Wednesday, April 16, 2008

Films


Bercerita mengenai film, akhir-akhir ini ada beberapa film yang sepertinya sangat ngetren. Ayat-ayat Cinta mungkin salah satunya, sampai-sampai para pejabatpun dengan penuh semangat menonton film tersebut. Ada apakah di balik film itu… Tentu ada sesuatu yang menurut mereka bermakna sehingga pantas untuk ditonton.

Jadi inget lagi dengan film Naga Bonar 2. Kenapa film itu tidak se-ngetren film Ayat-Ayat Cinta ya… Padahalkan maknanya gak jauh beda ‘nonjok’nya. Setidaknya aku gak nemu penjual CD bajakan Naga Bonar 2 sampai di bis-bis kota. Dan terus terang, bukannya aku tidak cinta film Indonesia, cuman tidak tahu kenapa (mungkin krn saking ngetrennya kali ya), di tengah-tengah kesibukan orang meributkan film Ayat-Ayat Cinta, aku malah hunting film Love in the time of cholera, the fall, conspiracy, menanti-nanti forbidden kingdom, etc. Gak tahu kapan aku akan berminat menonton film itu.

Menonton film, kemudian menganalisanya, kemudian menceritakannya kembali kepada orang-orang yang berminat, kayanya sudah menjadi salah satu pekerjaanku dari kecil ^^ .
Gak heran juga kalau di rumah dulu betah berhari-hari gak keluar, demi menonton film-film kesayangan, atau rela berlari-lari menyelesaikan kerjaan demi menonton film di TV yang hendak tayang.

Kemarin ada yang bercerita bahwa cerita-cerita dalam film adalah khayalan belaka, apalagi yang mengenai cerita-cerita cinta. Hmmmnnmm, setelah berpikir sejenak, aku tidak sepenuhnya setuju akan hal itu. Dari kisah nyata, tentu akan sangat bisa sekali dijadikan cerita film. Dan tidak menutup kemungkinan, dari sebuah cerita yang dianggap khayalan, akan bisa terjadi dalam dunia nyata. Karena pada dasarnya, manusia berkreatifitas kan cenderung mencontoh apa yang sudah ada. Hanya diubah pola dan cara penyampaiannya saja.

* tiba-tiba keinget satu kalimat yang pernah disepakati bersama Dik Wauwak, ‘Mistis membuat kreatif’ – hehehe gak nyambung kayanya ^^ .

No comments: