kali conello muncul di layar TV, ibuku dengan mudah saja merayuku
melakukan sesuatu dengan iming-iming conello. Win win solution, hehehe. Terus, setiap kali melihat es krim, selalu berniat untuk mencicipi kelezatannya, dan so far emang Haagen Dazs top markotop, tapi harganya gak top di kantong ^^. 
Emang es krim itu begitu nikmat dan lezat..... yummy...!!!!
Tuesday, June 24, 2008
Hal remeh yang sangat berharga
Oprah merupakan sebuah acara yang selalu bisa memberiku inspirasi. Tidak heran, selain Nat Geo, Oprah adalah salah satu acara TV favoritku. Kali ini dia membahas sebuah topik mengenai true love, yang terinspirasi oleh film Love In The Time of Cholera.
Film ini bisa dikatakan salah satu film yang cukup sekali memberi inspirasi dan tentunya memunculkan sebuah pertanyaan dalam benakku, sebetulnya bagaimanakah cara menyiasati cinta dan kesetiaan yang bertepuk sebelah tangan (mungkin lebih tepatnya adalah cinta yang dianggap oleh satu pihak sebagai ilusi dan pihak lainnya menganggap itu cinta sejati). Apakah harus seperti Florentino Ariza?
Tokoh Florentino Ariza memiliki cita-cita untuk mendapatkan cinta sejatinya dan selalu berusaha mewujudkannya, sampai akhirnya di tahun ke-53 dia berhasil mendapatkan cinta sejatinya. Namun proses yang dilewati selama 53 tahun sungguh membuat aku berpikir, apakah begitu caranya menyembuhkan luka? Aku kurang setuju sebetulnya karena itu hanya pelarian menurutku. Apakah orang yang dijadikan tempat pelarian selalu merasa diuntungkan atau merasa bahagia?
Yah, itulah film. Film yang terkadang emang susah dicerna dengan nalar.
Dalam Oprah kali ini, ada beberapa pasangan yang dihadirkan. Mereka sudah menikah dalam rentang waktu yang cukup lama dan mereka memiliki cara masing-masing dalam menjaga keutuhan pernikahan mereka. Namun ada satu hal yang paling membuat mereka jatuh cinta satu sama lain adalah hal-hal yang terkadang mereka anggap “remeh”, seperti “I love you because you cooked breakfast”, “I love you because you taking care the kids”, atau just “I love you”.
Bagiku, “hal-hal remeh” memiliki arti yang sangat berharga. Mungkin hal-hal besar juga penting, namun “hal-hal remeh” aku rasa akan lebih penting. Ketika saling marahan, selembar kertas kecil di meja dapur bertuliskan “I love you today”, mungkin bisa saja menjadi arbitrator yang sangat profesional.
Di acara itu juga ada seorang psikolog yang jatuh cinta pada pandangan pertama, ketika melihat foto putri kecantikan Israel. Waktu itu psikolog tersebut berusia 17 tahun. Sejak pertama kali melihat foto gadis itu, dia merasa bahwa suatu hari nanti mereka akan hidup bersama. Namun waktu berlalu dengan caranya masing-masing. Sang psikolog menikah dengan wanita lain dan memiliki dua orang anak, demikian juga dengan si putri Israel. Namun bayangan gadis Israel itu tidak pernah lenyap dari benak si psikolog, sampai di usia 60-an tahun, dia bertekad untuk mencari cinta sejatinya. Akhirnya sekarang mereka menikah dan hidup bersama. Sekilas terpikirkan, kenapa psikolog itu tidak mengejar cinta sejatinya dahulu ya, sebelum dia menikah dengan ibu dari anak-anaknya. Hmmm..., mungkin karena waktu itu dia merasa itu hanya sebatas ilusi. Mungkin saja, krn dia seorang psikolog, dia menganggap itu hanya cinta anak muda, cinta yang muncul hanya karena sepasang mata yang cantik, cinta yang akan pupus dengan cara mencintai orang lain, atau mungkin karena situasi dan kondisi saat itu yang kurang tepat, namun seiring berjalannya waktu, ternyata hanya si putri Israel-lah yang ada di benak dan hatinya.
Tidak mudah memang mencintai seseorang, namun lebih tidak mudah lagi untuk melupakan orang yang pernah kita cintai. Bagiku, akhirnya aku memilih untuk berusaha tidak melupakan mereka. Karena, semakin giat kita berusaha melupakan orang yang kita cintai, semakin besar penderitaan yang kita alami dan sekilas seperti tindakan membohongi diri sendiri atau melarikan diri. Sedih iya memang, namun akan lebih baik jika menyimpan semuanya. Lalu muncul pertanyaan iseng di benak “nanti orang yang menjadi pelabuhan terakhir hanya mendapat sedikit sekali bagian cintanya? Karena space-nya dihabiskan untuk menyimpan yang terdahulu”. “Hmmm, belum tentu juga sih, semuanya tentu ada masa expired-nya. Jika expired, dia tidak akan menghabiskan bagian cinta yang dimiliki. Kalau semua yg tersimpan sudah expired, si pelabuhan terakhir akan sangat beruntung krn mendapatkan 100% bagian penuh. Dan kayanya hanya yang terakhir itu yang tidak memiliki masa expired”, jawaban isengpun terucap di hati.
Membahas cinta memang menyenangkan, melelahkan, menantang, dan juga membosankan. Tapi ini adalah salah satu fakta yang sering membuat dilema dalam kehidupan. Kehidupanku salah satunya.
Mungkin satu hal yang mungkin perlu lebih diperhatikan adalah hal yang terkadang diaggap “remeh”. Mungkin saja kita tidak menyadari bahwa ada orang yang sangat mencintai kita namun setiap hari dia hanya bisa mengungkapkannya dalam sebuah kalimat yang cenderung biasa seperti selamat pagi, good luck, hati-hati ya, bersemangatlah, baik-baik disana, jaga kesehatan, hai..., etc...
Peace and Love
-Putu-
Film ini bisa dikatakan salah satu film yang cukup sekali memberi inspirasi dan tentunya memunculkan sebuah pertanyaan dalam benakku, sebetulnya bagaimanakah cara menyiasati cinta dan kesetiaan yang bertepuk sebelah tangan (mungkin lebih tepatnya adalah cinta yang dianggap oleh satu pihak sebagai ilusi dan pihak lainnya menganggap itu cinta sejati). Apakah harus seperti Florentino Ariza? Tokoh Florentino Ariza memiliki cita-cita untuk mendapatkan cinta sejatinya dan selalu berusaha mewujudkannya, sampai akhirnya di tahun ke-53 dia berhasil mendapatkan cinta sejatinya. Namun proses yang dilewati selama 53 tahun sungguh membuat aku berpikir, apakah begitu caranya menyembuhkan luka? Aku kurang setuju sebetulnya karena itu hanya pelarian menurutku. Apakah orang yang dijadikan tempat pelarian selalu merasa diuntungkan atau merasa bahagia?
Yah, itulah film. Film yang terkadang emang susah dicerna dengan nalar.
Dalam Oprah kali ini, ada beberapa pasangan yang dihadirkan. Mereka sudah menikah dalam rentang waktu yang cukup lama dan mereka memiliki cara masing-masing dalam menjaga keutuhan pernikahan mereka. Namun ada satu hal yang paling membuat mereka jatuh cinta satu sama lain adalah hal-hal yang terkadang mereka anggap “remeh”, seperti “I love you because you cooked breakfast”, “I love you because you taking care the kids”, atau just “I love you”.
Bagiku, “hal-hal remeh” memiliki arti yang sangat berharga. Mungkin hal-hal besar juga penting, namun “hal-hal remeh” aku rasa akan lebih penting. Ketika saling marahan, selembar kertas kecil di meja dapur bertuliskan “I love you today”, mungkin bisa saja menjadi arbitrator yang sangat profesional.
Di acara itu juga ada seorang psikolog yang jatuh cinta pada pandangan pertama, ketika melihat foto putri kecantikan Israel. Waktu itu psikolog tersebut berusia 17 tahun. Sejak pertama kali melihat foto gadis itu, dia merasa bahwa suatu hari nanti mereka akan hidup bersama. Namun waktu berlalu dengan caranya masing-masing. Sang psikolog menikah dengan wanita lain dan memiliki dua orang anak, demikian juga dengan si putri Israel. Namun bayangan gadis Israel itu tidak pernah lenyap dari benak si psikolog, sampai di usia 60-an tahun, dia bertekad untuk mencari cinta sejatinya. Akhirnya sekarang mereka menikah dan hidup bersama. Sekilas terpikirkan, kenapa psikolog itu tidak mengejar cinta sejatinya dahulu ya, sebelum dia menikah dengan ibu dari anak-anaknya. Hmmm..., mungkin karena waktu itu dia merasa itu hanya sebatas ilusi. Mungkin saja, krn dia seorang psikolog, dia menganggap itu hanya cinta anak muda, cinta yang muncul hanya karena sepasang mata yang cantik, cinta yang akan pupus dengan cara mencintai orang lain, atau mungkin karena situasi dan kondisi saat itu yang kurang tepat, namun seiring berjalannya waktu, ternyata hanya si putri Israel-lah yang ada di benak dan hatinya.
Tidak mudah memang mencintai seseorang, namun lebih tidak mudah lagi untuk melupakan orang yang pernah kita cintai. Bagiku, akhirnya aku memilih untuk berusaha tidak melupakan mereka. Karena, semakin giat kita berusaha melupakan orang yang kita cintai, semakin besar penderitaan yang kita alami dan sekilas seperti tindakan membohongi diri sendiri atau melarikan diri. Sedih iya memang, namun akan lebih baik jika menyimpan semuanya. Lalu muncul pertanyaan iseng di benak “nanti orang yang menjadi pelabuhan terakhir hanya mendapat sedikit sekali bagian cintanya? Karena space-nya dihabiskan untuk menyimpan yang terdahulu”. “Hmmm, belum tentu juga sih, semuanya tentu ada masa expired-nya. Jika expired, dia tidak akan menghabiskan bagian cinta yang dimiliki. Kalau semua yg tersimpan sudah expired, si pelabuhan terakhir akan sangat beruntung krn mendapatkan 100% bagian penuh. Dan kayanya hanya yang terakhir itu yang tidak memiliki masa expired”, jawaban isengpun terucap di hati.
Membahas cinta memang menyenangkan, melelahkan, menantang, dan juga membosankan. Tapi ini adalah salah satu fakta yang sering membuat dilema dalam kehidupan. Kehidupanku salah satunya.
Mungkin satu hal yang mungkin perlu lebih diperhatikan adalah hal yang terkadang diaggap “remeh”. Mungkin saja kita tidak menyadari bahwa ada orang yang sangat mencintai kita namun setiap hari dia hanya bisa mengungkapkannya dalam sebuah kalimat yang cenderung biasa seperti selamat pagi, good luck, hati-hati ya, bersemangatlah, baik-baik disana, jaga kesehatan, hai..., etc...
Peace and Love
-Putu-
Demam Bola

Wao... bola, bola dan bola ^^
Di kantor banyak orang yang terlihat sipit dipagi hari, padahal aslinya udah pada sipit, hehehe, selain itu banyak yang menguap-nguap ketika sibuk debugging, terus ada yang muter-muter bawa map, kaya debt collector yang bertugas menagih uang taruhan bagi yang jagoannya kalah. Emang bola lama-lama bisa menjadi candu dan berhasil banget membuat fans-nya termehek-mehek karena demam bola, disamping sebetulnya emang demam beneran karena disebabkan oleh virus flu yang melanda rakyat Jakarta saat ini.
Aku jadi teringat ketika masih berkantor di Menara Jamsostek, Jl. Gatsu. Dulu waktu piala dunia, ketika semi final dan final aku sering ngobrol ama dagang siomay,
dagang minuman, dagang gado-gado kira-kira siapa yang bakal menang. "Bang, kalo saya dukung yang keren-keren aja deh", aku bersuara. "Yah Mbak.. saya kalah semalam", si abang siomay-pun menyahut. "Habis saya gak punya idola khusus sih bang, jadi paling nontonnya pas final-final aja dan ngedukung yang pemainnya keren-keren, hehhe", lanjutku. Emang bola itu benar-benar memberi warna baru dalam peradaban manusia saat ini. Karena bola, dagang kacang malam-malam jadi laris. Teringat lagi ketika aku pulang kantor malam-malan, kira-kira jam 10-an, dan aku sempat mampir ke warung klontong guna membeli beberapa biskuit dengan tujuan untuk persediaan sarapan pagi. Si abang warung kelontong dengan semangatnya nyapa aku, "Mbak mau nonton bola ya?". "Gak bang, buat sarapan besok pagi", sahutku singkat. Aku sebetulnya gak tahu kalau malam itu adalah pertandingan salah satu team keren. Aku tahunya baru keesokan harinya di kantor, ketika banyak yang ribut mengenai menang kalah.Dulu, waktu SMA, aku dan teman-teman "Just Two Eight" memiliki kenangan yang tidak terlupakan di lapangan bola tercinta. Waktu itu kita tanding dan seperti biasa budayanya anak two eight, ruamenya minta ampun dan lucu banget ketika Jeng Amie, selaku PK, kena timpuk botol ama anak-anak :D -- Kocak banget.!. Tapi itu salah satu kenangan yang membuat kami semakin dekat(meski terpencar ke seluruh penjuru nusantara, tp tetap dekat di hati :p).
Hmmm, bola bola, kenapa dikau begitu dicinta ya... padahal kamu kasian juga, ditendang kemana-mana ^^
Ayunan di “Gelebeg”
Aku, seorang anak yang menghabiskan masa kecilnya di salah satu desa di pulau Bali. Senang sekali jika mengingat semua itu. Terkadang terpikirkan, apakah anak-anak jaman sekarang bisa melakukan permainan kami(aku dan teman-teman) dahulu. Semuanya sudah berbeda, mulai dari makanan, tontonan, permainan, dan semuanya. Namun, aku memiliki sebuah cita-cita untuk anakku kelak. Aku ingin sekali mengajarkan semua hal-hal yang pernah aku alami waktu aku kecil, semua hal yang betul-betul adalah dunia anak-anak.
Suatu hari di musim kemarau, siang itu suasana begitu panas. Aku adalah anak paling kecil di keluarga kami, jadi ibu menghabiskan sebagian besar waktunya bersamaku. Setiap pagi aku dibangunkan oleh ibu, dengan suara khasnya. Dan akupun tertawa sambil meraih tangan ibuku untuk digendong. Beberapa saat setelah itu, aku dengan setianya menemani ibu memasak di dapur. Mungkin dapur adalah salah satu tempat yang paling aku sukai, meski ibu selalu berteriak dalam bahasa Bali “depin sayang, panes! Depin paek-paek api”. Akupun akan menjauh dari perapian dan duduk dengan manis memandangi ibu yang sedang memasak sambil menyeruput teh hangatku. Teh, mungkin itulah minuman kegemaranku setelah air putih. Teh memberikan nuansa baru dalam dunia pencernaanku. Aromanya begitu melegakan hidungku yang selalu haus akan aroma segar.
Siangpun tiba dan aku mulai bermain di daerah kawasanku, yaitu di “gelebeg” alias lumbung padi. Kami memiliki lumbung yang sangat besar, cukup untuk menampung padi yang cukup banyak. Aku memiliki tetangga, dimana dia masih ada hubungan darah dengan keluargaku, namanya “Mbok Ratni”. Keluarga dia dan keluargaku memiliki pura keluarga yang sama. Mbok Ratni sudah seperti kakak kandungku, sampai-sampai aku menangis tersedu-sedu ketika dia pergi untuk bekerja di kota tetangga.
Di “gelebeg”, aku memiliki sebuah ayunan yang ibuku buat khusus atas permintaanku, yaitu ayunan dari kain gendonganku. Ayunan itu benar-benar tempat paling nyaman. Sering aku nyaris tertidur di ayunan itu, dan nenek tercinta selalu membangunkanku dan memapahku ke tempat tidur yang sesungguhnya. Memang aku gampang sekali tidur, tanpa terlalu memikirkan tempat, entah itu di ayunan, di sofa, di meja belajar, di meja makan, di depan mesin jahit, di bus, atau tempat lainnya, sejauh aku merasa nyaman. Mbok Ratni ingin sekali memiliki ayunan yang sama seperti punyaku. Sebetulnya kita bisa saja berbagi, namun waktu itu Mbok Ratni terlalu besar untuk ayunanku. Tanpa sepengetahuan ibuku, Mbok Ratni pulang ke rumahnya dan mengambil kain batik ibunya yang masih baru. Kemudian dia membuat ayunan di “gelebeg”-ku, tepatnya di sebelah ayunanku. Kamipun bermain bersama, tertawa bersama, bermain boneka bersama. Aku sangat bahagia, sampai-sampai aku melupakan jam tidur siang. Ketika sore tiba, ibupun memanggilku untuk mandi dan dilanjutkan dengan makan malam. Mbok Ratni tiba-tiba kaget, dia teringat beberapa saat lagi ibunya akan kembali dari kebun. Dia takut karena dia menggunakan kain ibunya tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Dia dengan terburu-buru serta dilingkupi perasaan cemas, cemas takut dimarahi oleh sang ibu, membuka ayunannya dari “gelebeg”-ku. Namun sayang, dia ternyata menggunakan simpul mati, yang tentunya sangat sulit untuk dibuka. Dia terus berusaha dan berusaha, namun tidak berhasil membuka simpul tersebut. Dia tidak minta tolong siapa-siapa, dan kebetulan ibuku sibuk sekali membereskan tugasnya di dapur. Dan karena aku masih kecil, aku tidak sanggup membantu dia. Kemudian, Mbok Ratni punya ide “ngoyong malu dini Tu, mbok mulih malu”, dia bicara padaku dalam bahasa Bali. Beberapa saat kemudian dia datang sambil membawa pisau. Akupun kaget dan bertanya “Mbok, tiuk anggon gena?”. “Anggon ngodot ayunanne”, diapun menjawab. “Ijep wa-ne sing ngopak?”, akupun berseru. “Hehehe, depin orahange nah. Ijep yen wa-ne metakon, orahang kambenne amah bikul”, dia tersenyum sambil memotong ayunan tersebut dengan pisau di tangannya. Aku terdiam dan tidak tahu harus berbuat apa.
Setelah selesai proses mutilasi ayunan itu, ibuku keluar rumah dan berseru “Geg, sube sanja, mai manjus malu”. Ditengah-tengah suara dia, tiba-tiba dia berhenti dan berbisik “Luh Ratni, kekujang kamben memene Luh? Ijep ngopak memene”. “Menengah, busan sing je nyidaang ngembus ayunanne”, Mbok Ratni-pun menjawab dengan sedikit muka bersalah. Ibuku hanya diam karena dia tahu bagaimana kondisi jika ibunya Mbok Ratni sudah naik pitam, serammmmmm....
Saat yang ditunggu-tunggupun tiba, yaitu ibunya Mbok Ratni pulang dari kebun. Seperti rencana sebelumnya, tidak ada yang mengungkit-ungkit masalah mengenai ayunan dan kain batik. Setelah seharian bekerja di kebun, dia tentunya kelelahan dan beristirahat sejenak di “amben”-nya. Setelah selesai memasak dan mandi, dia sering main ke rumahku. Ibunya Mbok Ratni sering memberiku gula jawa(bali) yang belum jadi, tidak bisa di cetak dan lengket sekali. Aku sangat menikmati gula itu, meski setelah itu gigiku sering terasa ngilu, sehingga aku harus gosok gigi setelah makan gula ini. Sore itu, mungkin perasaan seorang ibu membawa dia untuk mengecek kondisi pakaian yang dia miliki. Diapun kaget karena menemukan kondisi kain batik-nya yang terluka parah, maksudku sobek-sobek. Dia bertanya kepada Mbok Ratni, dan seperti rencana sebelumnya, diapun mengatakan kalau kain batik itu mungkin saja digigit tikus. Ibunya sedikit percaya, sebagian besar curiga, dan sedikit lagi tidak percaya. Karena ibunya sedikit marah terhadap si “tikus”, dan dia bertanya ke ibuku, alhasil semua rencanapun terbongkar. Ibunya Mbok Ratni mengetahui kalau kain batik-nya dijadikan ayunan dan dipotong dengan pisau dapur.
Mbok Ratni adalah anak paling kecil di keluarganya dan sangat disayang tentunya. Sangat beruntung dikala itu ibunya dalam kondisi yang hmmm hmmm, bisa dikatakan sedang berhati baik, sehingga dia tidak memarahi Mbok Ratni sungguh-sungguh. Mbok Ratni-pun berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Hari itu adalah hari yang sangat seru dan selalu teringat sampai saat ini juga. Masa-masa yang sangat lucu dan menyenangkan. Sekarang aku sangat jarang bertemu Mbok Ratni, mengingat aku sudah tinggal jauh dari rumah dan Mbok Ratni sudah menikah dengan seorang pria yang sangat baik. Dia sangat beruntung aku pikir, dan aku selalu berdoa untuk kebahagiannya.
Suatu hari di musim kemarau, siang itu suasana begitu panas. Aku adalah anak paling kecil di keluarga kami, jadi ibu menghabiskan sebagian besar waktunya bersamaku. Setiap pagi aku dibangunkan oleh ibu, dengan suara khasnya. Dan akupun tertawa sambil meraih tangan ibuku untuk digendong. Beberapa saat setelah itu, aku dengan setianya menemani ibu memasak di dapur. Mungkin dapur adalah salah satu tempat yang paling aku sukai, meski ibu selalu berteriak dalam bahasa Bali “depin sayang, panes! Depin paek-paek api”. Akupun akan menjauh dari perapian dan duduk dengan manis memandangi ibu yang sedang memasak sambil menyeruput teh hangatku. Teh, mungkin itulah minuman kegemaranku setelah air putih. Teh memberikan nuansa baru dalam dunia pencernaanku. Aromanya begitu melegakan hidungku yang selalu haus akan aroma segar. Siangpun tiba dan aku mulai bermain di daerah kawasanku, yaitu di “gelebeg” alias lumbung padi. Kami memiliki lumbung yang sangat besar, cukup untuk menampung padi yang cukup banyak. Aku memiliki tetangga, dimana dia masih ada hubungan darah dengan keluargaku, namanya “Mbok Ratni”. Keluarga dia dan keluargaku memiliki pura keluarga yang sama. Mbok Ratni sudah seperti kakak kandungku, sampai-sampai aku menangis tersedu-sedu ketika dia pergi untuk bekerja di kota tetangga.
Di “gelebeg”, aku memiliki sebuah ayunan yang ibuku buat khusus atas permintaanku, yaitu ayunan dari kain gendonganku. Ayunan itu benar-benar tempat paling nyaman. Sering aku nyaris tertidur di ayunan itu, dan nenek tercinta selalu membangunkanku dan memapahku ke tempat tidur yang sesungguhnya. Memang aku gampang sekali tidur, tanpa terlalu memikirkan tempat, entah itu di ayunan, di sofa, di meja belajar, di meja makan, di depan mesin jahit, di bus, atau tempat lainnya, sejauh aku merasa nyaman. Mbok Ratni ingin sekali memiliki ayunan yang sama seperti punyaku. Sebetulnya kita bisa saja berbagi, namun waktu itu Mbok Ratni terlalu besar untuk ayunanku. Tanpa sepengetahuan ibuku, Mbok Ratni pulang ke rumahnya dan mengambil kain batik ibunya yang masih baru. Kemudian dia membuat ayunan di “gelebeg”-ku, tepatnya di sebelah ayunanku. Kamipun bermain bersama, tertawa bersama, bermain boneka bersama. Aku sangat bahagia, sampai-sampai aku melupakan jam tidur siang. Ketika sore tiba, ibupun memanggilku untuk mandi dan dilanjutkan dengan makan malam. Mbok Ratni tiba-tiba kaget, dia teringat beberapa saat lagi ibunya akan kembali dari kebun. Dia takut karena dia menggunakan kain ibunya tanpa meminta ijin terlebih dahulu. Dia dengan terburu-buru serta dilingkupi perasaan cemas, cemas takut dimarahi oleh sang ibu, membuka ayunannya dari “gelebeg”-ku. Namun sayang, dia ternyata menggunakan simpul mati, yang tentunya sangat sulit untuk dibuka. Dia terus berusaha dan berusaha, namun tidak berhasil membuka simpul tersebut. Dia tidak minta tolong siapa-siapa, dan kebetulan ibuku sibuk sekali membereskan tugasnya di dapur. Dan karena aku masih kecil, aku tidak sanggup membantu dia. Kemudian, Mbok Ratni punya ide “ngoyong malu dini Tu, mbok mulih malu”, dia bicara padaku dalam bahasa Bali. Beberapa saat kemudian dia datang sambil membawa pisau. Akupun kaget dan bertanya “Mbok, tiuk anggon gena?”. “Anggon ngodot ayunanne”, diapun menjawab. “Ijep wa-ne sing ngopak?”, akupun berseru. “Hehehe, depin orahange nah. Ijep yen wa-ne metakon, orahang kambenne amah bikul”, dia tersenyum sambil memotong ayunan tersebut dengan pisau di tangannya. Aku terdiam dan tidak tahu harus berbuat apa.
Setelah selesai proses mutilasi ayunan itu, ibuku keluar rumah dan berseru “Geg, sube sanja, mai manjus malu”. Ditengah-tengah suara dia, tiba-tiba dia berhenti dan berbisik “Luh Ratni, kekujang kamben memene Luh? Ijep ngopak memene”. “Menengah, busan sing je nyidaang ngembus ayunanne”, Mbok Ratni-pun menjawab dengan sedikit muka bersalah. Ibuku hanya diam karena dia tahu bagaimana kondisi jika ibunya Mbok Ratni sudah naik pitam, serammmmmm....
Saat yang ditunggu-tunggupun tiba, yaitu ibunya Mbok Ratni pulang dari kebun. Seperti rencana sebelumnya, tidak ada yang mengungkit-ungkit masalah mengenai ayunan dan kain batik. Setelah seharian bekerja di kebun, dia tentunya kelelahan dan beristirahat sejenak di “amben”-nya. Setelah selesai memasak dan mandi, dia sering main ke rumahku. Ibunya Mbok Ratni sering memberiku gula jawa(bali) yang belum jadi, tidak bisa di cetak dan lengket sekali. Aku sangat menikmati gula itu, meski setelah itu gigiku sering terasa ngilu, sehingga aku harus gosok gigi setelah makan gula ini. Sore itu, mungkin perasaan seorang ibu membawa dia untuk mengecek kondisi pakaian yang dia miliki. Diapun kaget karena menemukan kondisi kain batik-nya yang terluka parah, maksudku sobek-sobek. Dia bertanya kepada Mbok Ratni, dan seperti rencana sebelumnya, diapun mengatakan kalau kain batik itu mungkin saja digigit tikus. Ibunya sedikit percaya, sebagian besar curiga, dan sedikit lagi tidak percaya. Karena ibunya sedikit marah terhadap si “tikus”, dan dia bertanya ke ibuku, alhasil semua rencanapun terbongkar. Ibunya Mbok Ratni mengetahui kalau kain batik-nya dijadikan ayunan dan dipotong dengan pisau dapur.
Mbok Ratni adalah anak paling kecil di keluarganya dan sangat disayang tentunya. Sangat beruntung dikala itu ibunya dalam kondisi yang hmmm hmmm, bisa dikatakan sedang berhati baik, sehingga dia tidak memarahi Mbok Ratni sungguh-sungguh. Mbok Ratni-pun berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Hari itu adalah hari yang sangat seru dan selalu teringat sampai saat ini juga. Masa-masa yang sangat lucu dan menyenangkan. Sekarang aku sangat jarang bertemu Mbok Ratni, mengingat aku sudah tinggal jauh dari rumah dan Mbok Ratni sudah menikah dengan seorang pria yang sangat baik. Dia sangat beruntung aku pikir, dan aku selalu berdoa untuk kebahagiannya.
Monday, June 23, 2008
Siulan seorang anak gadis
Suatu pagi, terdengar siulan yang begitu merdu. Siulan itu terdengar begitu nyaring dan sanggup menggambarkan betapa cerahnya pagi itu. Sebuah teriakan mengagetkan membuat siulan itu lenyap dari awang-awang. Udara terasa membeku dan berhenti bergerak karena takut akan suara lantang tersebut. “Siswa…. Siapa yang bersiul???”, teriakan itu semakin menakutkan. “Ups, ketahuan deh”, akupun berpikir sejenak sambil memperlambat langkahku memasuki graha tercinta. Pagi itu memang sangat cerah, secerah pikiranku ketika menyelesaikan jadwal lari pagi. Sambil berkeringat, ditiup angin sepoi-sepoi Lembah Tidar memang sangat melegakan nafas.
Bersiul, mungkin merupakan salah satu kesenangan yang sanggup melegakan pikiranku yang tegang, juga karena aku memiliki banyak teman burung. Waktu kecil, setiap hari bercengkerama dengan mereka, terkadang mereka paham perkataan manusia dan aku juga akhirnya bisa bersiul selayaknya mereka. Namun, kesenangan itupun harus aku hentikan, atau mungkin lebih tepatnya aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi, ketika “ibuku” yang cantik menasihati “anak perempuan tidak boleh bersiul-siul. Jelas?!?”, suara lembut yang merupakan percampuran kasih sayang dan perintah menembus telinga kanan dan tersimpan rapat dalam kepala (artinya, tidak hanya masuk telinga kanan, keluar telinga kiri). Ibu, itulah sebutan yang sampai detik ini aku ucapkan untuk seseorang yang sangat cantik, jago karate, sangat penyayang, dan dia sekaligus sebagai kakakku. Dia adalah salah satu pengasuhku di graha tercinta sepuluh tahun yang lalu, sekarang dia berada di dekat disini, menikmati hari-hari bahagianya bersama keluarga tercinta, tentu sambil melaksanakan tugas mulia di kediaman sang pemimpin negara.
Pagi ini, aku ingin kembali bersiul, namun sudah tidak nyaman lagi karena aku sekarang berada di kantor. Dan ada sedikit pertanyaan, apakah memang betul seorang anak gadis tidak boleh bersiul?
Menurutku sekarang ini ya, bersiul itu sama dengan belajar bahasa. Betul tidak ? Dengan bersiul, kita berkomunikasi dengan burung kan… meski kadang-kadang bersiul hanya sekedar untuk menyenandungkan lagu-lagu kesayangan. Jadi, tidak ada salahnya mungkin ya untuk belajar banyak bahasa. Aku sendiri sangat kagum terhadap orang yang bisa banyak bahasa, bahasa manusia, bahasa hewan, bahasa roh, atau bahasa apalah namanya yang lain dan sebagainya itu. Be positif aja aku pikir, hehehe ^^
-Putu-
Bersiul, mungkin merupakan salah satu kesenangan yang sanggup melegakan pikiranku yang tegang, juga karena aku memiliki banyak teman burung. Waktu kecil, setiap hari bercengkerama dengan mereka, terkadang mereka paham perkataan manusia dan aku juga akhirnya bisa bersiul selayaknya mereka. Namun, kesenangan itupun harus aku hentikan, atau mungkin lebih tepatnya aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi, ketika “ibuku” yang cantik menasihati “anak perempuan tidak boleh bersiul-siul. Jelas?!?”, suara lembut yang merupakan percampuran kasih sayang dan perintah menembus telinga kanan dan tersimpan rapat dalam kepala (artinya, tidak hanya masuk telinga kanan, keluar telinga kiri). Ibu, itulah sebutan yang sampai detik ini aku ucapkan untuk seseorang yang sangat cantik, jago karate, sangat penyayang, dan dia sekaligus sebagai kakakku. Dia adalah salah satu pengasuhku di graha tercinta sepuluh tahun yang lalu, sekarang dia berada di dekat disini, menikmati hari-hari bahagianya bersama keluarga tercinta, tentu sambil melaksanakan tugas mulia di kediaman sang pemimpin negara.
Pagi ini, aku ingin kembali bersiul, namun sudah tidak nyaman lagi karena aku sekarang berada di kantor. Dan ada sedikit pertanyaan, apakah memang betul seorang anak gadis tidak boleh bersiul?
Menurutku sekarang ini ya, bersiul itu sama dengan belajar bahasa. Betul tidak ? Dengan bersiul, kita berkomunikasi dengan burung kan… meski kadang-kadang bersiul hanya sekedar untuk menyenandungkan lagu-lagu kesayangan. Jadi, tidak ada salahnya mungkin ya untuk belajar banyak bahasa. Aku sendiri sangat kagum terhadap orang yang bisa banyak bahasa, bahasa manusia, bahasa hewan, bahasa roh, atau bahasa apalah namanya yang lain dan sebagainya itu. Be positif aja aku pikir, hehehe ^^
-Putu-
Friday, June 20, 2008
Semangat!!!
Dulu, aku senang sekali mengucapkan kata "semangat". Sekarang, aku mulai jarang mengucapkannya. Nanti, aku ingin mengucapkan kata itu lagi setiap hari, setiap saat, pada diriku sendiri dan pada orang yang membutuhkannya.
Kenapa aku rajin mengucapkan kata "semangat" ? Karena tidak ada orang yang dengan suka rela setiap saat mengucapkan kata "semangat" untukku. Dan bagiku, kata "semangat" adalah sebuah kata yang memiliki arti yang besar. Jadi, aku mengucapkan kata itu pada diriku sendiri dan pada orang lain.
Ketika aku mengikuti lomba atau tes semapta atau lomba lainnya, terlintas perasaan sedikit sedih, semua peserta disemangati oleh orang-orang di sekitar mereka. Namun, seperti biasa aku selalu sendiri(kebetulan aja gak ada sobat di sekitar) dan hanya kata-kata ibuku yang terngiang di kepala, hanya nasihat nenekku yg selalu melekat di hati, hanya ajaran-ajaran kakakku yang membuat aku terus berlari. Ketika aku memenangkan perlombaan, orang tuakulah orang pertama yang pasti mendapat cerita dariku. Mungkin krn itulah aku sangat senang menjadi seorang supporter. Aku hanya ingin membuat mereka, mereka yang bermain di lapangan, merasa dihargai, merasa bahwa ada orang yang mengharapkan mereka menang, merasa bahwa ada orang yang berbahagia dengan kusuksesannya.
Sebuah kata "semangat" memang terlihat tidak berarti bagi yang tidak memahami artinya. Namun itu akan sangat berarti ketika kita sendiri dan tidak tahu harus melangkah kemana, mungkin hanya kata itulah yang akan memunculkan ide dan niat untuk berjalan dan terus berjalan. Apapun yang terjadi, tidak ada kata untuk mundur. Tidak ada pilihan untuk lari ke belakang, apalagi lari ke kandungan bunda (spt kata Mas Afton ^^). Hanya bisa berjalan dan terus berjalan. Semangat gak semangat kita tetap harus menghadapi semuanya. Jadi, lebih baik semangat daripada gak!! Membuat hari-hari lebih bermakna.!. So, Bersemangatlah!!
Kenapa aku rajin mengucapkan kata "semangat" ? Karena tidak ada orang yang dengan suka rela setiap saat mengucapkan kata "semangat" untukku. Dan bagiku, kata "semangat" adalah sebuah kata yang memiliki arti yang besar. Jadi, aku mengucapkan kata itu pada diriku sendiri dan pada orang lain.
Ketika aku mengikuti lomba atau tes semapta atau lomba lainnya, terlintas perasaan sedikit sedih, semua peserta disemangati oleh orang-orang di sekitar mereka. Namun, seperti biasa aku selalu sendiri(kebetulan aja gak ada sobat di sekitar) dan hanya kata-kata ibuku yang terngiang di kepala, hanya nasihat nenekku yg selalu melekat di hati, hanya ajaran-ajaran kakakku yang membuat aku terus berlari. Ketika aku memenangkan perlombaan, orang tuakulah orang pertama yang pasti mendapat cerita dariku. Mungkin krn itulah aku sangat senang menjadi seorang supporter. Aku hanya ingin membuat mereka, mereka yang bermain di lapangan, merasa dihargai, merasa bahwa ada orang yang mengharapkan mereka menang, merasa bahwa ada orang yang berbahagia dengan kusuksesannya.
Sebuah kata "semangat" memang terlihat tidak berarti bagi yang tidak memahami artinya. Namun itu akan sangat berarti ketika kita sendiri dan tidak tahu harus melangkah kemana, mungkin hanya kata itulah yang akan memunculkan ide dan niat untuk berjalan dan terus berjalan. Apapun yang terjadi, tidak ada kata untuk mundur. Tidak ada pilihan untuk lari ke belakang, apalagi lari ke kandungan bunda (spt kata Mas Afton ^^). Hanya bisa berjalan dan terus berjalan. Semangat gak semangat kita tetap harus menghadapi semuanya. Jadi, lebih baik semangat daripada gak!! Membuat hari-hari lebih bermakna.!. So, Bersemangatlah!!
Monday, June 16, 2008
Niners

Ketika mendengar kata “Niners”, hal pertama yang teringat adalah ketika berkumpul di sebuah ruangan yang sangat besar pada tanggal 9-9-1999. “Niners”, mereka adalah sekelompok orang yang sangat keren yang aku kenal dan mereka mampu meyakinkan aku bahwa di dunia ini aku masih bisa memiliki sobat dan saudara.
Dunia memang penuh dengan suka dan duka, mungkin itulah kalimat yang paling dikenang. Karena kedua hal itulah kami menjadi sesuatu yang utuh, yang mampu bertahan dikala badai menerpa. Ketika ada yang jatuh, dikala itu juga ada tangan-tangan lembut yang mencoba untuk mengangkat serta membantu untuk berjalan. Ketika ada yang putus asa, dikala itulah ada suara-suara lembut yang mendukung dengan penuh semangat. Itulah dunia kami, dunia para “Niners”.
Senang sekali rasanya dikala bertemu mereka, senang sekali rasanya dikala bergembira bersama mereka, senang sekali rasanya dikala hidup bersama mereka. Dan aku sangat bersyukur karena diberikan kesempatan menjalani kesenangan-kesenangan itu.
Terlalu banyak cerita, terlalu banyak kisah, terlalu banyak hal-hal yang perlu diungkapkan, terlalu banyak hal-hal yang patut disimpan, dan terlalu banyak hal-hal yang wajib dikenang. Namun hanya dua hal yang bisa aku ucapkan yaitu “Thank you” dan “I love you all”.
-Putu-
Friday, June 13, 2008
Ular
Judulnya kok serem sih... ular... hihihihihi :d

Sebetulnya, berbicara mengenai ular sama saja dengan berbicara mengenai anjing, kucing, monyet dan binatang lainnya. Ular juga dijadikan binatang piaraan oleh orang-orang, contohnya di Thailand. Ada sebuah daerah disana yang hampir setiap rumah punya hewan piaraan king cobra. Serem gak... serem juga tentunya. Anjingku aja pernah kaya anjing gila dan tingkahnya nyeremin banget. Bagaimana kalau king cobra-nya stres ya atau bertingkah gila, alangkah menyeramkannya dia.
Namun, selayaknya sapi di India, king cobra juga menjadi hewan yang dihormati di India maupun di Thailand. Kalau di rumahku juga iya sih. Lihat saja di kuil-kuil, pasti ada deh patung ular cobra dengan banyak kepala. Mereka dianggap sebagai hewan pelindung :)
Terus, aku selalu teringat cerita seorang teman dimana sepertinya tidak ada orang yang mempercayai dia.
Ketika dia menangis waktu kecil, karena tidak diijinkan bermain atau minta kue ketika ada acara keluarga, sang ibupun memasukkan dia ke sebuah kamar. Selayaknya seorang anak yang sedih, diapun menangis di sudut ruangan. Tiba-tiba dia melihat seekor ular besar, ular cobra yang menghampiri dia sambil menatap ramah. Si anak kecilpun tersenyum dan menyapa ular itu. Dia paham kalau ular itu sedang lapar. Diapun dengan tenang membuka pintu dan memanggil sang nenek. Dia minta segelas susu. Dengan tanpa rasa curiga, si nenekpun membuatkan dia segelas susu putih. Si anak merasa sangat berterimakasih dan rasa sedihnya tiba-tiba sirna. Dia meletakkan susu tersebut di tempat dimana ular tadi berada. Diapun keluar dengan tersenyum. Setelah beberapa menit diapun kembali ke ruangan itu dan dia menemukan gelas yang dilantai sudah kosong. Dia berpikir bahwa ular itu sudah meminum susu tersebut. Kemudian diapun bercerita pada semua orang di rumahnya. Namun sayang, tidak ada seorangpun yang percaya cerita si anak kecil. Si anak kecilpun kembali sedih, berharap agar dia bertemu si ular lagi dan menunjukkannya pada semua orang, namun ular itu tidak pernah nampak lagi.
Ketika dia remaja, diapun bercerita ke aku tanpa mengharapkan sebuah rasa percaya. Tapi, aku percaya semua cerita itu krn aku tahu bahwa ular cobra itu suka susu. Di India, orang-orang disana selalu mempersembahkan susu murni untuk para ular cobra.
Ular, selayaknya anjing(binatang kesayanganku), memiliki perasaan yang sama seperti manusia. Mereka juga paham kalau mereka disayang atau dibenci. Jadi, kalau tidak ingin dilukai oleh mereka, jangan membuat masalah duluan. Namun, kalau mereka duluan yang nyari masalah ya... sama-sama menerima akibatnya. Sangat menyenangkan sebetulnya berbicara dengan hewan. Jadi inget film Narnia, film yang betul2 menginspirasi aku :)
-Putu-

Sebetulnya, berbicara mengenai ular sama saja dengan berbicara mengenai anjing, kucing, monyet dan binatang lainnya. Ular juga dijadikan binatang piaraan oleh orang-orang, contohnya di Thailand. Ada sebuah daerah disana yang hampir setiap rumah punya hewan piaraan king cobra. Serem gak... serem juga tentunya. Anjingku aja pernah kaya anjing gila dan tingkahnya nyeremin banget. Bagaimana kalau king cobra-nya stres ya atau bertingkah gila, alangkah menyeramkannya dia.
Namun, selayaknya sapi di India, king cobra juga menjadi hewan yang dihormati di India maupun di Thailand. Kalau di rumahku juga iya sih. Lihat saja di kuil-kuil, pasti ada deh patung ular cobra dengan banyak kepala. Mereka dianggap sebagai hewan pelindung :)
Terus, aku selalu teringat cerita seorang teman dimana sepertinya tidak ada orang yang mempercayai dia.
Ketika dia menangis waktu kecil, karena tidak diijinkan bermain atau minta kue ketika ada acara keluarga, sang ibupun memasukkan dia ke sebuah kamar. Selayaknya seorang anak yang sedih, diapun menangis di sudut ruangan. Tiba-tiba dia melihat seekor ular besar, ular cobra yang menghampiri dia sambil menatap ramah. Si anak kecilpun tersenyum dan menyapa ular itu. Dia paham kalau ular itu sedang lapar. Diapun dengan tenang membuka pintu dan memanggil sang nenek. Dia minta segelas susu. Dengan tanpa rasa curiga, si nenekpun membuatkan dia segelas susu putih. Si anak merasa sangat berterimakasih dan rasa sedihnya tiba-tiba sirna. Dia meletakkan susu tersebut di tempat dimana ular tadi berada. Diapun keluar dengan tersenyum. Setelah beberapa menit diapun kembali ke ruangan itu dan dia menemukan gelas yang dilantai sudah kosong. Dia berpikir bahwa ular itu sudah meminum susu tersebut. Kemudian diapun bercerita pada semua orang di rumahnya. Namun sayang, tidak ada seorangpun yang percaya cerita si anak kecil. Si anak kecilpun kembali sedih, berharap agar dia bertemu si ular lagi dan menunjukkannya pada semua orang, namun ular itu tidak pernah nampak lagi.
Ketika dia remaja, diapun bercerita ke aku tanpa mengharapkan sebuah rasa percaya. Tapi, aku percaya semua cerita itu krn aku tahu bahwa ular cobra itu suka susu. Di India, orang-orang disana selalu mempersembahkan susu murni untuk para ular cobra.
Ular, selayaknya anjing(binatang kesayanganku), memiliki perasaan yang sama seperti manusia. Mereka juga paham kalau mereka disayang atau dibenci. Jadi, kalau tidak ingin dilukai oleh mereka, jangan membuat masalah duluan. Namun, kalau mereka duluan yang nyari masalah ya... sama-sama menerima akibatnya. Sangat menyenangkan sebetulnya berbicara dengan hewan. Jadi inget film Narnia, film yang betul2 menginspirasi aku :)
-Putu-
Thursday, June 12, 2008
Memilih
Akhirnya aku memilih untuk menulis artikel dengan judul "memilih" ini. Hari ini banyak sekali pertanyaan yg berkaitan dengan kegiatan memilih, dan selayaknya konsultan, akupun sharing dengan mereka. Berharap mereka memiliki ide baru untuk menentukan jalan hidupnya masing-masing.
Ketika kita diberi pilihan, itu merupakan sebuah tantangan apakah kita sanggup bertanggung jawab terhadap sesuatu yang kita pilih. Selaku manusia, sudah sewajarnya jika kita selalu berharap untuk yang terbaik, namun apakah kita tahu bahwa pilihan kita itu adalah yang terbaik untuk kita? Mungkin itu pertanyaan yang paling membuat puyeng. Menimang dan menimang, menimbang dan menimbang.
Akupun setiap hari merasa selalu dipenuhi dengan kegiatan memilih, contoh gampangnya ya menulis artikel ini. Beberapa menit yang lalu aku berpikir, apakah aku harus menulis mengenai hal ini atau tidak. Ketika makanpun, kita juga memilih toh. Setiap omongan yang diucapkan tentunya jg rangkaian kata-kata hasil pilihan.
Ketika aku ditanya, atau dimintai nasihat, jawaban pertama yang keluar adalah cari tahu dulu sebetulnya mau kamu apa? Jawaban kedua adalah apa kamu berniat melakukan hal itu, apakah punya bayangan kedepannya seperti apa? Jawaban ketiga adalah berdasarkan pengalaman saya.... bla bla bla.
Ada yang curhat bahwa dia tidak tahu apa yang diinginkannya. "Hmmmm..." jawaban pertama. "kalau kamu tidak tahu, apalagi saya" jawaban kedua sambil tersenyum. Ternyata menentukan keinginan diri sendiri juga bukan hal yang mudah. Dan aku berlatih mengenai hal itu udah selama berapa tahun ya... kira-kira dua puluh tahun. Kayanya pilihan pertama yang diajukan ke aku adalah ketika memilih baju atau sepatu atau cat kuku atau mau makan apa. Karena si ibu tidak akan bersedia membuang-buang uang untuk sesuatu yang tidak aku inginkan. Setelah itu akan muncul kalimat agar aku bertanggung jawab akan setiap hal yang aku pilih. Namun, ada beberapa hal yang semakin sulit aku rasa, dimana semakin bertumbuhkembang ternyata permasalah hidup semakin complicated dan tentunya aku membutuhkan masukan dari pihak-pihak yang tepat. Aku sangat bersyukur selama ini bisa menemukan orang-orang yang bisa sekali memberikan ide-ide positif. Dan aku ingin sekali berterima kasih kepada mereka, meski nasihatnya itu ada yang aku lakoni ada yang gak, namun yang pasti adalah setiap nasihat itu sudah mengalami proses penyaringan di otak selama berhari-hari.
Aku rasa sekian untuk kali ini dan seperti kata zodiak di bulan ini, biarkanlah alam yang menentukan semuanya. Ya, aku setuju. Aku sudah berusaha dan akhirnya memilih, selanjutnya biarkan mereka menunjukkan jalan yang terbaik. Wish for the best, always!
-Putu-
Ketika kita diberi pilihan, itu merupakan sebuah tantangan apakah kita sanggup bertanggung jawab terhadap sesuatu yang kita pilih. Selaku manusia, sudah sewajarnya jika kita selalu berharap untuk yang terbaik, namun apakah kita tahu bahwa pilihan kita itu adalah yang terbaik untuk kita? Mungkin itu pertanyaan yang paling membuat puyeng. Menimang dan menimang, menimbang dan menimbang.
Akupun setiap hari merasa selalu dipenuhi dengan kegiatan memilih, contoh gampangnya ya menulis artikel ini. Beberapa menit yang lalu aku berpikir, apakah aku harus menulis mengenai hal ini atau tidak. Ketika makanpun, kita juga memilih toh. Setiap omongan yang diucapkan tentunya jg rangkaian kata-kata hasil pilihan.
Ketika aku ditanya, atau dimintai nasihat, jawaban pertama yang keluar adalah cari tahu dulu sebetulnya mau kamu apa? Jawaban kedua adalah apa kamu berniat melakukan hal itu, apakah punya bayangan kedepannya seperti apa? Jawaban ketiga adalah berdasarkan pengalaman saya.... bla bla bla.
Ada yang curhat bahwa dia tidak tahu apa yang diinginkannya. "Hmmmm..." jawaban pertama. "kalau kamu tidak tahu, apalagi saya" jawaban kedua sambil tersenyum. Ternyata menentukan keinginan diri sendiri juga bukan hal yang mudah. Dan aku berlatih mengenai hal itu udah selama berapa tahun ya... kira-kira dua puluh tahun. Kayanya pilihan pertama yang diajukan ke aku adalah ketika memilih baju atau sepatu atau cat kuku atau mau makan apa. Karena si ibu tidak akan bersedia membuang-buang uang untuk sesuatu yang tidak aku inginkan. Setelah itu akan muncul kalimat agar aku bertanggung jawab akan setiap hal yang aku pilih. Namun, ada beberapa hal yang semakin sulit aku rasa, dimana semakin bertumbuhkembang ternyata permasalah hidup semakin complicated dan tentunya aku membutuhkan masukan dari pihak-pihak yang tepat. Aku sangat bersyukur selama ini bisa menemukan orang-orang yang bisa sekali memberikan ide-ide positif. Dan aku ingin sekali berterima kasih kepada mereka, meski nasihatnya itu ada yang aku lakoni ada yang gak, namun yang pasti adalah setiap nasihat itu sudah mengalami proses penyaringan di otak selama berhari-hari.
Aku rasa sekian untuk kali ini dan seperti kata zodiak di bulan ini, biarkanlah alam yang menentukan semuanya. Ya, aku setuju. Aku sudah berusaha dan akhirnya memilih, selanjutnya biarkan mereka menunjukkan jalan yang terbaik. Wish for the best, always!
-Putu-
Gudang

Perkataan gudang benar-benar nyambung ama diriku, secara kerjaanku sekarang adalah berkaitan dengan data warehouse alias gudang data. Dan, karena emang bawaan dari orok kali ya, punya kebiasaan untuk menjaga keamanan setiap property yang dimiliki selama rentang waktu tertentu, krn tentunya memiliki pertimbangan, suatu hari nanti akan dibutuhkan lagi. Dan juga, kebiasaan seperti ini memberikan keuntungan dan kerugian tentunya. Keuntungannya adalah aku selalu punya backup, dan tidak akan merasa bersedih jika ada sesuatu yang hilang. Jadi punya kebiasaan mem-backup apapun, hehehe. Nah kekurangannya adalah, terkadang gondok aja jika ada yang bersih-bersih di rumah dan dengan semangat 45 membuangi property yang aku simpan, yang mana menurutku masih berguna, namun blm tentu berguna bagi orang lain. Contoh misalnya, botol parfum kosong atau pulpen bekas yang aku simpan di laci. Semuanya itu punya makna….
Ternyata konsep hidup untuk menjaga barang seperti itu sangat nyambung dengan konsep data warehouse. Tentunya aku sangat senang ngelakoni kerjaan di bidang data warehouse ini, meski rada membuat para penyedia ruang data sedikit meringis, krn minimal aku punya dua atau tiga backup. Dari sisi security, mem-backup hukumnya adalah wajib!! Jd, jangan malas-malas untuk mem-backup apapun.
Ketika kita menyadari akan ada kemungkinan untuk kehilangan, secara tidak langsung alam bawah sadar akan menyuruh kita untuk melakukan tindakan “backup” deh. Namun, kalau kita selalu merasa aman-aman aja, pasti gak kepikiran untuk backup mem-backup. Tapi pikiran seperti itu gak boleh lama-lama, karena apapun memiliki kemungkinan untuk hilang dan lenyap tanpa sebab yang jelas. So, prepare yourselves for loses.
Kembali ke gudang, ternyata ngurusin benda di dalam gudang tidak mudah. Butuh akal-akalan yang pas sehingga barang yang diletakkan di gudang bisa terdefinisi dengan jelas dan para pengguna tidak kebingungan ketika mau mengambil barang itu. Setelah bisa menata barang di gudang dengan baik, selanjutnya kita harus bisa memanfaatkan atau mengolah barang-barang tersebut untuk kepentingan yang tepat. Karena kalau hanya disimpan tanpa memiliki tujuan dari penyimpanannya itu, maka itu namanya nyimpen sampah. Nah, kegiatan bersih-bersih gudang juga harus rajin dikerjakan. Sehingga jelas, mana barang yang benar-benar dipakai, mana yang cadangan, dan mana yang benar-benar sampah.
-Putu-
Wednesday, June 11, 2008
What a lovely parent
Setiap orang pasti sangat mencintai orang tua mereka, meski terkadang ada yg menyembunyikannya. Dan, orang tua pasti menyayangi anak-anaknya, meski ada yg tidak mau mengucapkannya. Cara menyayangi itu sangat unik, setiap orang memiliki caranya masing-masing, yang terkadang tidak dipahami oleh semua object-nya. Namun, selayaknya kata-kata bijak, rasa sayang itu tidak perlu digembar-gemborkan, cukup ditunjukkan lewat tindakan. Aku setuju sekali dengan hal itu, tapi ternyata ucapan itu terkadang perlu juga. Sebagai legalitas dari sebuah tindakan.
Bertemu beberapa orang tua, aku menyadari kalau orang tuaku memiliki cara mendidik yang cukup unik dan sangat berbeda dengan orang tua lainnya. Aku tidak tahu mereka belajar dari mana cara-cara seperti itu, yang pasti pengalaman hidup berperan besar kayanya. Aku hanya berpikir, apakah aku nanti bisa seperti mereka ya… ketika aku memiliki anak-anak yang unik-unik. Jika bisa lebih baik dari mereka, mungkin itu adalah anugrah yang tiada tara ^^
Kalau dilihat-lihat, semua cara mereka terlihat simple dan gak neko-neko, namun sebetulnya cukup sulit untuk diterapkan. Bagaimana menempatkan ego, kontrol diri, kehormatan, target, cita dan cinta, agama, budaya dan tradisi, respect, integritas, saling menolong, tanggung jawab, sosialisasi, semuanya tergabung dalam proses yang tidak terlihat ujung pangkalnya.
Hal paling simple yang diajarkan waktu kecil adalah selalu mengucapkan selamat pagi dan terima kasih kepada siapa aja, mulai dari penjaga pagar atau pak satpam atau tukang sapu (dikenal atau gak dikenal), pelayan di rumah makan, pedagang, sopir, sampai orang paling penting. Pelajaran-pelajaran lainnya ada banyak lagi, dan halaman ini tidak akan cukup untuk menuliskannya ^^
Ternyata menjadi orang tua bukan hal yang mudah. Harus pintar mencari tips dan tricks yang paling effective dan efficient dalam menangani kehidupan rumah tangga. Apakah ilmu matematika, fisika, kimia serta biologi yang diperoleh di bangku sekolah bisa membantu? – tentu saja!! , tapi tidak menjamin!! :d
-Putu-
Bertemu beberapa orang tua, aku menyadari kalau orang tuaku memiliki cara mendidik yang cukup unik dan sangat berbeda dengan orang tua lainnya. Aku tidak tahu mereka belajar dari mana cara-cara seperti itu, yang pasti pengalaman hidup berperan besar kayanya. Aku hanya berpikir, apakah aku nanti bisa seperti mereka ya… ketika aku memiliki anak-anak yang unik-unik. Jika bisa lebih baik dari mereka, mungkin itu adalah anugrah yang tiada tara ^^
Kalau dilihat-lihat, semua cara mereka terlihat simple dan gak neko-neko, namun sebetulnya cukup sulit untuk diterapkan. Bagaimana menempatkan ego, kontrol diri, kehormatan, target, cita dan cinta, agama, budaya dan tradisi, respect, integritas, saling menolong, tanggung jawab, sosialisasi, semuanya tergabung dalam proses yang tidak terlihat ujung pangkalnya.
Hal paling simple yang diajarkan waktu kecil adalah selalu mengucapkan selamat pagi dan terima kasih kepada siapa aja, mulai dari penjaga pagar atau pak satpam atau tukang sapu (dikenal atau gak dikenal), pelayan di rumah makan, pedagang, sopir, sampai orang paling penting. Pelajaran-pelajaran lainnya ada banyak lagi, dan halaman ini tidak akan cukup untuk menuliskannya ^^
Ternyata menjadi orang tua bukan hal yang mudah. Harus pintar mencari tips dan tricks yang paling effective dan efficient dalam menangani kehidupan rumah tangga. Apakah ilmu matematika, fisika, kimia serta biologi yang diperoleh di bangku sekolah bisa membantu? – tentu saja!! , tapi tidak menjamin!! :d
-Putu-
Monday, June 09, 2008
Pramuka, mimpi dan lagu
Ketika membuka mata di pagi yang cerah, satu lagu yg paling ingin aku denger adalah “Too Much In Love To Care” by Sarah Brightman. Nadanya pas bgt ama telinga ^^
Sebuah mimpi membuat aku merasa dibawa terbang kembali ke masa-masa SMP, dimana aku sebagai ketua regu pramuka, regu Mawar. Mawar, hmmm nama yang paling aku suka. Dan sepanjang umur, reguku selalu bernama “Mawar”.
Pramuka, memang udah mendarah daging sepertinya. Sampai-sampai, pernah menjawab “yang mampu menjalankan dasa darma pramuka”, ketika ada yang bertanya “cowok idealmu kaya gimana”. Lucu juga emang ^^ . Sama halnya dengan karate, “yang mampu menjalankan sumpah karate”, jawabku ketika ditanya hal yang sama. Dan merekapun menjawab “jadi, anak pramuka yang bisa karate dong”. “Hmm, blm tentu!”, jawabku ^^ .
Mimpi, memang salah satu yang berperan dalam kehidupanku. Tempat melepas semuanya dan tempat mencari inspirasi terdalam.
Lagu, memang sesuatu yg mampu membuat aku rileks, tersenyum, termenung, bengong, menangis, dan teringat. Mungkin aku tidak akan pernah bisa tidur jika dulu ibuku tidak bernyanyi atau ketika tidak ada tape yg memutar lagu kesayangan, atau jika sekarang aku tidak mendengarkan lagu sambil nulis tulisan ini, mungkin hasilnya akan bebeda.
Pramuka, mimpi dan lagu, aku sadar mereka semua adalah salah satu bagian yang membuat diriku makin sempurna. Selayaknya patung tanah, ketiga hal itu merupakan bagian-bagian yang ikut serta dalam pembentukan sebuah patung manusia yang bernama Ni Putu Sri Artati.
-Putu-
Sebuah mimpi membuat aku merasa dibawa terbang kembali ke masa-masa SMP, dimana aku sebagai ketua regu pramuka, regu Mawar. Mawar, hmmm nama yang paling aku suka. Dan sepanjang umur, reguku selalu bernama “Mawar”.
Pramuka, memang udah mendarah daging sepertinya. Sampai-sampai, pernah menjawab “yang mampu menjalankan dasa darma pramuka”, ketika ada yang bertanya “cowok idealmu kaya gimana”. Lucu juga emang ^^ . Sama halnya dengan karate, “yang mampu menjalankan sumpah karate”, jawabku ketika ditanya hal yang sama. Dan merekapun menjawab “jadi, anak pramuka yang bisa karate dong”. “Hmm, blm tentu!”, jawabku ^^ .
Mimpi, memang salah satu yang berperan dalam kehidupanku. Tempat melepas semuanya dan tempat mencari inspirasi terdalam.
Lagu, memang sesuatu yg mampu membuat aku rileks, tersenyum, termenung, bengong, menangis, dan teringat. Mungkin aku tidak akan pernah bisa tidur jika dulu ibuku tidak bernyanyi atau ketika tidak ada tape yg memutar lagu kesayangan, atau jika sekarang aku tidak mendengarkan lagu sambil nulis tulisan ini, mungkin hasilnya akan bebeda.
Pramuka, mimpi dan lagu, aku sadar mereka semua adalah salah satu bagian yang membuat diriku makin sempurna. Selayaknya patung tanah, ketiga hal itu merupakan bagian-bagian yang ikut serta dalam pembentukan sebuah patung manusia yang bernama Ni Putu Sri Artati.
-Putu-
Sunday, June 08, 2008
Wong Londo
Perkataan "wong londo" mengingatkan ama nenek tersayang, ketika dahulu kala dia sering bercerita mengenai pengalaman hidupnya bersama para "londo". Kata "wong londo" kembali terdengar di kantor, "put put, kok jadi wong londo". Ada apa sih dengan diriku dan wogn londo? hehehehe
Sebetulnya tidak ada apa-apa, hanya saja aku punya beberapa sodara keturunan "londo", dan kebetulan saja aku pencinta roti. Sehingga hampir sebagaian besar cemilanku waktu kecil adalah roti, dan setelah gede, makanan utamanya keseringan malah roti dan cemilannya buah n sayur. Kenapa roti? karena enak! ^^ Padahal, kalau aku di rumah Bali, secara mereka semua bukan roti mania, aku selalu mendapat makanan favoritku yg lain, yaitu sayur rebus plus sambel "bongkot". Uenak-nya tenan... apalagi nasinya adalah beras Bali. Hmmmm... yummy!!!
Namun kalau di Jakarta, mau nyari "bongkot" dimana... ada juga di Bogor, tp gak enak. Ya, kembali ke roti deh.
Ngomong-ngomong mengenai "wong londo", dipikir-pikir dari dahulu kala keluargaku udah punya sobat jauh di negeri seberang. Kalau sekarang sih, emang buanyak!! Seru juga ternyata ^^ . Dan, mereka yang "wong londo", pada suka sekali ama masakan Indo, masakan Bali juga. Emang betul-betul pertukaran budaya aku rasa. Mereka suka lawar, aku suka keju, hehehhe.
ok deh, dengan persahabatan mari kita jaga kedamaian dunia :D (kaya sinchan dan pahlawan bertopeng aja)
Sebetulnya tidak ada apa-apa, hanya saja aku punya beberapa sodara keturunan "londo", dan kebetulan saja aku pencinta roti. Sehingga hampir sebagaian besar cemilanku waktu kecil adalah roti, dan setelah gede, makanan utamanya keseringan malah roti dan cemilannya buah n sayur. Kenapa roti? karena enak! ^^ Padahal, kalau aku di rumah Bali, secara mereka semua bukan roti mania, aku selalu mendapat makanan favoritku yg lain, yaitu sayur rebus plus sambel "bongkot". Uenak-nya tenan... apalagi nasinya adalah beras Bali. Hmmmm... yummy!!!
Namun kalau di Jakarta, mau nyari "bongkot" dimana... ada juga di Bogor, tp gak enak. Ya, kembali ke roti deh.
Ngomong-ngomong mengenai "wong londo", dipikir-pikir dari dahulu kala keluargaku udah punya sobat jauh di negeri seberang. Kalau sekarang sih, emang buanyak!! Seru juga ternyata ^^ . Dan, mereka yang "wong londo", pada suka sekali ama masakan Indo, masakan Bali juga. Emang betul-betul pertukaran budaya aku rasa. Mereka suka lawar, aku suka keju, hehehhe.
ok deh, dengan persahabatan mari kita jaga kedamaian dunia :D (kaya sinchan dan pahlawan bertopeng aja)
Thursday, June 05, 2008
Si Pintar dan Si Bodoh
Mendengar kata pintar, mendengar kata bodoh, mungkin memang dunia ini isinya hanya orang-orang pintar atau hanyalah kumpulan orang-orang bodoh. Tulisan ini terinspirasi ketika melihat seorang ibu-ibu yan menangis karena gagal mengikuti tes bahasa Inggris dan malah harus turun level. Dia sebetulnya memiliki semangat yang sangat tinggi untuk belajar, namun apa daya, hasil yang diperoleh tidak sepadan dengan harapan. Tentu, di situasi seperti itu dia merasa sebagai orang yang bodoh. Padahal sebetulnya belum tentu demikian.
Disebut sebagai orang yang pintar, tolong jangan GR alias gede rasa, karena sesungguhnya kita adalah orang yang bodoh. Namun ketika ada yang berkata, “bodoh kamu”, tolong jangan marah dulu, karena yang berkata demikian adalah orang yang lebih bodoh.
Pernah merasa sebagai orang yang pintar, pernah merasa sebagai orang yang bodoh, pernah merasa sebagai orang yang mampu, pernah merasa sebagai orang yang gak mampu, pernah menjadi orang kaya, pernah menjadi orang tidak kaya, pernah merasa sebagai orang paling bahagia, pernah merasa sebagai orang paling tidak bahagia, pernah berada di posisi di tengah-tengah, memang memberikan banyak sekali pelajaran yang mampu memandang dunia dengan banyak sisi.
Ketika melihat orang menangisi kebodohannya, aku hanya berharap mereka teringat bahwa mereka mampu melakukan banyak hal lainnya dengan hasil outstanding. Ketika melihat orang begitu bangganya krn dianggap pintar, aku hanya berharap agar mereka sadar bahwa untuk beberapa hal lainnya, mereka adalah orang yg bodoh. Ketika melihat orang menangisi kemiskinannya, aku hanya berharap mereka menyadari kekayaan yang mereka miliki yang tidak bisa dihitung dengan uang. Ketika melihat orang tertawa dan tersenyum bangga dengan kekayaan materi yang mereka miliki, aku hanya berharap mereka menyadari kemiskinan yang menyelinap dalam diri mereka.
Memang pintar dan bodoh adalah relatif. Semua mahluk sebetulnya sama aja.
-Putu-
Disebut sebagai orang yang pintar, tolong jangan GR alias gede rasa, karena sesungguhnya kita adalah orang yang bodoh. Namun ketika ada yang berkata, “bodoh kamu”, tolong jangan marah dulu, karena yang berkata demikian adalah orang yang lebih bodoh.
Pernah merasa sebagai orang yang pintar, pernah merasa sebagai orang yang bodoh, pernah merasa sebagai orang yang mampu, pernah merasa sebagai orang yang gak mampu, pernah menjadi orang kaya, pernah menjadi orang tidak kaya, pernah merasa sebagai orang paling bahagia, pernah merasa sebagai orang paling tidak bahagia, pernah berada di posisi di tengah-tengah, memang memberikan banyak sekali pelajaran yang mampu memandang dunia dengan banyak sisi.
Ketika melihat orang menangisi kebodohannya, aku hanya berharap mereka teringat bahwa mereka mampu melakukan banyak hal lainnya dengan hasil outstanding. Ketika melihat orang begitu bangganya krn dianggap pintar, aku hanya berharap agar mereka sadar bahwa untuk beberapa hal lainnya, mereka adalah orang yg bodoh. Ketika melihat orang menangisi kemiskinannya, aku hanya berharap mereka menyadari kekayaan yang mereka miliki yang tidak bisa dihitung dengan uang. Ketika melihat orang tertawa dan tersenyum bangga dengan kekayaan materi yang mereka miliki, aku hanya berharap mereka menyadari kemiskinan yang menyelinap dalam diri mereka.
Memang pintar dan bodoh adalah relatif. Semua mahluk sebetulnya sama aja.
-Putu-
Sunday, June 01, 2008
Menangis dalam tidur

Ketika sebutir air menggelinding di sela-sela pipi yang halus, akankah kita bertanya air apakah itu? Ketika kita menyadari bahwa itu adalah air mata seorang gadis belia, lalu tahukah kita kenapa dia menangis? Manangis dalam tidur...
Sosok gadis belia yang selalu riang, selalu tersenyum, wajah yg selalu sumringah, apakah sebegitu teganya hal-hal menyedihkan membuat dia menangis?
Gadis yang riang, namun tidak seorangpun paham kesedihan terdalam, dalam jauh ke dunia alam bawah sadarnya. Kesedihan yang akan sirna dengan sebuah senyuman, senyuman yang bisa memberi kebahagian pada dunia, dunia nyata dimana dia berada.
Dunia nyata tidak memberi jatah waktu untuk dia menangis, mereka hanya mengijinkan dia untuk tersenyum dan tertawa, karena mahluk-mahluk disekitarnya begitu mendambakan hal itu dari dirinya. Dalam tidurlah dia merasa bebas, bebas untuk berteriak, bebas untuk tertawa, bebas untuk menangis, menangis guna melepas kepedihan yang maya.
Ketika dia tersadar dari tidurnya, dia akan merasa begitu lega dan bahagia, dan dia sudah siap menyebarkan senyum dan tawa pada dunia....
Gadis belia yg suci, menangislah jika ingin menangis. Katakanlah pada dunia kalau kamu juga manusia, bukan bidadari. Manusia yang memiliki kebahagiaan dan kesedihan, serta kasih sayang..
-Putu-
Subscribe to:
Posts (Atom)


