Suatu hari terjadi debat kusir singkat antara aku (seorang anak Indonesia) dengan guruku (seorang anak Kanada). Debat kusir ini terkait dengan tema yang kita bahas mengenai tontonan TV. Aku, dimana hadiah ketika aku lahir adalah TV baru, alhasil aku merupakan salah satu anak yg sulit sekali beranjak dari depan TV ketika menemukan tontonan yang pas.
Dulu, aku tidak terlalu suka membaca novel, karena cukup memakan waktu dan aku tentu tidak punya waktu yang banyak hanya sekedar untuk membaca novel. Dan update info aku peroleh sebagian besar dari TV yang menemaniku makan pagi dan malam, serta koran harian di perpustakaan. Namun ketika ada suatu masa aku "mau tidak mau" harus nge-kos di tempat yg mana aku tidak bisa nonton TV sesukanya, ide untuk membangun kegemaran membacapun dimunculkan. Ternyata, membaca berhasil membuatku kecanduan, dan masalah anak kos-pun mulai bermunculan, yaitu pusing pindahan karena kebanyakan kardus buku.
Sama halnya dengan guruku itu. Kata dia, orang Kanada tidak terlalu suka nonton TV. Mereka lebih senang membaca dan melakoni. Dalam hal ini mereka lebih senang travel dibandingkan menonton pemandangan di TV. Dan pastinya dia termasuk salah satu orang yang sedikit "anti" pada TV. Sehingga ketika aku mengatakan "I love Oprah show", dia cuman cengar-cengir gak jelas sambil ngomong "apaan sih.... gak mutu, hehehe".
Setelah aku amati selama beberapa tahun terakhir, akhirnya aku memutuskan untuk tidak memiliki TV. Kenapa demikian... karena sebagian besar tontonan channel local itu kurang mendidik....ku. Terus kalau seandainya berlangganan TV kabel, yang ada aku gak belajar atau mungkin gak berangkat kerja (pulang buru2 cuman buat ngejar film favorit). Kalo mau nonton, cukup nonton di kantor saja selama 1 jam, atau ke bioskop terdekat, atau puas2in nonton pas weekend di rumah kolega. Kalo masalah update info local/international, sudah banyak sekali media dalam beragam bahasa yang menyediakan dengan gratis. Dan, secara aku memiliki kegemaran yang hampir sama dengan sang guru, yaitu menumpahkan isi kepala dalam kata2, mau tidak mau aku harus lebih rajin membaca (belajar lebih mirip orang Kanada kali ini agar lebih kreatif niatnya... ^^).
Jadi, mari membaca!! Tapi aku rasa perlu pilih2 juga bahan yang dibaca, karena aku pernah keblenger juga membaca sebuah buku yg aku rasa mampu mendobrak sejarah dan mungkin mampu merubah keyakinan seseorang.
Selamat membaca............
-Putu-
Sunday, May 17, 2009
Wednesday, May 13, 2009
Bapak Berkostum Hitam
Hari ini aku pulang tenggo alias tepat jam 4:30 pm. Kenapa demikian, krn aku udah mendem di kantor, ngantuk yg luar biasa mendera jiwaku. Mungkin ini hasil dari sesuatu yg sempat mengusik pikiran semalam.
Ketika hendak menutup mata, dengan niat tidur lebih awal, seperti biasa kreativitas mulai merongrong untuk ditumpahkan. Sembari merenung, aku teringat akan seorang bapak berkostum hitam yang setiap hari aku tersenyum padanya dan mengucapkan kata "terima kasih".
Dia adalah seorang bapak yang bekerja keras dan ikhlas (menurutku). Markasnya setiap pagi adalah di jembatan Semanggi. Setiap kali aku menyeberang disana, ketika hendak mendatangi kantor tercinta, aku melihat dia sedang menyapu di jembatan tersebut. Maklum, jembatan itu lumayan kotor dan dinas kebersihan belum sampai kesana area penjamahannya (atau mungkin memang sengaja tidak dijamah... hanya mereka yang tahu).
Dari kondisi fisik, dia orang yang sehat, meski entah karena apa sehingga tangan kanannya mengalami cacat. Dengan tangan kiri dia menyapu jembatan yang panjang itu, namun sekalipun aku tidak pernah melihat dia memegang kotak/kaleng untuk minta-minta uang. Berbeda sekali dengan banyak "pengemis" lainnya yang hanya berkedok dengan memegang sapu lidi tanpa bersungguh-sungguh menyapu (bekerja). Mereka sebentar-sebentar sudah menengadahkan tangan untuk meminta uang atas jasanya menyapu jalanan. Padahal terkadang hasilnya menyapunya tidak terlihat.
Meski si bapak berkostum hitam tidak memiliki kotak/kaleng, namun aku yakin setiap hari dia bisa menghidupi keluarganya dengan uang pemberian orang2 yang lewat. Dia bekerja dengan rajin sekali, kalau lelah, dia duduk sebentar dan orang-orang yang lewat tanpa diminta pasti rela merogoh kocek untuk diberikan padanya, sambil berucap "terima kasih" (spt yg aku lakukan tiap hari ^^).
Secara pribadi, si bapak berkostum hitam sudah mengajarkan sesuatu mengenai cara bertahan hidup padaku. Dari apa yang terlihat, dari cara dia menerima pemberian, dari hasil kerjanya, semua bisa memberikan makna baru yang bisa menginspirasi.
Sering orang berkomentar ketika aku pulang ke kos-an dengan berjalan kaki (krn menurut mereka jaraknya cukup jauh). Aku berterimakasih atas perhatian itu, namun selama melakukan perjalanan pulang aku menemukan banyak cerita yang mampu memperkaya khasanah dalam hidupku. Kantor adalah tempat yang "nyaman", namun tidak cukup untuk membuatku belajar... (padahal pada dasarnya sudah banyak sekali hal yg aku lihat di kantor dengan gedung tinggi menjulang itu).
Bapak berkostum hitam, terima kasih untuk setiap harinya.... ^^
Ketika hendak menutup mata, dengan niat tidur lebih awal, seperti biasa kreativitas mulai merongrong untuk ditumpahkan. Sembari merenung, aku teringat akan seorang bapak berkostum hitam yang setiap hari aku tersenyum padanya dan mengucapkan kata "terima kasih".
Dia adalah seorang bapak yang bekerja keras dan ikhlas (menurutku). Markasnya setiap pagi adalah di jembatan Semanggi. Setiap kali aku menyeberang disana, ketika hendak mendatangi kantor tercinta, aku melihat dia sedang menyapu di jembatan tersebut. Maklum, jembatan itu lumayan kotor dan dinas kebersihan belum sampai kesana area penjamahannya (atau mungkin memang sengaja tidak dijamah... hanya mereka yang tahu).
Dari kondisi fisik, dia orang yang sehat, meski entah karena apa sehingga tangan kanannya mengalami cacat. Dengan tangan kiri dia menyapu jembatan yang panjang itu, namun sekalipun aku tidak pernah melihat dia memegang kotak/kaleng untuk minta-minta uang. Berbeda sekali dengan banyak "pengemis" lainnya yang hanya berkedok dengan memegang sapu lidi tanpa bersungguh-sungguh menyapu (bekerja). Mereka sebentar-sebentar sudah menengadahkan tangan untuk meminta uang atas jasanya menyapu jalanan. Padahal terkadang hasilnya menyapunya tidak terlihat.
Meski si bapak berkostum hitam tidak memiliki kotak/kaleng, namun aku yakin setiap hari dia bisa menghidupi keluarganya dengan uang pemberian orang2 yang lewat. Dia bekerja dengan rajin sekali, kalau lelah, dia duduk sebentar dan orang-orang yang lewat tanpa diminta pasti rela merogoh kocek untuk diberikan padanya, sambil berucap "terima kasih" (spt yg aku lakukan tiap hari ^^).
Secara pribadi, si bapak berkostum hitam sudah mengajarkan sesuatu mengenai cara bertahan hidup padaku. Dari apa yang terlihat, dari cara dia menerima pemberian, dari hasil kerjanya, semua bisa memberikan makna baru yang bisa menginspirasi.
Sering orang berkomentar ketika aku pulang ke kos-an dengan berjalan kaki (krn menurut mereka jaraknya cukup jauh). Aku berterimakasih atas perhatian itu, namun selama melakukan perjalanan pulang aku menemukan banyak cerita yang mampu memperkaya khasanah dalam hidupku. Kantor adalah tempat yang "nyaman", namun tidak cukup untuk membuatku belajar... (padahal pada dasarnya sudah banyak sekali hal yg aku lihat di kantor dengan gedung tinggi menjulang itu).
Bapak berkostum hitam, terima kasih untuk setiap harinya.... ^^
Monday, April 13, 2009
Rogers...
Rogers, nama yang selalu mengingatkanku dengan seekor anjing berbulu putih, dimana aku menjadi saksi perkembangan jiwanya, mulai dari seekor anjing kecil yang cukup “penakut” sampai menjadi seekor anjing yang “ganteng” dan sanggup menggonggong dengan gagahnya.
Sekarang Rogers sudah almarhum alias pergi peninggalkan kami semua, tanpa meninggalkan pesan, bahkan mayatnyapun kami tidak melihat (dia meninggal dan dikuburkan oleh seorang tetangga yang melihatnya tertabrak sepeda motor). Mungkin sudah saatnya dia pergi, setelah bersamaku berlari dalam mimpi dan kami sempat nyasar di alam antah barantah. Tidak biasanya dia kehilangan akal dalam menghindar dari sepeda motor yang setiap hari lalu lalang di depan rumah kami.
Ketika memasuki halaman rumah waktu liburan kemarin, ada sesuatu yang janggal aku rasakan. Dan aku berusaha mengingatnya. Ternyata tidak ada gonggongan Rogers yang menyambutku. Sempat air mata hendak menetes ketika ibu bercerita, tapi aku tahan sambil bergumam “Rogers nanti akan lahir menjadi hewan ternak, kemudian hewan ternak itu akan menjadi hewan kurban dalam upacara, selanjutnya dia akan menjelma menjadi manusia”. Meski dia berada dalam wujud anjing, namun aku selalu bicara padanya selayak teman karib.
Riko yang sudah seperti kakak kandung bagi Rogers, terlihat begitu kehilangan dan sepertinya dia tidak percaya Rogers udah pergi. Terkadang dia bertingkah rada galak pada Browny (anjingku yg terkecil), meski sebetulnya dia sayang banget ama Browny.
Waktu kecil Riko dan Rogers tampak begitu berbeda. Riko yang sangat cuek dan pendiam. Rogers yang cukup cerewet (nakal) tapi sedikit penakut. Seiring berjalannya waktu, Riko selalu menjaga Rogers, entah ketika bermain ataupun sedang tidur atau makan. Riko selalu mendahulukan Rogers. Rogers merasa keberaniannya mulai tumbuh dan mulai belajar menggonggong dan menggonggong, gonggongan Rogers yang mampu membuat nyali orang yang lewat menciut. Namun Riko tetap menjadi sosok yang kalem, tapi jangan pernah usil ama dia karena dia juga bisa sangar sesangar-sangarnya anjing paling galak. Ketika mereka berdua sakit, mereka gak cerewet dan mau diobati, juga mau makan, lumayan banyak lagi. Dan… mereka seneng banget ama sayur (buah papaya muda terutama) – hewankupun mulai belajar vegetarian ^^
Kalau kita pergi ke sebuah tempat, ke rumah nenek, ke kebun, atau ke pura, mereka berdua terlihat seperti pembawa pesan, datangnya selalu duluan dari kami sekeluarga. Sehingga si empunya rumah yang hendak dikunjungi sudah tahu kalau kami akan mengunjungi mereka. Aku kadang-kadang heran, kok mereka ngerti ya kita mau pergi kemana ... ^^ -- itulah mereka, anjing yang instingnya tinggi. Gak salah aku selalu minta mereka menemaniku wherever I am (sewaktu kecil..)
Hhhhh.... anjing anjing... itu hanya nama yg manusia berikan padamu. Aku selalu bisa belajar dari mereka, belajar untuk bangun berdiri ketika kemungkinan berdiri itu begitu kecil. Rogers... terimakasih untuk semuanya. Mungkin Rogers sudah bertemu dengan Luna sekarang -- sobatku jg sewaktu kecil.
-Putu-
Sekarang Rogers sudah almarhum alias pergi peninggalkan kami semua, tanpa meninggalkan pesan, bahkan mayatnyapun kami tidak melihat (dia meninggal dan dikuburkan oleh seorang tetangga yang melihatnya tertabrak sepeda motor). Mungkin sudah saatnya dia pergi, setelah bersamaku berlari dalam mimpi dan kami sempat nyasar di alam antah barantah. Tidak biasanya dia kehilangan akal dalam menghindar dari sepeda motor yang setiap hari lalu lalang di depan rumah kami.
Ketika memasuki halaman rumah waktu liburan kemarin, ada sesuatu yang janggal aku rasakan. Dan aku berusaha mengingatnya. Ternyata tidak ada gonggongan Rogers yang menyambutku. Sempat air mata hendak menetes ketika ibu bercerita, tapi aku tahan sambil bergumam “Rogers nanti akan lahir menjadi hewan ternak, kemudian hewan ternak itu akan menjadi hewan kurban dalam upacara, selanjutnya dia akan menjelma menjadi manusia”. Meski dia berada dalam wujud anjing, namun aku selalu bicara padanya selayak teman karib.
Riko yang sudah seperti kakak kandung bagi Rogers, terlihat begitu kehilangan dan sepertinya dia tidak percaya Rogers udah pergi. Terkadang dia bertingkah rada galak pada Browny (anjingku yg terkecil), meski sebetulnya dia sayang banget ama Browny.
Waktu kecil Riko dan Rogers tampak begitu berbeda. Riko yang sangat cuek dan pendiam. Rogers yang cukup cerewet (nakal) tapi sedikit penakut. Seiring berjalannya waktu, Riko selalu menjaga Rogers, entah ketika bermain ataupun sedang tidur atau makan. Riko selalu mendahulukan Rogers. Rogers merasa keberaniannya mulai tumbuh dan mulai belajar menggonggong dan menggonggong, gonggongan Rogers yang mampu membuat nyali orang yang lewat menciut. Namun Riko tetap menjadi sosok yang kalem, tapi jangan pernah usil ama dia karena dia juga bisa sangar sesangar-sangarnya anjing paling galak. Ketika mereka berdua sakit, mereka gak cerewet dan mau diobati, juga mau makan, lumayan banyak lagi. Dan… mereka seneng banget ama sayur (buah papaya muda terutama) – hewankupun mulai belajar vegetarian ^^
Kalau kita pergi ke sebuah tempat, ke rumah nenek, ke kebun, atau ke pura, mereka berdua terlihat seperti pembawa pesan, datangnya selalu duluan dari kami sekeluarga. Sehingga si empunya rumah yang hendak dikunjungi sudah tahu kalau kami akan mengunjungi mereka. Aku kadang-kadang heran, kok mereka ngerti ya kita mau pergi kemana ... ^^ -- itulah mereka, anjing yang instingnya tinggi. Gak salah aku selalu minta mereka menemaniku wherever I am (sewaktu kecil..)
Hhhhh.... anjing anjing... itu hanya nama yg manusia berikan padamu. Aku selalu bisa belajar dari mereka, belajar untuk bangun berdiri ketika kemungkinan berdiri itu begitu kecil. Rogers... terimakasih untuk semuanya. Mungkin Rogers sudah bertemu dengan Luna sekarang -- sobatku jg sewaktu kecil.
-Putu-
Monday, March 30, 2009
Selamat Liburan, Selamat Makan.... ^^
Memperingati Hari Raya Nyepi kali ini emang udah diniatin untuk ngumpul bareng keluarga tercinta di Bali. Seperti biasa, memilah-milah jadwal dan mencari celah biar dapat ijin dari kantor. Dan berhasil aku dapat libur 5 hari.!. Lumayan lumayan lumayan banget, hehehe.
Perjalanan makan memakan dimulai ketika aku memasuki executive lounge di airport Soekarno-Hatta. Disana ternyata ada jamur goreng favoritku.... dan ada mendoan yang uenyak. Alhasil aku puas-puasin sarapan disana pakai jamur goreng, hehehe. Dan ternyata lagi ketika aku duduk di dalam pesawat Garuda (Jkt-Dps), aku disuguhin omelet pakai keju, trus ada baked mass potato, dan ada buah melon, serta jus aple. Wao.... kenapa pas bgt ama seleraku. Asik.........^-^ Sarapan kedua yang sangat mengenyangkan dan menyenangkan. Selesai makan akupun tidur pulas selama terbang di langit yang cerah, hehehe
Seperti biasa pula, di airport aku dijemput kakak tercinta, Tut Ajus. Kemudian selayaknya tradisi kami berdua, yaitu nyamper Mc.D sebelum pulang, akupun menuntaskan niat terpendamku, yaitu makan es krim-nya Mc.D........... Uenyak uenyak uenyak..... (secara aku udah dua minggu tidak berniat makan, makan hanya sebatas kewajiban saja). Selanjutnya perjalananpun dilanjutkan, dan ... baru kali ini aku diajak mampir-mapir untuk jajan di jalan. Dan sekali lagi niat terpendam terselesaikan, yaitu makan es buah enak buanget di daerah Kapal sana. Harganya murah banget.... semangkok besar itu cuman 2.500 perak. Selanjutnya.... perjalanan tiba di Bajera. Lagi-lagi aku berhasil menunaikan niat makan, yaitu membeli cemilan kesukaanku waktu kecil. Wah.... lega bleh, hehehe.
Setiba di rumah, ternyata si ibu udah nyediain makanan kesukaanku buat sahur sebelum puasa Nyepi, yaitu pecel ala ibuku dan ada “jukut don sela mebejek” (daun singkong yang di uleni pakai garam dan bumbu lainnya), juga ada serundeng kacang yang lezat abissss.... serta ada kerupuk beras idolaku sewaktu kecil, selain itu ada jajan “maco” (sejenis gulali yang ada ketan-ketannya). Wao wao wao..... thanks mom.
Nah, pas buka puasa juga ada alpokat sebagai makanan pembuka, dimana buah ini adalah kegemaranku untuk sarapan, hehehe. Selanjutnya, lagi-lagi si ibu menyuguhkan pecel kesenanganku. Kemudian membuat sayur dan goreng krupuk, ditambah beras Bali, uenyaknya pollllllll ^-^. Terus hari Sabtu, sepulang dari tirta yatra, aku dibuatin mie kesukaanku. Bikinnya pakai mie telor dengan bumbu ala kadarnya. Tapi karena yang buat adalah tangan ibuku, alhasil rasanya mantap banget (narsis dikit ya.... ). Pada hari Minggu, ketika hendak ke Denpasar, aku menikmati serundeng kacang, kerupuk beras, dan nasi dari beras Bali. Aku selalu berpikir, kenapa beras Bali begitu memikatku ya.... tapi emang enak kok. Beda banget ama nasi di Jakarta rasanya. Kalau di Jepang, ini mungkin sekelas beras Nigata. Dan untuk makan malam, aku mendapat cap cay idolaku. Dagangnya ada di Nusa Dua sana.
And for the last day.... Pagi-pagi kakak tersayang udah beliin aku nasi jinggo. Enak bgt. Kemudian dia lagi-lagi menambahkan mie ala Putu Sri Artati (kebanyakan sayurnya daripada mienya, hehehe). Makan pagi yang nikmat, pikirku. Selanjutnya makan siang bareng Mbok Geg di Warung Bu Karyadi. Disana makan cendol yang nikmatnya unik dan enak bgt, juga aku makan angsio tahu. Huih.......rasanya dan komposisi bahannya aku banget deh (gak ada dagingnya dan sayuran serta tofu-nya aku suka). Begitu pula dengan cap cay-nya. Selanjutnya sekarang ini aku sedang ditemani kue blueberry dan banana muffin-nya starbucks. Bekal dari Bali sebelum berangkat tadi.
Ternyata aku emang butuh liburan, menghilangakn stress yg terpendam. Intinya sih membangkitkan selera makan lagi :d
Perjalanan makan memakan dimulai ketika aku memasuki executive lounge di airport Soekarno-Hatta. Disana ternyata ada jamur goreng favoritku.... dan ada mendoan yang uenyak. Alhasil aku puas-puasin sarapan disana pakai jamur goreng, hehehe. Dan ternyata lagi ketika aku duduk di dalam pesawat Garuda (Jkt-Dps), aku disuguhin omelet pakai keju, trus ada baked mass potato, dan ada buah melon, serta jus aple. Wao.... kenapa pas bgt ama seleraku. Asik.........^-^ Sarapan kedua yang sangat mengenyangkan dan menyenangkan. Selesai makan akupun tidur pulas selama terbang di langit yang cerah, hehehe
Seperti biasa pula, di airport aku dijemput kakak tercinta, Tut Ajus. Kemudian selayaknya tradisi kami berdua, yaitu nyamper Mc.D sebelum pulang, akupun menuntaskan niat terpendamku, yaitu makan es krim-nya Mc.D........... Uenyak uenyak uenyak..... (secara aku udah dua minggu tidak berniat makan, makan hanya sebatas kewajiban saja). Selanjutnya perjalananpun dilanjutkan, dan ... baru kali ini aku diajak mampir-mapir untuk jajan di jalan. Dan sekali lagi niat terpendam terselesaikan, yaitu makan es buah enak buanget di daerah Kapal sana. Harganya murah banget.... semangkok besar itu cuman 2.500 perak. Selanjutnya.... perjalanan tiba di Bajera. Lagi-lagi aku berhasil menunaikan niat makan, yaitu membeli cemilan kesukaanku waktu kecil. Wah.... lega bleh, hehehe.
Setiba di rumah, ternyata si ibu udah nyediain makanan kesukaanku buat sahur sebelum puasa Nyepi, yaitu pecel ala ibuku dan ada “jukut don sela mebejek” (daun singkong yang di uleni pakai garam dan bumbu lainnya), juga ada serundeng kacang yang lezat abissss.... serta ada kerupuk beras idolaku sewaktu kecil, selain itu ada jajan “maco” (sejenis gulali yang ada ketan-ketannya). Wao wao wao..... thanks mom.
Nah, pas buka puasa juga ada alpokat sebagai makanan pembuka, dimana buah ini adalah kegemaranku untuk sarapan, hehehe. Selanjutnya, lagi-lagi si ibu menyuguhkan pecel kesenanganku. Kemudian membuat sayur dan goreng krupuk, ditambah beras Bali, uenyaknya pollllllll ^-^. Terus hari Sabtu, sepulang dari tirta yatra, aku dibuatin mie kesukaanku. Bikinnya pakai mie telor dengan bumbu ala kadarnya. Tapi karena yang buat adalah tangan ibuku, alhasil rasanya mantap banget (narsis dikit ya.... ). Pada hari Minggu, ketika hendak ke Denpasar, aku menikmati serundeng kacang, kerupuk beras, dan nasi dari beras Bali. Aku selalu berpikir, kenapa beras Bali begitu memikatku ya.... tapi emang enak kok. Beda banget ama nasi di Jakarta rasanya. Kalau di Jepang, ini mungkin sekelas beras Nigata. Dan untuk makan malam, aku mendapat cap cay idolaku. Dagangnya ada di Nusa Dua sana.
And for the last day.... Pagi-pagi kakak tersayang udah beliin aku nasi jinggo. Enak bgt. Kemudian dia lagi-lagi menambahkan mie ala Putu Sri Artati (kebanyakan sayurnya daripada mienya, hehehe). Makan pagi yang nikmat, pikirku. Selanjutnya makan siang bareng Mbok Geg di Warung Bu Karyadi. Disana makan cendol yang nikmatnya unik dan enak bgt, juga aku makan angsio tahu. Huih.......rasanya dan komposisi bahannya aku banget deh (gak ada dagingnya dan sayuran serta tofu-nya aku suka). Begitu pula dengan cap cay-nya. Selanjutnya sekarang ini aku sedang ditemani kue blueberry dan banana muffin-nya starbucks. Bekal dari Bali sebelum berangkat tadi.
Ternyata aku emang butuh liburan, menghilangakn stress yg terpendam. Intinya sih membangkitkan selera makan lagi :d
Wednesday, March 04, 2009
Penjajahan dan kehidupan.... ku, kita, semuanya
Penjajahan, dimana-mana memang menyebalkan, menyusahkan, dan membuat banyak kepala pecah, entah karena ditembak atau karena stress mikirin beras segenggam.
Malam ini aku nonton sebuah film Cina (sambil ngetik artikel ini). Judulnya "Ip Man". Dia adalah seorang guru kungfu Cina Selatan. Keren banget mainnya, pol abislah. Dia awalnya sangat kaya (sebelum Jepang menjajah Cina). Dia sangat disegani, dan tentunya dia seorang guru yg baik hati serta penyayang. Setelah bom jatuh bertubi-tubi menghujani daerahnya, diapun (dan orang kaya lainnya) jatuh miskin dan bekerja sebagai buruh bangunan penjajah Jepang. Beberapa gram beras bisa diperoleh setelah adu tarung dengan segerombolan tentara Jepang ahli beladiri Karate. Master Ip Man tetep rendah hati meski geram sekali melihat temannya (polisi Cina) sekongkol dengan Jepang.
Dari sisi ilmu beladiri, apa sih yg mau ditampilkan di film ini. Apakah ingin menunjukkan kerenan mana kungfu dan karate, atau hanya ingin menampilkan fenomena sejarah yg pernah terjadi. Pada dasarnya kungfu dan karate sama saja, semua memiliki filosofis yang sangat mulia. Sekarang tergantung manusianya saja, seberapa besar kadar "gila"-nya ketika memiliki keahlian. Tapi keren juga ketika semua karyawan di pabrik pemintalan pintar kungfu. Lumayan utk menghalau para begundal yg suka mungut bayaran gak jelas.
Itu aja cerita kali ini. Hv a good night for the world....
-Putu-
Malam ini aku nonton sebuah film Cina (sambil ngetik artikel ini). Judulnya "Ip Man". Dia adalah seorang guru kungfu Cina Selatan. Keren banget mainnya, pol abislah. Dia awalnya sangat kaya (sebelum Jepang menjajah Cina). Dia sangat disegani, dan tentunya dia seorang guru yg baik hati serta penyayang. Setelah bom jatuh bertubi-tubi menghujani daerahnya, diapun (dan orang kaya lainnya) jatuh miskin dan bekerja sebagai buruh bangunan penjajah Jepang. Beberapa gram beras bisa diperoleh setelah adu tarung dengan segerombolan tentara Jepang ahli beladiri Karate. Master Ip Man tetep rendah hati meski geram sekali melihat temannya (polisi Cina) sekongkol dengan Jepang.
Dari sisi ilmu beladiri, apa sih yg mau ditampilkan di film ini. Apakah ingin menunjukkan kerenan mana kungfu dan karate, atau hanya ingin menampilkan fenomena sejarah yg pernah terjadi. Pada dasarnya kungfu dan karate sama saja, semua memiliki filosofis yang sangat mulia. Sekarang tergantung manusianya saja, seberapa besar kadar "gila"-nya ketika memiliki keahlian. Tapi keren juga ketika semua karyawan di pabrik pemintalan pintar kungfu. Lumayan utk menghalau para begundal yg suka mungut bayaran gak jelas.
Itu aja cerita kali ini. Hv a good night for the world....
-Putu-
Sunday, March 01, 2009
11 years ago
Selamat tanggal 1 Maret 2009.
Eleven years ago... hhhhh...long enough. It's when I was fiftheen.
Di sebuah ruang aku duduk diterangi lampu belajar yang mulai redup. Lembar demi lembar terlewati, semua bahan ujianpun usai aku nikmati malam itu. Aku sendiri... itulah sekilas pemikiran yang lewat. Semua orang pergi, krn kami tertimpa "musibah" yang aku anggap sebagai pemberian yang berakhir bahagai. Tinggal di rumah orang lain, aku hanya bisa berterimakasih atas semua kebaikan itu. Ujianpun terlaksana dengan nilai yang membuat keluargaku tersenyum puas.
Hari berlalu dan terus berlalu. Satu per satu peristiwa berlalu. Cahaya cerah mulai menyinari dan akupun terbang ke pulau seberang. Ketika aku berkenalan dengan putra/i bangsa dari segala penjuru Indonesia, aku hanya bisa terpukau dan bernafas lega. Apalagi ketika pengumuman dikumandangkan dan aku bisa stay disana for three years. Thanks God,I whispered.
Hal pertama yang membuatku sedikit terpukau adalah luasnya pemandangan di depan mataku. Koridor yang panjang sekali, yang akhirnya setiap hari aku lewati dan udara segar rumputnya menyegarkan jiwaku yang lelah menghadapi pelajaran yang menumpuk. Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun yang aku lewati sangat menyenangkan. Dan aku selalu merindukan tempat indah yang dikelilingi oleh pegunungan itu. Sebuah lembah yang penuh dengan misteri dan sejarah.
Hari ini, aku ingin kembali ke sana. Ke tempat dimana 11 tahun yang lalu aku memulai hidup baru. Meski semuanya sudah berubah, tapi aroma rumput itu tidak akan pudar. Desiran angin itu akan tetap ramah menyapa. Kabut pagi tidak akan bosan untuk menghiasi pagi buta itu. Suara burung itu.... mereka akan tetap menyanyi dengan riang.
-Putu-
Eleven years ago... hhhhh...long enough. It's when I was fiftheen.
Di sebuah ruang aku duduk diterangi lampu belajar yang mulai redup. Lembar demi lembar terlewati, semua bahan ujianpun usai aku nikmati malam itu. Aku sendiri... itulah sekilas pemikiran yang lewat. Semua orang pergi, krn kami tertimpa "musibah" yang aku anggap sebagai pemberian yang berakhir bahagai. Tinggal di rumah orang lain, aku hanya bisa berterimakasih atas semua kebaikan itu. Ujianpun terlaksana dengan nilai yang membuat keluargaku tersenyum puas.
Hari berlalu dan terus berlalu. Satu per satu peristiwa berlalu. Cahaya cerah mulai menyinari dan akupun terbang ke pulau seberang. Ketika aku berkenalan dengan putra/i bangsa dari segala penjuru Indonesia, aku hanya bisa terpukau dan bernafas lega. Apalagi ketika pengumuman dikumandangkan dan aku bisa stay disana for three years. Thanks God,I whispered.
Hal pertama yang membuatku sedikit terpukau adalah luasnya pemandangan di depan mataku. Koridor yang panjang sekali, yang akhirnya setiap hari aku lewati dan udara segar rumputnya menyegarkan jiwaku yang lelah menghadapi pelajaran yang menumpuk. Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun yang aku lewati sangat menyenangkan. Dan aku selalu merindukan tempat indah yang dikelilingi oleh pegunungan itu. Sebuah lembah yang penuh dengan misteri dan sejarah.
Hari ini, aku ingin kembali ke sana. Ke tempat dimana 11 tahun yang lalu aku memulai hidup baru. Meski semuanya sudah berubah, tapi aroma rumput itu tidak akan pudar. Desiran angin itu akan tetap ramah menyapa. Kabut pagi tidak akan bosan untuk menghiasi pagi buta itu. Suara burung itu.... mereka akan tetap menyanyi dengan riang.
-Putu-
Wednesday, February 11, 2009
February 2009
Australian Tea House, itu adalah tiga kata yang tertulis di tea bag yang sedang terbenam dalam jug kuning-ku. Teh dengan aroma serta taste unik yang membedakannya dengan teh-teh dari negeri Rahwana (Srilanka red.) atau negeri China atau negeri Jepang atau tanah Bogor. Hydroponic, natural herbal infusion, and grown in Australia adalah kata-kata mutiara yang terpampang di kemasan yg cukup indah dipandang itu.
Sambil menghirup aroma teh dan mencicipi seserpih getuk singkong, bayangan kembali tebang ke bulan February dua tahun silam, tiga tahun silam, dan enam tahun silam. Bulan February yang penuh harapan, meski di bulan Maret kadang-kadang harapan itu berubah arah dan tidak bisa dibalikkan kembali, karena ternyata memang itulah jalan yang seharusnya aku tempuh. Kenangan, indah atau tidak atau tanpa rasa, selalu nikmat untuk dikenang. Ketika mengenal seseorang pada tanggal 24 Februari 2006, yang mampu merubah kehidupanku, kemudian bertemu dengannya (tidak terasa sudah tiga tahun). Atau cerita lain mengenai harapan untuk menjadi sosok lain (sesuai bayangan dan salah satu cita2 waktu kecil), dan tumbang dikala semua kesempatan itu ada di depan mata (1 Maret 2003).
Setiap hal yang sudah terlewatkan itu sangat berarti dan betul-betul aksesoris yang sangat mampu memperindah duniaku. Kesedihan, kesenangan, tawa, air mata, penyesalan, semuanya hanya sekedar saja, sekedar bunga-bunga dari sebuah proses. Proses yang mapping-nya sudah tercipta, hanya untukku untuk aku lintasi dengan semua misteri di balik jengkal langkahku.
Meniti February 2009, banyak sekali hal baru yang dimulai. Apa yang akan terjadi selanjutnya, biarkanlah menjadi misteri yang akan menjadi memori untuk tulisan-tulisanku selanjutnya.
Just enjoy..... :)
-Putu-
Sambil menghirup aroma teh dan mencicipi seserpih getuk singkong, bayangan kembali tebang ke bulan February dua tahun silam, tiga tahun silam, dan enam tahun silam. Bulan February yang penuh harapan, meski di bulan Maret kadang-kadang harapan itu berubah arah dan tidak bisa dibalikkan kembali, karena ternyata memang itulah jalan yang seharusnya aku tempuh. Kenangan, indah atau tidak atau tanpa rasa, selalu nikmat untuk dikenang. Ketika mengenal seseorang pada tanggal 24 Februari 2006, yang mampu merubah kehidupanku, kemudian bertemu dengannya (tidak terasa sudah tiga tahun). Atau cerita lain mengenai harapan untuk menjadi sosok lain (sesuai bayangan dan salah satu cita2 waktu kecil), dan tumbang dikala semua kesempatan itu ada di depan mata (1 Maret 2003).
Setiap hal yang sudah terlewatkan itu sangat berarti dan betul-betul aksesoris yang sangat mampu memperindah duniaku. Kesedihan, kesenangan, tawa, air mata, penyesalan, semuanya hanya sekedar saja, sekedar bunga-bunga dari sebuah proses. Proses yang mapping-nya sudah tercipta, hanya untukku untuk aku lintasi dengan semua misteri di balik jengkal langkahku.
Meniti February 2009, banyak sekali hal baru yang dimulai. Apa yang akan terjadi selanjutnya, biarkanlah menjadi misteri yang akan menjadi memori untuk tulisan-tulisanku selanjutnya.
Just enjoy..... :)
-Putu-
Friday, February 06, 2009
Ketika aku ingin Berkata
Setelah sekian lama aku seperti terlihat "kabur" dari alam tulis menulis, malam ini mungkin waktu saat aku ingin mengembalikan semua itu.
Ketika orang berkata "sibuk sekali Putu... jadi tidak ada waktu menulis" atau "belum ada ide, lagi gak mood neh untuk nulis". Dan aku selalu nyaut "kenapa kesibukan selalu jadi alasan?" atau "sepertinya gak perlu mood deh".
Namun ketika ada suatu masa dimana aku ter-kerangkeng oleh situasi, dimana aku merasa otakku terasa tidak punya celah guna berpikir mengenai hal selain satu hal yang disebut pekerjaan, keinginan untuk terbang jauh meninggalkan semuanya mulai bermunculan. Tapi... betul kata seseorang bahwa manusia sangat pintar karena dibekali otak untuk berpikir agar bisa survive. Selanjutnya aku mulai ngeh, bahwa mungkin diriku di kala itu adalah cermin dari orang-orang yang tidak punya waktu mengurusi hal lain selain pekerjaan.
Kerjaan kata orang adalah sebuah hal yang patut dilaksanakan, krn itu adalah salah satu "yadnya". Namun, kembali lagi bagaimana cara melaksanakannya. Ketidakikhlasan bukanlah dasar yang tepat dalam melakukan sesuatu. Lebih baik tidak mengerjakan daripada setengah-setengah.
Kegemaran dan kewajiban merupakan temanku yang paling setia dari semenjak aku dilahirkan ke dunia ini. Ketika ibu menunjukkan list kewajiban yang harus aku tuntaskan, aku selalu melirik list hobby-ku yang sudah mengantri untuk disatroni. Seperti pendapatnya Rhenald Kasali, "Putu, selayaknya orang Bali, kamu selalu berpikir mengenai keseimbangan". Betul sekali kalau keseimbangan menurutku adalah yang utama. Cuman, mencapai keseimbangan tidaklah mudah. Belajar sesuai jadwal dengan menyelesaikan semua PR dan tugas-tugas selain pelajaran sekolah, juga melaksanakan hobby sendiri, memang membutuhkan kreatifitas dan semangat :)
Tatkala semangat mulai redup, kreatifitas mulai luntur, dan kejenuhan memenuhi kepala, akhirnya mulai remang-remang bayangan kegagalan bermunculan. Gagal melaksanakan kewajiban, tidak menunaikan hobby/kesenangan, membuat orang kecewa, dan bayangan semu lainnya. Cuman satu obatnya yaitu lari dari semua kehidupan itu dan merenung sejenak mengenai "makna kita dilahirkan ke dunia ini". Aku merasa bersyukur ketika di bulan Januari aku bertemu orang-orang yang membuat jiwaku tercerahkan. Seseorang yang tiba-tiba ngasi minjem sebuah buku "Destiny of Soul", kemudian di sebuah pura aku berhasil ngopi darat dengan seorang sesepuh muda yang sangat bijak,berjiwa sosial dan universal, terus dapat kesempatan diskusi dengan bapak yang merupakan inspirator yg begitu berpengaruh dalam kehidupanku.
Dalam dunia "material" aku juga menemukan sosok yang awalnya aku hanya mengenal "punggungnya". Cukup unik proses mengenal seseorang ini. Karena setiap dia lewat di depanku aku nggak ngeh akan wajahnya, dan aku baru nyadar ketika dia sudah membelakangiku. Alhasil aku hanya kebagian melihat punggungnya. Tapi akhirnya aku mengetahui pelan-pelan dan ternyata bapak ini adalah sosok yg sangat keren menurutku. Contoh yang sangat patut ditiru. (mohon maaf nama tidak disebutkan ^^ )
Ternyata kehidupan begitu berwarna, tidak hanya MeJiKuHiBiNiU, tapi juga percampuran warna-warna itu :)
Bersemangatlah, semoga pikiran positif selalu datang dari segala arah, sehingga kreatifitas yg baik selalu melimpah ^^
Ketika orang berkata "sibuk sekali Putu... jadi tidak ada waktu menulis" atau "belum ada ide, lagi gak mood neh untuk nulis". Dan aku selalu nyaut "kenapa kesibukan selalu jadi alasan?" atau "sepertinya gak perlu mood deh".
Namun ketika ada suatu masa dimana aku ter-kerangkeng oleh situasi, dimana aku merasa otakku terasa tidak punya celah guna berpikir mengenai hal selain satu hal yang disebut pekerjaan, keinginan untuk terbang jauh meninggalkan semuanya mulai bermunculan. Tapi... betul kata seseorang bahwa manusia sangat pintar karena dibekali otak untuk berpikir agar bisa survive. Selanjutnya aku mulai ngeh, bahwa mungkin diriku di kala itu adalah cermin dari orang-orang yang tidak punya waktu mengurusi hal lain selain pekerjaan.
Kerjaan kata orang adalah sebuah hal yang patut dilaksanakan, krn itu adalah salah satu "yadnya". Namun, kembali lagi bagaimana cara melaksanakannya. Ketidakikhlasan bukanlah dasar yang tepat dalam melakukan sesuatu. Lebih baik tidak mengerjakan daripada setengah-setengah.
Kegemaran dan kewajiban merupakan temanku yang paling setia dari semenjak aku dilahirkan ke dunia ini. Ketika ibu menunjukkan list kewajiban yang harus aku tuntaskan, aku selalu melirik list hobby-ku yang sudah mengantri untuk disatroni. Seperti pendapatnya Rhenald Kasali, "Putu, selayaknya orang Bali, kamu selalu berpikir mengenai keseimbangan". Betul sekali kalau keseimbangan menurutku adalah yang utama. Cuman, mencapai keseimbangan tidaklah mudah. Belajar sesuai jadwal dengan menyelesaikan semua PR dan tugas-tugas selain pelajaran sekolah, juga melaksanakan hobby sendiri, memang membutuhkan kreatifitas dan semangat :)
Tatkala semangat mulai redup, kreatifitas mulai luntur, dan kejenuhan memenuhi kepala, akhirnya mulai remang-remang bayangan kegagalan bermunculan. Gagal melaksanakan kewajiban, tidak menunaikan hobby/kesenangan, membuat orang kecewa, dan bayangan semu lainnya. Cuman satu obatnya yaitu lari dari semua kehidupan itu dan merenung sejenak mengenai "makna kita dilahirkan ke dunia ini". Aku merasa bersyukur ketika di bulan Januari aku bertemu orang-orang yang membuat jiwaku tercerahkan. Seseorang yang tiba-tiba ngasi minjem sebuah buku "Destiny of Soul", kemudian di sebuah pura aku berhasil ngopi darat dengan seorang sesepuh muda yang sangat bijak,berjiwa sosial dan universal, terus dapat kesempatan diskusi dengan bapak yang merupakan inspirator yg begitu berpengaruh dalam kehidupanku.
Dalam dunia "material" aku juga menemukan sosok yang awalnya aku hanya mengenal "punggungnya". Cukup unik proses mengenal seseorang ini. Karena setiap dia lewat di depanku aku nggak ngeh akan wajahnya, dan aku baru nyadar ketika dia sudah membelakangiku. Alhasil aku hanya kebagian melihat punggungnya. Tapi akhirnya aku mengetahui pelan-pelan dan ternyata bapak ini adalah sosok yg sangat keren menurutku. Contoh yang sangat patut ditiru. (mohon maaf nama tidak disebutkan ^^ )
Ternyata kehidupan begitu berwarna, tidak hanya MeJiKuHiBiNiU, tapi juga percampuran warna-warna itu :)
Bersemangatlah, semoga pikiran positif selalu datang dari segala arah, sehingga kreatifitas yg baik selalu melimpah ^^
Wednesday, January 14, 2009
Apa kabar dunia..... ^^
Wao....... setelah berminggu-minggu aku merasa terasing dari dunia, akhirnya bisa juga buka friendster dan nge-blog lagi. Itupun di warnet :p
HAPPY NEW YEAR 2009!!!!!!!!!!!!!
Sebuah majalah remaja yang sempat aku lirik pada akhir tahun 2008, membuat aku membuka sebuah halaman dan membaca beberapa baris disana. Ada sebuah kalimat yang menyebutkan bahwa warga capricorn akan banyak kehilangan di tahun 2009, seiring dengan karma phala yang diterimanya. Gile bener..., kesan pertama.
Aku tidak mengatakan bahwa statement itu benar atau tidak, tapi aku sendiri mengalaminya di akhir tahun, kehilangan baju baru di jemuran :D
Dan....... pas tahun baru laptop tercintaku rusak, dimana aku harus mengeluarkan dana tak terduga sekitar 1,5Juta dan kesenangan menulispun aku alihkan dengan kesenangan begadang di kantor. Juga, kacamata tiba2 rewelnya minta ampun,sehingga harus merogoh kocek yang cukup lumayan. Ok.... kesan selanjutnya. Kalau memang seharusnya seperti ini, it's ok. Aku terima!!
Kalau dipandang dari sisi positif, mungkin emang di tahun 2009 banyak hal yang mengalami "re-posisi" dalam kehidupanku. Awal tahun yang terlihat sangat indah, tentu harus diselingi hal2 yg terlihat tidak menyenangkan. Rwa bineda kata orang pintar. Januari 2009 sangat unik menurutku, seperti ... aku merayakan ulang tahun dua kali (thn Bali dan thn Masehi), terus setiap weekend ada kegiatan di pura, dan hampir setiap hari adalah hari suci. Juga, cara aku menikmati hari pertama di tahun 2009 :) . Terus, tentu kalau dari sisi karir, di tahun ini aku akan menemui sesuatu dan juga harus menunjukkan sesuatu. Semangat Putu san!!
Tahun 2008, terimakasih utk hari2 yg berharga. Belajar, tentu aku belajar banyak hal di tahun yang indah itu (aku selalu menganggap setiap tahun indah). Juga, banyak hal yg udah terjadi, yg pastinya memberi pengaruh pada kehidupanku selanjutnya. Semuanya adalah sebuah memori yang wajib disimpan dan direview pastinya ^^
Untuk selanjutnya, tentu ada harapan2 yang ingin tercapai di tahun ini. Semoga semuanya berjalan sesuai dengan yang seharusnya. Krn hanya dengan demikian semuanya akan terlihat makin indah. Just do the best and let God decide the rest :)
Gambarimasu!!!
-Putu-
HAPPY NEW YEAR 2009!!!!!!!!!!!!!
Sebuah majalah remaja yang sempat aku lirik pada akhir tahun 2008, membuat aku membuka sebuah halaman dan membaca beberapa baris disana. Ada sebuah kalimat yang menyebutkan bahwa warga capricorn akan banyak kehilangan di tahun 2009, seiring dengan karma phala yang diterimanya. Gile bener..., kesan pertama.
Aku tidak mengatakan bahwa statement itu benar atau tidak, tapi aku sendiri mengalaminya di akhir tahun, kehilangan baju baru di jemuran :D
Dan....... pas tahun baru laptop tercintaku rusak, dimana aku harus mengeluarkan dana tak terduga sekitar 1,5Juta dan kesenangan menulispun aku alihkan dengan kesenangan begadang di kantor. Juga, kacamata tiba2 rewelnya minta ampun,sehingga harus merogoh kocek yang cukup lumayan. Ok.... kesan selanjutnya. Kalau memang seharusnya seperti ini, it's ok. Aku terima!!
Kalau dipandang dari sisi positif, mungkin emang di tahun 2009 banyak hal yang mengalami "re-posisi" dalam kehidupanku. Awal tahun yang terlihat sangat indah, tentu harus diselingi hal2 yg terlihat tidak menyenangkan. Rwa bineda kata orang pintar. Januari 2009 sangat unik menurutku, seperti ... aku merayakan ulang tahun dua kali (thn Bali dan thn Masehi), terus setiap weekend ada kegiatan di pura, dan hampir setiap hari adalah hari suci. Juga, cara aku menikmati hari pertama di tahun 2009 :) . Terus, tentu kalau dari sisi karir, di tahun ini aku akan menemui sesuatu dan juga harus menunjukkan sesuatu. Semangat Putu san!!
Tahun 2008, terimakasih utk hari2 yg berharga. Belajar, tentu aku belajar banyak hal di tahun yang indah itu (aku selalu menganggap setiap tahun indah). Juga, banyak hal yg udah terjadi, yg pastinya memberi pengaruh pada kehidupanku selanjutnya. Semuanya adalah sebuah memori yang wajib disimpan dan direview pastinya ^^
Untuk selanjutnya, tentu ada harapan2 yang ingin tercapai di tahun ini. Semoga semuanya berjalan sesuai dengan yang seharusnya. Krn hanya dengan demikian semuanya akan terlihat makin indah. Just do the best and let God decide the rest :)
Gambarimasu!!!
-Putu-
Friday, December 19, 2008
Vampire
Menonton film memang kegiatan paling menyenangkan semenjak aku bisa menontonnya. DVD, merekalah yang selalu menghiburku beberapa bulan terakhir, karena aku gk mau beli TV ^^. Tapi... ketika membeli sebuah DVD, jarang sekali aku baca sinopsis. Paling-paling lihat judul, kemudian dipandangi sebentar, hmmmmm.... sepertinya film-nya bagus, dan akan langsung aku beli.
Nah, akhir-akhir ini tanpa disadari kok aku nonton film, dimana manusia jatuh cinta ama vampire. Sebetulnya aku gak ngeh kalau film yang aku tonton itu bercerita mengenai vampire, wong judulnya gak mencerminkan peran serta vampire. Pertama adalah "Twilight", ternyata si cewek dan si cowok memang pada dasarnya saling menantikan. Emang kalau udah jodoh gak bakal kemana, meskipun jodohnya seorang cowok vampire. Sampai-sampai si cewek bersedia dengan rela untuk digigit lehernya, biar jadi vampire. Namun, si cowok vampire ganteng malah mencium leher indah kekasihnya. Sama halnya dengan film yang barusan aku tonton, "Librarian". Menarik, itulah kesan pertama ketika melihat judulnya. Aku sempat merasa diriku seperti seorang librarian waktu kuliah dulu, krn emang aku doyan ngetem di perpustakaan -- ampe hafal letak buku-buku semua jurusan. Ketika aku asik menonton film yang penuh petualangan ini, lagi-lagi disuguhkan kisah percintaan sang librarian dengan seorang vampire cewek yang cuantik. Mereka berdua sama-sama pernah pacaran tapi kandas di tengah jalan. Intinya mereka saling menantikan orang yang tepat. Kisah pacarannyapun gak jauh beda ama "Twiligth". Ketika si cewek hendak meninggalkan dia, si cowok bersedia untuk digigit lehernya, agar ikut2an bisa jadi vampire. Tapi... lagi-lagi si cewek batal menggigit leher keren itu, malah mengecupnya dengan penuh kasih sayang, sambil menasehati bahwa dia harus kembali untuk mencari kedamaian -- tidak gentayangan lagi maksudnya.
Sempat terpikirkan, apakah bulan-bulan ini edisi film vampire ya.... Meski judulnya gak ada kata-kata vampire-nya. Sedikit mirip dengan film Indonesia yang sekilas terlihat musiman. Atau......akunya aja yang pas kebetulan matching dengan film-film seperti itu, sehingga alam bawah sadar menuntun tangan-tanganku memilih film itu. Atau...... Atau........ Atau........... ^^
Hv a great weekend for all ^^
Nah, akhir-akhir ini tanpa disadari kok aku nonton film, dimana manusia jatuh cinta ama vampire. Sebetulnya aku gak ngeh kalau film yang aku tonton itu bercerita mengenai vampire, wong judulnya gak mencerminkan peran serta vampire. Pertama adalah "Twilight", ternyata si cewek dan si cowok memang pada dasarnya saling menantikan. Emang kalau udah jodoh gak bakal kemana, meskipun jodohnya seorang cowok vampire. Sampai-sampai si cewek bersedia dengan rela untuk digigit lehernya, biar jadi vampire. Namun, si cowok vampire ganteng malah mencium leher indah kekasihnya. Sama halnya dengan film yang barusan aku tonton, "Librarian". Menarik, itulah kesan pertama ketika melihat judulnya. Aku sempat merasa diriku seperti seorang librarian waktu kuliah dulu, krn emang aku doyan ngetem di perpustakaan -- ampe hafal letak buku-buku semua jurusan. Ketika aku asik menonton film yang penuh petualangan ini, lagi-lagi disuguhkan kisah percintaan sang librarian dengan seorang vampire cewek yang cuantik. Mereka berdua sama-sama pernah pacaran tapi kandas di tengah jalan. Intinya mereka saling menantikan orang yang tepat. Kisah pacarannyapun gak jauh beda ama "Twiligth". Ketika si cewek hendak meninggalkan dia, si cowok bersedia untuk digigit lehernya, agar ikut2an bisa jadi vampire. Tapi... lagi-lagi si cewek batal menggigit leher keren itu, malah mengecupnya dengan penuh kasih sayang, sambil menasehati bahwa dia harus kembali untuk mencari kedamaian -- tidak gentayangan lagi maksudnya.
Sempat terpikirkan, apakah bulan-bulan ini edisi film vampire ya.... Meski judulnya gak ada kata-kata vampire-nya. Sedikit mirip dengan film Indonesia yang sekilas terlihat musiman. Atau......akunya aja yang pas kebetulan matching dengan film-film seperti itu, sehingga alam bawah sadar menuntun tangan-tanganku memilih film itu. Atau...... Atau........ Atau........... ^^
Hv a great weekend for all ^^
Thursday, December 18, 2008
Berlari. . . . .
Di suatu pagi, aku terbangun dari tidur dan hal pertama yang aku rasakan adalah kepala pusing, mulut kering, karena aku lupa minum air yang cukup. Kenapa demikian, karena aku ketiduran alias tidur dengan tidak disengaja, sehingga kewajiban minum sebelum tidurpun tidak sempat ditunaikan. Niat awal adalah merebahkan punggung yang lelah setelah beraktifitas sampai tengah malam. Kerjaan berpikir, menganalisa, menulis serta menanggapi email-email yang berkunjung merupakan rutinitas yang harus diselesaikan dengan baik.
“Masih ngantuk…”, bisikku sendiri. Musikpun masih mengalun dengan aduhainya ketika tanpa tersadar akupun tertidur, lagi dan lagi. Dalam tidur akupun bermimpi, dimana ada seorang sahabat mengunjungiku di kos tercinta. Aku sedikit heran ketika dia bertandang sambil membawa bekal, yaitu sebungkus nasi campur yang dibelinya di warteg sebelah. Tidak biasanya dia jajan di warteg. Juga dia membawa satu buah botol teh “Nu Green Tea”. Di kamar yang sempit kami bercerita banyak, mengingat sudah lama tidak berjumpa. Tidak disangka-sangka, ternyata kakakku yang cantik juga datang bertandang ke kos-an. Tidak jelas apa tujuannya. Beberapa saat kemudian aku terasa berputar dengan cepat dan dibawa ke sebuah wilayah dimana aku sering sekali bermain disana, yaitu rumah nenekku di Bali. Tapi tidak jelas juga kenapa aku tiba-tiba ada di sana. Karena hari sudah petang, dan ada berita bahwa tadi siang ada upacara penguburan, akupun bergegas pulang. Sepanjang jalan aku berlari, makin cepat dan semakin cepat. Jalanan yang gelap, remang-remang tidak menjadi rintangan. Karena aku ditemani “saudaraku” yaitu Rogers dan Riko. Meski mereka terlahir mengambil wujud anjing, aku selalu merasa ada ikatan batin dengan mereka. Ketika kami melesat berlari, tiba-tiba aku dibawa kembali pulang ke kos-anku di Jakarta, tapi aku kehilangan jejak. Roger menyadari bahwa aku nyasar, dan diapun berhenti berlari dan memandangiku sejenak “jangan khawatir, aku akan menemukan jalan pulang”, begitulah aku membaca pikirannya. Ternyata Riko sudah menemukan jalan pulang ke kos-anku, dan Roger dengan instingnya membawaku kemana Riko berada, yaitu ke kos-anku tercinta. Ketika aku tiba di kos-an, merekapun menghilang dan aku terbangun sambil tersengal-sengal mengatur nafas, mengingat aku baru selesai lari marathon dengan super speed.



Sekarang, Roger dan Riko, serta adik baru mereka Browny mungkin sedang makan pagi sambil menemani orang tuaku beraktivitas. Bagaimanapun juga, mereka bertiga adalah bagian dari keluarga kami yang sangat kami sayangi ^^.
-Putu-
“Masih ngantuk…”, bisikku sendiri. Musikpun masih mengalun dengan aduhainya ketika tanpa tersadar akupun tertidur, lagi dan lagi. Dalam tidur akupun bermimpi, dimana ada seorang sahabat mengunjungiku di kos tercinta. Aku sedikit heran ketika dia bertandang sambil membawa bekal, yaitu sebungkus nasi campur yang dibelinya di warteg sebelah. Tidak biasanya dia jajan di warteg. Juga dia membawa satu buah botol teh “Nu Green Tea”. Di kamar yang sempit kami bercerita banyak, mengingat sudah lama tidak berjumpa. Tidak disangka-sangka, ternyata kakakku yang cantik juga datang bertandang ke kos-an. Tidak jelas apa tujuannya. Beberapa saat kemudian aku terasa berputar dengan cepat dan dibawa ke sebuah wilayah dimana aku sering sekali bermain disana, yaitu rumah nenekku di Bali. Tapi tidak jelas juga kenapa aku tiba-tiba ada di sana. Karena hari sudah petang, dan ada berita bahwa tadi siang ada upacara penguburan, akupun bergegas pulang. Sepanjang jalan aku berlari, makin cepat dan semakin cepat. Jalanan yang gelap, remang-remang tidak menjadi rintangan. Karena aku ditemani “saudaraku” yaitu Rogers dan Riko. Meski mereka terlahir mengambil wujud anjing, aku selalu merasa ada ikatan batin dengan mereka. Ketika kami melesat berlari, tiba-tiba aku dibawa kembali pulang ke kos-anku di Jakarta, tapi aku kehilangan jejak. Roger menyadari bahwa aku nyasar, dan diapun berhenti berlari dan memandangiku sejenak “jangan khawatir, aku akan menemukan jalan pulang”, begitulah aku membaca pikirannya. Ternyata Riko sudah menemukan jalan pulang ke kos-anku, dan Roger dengan instingnya membawaku kemana Riko berada, yaitu ke kos-anku tercinta. Ketika aku tiba di kos-an, merekapun menghilang dan aku terbangun sambil tersengal-sengal mengatur nafas, mengingat aku baru selesai lari marathon dengan super speed.


Sekarang, Roger dan Riko, serta adik baru mereka Browny mungkin sedang makan pagi sambil menemani orang tuaku beraktivitas. Bagaimanapun juga, mereka bertiga adalah bagian dari keluarga kami yang sangat kami sayangi ^^.
-Putu-
Saturday, December 13, 2008
Romantisme
Sebuah lagu yang kata orang-orang merupakan lagu yang cukup "romantis" mengiang sekarang memenuhi kamar yang mungil ini. Sebetulnya aku sendiri tidak memahami 100% sebatas apa sih, sesuatu itu bisa disebut romantis, atau seseorang dikatakan romantis. Apakah dengan memberikan seikat besar mawar merah sudah bisa dikatakan romantis atau sekedar mengucapkan "have a good night" sudah sangat romantis...
Suatu siang, seseorang datang ke meja kerja dan memandangi huruf-huruf yang bertebaran di layar komputerku. Kemudian dia melirik ke atas komputer, dimana sebuah miniatur capung bertengger dengan nyamannya. "Romantis juga ya, ada capung seperti itu", diapun nyeletuk. "Hmmmm...", jawabku singkat. Di suatu siang lagi, diskusi mengenai selembar tissue dimulai dengan pengantar "keren ya penemu tissue itu". Akupun bercerita bahwa ketika aku pusing menilik program2-ku, aku menyempatkan waktu membuat puisi mengenai tissue, betapa berharganya selembar tissue dan kenapa mostly berwarna putih. Lagi-lagi dia berkomentar, "romantis sekali ya". Ketika dia tahu bagaimana aku menggambarkan sosok anjingku, diapun lanjut dengan semua kalimat yg berisi kata "romantis". Di suatu malam, ketika asik mengunyah makan malam yang nikmat ada yang nyeletuk, "jangan salah ama dia, dia itu romantis buanget. Lihat aja tulisan2-nya". Akupun berhenti mengunyah dan melirik dua orang di depanku sambil tersenyum singkat, "kita harus balancing", akupun ngeles ^^
Akupun berpikir sejenak, kok banyak hal yang aku lakukan, meski kecil, mereka menyebutnya "romantis". Dari manakah standard-standard romantisme itu bermunculan. Sebetulnya, ketika mengerjakan atau mengatakan atau menulis atau menyanyikan semua itu, aku hanya berpikir untuk menumpahkan isi kepala dan isi hati. That's all.
Jadi, mungkin emang bawaanku kali ya seperti ini. Banyak hal yang aku sukai atau miliki atau lakukan, semuanya berbau romantisme. Mulai dari pencinta bunga mawar, ampe menggambarkan sosok selembar tissue dengan "se-begitu-nya".
Goodluck for all, hidup Romantisme!! ^^
Monday, December 08, 2008
Sunday, December 07, 2008
Twilight
"Vampire vegetarian" itu mungkin dua kata yang paling membuatku tertarik dari film indah itu. Sedikit lucu juga, ketika si ganteng berkata "We're different with the other vampires. We only drink animals' blood. It's same like you're eating tofu, vegetarian." Aku baru tahu ternyata vampire juga ada yang vegetarian, meski definisinya berbeda dengan vegetarian-nya manusia. Terus ada yang sedikit unik lagi, vampire itu berbalik dengan manusia, selain sukanya gelap-gelap, udara dingin, dan hujan, ternyata mereka juga ada yang bisa baca pikiran manusia. Dan ketika dia mencintai seseorang, dia malah tidak bisa membaca pikiran kekasihnya itu. Kalau manusia, mungkin sedikit berbeda, ada kecenderungan bisa mengetahui pemikiran orang yang dicintainya.
Mengenai bagus tidaknya film ini, memang sangat-sangat relatif. Setelah film usai, aku bertanya pada Wawa, dan dia menjawab, "biasa aja tuh." Tapi kalau menurutku, film itu emang cocok ama diriku, dan emang bagus. Cara berpikir sebuah keluarga Cullen yang hidup di tengah-tengah manusia, cara mereka melindungi satu sama lain, cara mereka mengekspresikan cinta dan rasa peduli, aku menemukan sebuah seni di dalamnya yang memang terasa berbeda.
Ngomong-ngomong mengenai Wawa, dan Luki. Akhirnya kami bisa kumpul n makan bareng lagi ^-^ (sangat menyenangkan......). Setiap hari bergelut dengan tumpukan kertas dan tugas yang menggunung, sangat jarang kami bisa kumpul untuk sekedar makan dan ngobrol serta bersenda gurau.
goodluck for all ^^
Friday, December 05, 2008
Air dan Tanah(Bumi)

Dalam sebuah doa, terdengar suara gemericik air, terlihat sebuah sungai mengalir dengan tenang melewati celah-celah bebatuan, mengalir dari sumber menuju tujuannya. Di dalamnya tumbuh bunga teratai nan indah. Terlihat tanah di sekitarnya begitu bersih, meski banyak sekali hal yang tumbuh di atasnya. Tanah, air dan sungai itu terlihat begitu menyatu dan terlihat sangat indah. Sangat sederhana namun memiliki kekuatan yang luar biasa, kepolosan yang merupakan persatuan dua energi yang terkadang kasat mata.
Melihat dan merasakan dua hal itu, aku semakin menyadari bahwa memang tidak ada hal di dunia ini yang “kebetulan”, karena semuanya sudah memiliki peta, denah, rancangan yang memang seharusnya demikian. Mungkin hanya level yang membedakan setiap insan, sampai dimanakah mereka sanggup memahami semua itu.
Memiliki kesukaan mengenakan atau membeli benda-benda berwarna tanah, kayu, air, bagiku itu bukanlah sekedar kesenangan belaka, tapi sepertinya itu merupakan hal yang terlihat kecil namun memilki makna yang mungkin hanya aku yang menyadarinya. Mungkin gampangnya, aku bisa menyebut semua benda-benda atau apapun itu sudah berjodoh denganku. Tanpa disadari, ada seorang kakek tua yang memberiku sebuah liontin dari kayu, gara-gara aku memberikan selembar foto padanya. Aku sangat kagum ketika dia sangat terharu dengan selembar foto pemberianku. Dia berpikir bahwa itu adalah salah satu memori yang akan terkenang selama sisa hidupnya. Dan akhirnya dia memberiku sebuah liontin kayu yang memang menurutnya sangat berharga dan memang cocok buatku. Pada dasarnya dia tidak pernah tahu apa kesenanganku dan apakah aku pencinta kayu atau tidak.
Di sebuah gedung, di depan lift, aku sempat termenung sejenak. Dalam memilih pekerjaan, banyak melihat aku sebagai “exception”. Tidak biasanya orang dengan latar belakang seperti diriku masuk ke department ini, tapi seperti biasa… aku selalu menjadi orang yang “exception”. Di setiap lantai, di dinding-dinding terpasang gambar-gambar yang mencerminkan karakter perusahaan yang memang digambarkan oleh department yang “berkuasa” di lantai tersebut. Di depanku terpasang dua buah lukisan yaitu “air” dan “tanah”. Awalnya aku tidak pernah memperhatikan hal itu, tapi akhirnya aku menayadari, mungkin memang seharusnya aku berada disini, di lantai yang menurut mereka sesuai dengan karakter air dan tanah (namun mungkin saja banyak yang menganggap semua ini hanya kebetulan saja).
Ketika aku merasa takut, aku akan berbaring di lantai atau tanah. Ketika aku berjalan sambil “nyeker” nginjak tanah, rasanya sangat menyenangkan. Ketika aku mendaki bukit, aku selalu merasa pulang ke rumah. Sama halnya dengan air. Air itu sangat suci, Dia tidak pernah marah jika ada benda-benda yang mencemari, meski ada masanya dia bergolak, sehingga terlihat “marah” pada makhluk-makhluk yang mengotorinya.
Setiap nasihat yang masuk ke telinga, hampir semuanya berbunyi “jadilah seperti air dan tanah sayang..!!!..”
Menurut ramalan bintang, memang aku termasuk “unsur tanah”, dan pada dasarnya memang aku berasal dari air dan tanah ^^
Wednesday, December 03, 2008
Cerita Oktober - November
Tengah malam (00:20WIB) mataku terbuka dan aku terbangun dari tidur. Aku teringat kembali dengan sebuah hari di akhir-akhir Oktober -- awal-awal November. Mungkin tidak ada gunanya mengingat semua itu, tapi untungnya aku masih menganggap hari itu mungkin akan bermanfaat utk nanti. Jadi dengan menulis semua itu, at least aku masih menyimpan semuanya dalam bentuk tulisan.
Waktu itu memang masa-masa dimana aku struggled dengan pemikiran sendiri, pemikiran orang tua, dan pemikiran orang-orang di sekitar. Aku merasa sebuah impian ada di depan mata, yaitu traveling overseas, tapi tiba-tiba tercekal dengan sebuah alasan yang memang benar-benar sebuah alasan. Kecewa mungkin iya banget, tapi itu adalah realita yg harus aku terima. Di lain sisi aku dihadapkan pada kemungkinan-kemungkinan lain yang aku pikir semuanya sangat bagus, teramat sangat bagus malah, tapi aku tidak yakin mana yang terbaik untukku. Sekali lagi disinilah fungsi dari insting diperlukan, dan aku merasa bersyukur sekali akhirnya aku menemukan satu per satu jawaban dari semua pertanyaan atau alasan kenapa sebuah alasan muncul.
Sendiri menghadapi permasalahan bukanlah hal baru buatku, namun setiap manusia ada masa-masa desperate dan membutuhkan orang lain. Waktu itu tanpa aku sadari, tanpa aku inginkan juga, tiba-tiba aku teringat seseorang, yang mampu membuat otakku berputar-putar terus hingga subuh akhirnya mataku terpejam juga, meski jam tujuh pagi aku harus kembali bangun untuk bersiap-siap ke kantor. Di kantor, kembali semua bayangan itu muncul. Mungkin aku harus berlari dan melupakan semua itu tapi aku tidak bisa. Waktupun terus berjalan hingga malam tiba. Seperti biasa aku pulang dari kantor dengan menikmati serpihan-serpihan kota Jakarta yang merupakan perpaduan individualisme dan toleransi yang mampu membuatku tersenyum sesaat. Air mataku hendak menetes, senyuman seorang pengemis berhasil menahannya, meski sesaat. Aku merasa dia ada di depanku dan memanggilku, tapi nyatanya tidak. Ketika aku berusaha untuk menahan air mata agar tidak menetes(aku kangen, itulah satu kata yang terbersit), aku menatap langit dan saat itu aku menyadari sebuah tulisan "MANULIFE FINANCIAL" bertengger dengan megahnya di dinding sebuah gedung mewah. Aku tidak mampu lagi manahan semua itu, kalau bisa, aku ingin berlari jauh dari semua itu sehingga aku tidak akan pernah melihat kilauan lampu yang menyinari tulisan itu, yg akan mengingatkanku padanya. Aku merasa dia dekat tapi aku tidak bisa meraihnya...
Setiap hari berurusan sama logika dan realita, aku tidak mau terjerembab dalam semua bayang-bayang maya yang memang terlihat sangat nyata. Beberapa jam setelah semua itu, aku berdiri di halaman dan menatap kilauan cahaya tulisan mewah itu, lagi... untuk kesekian kalinya. Aku harus berani menatapnya, krn itulah kenyataannya. Kalau dia hendak pergi, silahkan pergi sejauh-jauhnya. Jika masanya tiba, dia akan pulang dan kembali. I wish!!
Sekarang, sudah saatnya aku kembali tidur, krn banyak hal yang hendak diselesaikan esok hari. Meski tertatih-tatih, every single thing gonna be ok. Yes, it wiil.
hv a good night
-Putu-
Waktu itu memang masa-masa dimana aku struggled dengan pemikiran sendiri, pemikiran orang tua, dan pemikiran orang-orang di sekitar. Aku merasa sebuah impian ada di depan mata, yaitu traveling overseas, tapi tiba-tiba tercekal dengan sebuah alasan yang memang benar-benar sebuah alasan. Kecewa mungkin iya banget, tapi itu adalah realita yg harus aku terima. Di lain sisi aku dihadapkan pada kemungkinan-kemungkinan lain yang aku pikir semuanya sangat bagus, teramat sangat bagus malah, tapi aku tidak yakin mana yang terbaik untukku. Sekali lagi disinilah fungsi dari insting diperlukan, dan aku merasa bersyukur sekali akhirnya aku menemukan satu per satu jawaban dari semua pertanyaan atau alasan kenapa sebuah alasan muncul.
Sendiri menghadapi permasalahan bukanlah hal baru buatku, namun setiap manusia ada masa-masa desperate dan membutuhkan orang lain. Waktu itu tanpa aku sadari, tanpa aku inginkan juga, tiba-tiba aku teringat seseorang, yang mampu membuat otakku berputar-putar terus hingga subuh akhirnya mataku terpejam juga, meski jam tujuh pagi aku harus kembali bangun untuk bersiap-siap ke kantor. Di kantor, kembali semua bayangan itu muncul. Mungkin aku harus berlari dan melupakan semua itu tapi aku tidak bisa. Waktupun terus berjalan hingga malam tiba. Seperti biasa aku pulang dari kantor dengan menikmati serpihan-serpihan kota Jakarta yang merupakan perpaduan individualisme dan toleransi yang mampu membuatku tersenyum sesaat. Air mataku hendak menetes, senyuman seorang pengemis berhasil menahannya, meski sesaat. Aku merasa dia ada di depanku dan memanggilku, tapi nyatanya tidak. Ketika aku berusaha untuk menahan air mata agar tidak menetes(aku kangen, itulah satu kata yang terbersit), aku menatap langit dan saat itu aku menyadari sebuah tulisan "MANULIFE FINANCIAL" bertengger dengan megahnya di dinding sebuah gedung mewah. Aku tidak mampu lagi manahan semua itu, kalau bisa, aku ingin berlari jauh dari semua itu sehingga aku tidak akan pernah melihat kilauan lampu yang menyinari tulisan itu, yg akan mengingatkanku padanya. Aku merasa dia dekat tapi aku tidak bisa meraihnya...
Setiap hari berurusan sama logika dan realita, aku tidak mau terjerembab dalam semua bayang-bayang maya yang memang terlihat sangat nyata. Beberapa jam setelah semua itu, aku berdiri di halaman dan menatap kilauan cahaya tulisan mewah itu, lagi... untuk kesekian kalinya. Aku harus berani menatapnya, krn itulah kenyataannya. Kalau dia hendak pergi, silahkan pergi sejauh-jauhnya. Jika masanya tiba, dia akan pulang dan kembali. I wish!!
Sekarang, sudah saatnya aku kembali tidur, krn banyak hal yang hendak diselesaikan esok hari. Meski tertatih-tatih, every single thing gonna be ok. Yes, it wiil.
hv a good night
-Putu-
Monday, December 01, 2008
Traveler's memories
"Mbak tenang, gak usah cemas", seorang staff bandara tersenyum berkata ke aku. "iya, suksme" aku balas sambil toleh kanan-kiri. Itu mungkin pemandangan sekilas ketika aku berdiri di sela-sela pesawat Lion Air.
Ternyata, setelah aku renungkan dan lihat ke belakang, banyak juga kenangan yang sangat memorial selama aku melakukan perjalanan sendiri. Mari kita urutkan::
Tahun 2001 akhir pergi ke Surabaya, tidak disangka dan tidak diduga, aku berkumpul dengan pasukan mudik asal Madura. Hebohnya minta ampyunnnnnn!!! pusing aku dengerin semua percakapan itu, krn sometimes gak ngerti blassss. Kebetulan aku duduk hadap2an di kereta dengan seorang ibu yg bercerita mengenai kisah dia di Jakarta, selaku pedagang kaki lima yang sering kena gusur. "wao", itulah jawaban yg paling sering keluar dari mulutku. Dia jualan di depan kampus sebuah universitas, dan emang di TV sering ditayangkan acara penggusuran pedagang kaki lima di daerah tersebut. Ternyata aku sedang ngobrol dengan salah satu korbannya :D
Tahun 2004, bulan Mei. Ketemu dengan seorang bapak yg pertama kali datang ke Jakarta dan dia sungguh pusing melihat pemandangan kota besar ini. Dan.... untuk pertama kalinya aku muntah di bis Safari Dharma Raya. Tidak cuman aku, hampir semua penumpang saat itu muntah, dan mereka sendiri heran, krn itu pertama kalinya mereka muntah setelah bertahun2 naik bis yang sama.
Tahun 2005 akhir, aku bertemu seorang yang sangat sangat aku kagumi, almarhum Sihang Baud. Pesan yang selalu mengiang di kepala, mengalir sampai ke hati, dan aku selalu berusaha menunjukkannya dalam langkah nyata. Saat itu adalah ketika aku salah turun angkot dan hujan gerimis mengguyur Jakarta Barat. Dengan sedikit berlari aku menuju terminal bis dan denan nafas yg masih sedikit ngos2an duduk bersebelahan (di ruang tunggu) dengan seorang bapak yang sangat baik. Terima kasih banyak Sihang.....
Tahun 2006, bulan April. Secara kebetulan aku ditawarin tiket yg lebih awal oleh seorang staff airline, tapi aku malah ketinggalan pesawat tersebut. Sedikit lucu dan mengherankan, sampai-sampai staff airline itu bertanya "Mbak baik-baik aja? apakah Anda sakit?", dan segudang pertanyaan lainnya. "tidak, terima kasih", jawabku singkat. Ternyata oh ternyata, gara2 aku ketinggalan pesawat akhirnya aku ketemu ama super chief hotel2 berbintang di Indonesia. Dengan ramah dia ngajarin aku mengenai table manner gaya western yang notabene beda banget ama Japanese style. Nice trip ^^
Tahun 2006 akhir, aku bertemu seorang putra Bali yang "pintar" dan "nyeni" banget. Pak Dewa, itulah caraku memanggil dia. Pertemuan itupun sangat tidak disengaja, krn sebetulnya aku tidak menginginkan saat2 itu, yaitu ketika pesawat Mandala delay kurang lebih selama satu jam. Wuih..... melelahkan banget!! tapi gapapa ^^ -- dapat pelajaran berharga ngobrol ama Pak Dewa. Thanks a lot.!.
Tahun 2008, bulan Juli tepatnya. Ada seseorang melirik kemudian tersenyum di loket tiket bis Damri, Bandara Soekarno-Hatta. Seperti biasa akupun membalas senyum orang tersebut. Ternyata oh ternyata, dia adalah competitor perusahaanku saat itu. Ketika dia memperkenalkan dirinya dan mengetahui dimana aku bekerja, dia sempet berkata dan menunjukkan bahwa dia sudah memandang perusahaanku dengan sebelah mata. Ketika-ku bertanya "ok, so now, please let me know what u know about my company". Dan diapun beralih pandang ke bus yg sudah datang menghampiri, tanpa berkata sepatahpun. Tapi dia malah nawarin aku kerjaan baru, dan ngasi kartu nama :D
Tahun 2008, tgl 30 Nov. Wao...... terengah-engah memasuki pesawat dan semua mata memandangku. Thanks God, hanya itu yang bisa terucap, ketika aku menyadari bahwa aku salah naik pesawat. Sebetulnya gak salah2 banget sih.... (ngeles dikit), wong waktu boarding jurusan Jakarta dan Surabaya bersamaan, dan saat itu hanya dibedakan "jalur kanan utk jurusan Surabaya, dan jalur kiri utk jurusan Jakarta". Saat itu aku baru keluar dari toilet dan ibu nelpon, jd sambil tergopoh-gopoh angkat telpon aku menuju antrian di jalur sebelah kanan. Alhasil aku ikut rombongan Surabaya. Untung banget ketika mau naruh tas dan duduk, lho kok udah ada orangnya di kursiku. "Sorry", jawaban singkat keluar.. Dengan sigap berjalan ke arah pramugari yg ramah, dia mengecek tiket dan dia nanya "Mbak mau kemana?" "Jakarta", dengan cepat suara keluar. "Mbak salah pesawat", sahutnya masih ramah. "Ok, thank you", aku buru2 lari turun pesawat dan minta tolong staff bandara nganter balik ke pesawat Lion Air yang ke Jakarta, thank............ Angga ^^ . Setiba di pesawat, ada suara ramah menegur "buru-buru ya?", "ya mbak, takut telat, ternyata jam flight-nya dimajuin kan", jawabku sambil mengatur posisi duduk. Ternyata oh ternyata lagi, si mbak yang baik hati ini adalah seorang Dokter pakar kecantikan, yang udah melanglang buana. Bersyukur banget ketemu dia, aku berbisik. Banyak ilmu, cerita, dan pengalaman baru. Dan juga.... dia itu bekerja sosial untuk yayasan. Dia menasihati bahwa sangat baik berbuat sosial, tp tetep harus berpegangan ama norma2 dan peraturan2 yang ada. Wah..... perjalanan 1,5 jam-pun tidak terasa.
Traveling sendiri emang menyenangkan buatku, meski kadang2 nyasar, atau salah masuk, atau atau yang lainnya. Tapi semua itu akan meninggalkan cerita yang kan selalu ku kenang ^^ -- so nice........!!!
Ternyata, setelah aku renungkan dan lihat ke belakang, banyak juga kenangan yang sangat memorial selama aku melakukan perjalanan sendiri. Mari kita urutkan::
Tahun 2001 akhir pergi ke Surabaya, tidak disangka dan tidak diduga, aku berkumpul dengan pasukan mudik asal Madura. Hebohnya minta ampyunnnnnn!!! pusing aku dengerin semua percakapan itu, krn sometimes gak ngerti blassss. Kebetulan aku duduk hadap2an di kereta dengan seorang ibu yg bercerita mengenai kisah dia di Jakarta, selaku pedagang kaki lima yang sering kena gusur. "wao", itulah jawaban yg paling sering keluar dari mulutku. Dia jualan di depan kampus sebuah universitas, dan emang di TV sering ditayangkan acara penggusuran pedagang kaki lima di daerah tersebut. Ternyata aku sedang ngobrol dengan salah satu korbannya :D
Tahun 2004, bulan Mei. Ketemu dengan seorang bapak yg pertama kali datang ke Jakarta dan dia sungguh pusing melihat pemandangan kota besar ini. Dan.... untuk pertama kalinya aku muntah di bis Safari Dharma Raya. Tidak cuman aku, hampir semua penumpang saat itu muntah, dan mereka sendiri heran, krn itu pertama kalinya mereka muntah setelah bertahun2 naik bis yang sama.
Tahun 2005 akhir, aku bertemu seorang yang sangat sangat aku kagumi, almarhum Sihang Baud. Pesan yang selalu mengiang di kepala, mengalir sampai ke hati, dan aku selalu berusaha menunjukkannya dalam langkah nyata. Saat itu adalah ketika aku salah turun angkot dan hujan gerimis mengguyur Jakarta Barat. Dengan sedikit berlari aku menuju terminal bis dan denan nafas yg masih sedikit ngos2an duduk bersebelahan (di ruang tunggu) dengan seorang bapak yang sangat baik. Terima kasih banyak Sihang.....
Tahun 2006, bulan April. Secara kebetulan aku ditawarin tiket yg lebih awal oleh seorang staff airline, tapi aku malah ketinggalan pesawat tersebut. Sedikit lucu dan mengherankan, sampai-sampai staff airline itu bertanya "Mbak baik-baik aja? apakah Anda sakit?", dan segudang pertanyaan lainnya. "tidak, terima kasih", jawabku singkat. Ternyata oh ternyata, gara2 aku ketinggalan pesawat akhirnya aku ketemu ama super chief hotel2 berbintang di Indonesia. Dengan ramah dia ngajarin aku mengenai table manner gaya western yang notabene beda banget ama Japanese style. Nice trip ^^
Tahun 2006 akhir, aku bertemu seorang putra Bali yang "pintar" dan "nyeni" banget. Pak Dewa, itulah caraku memanggil dia. Pertemuan itupun sangat tidak disengaja, krn sebetulnya aku tidak menginginkan saat2 itu, yaitu ketika pesawat Mandala delay kurang lebih selama satu jam. Wuih..... melelahkan banget!! tapi gapapa ^^ -- dapat pelajaran berharga ngobrol ama Pak Dewa. Thanks a lot.!.
Tahun 2008, bulan Juli tepatnya. Ada seseorang melirik kemudian tersenyum di loket tiket bis Damri, Bandara Soekarno-Hatta. Seperti biasa akupun membalas senyum orang tersebut. Ternyata oh ternyata, dia adalah competitor perusahaanku saat itu. Ketika dia memperkenalkan dirinya dan mengetahui dimana aku bekerja, dia sempet berkata dan menunjukkan bahwa dia sudah memandang perusahaanku dengan sebelah mata. Ketika-ku bertanya "ok, so now, please let me know what u know about my company". Dan diapun beralih pandang ke bus yg sudah datang menghampiri, tanpa berkata sepatahpun. Tapi dia malah nawarin aku kerjaan baru, dan ngasi kartu nama :D
Tahun 2008, tgl 30 Nov. Wao...... terengah-engah memasuki pesawat dan semua mata memandangku. Thanks God, hanya itu yang bisa terucap, ketika aku menyadari bahwa aku salah naik pesawat. Sebetulnya gak salah2 banget sih.... (ngeles dikit), wong waktu boarding jurusan Jakarta dan Surabaya bersamaan, dan saat itu hanya dibedakan "jalur kanan utk jurusan Surabaya, dan jalur kiri utk jurusan Jakarta". Saat itu aku baru keluar dari toilet dan ibu nelpon, jd sambil tergopoh-gopoh angkat telpon aku menuju antrian di jalur sebelah kanan. Alhasil aku ikut rombongan Surabaya. Untung banget ketika mau naruh tas dan duduk, lho kok udah ada orangnya di kursiku. "Sorry", jawaban singkat keluar.. Dengan sigap berjalan ke arah pramugari yg ramah, dia mengecek tiket dan dia nanya "Mbak mau kemana?" "Jakarta", dengan cepat suara keluar. "Mbak salah pesawat", sahutnya masih ramah. "Ok, thank you", aku buru2 lari turun pesawat dan minta tolong staff bandara nganter balik ke pesawat Lion Air yang ke Jakarta, thank............ Angga ^^ . Setiba di pesawat, ada suara ramah menegur "buru-buru ya?", "ya mbak, takut telat, ternyata jam flight-nya dimajuin kan", jawabku sambil mengatur posisi duduk. Ternyata oh ternyata lagi, si mbak yang baik hati ini adalah seorang Dokter pakar kecantikan, yang udah melanglang buana. Bersyukur banget ketemu dia, aku berbisik. Banyak ilmu, cerita, dan pengalaman baru. Dan juga.... dia itu bekerja sosial untuk yayasan. Dia menasihati bahwa sangat baik berbuat sosial, tp tetep harus berpegangan ama norma2 dan peraturan2 yang ada. Wah..... perjalanan 1,5 jam-pun tidak terasa.
Traveling sendiri emang menyenangkan buatku, meski kadang2 nyasar, atau salah masuk, atau atau yang lainnya. Tapi semua itu akan meninggalkan cerita yang kan selalu ku kenang ^^ -- so nice........!!!
Monday, November 17, 2008
Sunshine after the rain

Gak nyadar sebuah lagu mengiang di telinga, ternyata judulnya enak aja "sunshine after the rain".
Kalimat itu mungkin memberikan banyak arti, ketika aku melihat cyberdharma, aku teringat bagaimana kisah 2 bulan yang lalu, dan aku hanya bisa berucap "terima kasih untuk semuanya, untuk semua semangat itu, untuk semua ide yang sangat indah, meski kecil itu sangat berarti". Berdoa agar semakin banyak ide yang tertampung, dan semoga semakin banyak hal indah tercipta. Sunshine after the rain... is there...
Kemudian aku membuka Friendster, tiba-tiba tangan meng-click Friend, dan aku menatap sebuah page, yang selalu aku lihat dulu... Sekarang, maybe the rain just fell down and I need to stay, couldn't go anywhere. Wish the rain finish, and I can move forward, walk, run, to .... Those pictures remind me of all the stories behind. Sunshine after the rain is the one thing I won't change
Then, somebody asked "Wao Paris...". "Nope, itu Tokyo Tower" sahutku. Memandangi Tokyo Tower dari balik pohon, merupakan sebuah moment yg sangat indah. Teringat ketika aku berjalan di Rainbow Bridge, tanpa disadari aku make a wish, yang tersimpan rapi sampai sekarang, angin sumilir, ombak, merekalah saksi dari setiap kata lembut yang aku ucapkan dalam bisikan. Still hold the hope...
Sunshine after the rain is the one thing I won't change.....I'll be the sunshine after the rain... Sunshine after the rain together till the end....
Thursday, November 13, 2008
Virus “n-Ach”
Menjelang makan siang, tiba-tiba ada sebuah message muncul berjudul “Sekolah Hidup Susah”. Kesan pertama hanya bisa tersenyum dengan dibarengi niat untuk mencari tahu. Beberapa kalimat melintas di benak, beberapa paragraf selesai, beberapa contoh hinggap di kepala, dan akhirnya senyam senyum sendiri, hehehe. Ternyata tanpa disadari aku sudah terjangkit virus “n-Ach” dari masa balita. Siapa yang menulari, aku tidak tahu!!
Waktu kecil, makan bersama orang-orang yang jail bukanlah kegemaranku, karena mereka suka mengambil makanan yang aku sisihkan. Kenapa aku menyisihkan, karena aku ingin memakannya nanti. Makanan seperti apakah itu, makanan yang paling enak dari semua makanan yang ada di dalam piring tentunya. Ternyata oh ternyata, kebiasaan hidup seperti itu adalah tanda-tanda orang yang terjangkit virus “n-Ach”. Wao.... kesan selanjutnya, xixixixixixixi.
Btw, virus “n-Ach” (need Achievement) adalah sebuah virus yang harus dikembangbiakkan. Karena dengan berkembangnya virus ini, kekebalan seseorang akan dunia yang kejam semakin terpelihara, sehingga ketika mengalami masa-masa buruk, dia akan tetap sehat dan masih kuat menatap dunia. Singkat kata, hidup susah juga perlu dilatih, agar jiwa mental fisik siap menghadapi masa-masa dikala kita jatuh miskin atau gagal atau peristiwa tidak enak lainnya. Menurut survey (yang membuat sedikit kaget), ternyata 3 dari 10 orang di Indonesia mengalami gangguan jiwa. Mereka semua berada dalam posisi labil dan selalu dihantui ketakutan jika mereka mengalami kegagalan, krn memang mereka tidak siap untuk itu. Orang yang biasa serba mewah, ketika jatuh miskin, tentu akan merasa cukup sulit menyesuaikan diri. Jadi, menurut artikel tersebut, biasakanlah hidup prihatin, karena kita tidak pernah tahu roda dunia sedang berada dimana, di atas atau di bawah.
Wah.... emang satu artikel itu benar-benar membuatku berpikir dan terbang ke alam 20 tahun lalu. Menurut teori, setiap makhluk hidup pasti mempunyai insting untuk survive, dan aku merasa diriku juga demikian adanya. Tidak ada yang pernah mengajari, tidak ada orang yang aku contek, tapi tanpa disadari aku menjalani pola hidup seperti itu (selalu berusaha merawat ladang tempat berkembangbiaknya virus “n-Ach”) ^^
Gambarimasu!!!
Waktu kecil, makan bersama orang-orang yang jail bukanlah kegemaranku, karena mereka suka mengambil makanan yang aku sisihkan. Kenapa aku menyisihkan, karena aku ingin memakannya nanti. Makanan seperti apakah itu, makanan yang paling enak dari semua makanan yang ada di dalam piring tentunya. Ternyata oh ternyata, kebiasaan hidup seperti itu adalah tanda-tanda orang yang terjangkit virus “n-Ach”. Wao.... kesan selanjutnya, xixixixixixixi.
Btw, virus “n-Ach” (need Achievement) adalah sebuah virus yang harus dikembangbiakkan. Karena dengan berkembangnya virus ini, kekebalan seseorang akan dunia yang kejam semakin terpelihara, sehingga ketika mengalami masa-masa buruk, dia akan tetap sehat dan masih kuat menatap dunia. Singkat kata, hidup susah juga perlu dilatih, agar jiwa mental fisik siap menghadapi masa-masa dikala kita jatuh miskin atau gagal atau peristiwa tidak enak lainnya. Menurut survey (yang membuat sedikit kaget), ternyata 3 dari 10 orang di Indonesia mengalami gangguan jiwa. Mereka semua berada dalam posisi labil dan selalu dihantui ketakutan jika mereka mengalami kegagalan, krn memang mereka tidak siap untuk itu. Orang yang biasa serba mewah, ketika jatuh miskin, tentu akan merasa cukup sulit menyesuaikan diri. Jadi, menurut artikel tersebut, biasakanlah hidup prihatin, karena kita tidak pernah tahu roda dunia sedang berada dimana, di atas atau di bawah.
Wah.... emang satu artikel itu benar-benar membuatku berpikir dan terbang ke alam 20 tahun lalu. Menurut teori, setiap makhluk hidup pasti mempunyai insting untuk survive, dan aku merasa diriku juga demikian adanya. Tidak ada yang pernah mengajari, tidak ada orang yang aku contek, tapi tanpa disadari aku menjalani pola hidup seperti itu (selalu berusaha merawat ladang tempat berkembangbiaknya virus “n-Ach”) ^^
Gambarimasu!!!
Saturday, November 01, 2008
Hakusui
Hakusui, itulah satu-satunya kata yang bisa aku baca dalam sebuah kipas hasil pemberian (krn kata lainnya semua dalam kanji). Tidak terasa, tiga tahun sudah kipas itu menemani hari-hariku yang sangat berwarna.
Ketika tiba di kantor, tergeletak sebuah kipas yang terbuat dari kertas di meja kerja. Meski terlihat sangat sederhana, tapi sangat menarik perhatianku, sampai-sampai aku bertanya pada semua penghuni kantor (kecuali dua orang) siapa kira-kira yang meletakkan kipas cantik itu di mejaku. Tak satupun mengaku dan hanya menjawab “tidak tahu putu san”.
Seharian pikiran terus dibawa ke alam tebak-menebak, siapa yang sangat berbaik hati memberiku sebuah kipas, dengan cara diam-diam lagi. Sampai akhirnya malampun tiba dan berusaha untuk mengulur waktu hingga semua orang pulang sehingga hanya tinggal beberapa, termasuk diriku tentunya. Dengan mengumpulkan keberanian akhirnya bertanyalah pada mereka yang sedang membereskan laptop “excusme, anybody knows who gave me this??”, dan merekapun bingung... “no no, not me” “I don’t know”. Akhirnya muncullah si Mr.X, dan berkata “ini dari saya untuk putu san”. “Arigatou....” balasku sambil tersenyum ^^ -- persahabatanpun dimulai!!!
Hah....... hari memang cepat berlalu dan semuanya hanya tinggal kenangan. Tapi semuanya memang sangat berharga dan pantas untuk dikenang. So nice......
Kipas kipas..., thanks ya udah jadi salah satu sobatku. Aku akan berusaha untuk selalu menjagamu, seperti pesan sang pemberi.
Gambarimasu!!!
-Putu-
Ketika tiba di kantor, tergeletak sebuah kipas yang terbuat dari kertas di meja kerja. Meski terlihat sangat sederhana, tapi sangat menarik perhatianku, sampai-sampai aku bertanya pada semua penghuni kantor (kecuali dua orang) siapa kira-kira yang meletakkan kipas cantik itu di mejaku. Tak satupun mengaku dan hanya menjawab “tidak tahu putu san”.
Seharian pikiran terus dibawa ke alam tebak-menebak, siapa yang sangat berbaik hati memberiku sebuah kipas, dengan cara diam-diam lagi. Sampai akhirnya malampun tiba dan berusaha untuk mengulur waktu hingga semua orang pulang sehingga hanya tinggal beberapa, termasuk diriku tentunya. Dengan mengumpulkan keberanian akhirnya bertanyalah pada mereka yang sedang membereskan laptop “excusme, anybody knows who gave me this??”, dan merekapun bingung... “no no, not me” “I don’t know”. Akhirnya muncullah si Mr.X, dan berkata “ini dari saya untuk putu san”. “Arigatou....” balasku sambil tersenyum ^^ -- persahabatanpun dimulai!!!
Hah....... hari memang cepat berlalu dan semuanya hanya tinggal kenangan. Tapi semuanya memang sangat berharga dan pantas untuk dikenang. So nice......
Kipas kipas..., thanks ya udah jadi salah satu sobatku. Aku akan berusaha untuk selalu menjagamu, seperti pesan sang pemberi.
Gambarimasu!!!
-Putu-
Wednesday, October 15, 2008
175 Perak!!
Ketika membuka Friendster, terlihat ada angka 175 di halaman “connection”, ternyata aku udah memiliki 175 teman disana. Tiba-tiba teringat masa TK – SD dulu, dimana uang 175 adalah kesukaanku. Ketika dikasi 150, gak mau. Kalau dikasi 200, mikir2 dulu sebelum masukin ke kantong.
Sekarang sempat mikir, kenapa aku dulu cinta banget ama uang berakhiran 25 ya... apa karena absenku adalah absen 25 di sekolah. Sebetulnya sih gak ada alasan yang cukup misterius sepertinya, hanya saja dengan uang 25 perak aku bisa membeli sebuah snack kesukaanku (20 thn yang lalu). Jadi, 25 perak buat beli snack, 50 perak buat beli nasi bungkus (mirip nasi jinggo), terus 100 perak ditabung deh.... ^^
Masa dulu itu murah banget rasanya hidup. Tapi sebetulnya sama aja sih dengan sekarang. Sesuai hukum ekonomi, harga murah – pendapatan juga segitu2 aja, terus sekarang harga udah pada mahal – syukurnya pendapatan ngikut juga sie.... hehehe
Terus, kalau sekarang melirik anak-anak TK – SD yang jajan, kayanya minimal 2000-an deh, karena harga snack aja udah 500-an perak (itu kalau ke sekolah jalan kaki, jd tidak terhitung ongkos angkot).
Senang sekali mengenang masa anak-anak ^^
Gambarimasu!!!
-Putu-
Sekarang sempat mikir, kenapa aku dulu cinta banget ama uang berakhiran 25 ya... apa karena absenku adalah absen 25 di sekolah. Sebetulnya sih gak ada alasan yang cukup misterius sepertinya, hanya saja dengan uang 25 perak aku bisa membeli sebuah snack kesukaanku (20 thn yang lalu). Jadi, 25 perak buat beli snack, 50 perak buat beli nasi bungkus (mirip nasi jinggo), terus 100 perak ditabung deh.... ^^
Masa dulu itu murah banget rasanya hidup. Tapi sebetulnya sama aja sih dengan sekarang. Sesuai hukum ekonomi, harga murah – pendapatan juga segitu2 aja, terus sekarang harga udah pada mahal – syukurnya pendapatan ngikut juga sie.... hehehe
Terus, kalau sekarang melirik anak-anak TK – SD yang jajan, kayanya minimal 2000-an deh, karena harga snack aja udah 500-an perak (itu kalau ke sekolah jalan kaki, jd tidak terhitung ongkos angkot).
Senang sekali mengenang masa anak-anak ^^
Gambarimasu!!!
-Putu-
Friday, October 10, 2008
Hujan
Sepertinya banyak orang yang teringat masa lalu ketika hujan turun dan sambil memandangi rintik-rintik yang turun, pikiran terbang melayang ke alam puluhan tahun silam.
Saat ini aku sedang menonton sebuah film samurai, tokoh utamanya adalah seorang samurai tua buta (pura-pura buta tepatnya) yang bernama Zatoichi. Ketika hujan turun, dia hanya bisa mendengarkan rintik hujan dan mulai teringat akan masa lalu dia, ketika membunuh sekelompok musuhnya di dekat jurang pas hujan lebat menerpa. Kemudian, si gadis cantik yang berpura-pura sebagai geisha guna membalas dendam kematian orang tuanya juga bengong memandangi hujan. Dia teringat ketika bersama adiknya yang bernama Seitaro ngungsi dari satu rumah ke rumah lainnya (karena mereka tidak punya tepat tinggal dan diburu-buru oleh musuh ayahnya). Yang lebih kasiannya lagi, Seitaro yang merupakan seorang laki-laki, dipaksa menjadi geisha oleh majikannya waktu kecil (mereka sempat menjadi pembantu di sebuah rumah). Syukurnya Seitaro sangat baik, dan memanfaatkan semuanya untuk memperoleh uang, sehingga dia bisa bertahan hidup bersama kakaknya. Sedih memang, tapi begitulah dunia, harus dihadapi dengan keberanian.
Akhirnya aku juga teringat masa-masa dulu, dimana hujan selalu memberikan banyak cerita. Teringat waktu naik motor ama kakak tersayang pas hujan lebat. Meski kita kedinginan, tapi kita terus bertahan agar cepat sampai rumah. Satu sama lain saling menyemangati. Aku kasi semangat agar dia gak gemeteran pegang stang motor, dan dia nyemangatin aku agar gak ngantuk. Namun ada suatu masa dimana motor kami mogok, gak bisa jalan lagi. Untungnya ada tempat berteduh ^^ , setelah hujan reda, motornya sehat lagi, hehehe. Emang kakakku itu adalah sobatku dari kecil ampe sekarang dan seterusnya.
Waktu kecil, hujan memberi kesenangan tersendiri untukku, meski setiap hari sepatu basah sepulang sekolah. Sepulang sekolah langsung mandi, trus makan siang, kemudian tidur siang. Bangun-bangun hujannya udah reda dan saatnya menonton pelangi.... sambil bermain dengan anjingku ^^
Masa kecil itu emang sangat menyenangkan, meski semua dalam kategori “basic”, tapi aku sangat mensyukurinya, karena itulah yang terindah ^^
Dan hujan memang memberi berkah, tidak heran teman-teman Chinese sangat senang jika hujan turun pas Gong Xi Fatchai, tapi asal jangan ampe banjir-banjir segala......
-Putu-
Saat ini aku sedang menonton sebuah film samurai, tokoh utamanya adalah seorang samurai tua buta (pura-pura buta tepatnya) yang bernama Zatoichi. Ketika hujan turun, dia hanya bisa mendengarkan rintik hujan dan mulai teringat akan masa lalu dia, ketika membunuh sekelompok musuhnya di dekat jurang pas hujan lebat menerpa. Kemudian, si gadis cantik yang berpura-pura sebagai geisha guna membalas dendam kematian orang tuanya juga bengong memandangi hujan. Dia teringat ketika bersama adiknya yang bernama Seitaro ngungsi dari satu rumah ke rumah lainnya (karena mereka tidak punya tepat tinggal dan diburu-buru oleh musuh ayahnya). Yang lebih kasiannya lagi, Seitaro yang merupakan seorang laki-laki, dipaksa menjadi geisha oleh majikannya waktu kecil (mereka sempat menjadi pembantu di sebuah rumah). Syukurnya Seitaro sangat baik, dan memanfaatkan semuanya untuk memperoleh uang, sehingga dia bisa bertahan hidup bersama kakaknya. Sedih memang, tapi begitulah dunia, harus dihadapi dengan keberanian.
Akhirnya aku juga teringat masa-masa dulu, dimana hujan selalu memberikan banyak cerita. Teringat waktu naik motor ama kakak tersayang pas hujan lebat. Meski kita kedinginan, tapi kita terus bertahan agar cepat sampai rumah. Satu sama lain saling menyemangati. Aku kasi semangat agar dia gak gemeteran pegang stang motor, dan dia nyemangatin aku agar gak ngantuk. Namun ada suatu masa dimana motor kami mogok, gak bisa jalan lagi. Untungnya ada tempat berteduh ^^ , setelah hujan reda, motornya sehat lagi, hehehe. Emang kakakku itu adalah sobatku dari kecil ampe sekarang dan seterusnya.
Waktu kecil, hujan memberi kesenangan tersendiri untukku, meski setiap hari sepatu basah sepulang sekolah. Sepulang sekolah langsung mandi, trus makan siang, kemudian tidur siang. Bangun-bangun hujannya udah reda dan saatnya menonton pelangi.... sambil bermain dengan anjingku ^^
Masa kecil itu emang sangat menyenangkan, meski semua dalam kategori “basic”, tapi aku sangat mensyukurinya, karena itulah yang terindah ^^
Dan hujan memang memberi berkah, tidak heran teman-teman Chinese sangat senang jika hujan turun pas Gong Xi Fatchai, tapi asal jangan ampe banjir-banjir segala......
-Putu-
Saturday, September 27, 2008
Lippo Karawaci yang sangat menginspirasiku
Ketika mendengar kata Lippo Karawaci, aku merasa berterimakasih, mungkin krn aku tinggal disana pada saat pertama kali datang ke Jakarta, sehingga aku bisa memandang kota besar ini dengan lebih positif.
Segala sesuatu yang ada disana memang unik dan berhasil memikatku, tidak heran jika aku senang sekali menghabiskan hari-hari hanya untuk sekedar hang out atau berlari pagi atau duduk-duduk di taman di sekitar sana selama 6 tahun. Berkampus di Universitas Pelita Harapan salah satu tempat yang sangat menyenangkan, hal pertama yang membuat aku jatuh cinta at first sight adalah perpustakaannya. Bukunya sangat lengkap dan itu adalah rumah keduaku waktu kuliah dulu. Saat ini aku menemukan hal baru yg sangat memikat, yaitu Times Book Store. Kombinasi dari Kinokuniya dan QB (sesuai cita2ku). Kenapa mirip QB, karena disana disediakan tempat duduk yg nyaman banget untuk membaca. Kenapa mirip Kino, krn bukunya lengkap banget, all imported books, meski ada segelintir buku terbitan Indonesia.
Semua yang ada disana memang merupakan perwujudan dari sebuah mimpi, cita-cita sang pendiri, yang juga salah satu inspiratorku, keluarga Riyadi. Bertemu, mendengar ceramah Beliau, membaca buku Beliau, aku menjadi semangat bahwa mimpi itu bisa diwujudkan dengan usaha yg tulus dan pantang menyerah. Terus terang, aku sangat kagum dengan mereka, mereka yang punya visi dan misi yg jelas dan selalu berusaha mewujudkannya.
Menghirup udara segar Lippo Karawaci selama kurang lebih 6 tahun, tentunya banyak sekali kenangan bersama teman-teman senasib sepenanggungan. Berlomba menjadi part timer di mal, di MC D, di Bank Lippo merupakan segelintir kesenangan yang tetap membuat kami tersenyum puas menikmati jerih payah sendiri. O ya, disana menjadi part timer bukanlah hal yang aneh. Jangan heran ketika liburan banyak anak-anak UPH yang jadi kasir, atau jadi pelayan restoran, atau kerja di Bank, atau di AIG, atau di Dynaplast atau sekedar sebagai penjaga loker di Gym UPH. Karena semua itu membuat kami belajar bahwa kerja itu tidak mudah, mencari duit itu tidak gampang, dan sangat cukup untuk memberi pengalaman yg sangat berharga.
Meski aku sekarang tinggal di Jakarta, aku masih rutin main ke Lippo Karawaci, mengingat banyak hal yang membuat aku merasa lebih segar (tukang massage langganan ^^), bisa mengenang masa lalu, bisa menikmati karya nyata dari sebuah mimpi, bisa tetap bermimpi dan belajar terus untuk mewujudkannya ^^
-Putu-
Segala sesuatu yang ada disana memang unik dan berhasil memikatku, tidak heran jika aku senang sekali menghabiskan hari-hari hanya untuk sekedar hang out atau berlari pagi atau duduk-duduk di taman di sekitar sana selama 6 tahun. Berkampus di Universitas Pelita Harapan salah satu tempat yang sangat menyenangkan, hal pertama yang membuat aku jatuh cinta at first sight adalah perpustakaannya. Bukunya sangat lengkap dan itu adalah rumah keduaku waktu kuliah dulu. Saat ini aku menemukan hal baru yg sangat memikat, yaitu Times Book Store. Kombinasi dari Kinokuniya dan QB (sesuai cita2ku). Kenapa mirip QB, karena disana disediakan tempat duduk yg nyaman banget untuk membaca. Kenapa mirip Kino, krn bukunya lengkap banget, all imported books, meski ada segelintir buku terbitan Indonesia. Semua yang ada disana memang merupakan perwujudan dari sebuah mimpi, cita-cita sang pendiri, yang juga salah satu inspiratorku, keluarga Riyadi. Bertemu, mendengar ceramah Beliau, membaca buku Beliau, aku menjadi semangat bahwa mimpi itu bisa diwujudkan dengan usaha yg tulus dan pantang menyerah. Terus terang, aku sangat kagum dengan mereka, mereka yang punya visi dan misi yg jelas dan selalu berusaha mewujudkannya.
Menghirup udara segar Lippo Karawaci selama kurang lebih 6 tahun, tentunya banyak sekali kenangan bersama teman-teman senasib sepenanggungan. Berlomba menjadi part timer di mal, di MC D, di Bank Lippo merupakan segelintir kesenangan yang tetap membuat kami tersenyum puas menikmati jerih payah sendiri. O ya, disana menjadi part timer bukanlah hal yang aneh. Jangan heran ketika liburan banyak anak-anak UPH yang jadi kasir, atau jadi pelayan restoran, atau kerja di Bank, atau di AIG, atau di Dynaplast atau sekedar sebagai penjaga loker di Gym UPH. Karena semua itu membuat kami belajar bahwa kerja itu tidak mudah, mencari duit itu tidak gampang, dan sangat cukup untuk memberi pengalaman yg sangat berharga.
Meski aku sekarang tinggal di Jakarta, aku masih rutin main ke Lippo Karawaci, mengingat banyak hal yang membuat aku merasa lebih segar (tukang massage langganan ^^), bisa mengenang masa lalu, bisa menikmati karya nyata dari sebuah mimpi, bisa tetap bermimpi dan belajar terus untuk mewujudkannya ^^
-Putu-
Friday, September 12, 2008
Sastra dan Kehidupanku
Sastra merupakan salah satu seni yang begitu memikat, mampu menggugah perasaan, mampu menggambarkan isi kepala yang beraneka warna, mampu mengheningkan hati yang diterpa angin ribut nan menderu-deru.
Orang mengidentikan "gadis Bali" dengan "tarian". Namun, aku, seorang gadis Bali yang dibesarkan dengan tradisi Bali yang bisa dikatakan sangat saklek, dan masuk garis keturunan penari, aku bisa dikatakan hanya bisa menari sebatas lulus ujian saja. Kenapa demikian?? Mungkin ini salah satu imbas dari ke-saklek-an terhadap sesuatu. Aku malah dengan giatnya belajar Karate atau seni bela diri negara lain, selain rajin belajar tarian-tarian asing. Namun untungnya aku masih menekuni dan sangat tertarik dengan sesuatu yang bernama sastra.
Pagi ini, sepulang dari pura, aku bertemu dengan sastrawan jalanan, orang yang dengan imbalan ala kadarnya bersedia membacakan beberapa buah puisi yang diiringi nyanyian dan petikan gitar. Waktu itu dia membaca puisi yang bercerita mengenai kondisi Indonesia yang tidak jelas arah tujuannya, selayaknya nelayan yang diterpa badai, perahu yang mulai oleng dan hampir tenggelam.
Pertama kali mendengar puisi itu, aku merasa terbenam dalam untaian kata2 sang penyair, aku merasa itu cermin diriku kala ini. Aku bertanya pada angin, pada daun, pada pohon, pada rumput, pada burung, kemana aku harus melangkah, kemana angin akan menerbangkanku. Orang sering berolok2 "tanyakan saja pada rumput yang bergoyang", yang sekilas memiliki arti "tidak ada jawabannya". Pada dasarnya, hanya rumput2 itulah yang tahu, karena mereka saksi hidup segala yang ada di muka bumi ini.
Dengan sastra, menurut salah satu sumber, aku akan bisa menuangkan segala jenis isi hati dan kepalaku yang akan membuatku bebas, selayaknya angin yang berhembus dan rumput2 yang bergoyang.
Aku selalu berterimakasih atas semua kata-kata, kalimat-kalimat yang teruntai dalam rangkaian indah ini, atas berkat krn aku masih bisa berkata-kata!!
-Putu-
Orang mengidentikan "gadis Bali" dengan "tarian". Namun, aku, seorang gadis Bali yang dibesarkan dengan tradisi Bali yang bisa dikatakan sangat saklek, dan masuk garis keturunan penari, aku bisa dikatakan hanya bisa menari sebatas lulus ujian saja. Kenapa demikian?? Mungkin ini salah satu imbas dari ke-saklek-an terhadap sesuatu. Aku malah dengan giatnya belajar Karate atau seni bela diri negara lain, selain rajin belajar tarian-tarian asing. Namun untungnya aku masih menekuni dan sangat tertarik dengan sesuatu yang bernama sastra.
Pagi ini, sepulang dari pura, aku bertemu dengan sastrawan jalanan, orang yang dengan imbalan ala kadarnya bersedia membacakan beberapa buah puisi yang diiringi nyanyian dan petikan gitar. Waktu itu dia membaca puisi yang bercerita mengenai kondisi Indonesia yang tidak jelas arah tujuannya, selayaknya nelayan yang diterpa badai, perahu yang mulai oleng dan hampir tenggelam.
Pertama kali mendengar puisi itu, aku merasa terbenam dalam untaian kata2 sang penyair, aku merasa itu cermin diriku kala ini. Aku bertanya pada angin, pada daun, pada pohon, pada rumput, pada burung, kemana aku harus melangkah, kemana angin akan menerbangkanku. Orang sering berolok2 "tanyakan saja pada rumput yang bergoyang", yang sekilas memiliki arti "tidak ada jawabannya". Pada dasarnya, hanya rumput2 itulah yang tahu, karena mereka saksi hidup segala yang ada di muka bumi ini.
Dengan sastra, menurut salah satu sumber, aku akan bisa menuangkan segala jenis isi hati dan kepalaku yang akan membuatku bebas, selayaknya angin yang berhembus dan rumput2 yang bergoyang.
Aku selalu berterimakasih atas semua kata-kata, kalimat-kalimat yang teruntai dalam rangkaian indah ini, atas berkat krn aku masih bisa berkata-kata!!
-Putu-
Tuesday, August 12, 2008
50 Perak
Akhir-akhir ini sering banget aku dapet kembalian 50-an perak. Setiap kali aku nerima 50 perak itu, aku selalu teringat masa belasan tahun yang lalu, masa yang sepertinya tidak pernah terpikirkan untuk melupakannya, krn aku mengganggap semua itu adalah bagian kehidupanku yg sangat bermakna ^^
Beberapa hari yang lalu, sempet terbengong sebentar, kemudian diakhiri dengan senyum sedikit heran, ketika di bus aku bertemu pengamen. Aku selalu menyediakan uang receh biasanya di kantong tas, namun saat itu yang aku miliki adalah uang 50-an perak(tidak hanya satu tentunya). Ketika aku memberikan uang 50-an perak, si pengamen dengan sesegera mungkin mengembalikan pemberianku. Aku kaget dan berpikir "apa ada yg salah dengan uang 50 perak?". Jika pikiran jahat melintas mungkin saja aku akan berkata kalau orang itu tidak tahu berterima kasih dan mendoakannya agar tidak murah rejeki. Tapi... untungnya kala itu hati lagi berada dalam kondisi baik. Kalau saja si pengamen mendengar kisahku bersama si uang 50 perak, mungkin saja dia akan menyesali perbuatannya itu. But, never mind!! -- aku juga tidak berniat membagi ceritaku pada dia.
Di negara-negara lain, mereka terkadang memiliki uang yg dianggap "keramat". Contoh di Jepang, uang 5 yen dianggap cukup membawa berkah. Sehingga ketika sembahyang di Jinja mereka akan melemparkan uang 5 yen, kemudian berdoa serta make a wish. Katanya, doa itu akan terkabul. Aku merasa salah satu doaku waktu itu benar2 terkabul ^^ -- semoga doa2 yg lainnya juga terkabul. Sepertinya di Singapura juga demikian, krn banyak orang melempar uang 5 sen di kolam ikan di Bandara Changi -- kalo yg ini aku gak tahu kebenarannya. Demikian pula di Inggris -- kalau yg ini katanya sih emang manjur juga.
Namun, uang 50 perak yang aku ceritakan disini tidak memiliki makna religius seperti uang2 di atas, tetapi memiliki makna yg sangat besar buatku, dan mungkin hanya diriku yg menganggapnya sangat bermakna.
Mungkin ada yg bertanya, ada apakah antara diriku dan uang 50 perak.?.
Secara logika, kekayaan anda tidak akan lengkap tanpa uang 50 perak ^^ , begitu pula dengan aku. Mungkin aku tidak akan berada dalam kondisi sekarang tanpa uang 50 perak itu. Cerita detailnya mohon maaf tidak bisa di share, biarkanlah hanya aku dan orang2 tertentu yg tahu ^^
Intinya adalah jangan suka meremehkan sesuatu, sekecil apapun itu, karena kita gak pernah tahu apa makna di balik semua itu. Mungkin saja dengan uang 50 perak anda bisa makan dikala kelaparan mendera atau bisa berangkat ke sekolah dengan hanya 50 perak -- who knows...!!!
-Putu-
Beberapa hari yang lalu, sempet terbengong sebentar, kemudian diakhiri dengan senyum sedikit heran, ketika di bus aku bertemu pengamen. Aku selalu menyediakan uang receh biasanya di kantong tas, namun saat itu yang aku miliki adalah uang 50-an perak(tidak hanya satu tentunya). Ketika aku memberikan uang 50-an perak, si pengamen dengan sesegera mungkin mengembalikan pemberianku. Aku kaget dan berpikir "apa ada yg salah dengan uang 50 perak?". Jika pikiran jahat melintas mungkin saja aku akan berkata kalau orang itu tidak tahu berterima kasih dan mendoakannya agar tidak murah rejeki. Tapi... untungnya kala itu hati lagi berada dalam kondisi baik. Kalau saja si pengamen mendengar kisahku bersama si uang 50 perak, mungkin saja dia akan menyesali perbuatannya itu. But, never mind!! -- aku juga tidak berniat membagi ceritaku pada dia.
Di negara-negara lain, mereka terkadang memiliki uang yg dianggap "keramat". Contoh di Jepang, uang 5 yen dianggap cukup membawa berkah. Sehingga ketika sembahyang di Jinja mereka akan melemparkan uang 5 yen, kemudian berdoa serta make a wish. Katanya, doa itu akan terkabul. Aku merasa salah satu doaku waktu itu benar2 terkabul ^^ -- semoga doa2 yg lainnya juga terkabul. Sepertinya di Singapura juga demikian, krn banyak orang melempar uang 5 sen di kolam ikan di Bandara Changi -- kalo yg ini aku gak tahu kebenarannya. Demikian pula di Inggris -- kalau yg ini katanya sih emang manjur juga.
Namun, uang 50 perak yang aku ceritakan disini tidak memiliki makna religius seperti uang2 di atas, tetapi memiliki makna yg sangat besar buatku, dan mungkin hanya diriku yg menganggapnya sangat bermakna.
Mungkin ada yg bertanya, ada apakah antara diriku dan uang 50 perak.?.
Secara logika, kekayaan anda tidak akan lengkap tanpa uang 50 perak ^^ , begitu pula dengan aku. Mungkin aku tidak akan berada dalam kondisi sekarang tanpa uang 50 perak itu. Cerita detailnya mohon maaf tidak bisa di share, biarkanlah hanya aku dan orang2 tertentu yg tahu ^^
Intinya adalah jangan suka meremehkan sesuatu, sekecil apapun itu, karena kita gak pernah tahu apa makna di balik semua itu. Mungkin saja dengan uang 50 perak anda bisa makan dikala kelaparan mendera atau bisa berangkat ke sekolah dengan hanya 50 perak -- who knows...!!!
-Putu-
Monday, August 11, 2008
GajahMada
Sejarah memang selalu menarik minatku, namun belum tentu pelajaran sejarah membuatku bahagia, krn aku diwajibkan untuk menghafal semua isi buku2 tebel itu beserta tanggal bulan tahun yg tercantum di dalamnya, yang merupakan pekerjaan paling melelahkan bagi otakku ^^
Pertama kali aku mengenal sosok Gajahmada adalah ketika waktu aku kecil si ibu dengan rajinnya menyetel sadiwara radio "Kamandanu". Aku sering terkagum2 sendiri waktu itu, ternyata keren juga orang yang memainkan sandiwara di belakang microphone itu, suaranya benar2 pas dengan karakter tokohnya.
Semalam aku baru menyelesaikan sebuah novel berjudul "Gajahmada". Sangat menarik aku pikir, namun yg terpenting adalah mampu menetralkan otakku yang baru selesai membaca bacaan berat lainnya, bacaan yg mampu menggugah keimananku.!.
Dalam cerita Gajahmada, memang Gajahmada menjadi tokoh yang sangat berperan dalam kejayaan Majapahit. Namun aku menemukan sosok lain yang sangat aku kagumi yaitu Mahapatih Arya Tadah. Beliau memang sangat kompeten menjadi seorang Mahapatih (meski usianya sudah lanjut), baik dari segi olah kanuragan maupun dari segi watak.
Orang-orang keren lainnya adalah prajurit-prajurit yg tergabung dalam pasukan Bhayangkara, meski ada juga sie yg berkhianat.
Ketika membaca novel ini, aku seperti terbawa ke masa-masa jaman kerajaan, teringat lagi sejarah diri sendiri, teringat lagi cerita lawas, semua orang melarikan diri, bersembunyi jauh dari kerajaan, lari terpencar-pencar guna menghidari para penguasa yg menyeramkan.
Mungkin disinilah letak kesuksesan seorang penulis. Mampu membuat para pembacanya melanglangbuana ke negeri antah barantah, yang sesungguhnya memang sangat nyata ^^
-Putu-
Pertama kali aku mengenal sosok Gajahmada adalah ketika waktu aku kecil si ibu dengan rajinnya menyetel sadiwara radio "Kamandanu". Aku sering terkagum2 sendiri waktu itu, ternyata keren juga orang yang memainkan sandiwara di belakang microphone itu, suaranya benar2 pas dengan karakter tokohnya.
Semalam aku baru menyelesaikan sebuah novel berjudul "Gajahmada". Sangat menarik aku pikir, namun yg terpenting adalah mampu menetralkan otakku yang baru selesai membaca bacaan berat lainnya, bacaan yg mampu menggugah keimananku.!. Dalam cerita Gajahmada, memang Gajahmada menjadi tokoh yang sangat berperan dalam kejayaan Majapahit. Namun aku menemukan sosok lain yang sangat aku kagumi yaitu Mahapatih Arya Tadah. Beliau memang sangat kompeten menjadi seorang Mahapatih (meski usianya sudah lanjut), baik dari segi olah kanuragan maupun dari segi watak.
Orang-orang keren lainnya adalah prajurit-prajurit yg tergabung dalam pasukan Bhayangkara, meski ada juga sie yg berkhianat.
Ketika membaca novel ini, aku seperti terbawa ke masa-masa jaman kerajaan, teringat lagi sejarah diri sendiri, teringat lagi cerita lawas, semua orang melarikan diri, bersembunyi jauh dari kerajaan, lari terpencar-pencar guna menghidari para penguasa yg menyeramkan.
Mungkin disinilah letak kesuksesan seorang penulis. Mampu membuat para pembacanya melanglangbuana ke negeri antah barantah, yang sesungguhnya memang sangat nyata ^^
-Putu-
Ketika ku sakit
"Siapa yang mau sakit...??" -- bertanyalah seseorang. "gak mau..." -- sahut anak2 kecil itu. "Makanya, kalau bolos jangan pakai alasan sakit!!!" -- dia menasihati ^^
Sesuai dengan pengalaman pribadi yg sedikit terlihat membuat aku kapok adalah tidak mau lagi membuat alasan yg judulnya sakit, krn pasti akan sakit beneran, dan tentunya siapapun gak mau sakit kan... Jadi kreatiflah mencari alasan, hehehe!!!
Ketika ku sakit, apa yg paling dicari?? -- Obatkah? tempat tidurkah? dokterkah? Sebetulnya bukan semua itu. Yang pertama kali aku cari adalah tangan ibuku ^^
Krn menurutku tangan-tangan itu mampu memberi kesembuhan melebihi obat2 yg bertebaran (puitis banget ya... :D) -- tapi betul kok!!
Tapi... ternyata takdir membawaku pergi jauh meninggalkan ibu tercinta beserta tangan-tangan mujarabnya. Terdamparlah aku di sebuah daratan panas nun jauh di seberang lautan. Aku sendiri.... tidak ada tangan2 itu.... lalu apa yg akan terjadi ketika ku sakit, bisikku lirih. "anakku sayang... jgn khawatir, ibu yakin kamu bisa mengatasi semuanya. kamu psti bisa!!!", ada suara melayang menembus udara, menembus ruang, melewati kabel2 panjang yg terentang di segala penjuru dunia. "aku pasti bisa", aku mengulangi kata2 itu.
Ketika nyeri menjalari kaki, tangan, badan.... otakku mulai berputar-putar, apa yg harus aku lakukan. Aku tidak terlalu suka dokter pada dasarnya, tapi ibuku tidak ada di dekatku, tidak ada siapa2. Apakah aku harus berteriak.... atau menangis sekeras2nya agar dunia ikut merasakan sakitku... atau aku harus diam membisu, menahan rasa sakit itu.... Ternyata aku memang harus berterima kasih banyak pada otak kreatifku ^^
Ibu dan anak, selayaknya dua hati yg sebetulnya satu. Apapun yg terjadi pada anak, ibu pasti bisa merasakannya. Seberapapun pintarnya menyembunyikan sesuatu, ibu pasti mengetahuinya. Oleh karena itu... jgn kira bisa membohongi seorang ibu ^^
Anyway.... hidup jauh sendiri itu ya ini salah satu gak enakya, hehehe. But, just take it easy and everything gonna be fine!!!!
Sesuai dengan pengalaman pribadi yg sedikit terlihat membuat aku kapok adalah tidak mau lagi membuat alasan yg judulnya sakit, krn pasti akan sakit beneran, dan tentunya siapapun gak mau sakit kan... Jadi kreatiflah mencari alasan, hehehe!!!
Ketika ku sakit, apa yg paling dicari?? -- Obatkah? tempat tidurkah? dokterkah? Sebetulnya bukan semua itu. Yang pertama kali aku cari adalah tangan ibuku ^^
Krn menurutku tangan-tangan itu mampu memberi kesembuhan melebihi obat2 yg bertebaran (puitis banget ya... :D) -- tapi betul kok!!
Tapi... ternyata takdir membawaku pergi jauh meninggalkan ibu tercinta beserta tangan-tangan mujarabnya. Terdamparlah aku di sebuah daratan panas nun jauh di seberang lautan. Aku sendiri.... tidak ada tangan2 itu.... lalu apa yg akan terjadi ketika ku sakit, bisikku lirih. "anakku sayang... jgn khawatir, ibu yakin kamu bisa mengatasi semuanya. kamu psti bisa!!!", ada suara melayang menembus udara, menembus ruang, melewati kabel2 panjang yg terentang di segala penjuru dunia. "aku pasti bisa", aku mengulangi kata2 itu.
Ketika nyeri menjalari kaki, tangan, badan.... otakku mulai berputar-putar, apa yg harus aku lakukan. Aku tidak terlalu suka dokter pada dasarnya, tapi ibuku tidak ada di dekatku, tidak ada siapa2. Apakah aku harus berteriak.... atau menangis sekeras2nya agar dunia ikut merasakan sakitku... atau aku harus diam membisu, menahan rasa sakit itu.... Ternyata aku memang harus berterima kasih banyak pada otak kreatifku ^^
Ibu dan anak, selayaknya dua hati yg sebetulnya satu. Apapun yg terjadi pada anak, ibu pasti bisa merasakannya. Seberapapun pintarnya menyembunyikan sesuatu, ibu pasti mengetahuinya. Oleh karena itu... jgn kira bisa membohongi seorang ibu ^^
Anyway.... hidup jauh sendiri itu ya ini salah satu gak enakya, hehehe. But, just take it easy and everything gonna be fine!!!!
Sunday, August 10, 2008
Blogging-Opportunity
Exhausted day.... -- kesan pertama ketika bangun tidur. Kenapa demikian?? krn aku gak bisa tidur, badanku kemeng gak karuan... wuih!!!! -- ampe sekarang masih.!.
Tapi ada sedikit pencerahan yg membuat aku sedikit tersenyum setiba di kantor, meski ada rasa-rasanya aku bakal sedikit bertambah sibuk, yaitu blogging opportunity. Ada dua pihak sebetulnya yg menawarkan, satu pihak lokal(Indonesia) dan yg satunya lagi gak lokal(bukan Indonesia punya, hehhe).
Terpikirkan sejenak, hmmm... asik juga kayanya, keren juga!!! -- at least ada secercah cahaya untuk mewujudkan cita2 waktu kecil, yaitu menulis utk dunia ^^
Sebetulnya bukan pekerjaan mudah setelah dilihat-lihat. Ada banyak hal yg harus dipertimbangkan ketika kita menulis utk konsumsi masyarakat luas. Berbeda sekali dengan menulis utk blog sendiri, dimana cerita dan bahasanya boleh seenak diriku sendiri. Sama halnya dengan mendapat tugas merawat rumah orang lain, kadang-kadang ada rasa gimana gitu.... sedikit beda dengan ngurusin rumah sendiri.
But, never mind. Sesuatu tidak akan ketahuan rasanya sebelum dicoba right?
-- yg pasti ini adalah sesuatu yg positif, so tidak ada salahnya utk dicoba ^^
Tapi ada sedikit pencerahan yg membuat aku sedikit tersenyum setiba di kantor, meski ada rasa-rasanya aku bakal sedikit bertambah sibuk, yaitu blogging opportunity. Ada dua pihak sebetulnya yg menawarkan, satu pihak lokal(Indonesia) dan yg satunya lagi gak lokal(bukan Indonesia punya, hehhe).
Terpikirkan sejenak, hmmm... asik juga kayanya, keren juga!!! -- at least ada secercah cahaya untuk mewujudkan cita2 waktu kecil, yaitu menulis utk dunia ^^
Sebetulnya bukan pekerjaan mudah setelah dilihat-lihat. Ada banyak hal yg harus dipertimbangkan ketika kita menulis utk konsumsi masyarakat luas. Berbeda sekali dengan menulis utk blog sendiri, dimana cerita dan bahasanya boleh seenak diriku sendiri. Sama halnya dengan mendapat tugas merawat rumah orang lain, kadang-kadang ada rasa gimana gitu.... sedikit beda dengan ngurusin rumah sendiri.
But, never mind. Sesuatu tidak akan ketahuan rasanya sebelum dicoba right?
-- yg pasti ini adalah sesuatu yg positif, so tidak ada salahnya utk dicoba ^^
Thursday, August 07, 2008
08-08-08 08AM
Wao.... aku baru ngeh kalau hari ini tgl 8 Agustus 2008 ketika ngecek pesan error di mesin AS400, dan teringat tadi pagi waktu absen aku nulis 08:00, dimana itu menyatakan jam kehadiranku di kantor. Pertanyaan pertama yg muncul adalah "siapa yg nikah hari ini?". Secara gitu... semua nyari tgl2 unik kaya 07-07-07, 08-08-08, 09-09-09, dan yg lainnya. Kalau aku... maunya 11-11-11 11:11AM, hehehehe. Knapa?? Ada deh... :D
Ngomong2 mengenai Agustus, sebetulnya banyak kisah yg terjadi, misalnya Agustus 1983 aku genap berusia 7 bulan. Terus Agustus 1995 merupakan masa2 awal menikmati SMP yg sangat jauh dari harapan awalku. Agustus 1989 juga masa untuk berusaha bersyukur krn sudah duduk di bangku SD, yg bukan cita-cita juga. Agustus 1998 merupakan bulan pertama aku mengikuti ekskul Karate di Magelang tercinta(tepat udah 10 thn aku menggeluti dunia Karate ^^). Agustus 2001 aku baru selesai OSPEK di UPH dan mulai menikmati masa2 kelas baru di gedung biru, hehehe. Agustus 2004 akhirnya aku menemukan tema skripsiku yg tepat!!!. Agustus 2005 aku dipanggil kerja di kantor pertama, seneng banget... dan beberapa bulan yg lalu aku nemu catatan jadwal interviewku sama sachou waktu itu. Agustus 2006 aku akhirnya "resign" dari kantor pertama. Agustus 2008 aku nonton film "August" yg mengingatkanku akan kisah bulan Agustus beberapa tahun sebelumnya serta masa paling memusingkan sepanjang tahun 2008(prediksiku). Apalagi Agustus 1945.... seluruh dunia juga tahu kalau itu bulan kemerdekaan Bangsa Indonesia ^^.
Mengenai angka yg unik, sebetulnya udah pernah aku bahas di blogku yg di friendster, memang cukup misterius. Kenapa?? -- aku belum tahu jawaban pastinya, oleh krn itu aku menyebutnya misterius ^^
Tapi kayanya emang ada artinya deh di balik semua angka2 unik itu. Kalau dari itung2an Bali, memang ada angka2 yg masuk kategori bagus, seperti 5,7,9,11 dan yg lainnya. Tapi aku belum tahu apakah dalam filsafat Bali juga ada pembahasan mengenai angka2kembar.
Kalau dari segi design, emang angka itu bagus, seragam kelihatannya.
So, hv a great August for all ^^
Ngomong2 mengenai Agustus, sebetulnya banyak kisah yg terjadi, misalnya Agustus 1983 aku genap berusia 7 bulan. Terus Agustus 1995 merupakan masa2 awal menikmati SMP yg sangat jauh dari harapan awalku. Agustus 1989 juga masa untuk berusaha bersyukur krn sudah duduk di bangku SD, yg bukan cita-cita juga. Agustus 1998 merupakan bulan pertama aku mengikuti ekskul Karate di Magelang tercinta(tepat udah 10 thn aku menggeluti dunia Karate ^^). Agustus 2001 aku baru selesai OSPEK di UPH dan mulai menikmati masa2 kelas baru di gedung biru, hehehe. Agustus 2004 akhirnya aku menemukan tema skripsiku yg tepat!!!. Agustus 2005 aku dipanggil kerja di kantor pertama, seneng banget... dan beberapa bulan yg lalu aku nemu catatan jadwal interviewku sama sachou waktu itu. Agustus 2006 aku akhirnya "resign" dari kantor pertama. Agustus 2008 aku nonton film "August" yg mengingatkanku akan kisah bulan Agustus beberapa tahun sebelumnya serta masa paling memusingkan sepanjang tahun 2008(prediksiku). Apalagi Agustus 1945.... seluruh dunia juga tahu kalau itu bulan kemerdekaan Bangsa Indonesia ^^.
Mengenai angka yg unik, sebetulnya udah pernah aku bahas di blogku yg di friendster, memang cukup misterius. Kenapa?? -- aku belum tahu jawaban pastinya, oleh krn itu aku menyebutnya misterius ^^
Tapi kayanya emang ada artinya deh di balik semua angka2 unik itu. Kalau dari itung2an Bali, memang ada angka2 yg masuk kategori bagus, seperti 5,7,9,11 dan yg lainnya. Tapi aku belum tahu apakah dalam filsafat Bali juga ada pembahasan mengenai angka2kembar.
Kalau dari segi design, emang angka itu bagus, seragam kelihatannya.
So, hv a great August for all ^^
Kamu sukanya orang apa Put??
Pertanyaan simple yg membutuhkan jawaban "relatif", bisa jawabannya berupa satu buku tebal, atau malah satu kalimat singkat. Entah aku suka orang Bali, orang Indonesia lainnya, orang India, orang Cina, orang Jepang, orang Bule, atau orang-orang yang lainnya, tidak ada yg absolut jawabannya. Karena semuanya mengandung parameter yg menentukan. Siapapun dia, mungkin hanya angin yg berhembus atau rumput yg bergoyang yg tahu. Suatu hari nanti dia akan membisikkannya lewat hembusan lembutnya dan goyangan indahnya.
Mungkin terlihat begitu pasrah, namun pada dasarnya tidak ada yg 100% pasrah di dunia ini. Semuanya secara alamiah akan berusaha utk mendapatkan apa yg diinginkan oleh hatinya masing2. Mengenai hasil pada akhirnya... biarkan alam yg menentukan, tp aku selalu yakin bahwa usaha yg baik akan menghasilkan hasil yg pasti memuaskan. Menurutku hal ini bisa dikatakan absolut, meski keabsolutannya itu terkadang tidak selalu bisa dilihat oleh kasat mata.
Dan, ini merupakan salah satu rahasia alam yg memang tidak pernah bisa ditolak atau dipaksakan untuk datang. Dengan banyaknya pengalaman kurang menyenangkan yg pernah dilihat, ada kalanya menjadi parno, but back to the basic "this is life", just enjoy!!! -- terserah masing2 bgmn cara menikmatinya --
The point is... just open your heart and mind, so you'll find the answer, the answer fortold.!.
Mungkin terlihat begitu pasrah, namun pada dasarnya tidak ada yg 100% pasrah di dunia ini. Semuanya secara alamiah akan berusaha utk mendapatkan apa yg diinginkan oleh hatinya masing2. Mengenai hasil pada akhirnya... biarkan alam yg menentukan, tp aku selalu yakin bahwa usaha yg baik akan menghasilkan hasil yg pasti memuaskan. Menurutku hal ini bisa dikatakan absolut, meski keabsolutannya itu terkadang tidak selalu bisa dilihat oleh kasat mata.
Dan, ini merupakan salah satu rahasia alam yg memang tidak pernah bisa ditolak atau dipaksakan untuk datang. Dengan banyaknya pengalaman kurang menyenangkan yg pernah dilihat, ada kalanya menjadi parno, but back to the basic "this is life", just enjoy!!! -- terserah masing2 bgmn cara menikmatinya --
The point is... just open your heart and mind, so you'll find the answer, the answer fortold.!.
Wednesday, August 06, 2008
Km Pintar, aku bodoh Atau km bodoh,aku pintar ?? ^^
Pertanyaan klasik emang gampang menghinggapi pikiran manusia. Ketika tidak bisa melakukan sesuatu, sudah buru-buru mengecap diri "bodoh", atau baru bisa sedikit, udah buru-buru mengecap diri "pintar". Sebetulnya bukan bermaksud apa2 menulis tema ini, hanya kepikiran lagi, teringat lagi lebih tepatnya, masa-masa SMU dimana mungkin masa dimana orang yang sering dielu-elukan sbg orang pintar akan menemui titik kebodohannya, demikian pula sebaliknya.
Di sekolah, setiap anak pasti memiliki guru favorit, pelajaran favorit, dan juga guru yg paling nyebelin, dan pelajaran yg paling nyeremin. Alhasil adalah sebuah kisah dimana pada saat 80% anak di kelas itu HER(krn standardnya ketinggian), malah satu orang ini tidak HER. Tapi, ada suatu masa dikala semua temannya tidak HER, malah dia sendiri yg HER. Lucu gimana gitu... tapi disanalah letak seninya.
Mungkin dengan membaca gambaran singkat di atas akan muncul banyak persepsi, "bodoh2 bgt ya anak2 itu sampai2 80% HER" atau mungkin "pintar banget ya anak yg satu itu" atau persepsi2 lainnya yang mana tidak dijamin kebenarannya ^^
Sebetulnya, semua anak yg ada disana pada dasarnya sama saja, yaitu memiliki keunggulan yg susah dijelaskan dengan kata2. Sehingga setiap orang tidak akan merasa rendah diri krn mereka seharusnya sudah memahami apa yg mereka miliki, sesuatu yg orang lain tidak miliki. Semua kegiatan yg telah dilaksanakan hanyalah sebuah proses utk mengenali diri dan bagaimana cara meningkatkan kelebihan yg dimiliki, tanpa harus merendahkan diri guna meratapi kelebihan orang lain.
Hal ini sedikit mirip dengan kasus yg barusan aku temui di tempat les. Ada yang sedang curhat mengenai kendala di bidang pengucapan kata dalam bahasa Inggris. Dan, mungkin ini adalah masalah yg cukup besar bagi dia. Kemudian ada sedikit aura yg mencerminkan kalau dia mengecap dirinya sebagai orang yg masih "bodoh" - hanya pendapat pribadiku -. Tapi, kalau dia menilik sedikit saja pada kelebihan2 yg dia miliki, pencapaian2 yg sudah dia lalui, perkembangan2 positif yg sudah terjadi, tentunya akan muncul pendapat lain bahwa teori "pengucapan bahasa yg benar" hanyalah salah satu parameter dari kesuksesan belajar bahasa. Kalau diriku sendiri, aku menyadari dengan sesadar-sadarnya kalau belajar bahasa bukan pekerjaan mudah. Butuh usaha yg tiada terkira tentunya (hiperbola!!! :D ). Namun, seiring dengan ketekunan dan pemikiran positif "kalau aku rajin latihan, pasti aku bisa" setidaknya memberi dampak positif dalam dunia perbahasaanku.
Ngomong2 mengenai bahasa, sebetulnya otak orang Indonesia itu keren banget. Coba dipikir, berapa bahasakah yg sudah hinggap di kepala.?. Aku, bhs Bali(kasar, biasa, halus sedang, halus banget), bhs Jawa (bhs sehari-hari), bhs Indonesia(gaul, formal, informal), bhs Inggris(formal, informal, etc), bhs Jepang(utk kantor, sehari-hari). Mungkin orang lain ada yg lebih banyak lagi mungkin....
Jadi intinya adalah... gak ada yg pintar atau bodoh!! semuanya sama saja. ^^
Let's be positif!!
-Putu-
Di sekolah, setiap anak pasti memiliki guru favorit, pelajaran favorit, dan juga guru yg paling nyebelin, dan pelajaran yg paling nyeremin. Alhasil adalah sebuah kisah dimana pada saat 80% anak di kelas itu HER(krn standardnya ketinggian), malah satu orang ini tidak HER. Tapi, ada suatu masa dikala semua temannya tidak HER, malah dia sendiri yg HER. Lucu gimana gitu... tapi disanalah letak seninya.
Mungkin dengan membaca gambaran singkat di atas akan muncul banyak persepsi, "bodoh2 bgt ya anak2 itu sampai2 80% HER" atau mungkin "pintar banget ya anak yg satu itu" atau persepsi2 lainnya yang mana tidak dijamin kebenarannya ^^
Sebetulnya, semua anak yg ada disana pada dasarnya sama saja, yaitu memiliki keunggulan yg susah dijelaskan dengan kata2. Sehingga setiap orang tidak akan merasa rendah diri krn mereka seharusnya sudah memahami apa yg mereka miliki, sesuatu yg orang lain tidak miliki. Semua kegiatan yg telah dilaksanakan hanyalah sebuah proses utk mengenali diri dan bagaimana cara meningkatkan kelebihan yg dimiliki, tanpa harus merendahkan diri guna meratapi kelebihan orang lain.
Hal ini sedikit mirip dengan kasus yg barusan aku temui di tempat les. Ada yang sedang curhat mengenai kendala di bidang pengucapan kata dalam bahasa Inggris. Dan, mungkin ini adalah masalah yg cukup besar bagi dia. Kemudian ada sedikit aura yg mencerminkan kalau dia mengecap dirinya sebagai orang yg masih "bodoh" - hanya pendapat pribadiku -. Tapi, kalau dia menilik sedikit saja pada kelebihan2 yg dia miliki, pencapaian2 yg sudah dia lalui, perkembangan2 positif yg sudah terjadi, tentunya akan muncul pendapat lain bahwa teori "pengucapan bahasa yg benar" hanyalah salah satu parameter dari kesuksesan belajar bahasa. Kalau diriku sendiri, aku menyadari dengan sesadar-sadarnya kalau belajar bahasa bukan pekerjaan mudah. Butuh usaha yg tiada terkira tentunya (hiperbola!!! :D ). Namun, seiring dengan ketekunan dan pemikiran positif "kalau aku rajin latihan, pasti aku bisa" setidaknya memberi dampak positif dalam dunia perbahasaanku.
Ngomong2 mengenai bahasa, sebetulnya otak orang Indonesia itu keren banget. Coba dipikir, berapa bahasakah yg sudah hinggap di kepala.?. Aku, bhs Bali(kasar, biasa, halus sedang, halus banget), bhs Jawa (bhs sehari-hari), bhs Indonesia(gaul, formal, informal), bhs Inggris(formal, informal, etc), bhs Jepang(utk kantor, sehari-hari). Mungkin orang lain ada yg lebih banyak lagi mungkin....
Jadi intinya adalah... gak ada yg pintar atau bodoh!! semuanya sama saja. ^^
Let's be positif!!
-Putu-
Saturday, August 02, 2008
Tukang Pijet
Hari ini akhirnya aku berhasil menemukan tempat massage alias tukang pijet yang masuk dalam kategori lumayan, tidak mengecewakan krn targetnya adalah mencoba. Tempatnya deket lagi, di depan gang kos --emang di tempatku itu one stop shopping(semuanya ada)--. Di Jakarta, secara aku dari dulu tinggal di Karawaci-Tangerang, aku belum menemukan tempat untuk merawat diri yang tepat alias cocok. Salah satu perawatan yg kayanya paling harus dilakoni adalah pemijatan, krn berhari2 berjuang di depan komputer, terkadang badan tepar juga, sehingga harus di charge secara rutin.
Ngomong-ngomong mengenai tukang pijet, disini aku akan membedakan antara tukang pijet dan tukang urut, krn dalam istilahku tukang urut adalah orang yg bisa membenarkan atau mengembalikan posisi urat2 yg bermasalah, namun kalau tukang pijet adalah cenderung ke arah kesehatan dan kebugaran.
Waktu kecil, aku mungkin salah satu anak paling kecil yg sangat menikmati takdirnya, yaitu menjadi tukang pijet seluruh umat, hehehe. Jadi, semua orang itu punya kesenangan untuk dipijet, tapi kayanya cuman ibuku yg gak doyan dipijet, namun dia rajin banget mijetin orang2 ^^ . Aku, krn paling kecil, ya dimintain tolong untuk mijetin semuanya, tapi.... aku jg gak mau rugi dong, hehehe harus ada sawerannya :D
Cuman kalau dipikir2, memijat akhirnya menjadi kesenanganku, krn aku sangat susah menemukan tukang pijet yg pas, padahal setiap tidur kaki wajib dipijet, alhasil ya harus mijet kaki diri sendiri. Beruntung sekali ketika waktu kuliah aku bertemu bapak tukang pijet pas kejuaraan. Dia dengan sabar menjelaskan mengenai teori memijat. Cara
aku latihan adalah dia mijet kaki kananku dan aku mijet kaki kiriku sendiri. Sehingga bisa dirasakan selah-selahnya, kekuranganku dimana. Lumayan juga aku pikir. Terus, di tempat latihan ada pelatih yg memang jago mijet. Dengan semangat membara aku belajar dari dia. Dia ngasi tahu beberapa tips, seperti "semua orang yg dipijet adalah pasien, tidak membedakan laki/perempuan", "setiap pasien memiliki karakteristik tersendiri terhadap proses pemijetan,ada yg suka keras, lembut atau sedang2 saja", "tidak semua orang cocok dengan cara memijat kita, jd belajarlah yg banyak". Terus kalau memijet, tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik. Belum tentu orang yg kuat banget bisa memijet dengan baik. Harus ada kombinasi antara tenaga luar dan dalam ^^
Setelah mempraktekkan semua teori yg didapat serta mencoba banyak tukang pijet dari banyak kategori, memang tidak semua orang cocok dengan tanganku dan akhirnya aku menemukan beberapa tukang pijet yg memang pas dengan diriku. Sehingga aku punya langganan tersendiri untuk reflexi, massage, facial, dan creambath. Setelah aku tanya2 ke tukang pijet yg keren2 itu, memang mereka sendiri cukup susah menemukan tangan2 yg cocok dengan diri mereka, tapi tentunya mereka sudah mendapatkan tangan2 yg cocok itu. Sehingga kalau mereka lelah memijat pasien2nya, ya giliran dia dipijet oleh tangan2 yg cocok itu. Emang dunia ini adil ^^
Dan... aku mengkategorikan diriku sebagai tukang pijet, bukang tukang urut ^^
-Putu-
Ngomong-ngomong mengenai tukang pijet, disini aku akan membedakan antara tukang pijet dan tukang urut, krn dalam istilahku tukang urut adalah orang yg bisa membenarkan atau mengembalikan posisi urat2 yg bermasalah, namun kalau tukang pijet adalah cenderung ke arah kesehatan dan kebugaran.
Waktu kecil, aku mungkin salah satu anak paling kecil yg sangat menikmati takdirnya, yaitu menjadi tukang pijet seluruh umat, hehehe. Jadi, semua orang itu punya kesenangan untuk dipijet, tapi kayanya cuman ibuku yg gak doyan dipijet, namun dia rajin banget mijetin orang2 ^^ . Aku, krn paling kecil, ya dimintain tolong untuk mijetin semuanya, tapi.... aku jg gak mau rugi dong, hehehe harus ada sawerannya :D
Cuman kalau dipikir2, memijat akhirnya menjadi kesenanganku, krn aku sangat susah menemukan tukang pijet yg pas, padahal setiap tidur kaki wajib dipijet, alhasil ya harus mijet kaki diri sendiri. Beruntung sekali ketika waktu kuliah aku bertemu bapak tukang pijet pas kejuaraan. Dia dengan sabar menjelaskan mengenai teori memijat. Cara
aku latihan adalah dia mijet kaki kananku dan aku mijet kaki kiriku sendiri. Sehingga bisa dirasakan selah-selahnya, kekuranganku dimana. Lumayan juga aku pikir. Terus, di tempat latihan ada pelatih yg memang jago mijet. Dengan semangat membara aku belajar dari dia. Dia ngasi tahu beberapa tips, seperti "semua orang yg dipijet adalah pasien, tidak membedakan laki/perempuan", "setiap pasien memiliki karakteristik tersendiri terhadap proses pemijetan,ada yg suka keras, lembut atau sedang2 saja", "tidak semua orang cocok dengan cara memijat kita, jd belajarlah yg banyak". Terus kalau memijet, tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik. Belum tentu orang yg kuat banget bisa memijet dengan baik. Harus ada kombinasi antara tenaga luar dan dalam ^^Setelah mempraktekkan semua teori yg didapat serta mencoba banyak tukang pijet dari banyak kategori, memang tidak semua orang cocok dengan tanganku dan akhirnya aku menemukan beberapa tukang pijet yg memang pas dengan diriku. Sehingga aku punya langganan tersendiri untuk reflexi, massage, facial, dan creambath. Setelah aku tanya2 ke tukang pijet yg keren2 itu, memang mereka sendiri cukup susah menemukan tangan2 yg cocok dengan diri mereka, tapi tentunya mereka sudah mendapatkan tangan2 yg cocok itu. Sehingga kalau mereka lelah memijat pasien2nya, ya giliran dia dipijet oleh tangan2 yg cocok itu. Emang dunia ini adil ^^
Dan... aku mengkategorikan diriku sebagai tukang pijet, bukang tukang urut ^^
-Putu-
Friday, August 01, 2008
Belum Jalan Udah Keringetan ^^
Tukang ojek, mungkin merekalah salah satu dari beberapa pihak yg selalu memeriahkan suasana kosku, mungkin kos-nya orang lain juga sie. Setiap pagi, setiap hari kecuali Minggu, mereka dengan setia menanti setiap warga kos yg hendak meminta mereka untuk mengantarkan ke tempat tujuannya masing-masing. Dan tentunya, seperti digambarkan dalam kartun Lagak Jakarta, setiap orang punya langganannya masing-masing, kadang2 sangat fanatik malah, maksudnya adalah gak mau naik ojek kalau langganannya lagi gak mangkal, hihihi.
Tadi pagi, ketika keluar kos guna menyelesaikan tugas di tempat les, ada sapaan hangat "berangkat mbak?",si abang ojek menyapa. "Ya bang", sahutku singkat sambil melayangkan senyuman ringan. Terus ada selentingan dari abang ojek lainnya "belum jalan kok udah keringetan". Aku menoleh ke belakang sambil tersenyum. Ya... begitulah aku. Selalu keringetan, tapi gak suka pake AC atau kipas angin, krn belum ilang keringetnya, eh malah akunya masuk angin duluan, hehehe. Sedikit aneh sebetulnya bagi orang yg lahir di daerah yang dingin.
Jadi ingat ketika aku mengikuti training center untuk kejuaraan Karate beberapa tahun silam. Aku, pakai baju Karate aja udah bercucuran keringatnya, apalagi ditambah lari setengah jam, terus pemanasan yg gila abisss plus extra puding, ya jelaslah sanggup menguras lemak-lemak yang terselip dan merubahnya menjadi cairan yg mampu membasahi baju Karateku. Tapi teryata ada yang malah kebalikan banget ama aku. Ada teman yang susah sekali keluar keringat. Meski udah di bantai habis2an, tetep aja keringat yg keluar hanya sebatas minimal. Sampai-sampai pelatih menegur dan mengira kalau dia tidak serius dalam latihan, padahal sebetulnya tidak!! -- memang keringat membantu juga dalam penampilan, hehehe.
Sebetulnya, aku sangat senang dengan keringat, meski terkadang membuatku sedikit risih krn riasan di wajah lumer habiss tak berbekas krn hanyut oleh keringat dan sapuan sapu tangan. Dengan berkeringat, sirkulasi dalam badan akan lancar, racun2 akan keluar, tentu harus disertai dengan minum yang banyak agar tidak dehidrasi. Perasaan akan terasa sangat segar, gak cuman perasaan aja sih... badan juga akan sangat segar jika olah raga sampai berkeringat.
Anyway, krn kebiasaan mudah berkeringat, akhirnya aku harus belajar mengkondisikan diri, mengatur pola pikir agar tetap merasa sejuk di tempat yg panas, susah juga ternyata. Pantesan para biksu di biara memebutuhkan waktu bertahun2 guna memahami ilmu ini, merasa sejuk di tengah kobaran api dan merasa hangat di tengah bongkahan es ^^ -- mungkin kalau berhasil menguasai metode ini, aku rasa dimanapun berada kita akan bisa menyesuaikan diri, tetap tersenyum dikala sedih melanda, tetap sabar dikala kegentingan mendera, tetap tabah dikala cobaan menerjang.
-Putu-
Tadi pagi, ketika keluar kos guna menyelesaikan tugas di tempat les, ada sapaan hangat "berangkat mbak?",si abang ojek menyapa. "Ya bang", sahutku singkat sambil melayangkan senyuman ringan. Terus ada selentingan dari abang ojek lainnya "belum jalan kok udah keringetan". Aku menoleh ke belakang sambil tersenyum. Ya... begitulah aku. Selalu keringetan, tapi gak suka pake AC atau kipas angin, krn belum ilang keringetnya, eh malah akunya masuk angin duluan, hehehe. Sedikit aneh sebetulnya bagi orang yg lahir di daerah yang dingin.
Jadi ingat ketika aku mengikuti training center untuk kejuaraan Karate beberapa tahun silam. Aku, pakai baju Karate aja udah bercucuran keringatnya, apalagi ditambah lari setengah jam, terus pemanasan yg gila abisss plus extra puding, ya jelaslah sanggup menguras lemak-lemak yang terselip dan merubahnya menjadi cairan yg mampu membasahi baju Karateku. Tapi teryata ada yang malah kebalikan banget ama aku. Ada teman yang susah sekali keluar keringat. Meski udah di bantai habis2an, tetep aja keringat yg keluar hanya sebatas minimal. Sampai-sampai pelatih menegur dan mengira kalau dia tidak serius dalam latihan, padahal sebetulnya tidak!! -- memang keringat membantu juga dalam penampilan, hehehe.
Sebetulnya, aku sangat senang dengan keringat, meski terkadang membuatku sedikit risih krn riasan di wajah lumer habiss tak berbekas krn hanyut oleh keringat dan sapuan sapu tangan. Dengan berkeringat, sirkulasi dalam badan akan lancar, racun2 akan keluar, tentu harus disertai dengan minum yang banyak agar tidak dehidrasi. Perasaan akan terasa sangat segar, gak cuman perasaan aja sih... badan juga akan sangat segar jika olah raga sampai berkeringat.
Anyway, krn kebiasaan mudah berkeringat, akhirnya aku harus belajar mengkondisikan diri, mengatur pola pikir agar tetap merasa sejuk di tempat yg panas, susah juga ternyata. Pantesan para biksu di biara memebutuhkan waktu bertahun2 guna memahami ilmu ini, merasa sejuk di tengah kobaran api dan merasa hangat di tengah bongkahan es ^^ -- mungkin kalau berhasil menguasai metode ini, aku rasa dimanapun berada kita akan bisa menyesuaikan diri, tetap tersenyum dikala sedih melanda, tetap sabar dikala kegentingan mendera, tetap tabah dikala cobaan menerjang.
-Putu-
Friday, July 25, 2008
July 2005
Hari ini adalah tgl 25 Juli 2008. Pagi-pagi membuka email, aku udah disuguhin dengan inspiration e-book, how to manage your time alias time management. Diantaranya ada tips untuk menghilangkan kejenuhan dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Mungkin sebagian besar tips dan triks tersebut udah aku lakoni selama 25 thn ini.
Ketika jenuh menghinggapi, memang terkadang pikiran melayang jauh ke masa-masa antah barantah. Sangat bersyukur 4 thn yang lalu temen sekampus memaksaku untuk bikin account di friendster. Sehingga saat ini aku bisa memanfaatkan media tersebut untuk mengumpulkan serpihan memoriku yang terpencar-pencar.
July 2005, masa baru-baru lulus, masa pengangguran, masa mencari kerja, masa mencoba2 kerjaan, masa menikmati detik2 terakhir pengangguran. Selama kuliah, aku selalu memiliki kerjaan sambilan, namun di bulan July 2005 aku benar2 pengangguran, dan tentunya aku paling jenuh jika tidak punya kesibukan. Sebetulnya aku sudah apply kerjaan semenjak Desember 2004, namun sayang aku belum menemukan tempat yang cocok.
Awalnya sempet mencoba banyak lowongan, tidak hanya fokus ama IT, sampai-sampai pernah interview di sebuah ruko kecil, gelap, dan malah aku ditagihin biaya administrasi. Gondok juga dibuat ama orang itu, ya ... dengan terang2an aja aku nolak bayar, tapi krn dia maksa, akhirnya aku kasi uang rokok 10ribu perak. Penipu banget perusahaan itu, kenapa Kompas bisa kecolongan ama perusahaan kaya gitu ya. Aku mikir itu adalah salah satu pengalaman yang berharga, meski habis sakit waktu itu, tapi itu mungkin adalah salah satu pengalaman yang nantinya akan bisa diceritakan pada banyak teman. Akhirnya benar juga, ada beberapa teman yang ngasi tahu aku kalau mereka juga diundang interview oleh perusahaan tersebut. Alamat perusahaan itu di daerah Manggarai(just as info)
Si kakek, yang melihat aku rada serabutan nyari kerjanya, akhirnya mengeluarkan ultimatum, "Buat apa kuliah di IT kalau semua lowongan dimasukin. Fokus sama IT dari sekarang kalau memang mau jadi IT Profesional". Akhirnya akupun mulai fokus pada lowongan yang berbau IT, meski rada uring2an krn lama tidak dapat kerja. Si ibu tidak pernah memaksa, dia tahu aku akan dapat yang pas buat aku. Kalimat sakti dia, "jgn terburu-buru nyari kerja, pilih yang cocok sama kamu, sabar, yakin kamu pasti dapat!!!", selalu mengiang di kepala.

Terus, aku senang sekali dengan tulisan2nya Gede Prama dan satu kalimat yang menjadi seloganku semenjak July 2005 adalah "seperti selayaknya bunga teratai yang akan sangat indah jika mekar pada masanya". Betul-betul memberi inspirasi dalam setiap elemen kehidupanku ^^ -- terima kasih Pak Gede.
Waktu memang sangat cepat berlalu, namun semua memori itu merupakan kenangan yang selalu mendasari masa sekarang. Apa yang aku alami pada bulan July 2005 memang sangat berperan akan kondisiku saat ini. Thx God.

-Putu-
Ketika jenuh menghinggapi, memang terkadang pikiran melayang jauh ke masa-masa antah barantah. Sangat bersyukur 4 thn yang lalu temen sekampus memaksaku untuk bikin account di friendster. Sehingga saat ini aku bisa memanfaatkan media tersebut untuk mengumpulkan serpihan memoriku yang terpencar-pencar.
July 2005, masa baru-baru lulus, masa pengangguran, masa mencari kerja, masa mencoba2 kerjaan, masa menikmati detik2 terakhir pengangguran. Selama kuliah, aku selalu memiliki kerjaan sambilan, namun di bulan July 2005 aku benar2 pengangguran, dan tentunya aku paling jenuh jika tidak punya kesibukan. Sebetulnya aku sudah apply kerjaan semenjak Desember 2004, namun sayang aku belum menemukan tempat yang cocok.
Awalnya sempet mencoba banyak lowongan, tidak hanya fokus ama IT, sampai-sampai pernah interview di sebuah ruko kecil, gelap, dan malah aku ditagihin biaya administrasi. Gondok juga dibuat ama orang itu, ya ... dengan terang2an aja aku nolak bayar, tapi krn dia maksa, akhirnya aku kasi uang rokok 10ribu perak. Penipu banget perusahaan itu, kenapa Kompas bisa kecolongan ama perusahaan kaya gitu ya. Aku mikir itu adalah salah satu pengalaman yang berharga, meski habis sakit waktu itu, tapi itu mungkin adalah salah satu pengalaman yang nantinya akan bisa diceritakan pada banyak teman. Akhirnya benar juga, ada beberapa teman yang ngasi tahu aku kalau mereka juga diundang interview oleh perusahaan tersebut. Alamat perusahaan itu di daerah Manggarai(just as info)Si kakek, yang melihat aku rada serabutan nyari kerjanya, akhirnya mengeluarkan ultimatum, "Buat apa kuliah di IT kalau semua lowongan dimasukin. Fokus sama IT dari sekarang kalau memang mau jadi IT Profesional". Akhirnya akupun mulai fokus pada lowongan yang berbau IT, meski rada uring2an krn lama tidak dapat kerja. Si ibu tidak pernah memaksa, dia tahu aku akan dapat yang pas buat aku. Kalimat sakti dia, "jgn terburu-buru nyari kerja, pilih yang cocok sama kamu, sabar, yakin kamu pasti dapat!!!", selalu mengiang di kepala.

Terus, aku senang sekali dengan tulisan2nya Gede Prama dan satu kalimat yang menjadi seloganku semenjak July 2005 adalah "seperti selayaknya bunga teratai yang akan sangat indah jika mekar pada masanya". Betul-betul memberi inspirasi dalam setiap elemen kehidupanku ^^ -- terima kasih Pak Gede.
Waktu memang sangat cepat berlalu, namun semua memori itu merupakan kenangan yang selalu mendasari masa sekarang. Apa yang aku alami pada bulan July 2005 memang sangat berperan akan kondisiku saat ini. Thx God.

-Putu-
Thursday, July 24, 2008
Penampilan dan Profesi serta Status :)
Hari ini, terus terang kerjaan gak banyak2 amat, namun ada beberapa hal yang benar2 mengingatkan akan kehidupanku semenjak masa anak2.
Pertama, krn penampilan, yang sedikit berbeda dengan sodara2ku yang lain, alhasil tidak ada orang yang menyangka kalau sebetulnya status kami adalah bersaudara.
Kedua, di kampus, karena aku sering guyon ama anak2 Nasrani, alhasil aku selalu dapat undangan retret atau kebagian buku rohani -- gak disangka kalau aku Hindu :)
Ketiga, awalnya tidak ada satpam yang percaya kalo aku ikut UKM Karate, apalagi jadi ketua UKM-nya, sebelum mereka melihatku pakai "dogi" dengan mata mereka sendiri.
Keempat, sering mereka bertanya-tanya dan tidak percaya kalau kerjaanku programmer, krn mereka melihat caraku bergaul. Mungkin mereka juga gk ngeh kalo aku orang teknik awalnya, krn aku rajin pakai rok dan high heels :)
Kelima, di toko-toko, SPG sering nyangka aku udah berkeluarga, krn aku sering ke counter ibu-ibu atau anak2, padahal aku kesana nyari benda untuk ibuku atau lagi nemenin tante atau mbok geg, hehehehe
Keenam, sering orang berpendapat kalau aku gak pernah sedih, krn selalu tersenyum dan rajin menyemangati orang-orang. Padahal semua manusia punya masalah yang gak perlu disebar-luaskan sebetulnya.
Ketujuh, banyak yang nyangka kalau aku tidak bisa buat banten atau memasak, krn aku cenderung suka kegiatan yang kecowok-cowokan alias disebut tomboy. Padahal aku sukanya(saat stress terutama) memasak atau pergi ke pura, bantu-bantu orang disana.
Mungkin tujuh hal di atas yang paling sering membuat orang pusing dan bertanya-tanya. Dan, tadi aku sempat ketemu dengan seseorang yang membuat aku senyum2 sendiri, krn aku tahu aku salah. Pertama ngelihat, dari caranya menyapa, aku menyimpulkan kalau anak ini anak muka komputer, sukanya yang serius2. Eh.. setelah ngobrol kesana-kemari, ternyata dia anak sastra Inggris yang juga suka ama bahasa Jepang, dan sebetulnya meski mukanya serius pisan, konyolnya boljug!(boleh juga, hehehe).
Dari dulu aku punya konsep bahwa penampilan tidak pernah menjamin kebenaran akan sesuatu. Menurutku malah bahasa yang lebih penting. Bahasa menentukan budaya, itu adalah salah satu acuanku. Krn semuanya bisa terlihat dari cara bicara dan apa yang dibicarakan. So, hati-hatilah :) -- just joking, hehehe
Apaun yang terlihat, apapun profesinya, apapun statusnya, kamu adalah kamu dan aku adalah aku. Jadi, sebelum menebak2 gak karuan mengenai profesi atau status seseorang, lebih baik jika bertanya dengan baik-baik!!
-Putu-
Pertama, krn penampilan, yang sedikit berbeda dengan sodara2ku yang lain, alhasil tidak ada orang yang menyangka kalau sebetulnya status kami adalah bersaudara.
Kedua, di kampus, karena aku sering guyon ama anak2 Nasrani, alhasil aku selalu dapat undangan retret atau kebagian buku rohani -- gak disangka kalau aku Hindu :)
Ketiga, awalnya tidak ada satpam yang percaya kalo aku ikut UKM Karate, apalagi jadi ketua UKM-nya, sebelum mereka melihatku pakai "dogi" dengan mata mereka sendiri.
Keempat, sering mereka bertanya-tanya dan tidak percaya kalau kerjaanku programmer, krn mereka melihat caraku bergaul. Mungkin mereka juga gk ngeh kalo aku orang teknik awalnya, krn aku rajin pakai rok dan high heels :)
Kelima, di toko-toko, SPG sering nyangka aku udah berkeluarga, krn aku sering ke counter ibu-ibu atau anak2, padahal aku kesana nyari benda untuk ibuku atau lagi nemenin tante atau mbok geg, hehehehe
Keenam, sering orang berpendapat kalau aku gak pernah sedih, krn selalu tersenyum dan rajin menyemangati orang-orang. Padahal semua manusia punya masalah yang gak perlu disebar-luaskan sebetulnya.
Ketujuh, banyak yang nyangka kalau aku tidak bisa buat banten atau memasak, krn aku cenderung suka kegiatan yang kecowok-cowokan alias disebut tomboy. Padahal aku sukanya(saat stress terutama) memasak atau pergi ke pura, bantu-bantu orang disana.
Mungkin tujuh hal di atas yang paling sering membuat orang pusing dan bertanya-tanya. Dan, tadi aku sempat ketemu dengan seseorang yang membuat aku senyum2 sendiri, krn aku tahu aku salah. Pertama ngelihat, dari caranya menyapa, aku menyimpulkan kalau anak ini anak muka komputer, sukanya yang serius2. Eh.. setelah ngobrol kesana-kemari, ternyata dia anak sastra Inggris yang juga suka ama bahasa Jepang, dan sebetulnya meski mukanya serius pisan, konyolnya boljug!(boleh juga, hehehe).
Dari dulu aku punya konsep bahwa penampilan tidak pernah menjamin kebenaran akan sesuatu. Menurutku malah bahasa yang lebih penting. Bahasa menentukan budaya, itu adalah salah satu acuanku. Krn semuanya bisa terlihat dari cara bicara dan apa yang dibicarakan. So, hati-hatilah :) -- just joking, hehehe
Apaun yang terlihat, apapun profesinya, apapun statusnya, kamu adalah kamu dan aku adalah aku. Jadi, sebelum menebak2 gak karuan mengenai profesi atau status seseorang, lebih baik jika bertanya dengan baik-baik!!
-Putu-
Tuesday, July 22, 2008
Past, Present, Future
Sering aku melihat kehidupan saat ini, masa depan, maupun masa lalu. Ternyata memang setiap hal yang aku kenal itu memiliki hubungan satu sama lain yang memang seharusnya berhubungan, semuanya ada benang merahnya. Mungkin salah satu yang paling sering terpikirkan adalah orang-orang yang paling berperan dalam karirku.
Waktu kecil, aku sering sekali menemani nenek memasak atau membuat sesajen. Selayaknya anak yang baru belajar, aku sering sekali mendapat teguran "ini kurang tepat, harus seperti ini, harus seperti itu, jangan asal-asalan". Selayaknya anak kecil yang menghormati orang tua, akupun selalu menuruti ucapan mereka dan berusaha melakukan sesuatu sesuai dengan standard mereka. Sehingga tanpa aku sadari aku sudah menyerap satu standard yang nantinya menjadi pembentuk diriku di masa depan.
Kemudian, aku mulai memasuki dunia sekolah, dimana tanpa aku sadari awalnya, aku bertemu para pendidik yang cocok dengan diriku, maksudnya mereka adalah orang-orang idealis yang memiliki standardnya tersendiri. Dan akupun mengikuti mereka. Bertambah banyaklah standard kehidupan yang aku miliki. Menjalani kehidupan sosial, tanpa disadari juga, aku bergaul dengan orang-orang yang menurutku mereka memiliki standard kualitas kehidupan yang tinggi. Dalam artian, sepanjang pengetahuanku, mereka selalu mengutamakan objektivitas, qualitas, dan kemampuan. Aku merasa beruntung sekali sebetulnya, tapi ada beberapa hal yang menjadi pemikiran selanjutnya.
Aku memandang mereka semua pada awalnya adalah dari segi profesi yang mereka tekuni, memang semuanya membutuhkan karakter "teliti, detail, high standard, high performance, objective, low risk", ada yang sebagai Quality Assurance Manager, Auditor Advisor, Analyst, Strategy Performance Manager dan yang lainnya. Namun ternyata, mereka sukses dalam karir tersebut karena mereka memang memiliki karakter yang sesuai dengan yang dibutuhkan untuk pekerjaan itu. Secara otomatis, standard2 yang teraplikasi dalam pekerjaan juga diterapkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Misalkan, seorang quality assurance. Karena sudah terbiasa dengan segala sesuatu berbau kualitas dan harus selalu menunjukkan yang terbaik, ketika membeli baju atau sandal jepit di pasar, mereka secara tidak langsung meneliti benda-benda itu dengan teliti sekali sebelum memutuskan untuk membelinya. Terus seorang analyst, memang dalam pekerjaan dibutuhkan sifat kritis dan mampu memandang ke depan (masa depan maksudnya...), nah dalam kehidupan sehari-haripun mereka akan selalu mempertimbangkan segalanya sampai sedetail-detailnya, untung ruginya, dan lain sebagainya. Terus bagi yang ahli security computer, akan selalu memandang seberapa besar risiko yang akan terjadi.
Wao..... semuanya tergabung dalam bundelan yang terlihat sempurna, namun mungkin ada sedikit bug di dalamnya. Secara garis besar, terkadang permasalahan yang mereka hadapi adalah ketika berurusan dengan orang yang memiliki kemampuan tidak se-level. Contoh gampang, seseorang yang selalu memperhatikan kualitas, lalu ketemu orang yang seronok atau gampangan atau tidak teliti atau berantakan, pasti dia akan ill feel duluan ^^
Terus, bagi orang-orang yang selalu berurusan dengan performance. Mungkin saja akan sedikit sensitif dengan hal-hal yang kurang perform.
Ketika aku mengingat kembali film "The Love Guru", mungkin tidak perlu pusing-pusing untuk melihat dunia. Kuncinya hanyalah "terimalah dirimu apa adanya" dan "terimalah orang lain apa adanya" karena sebetulnya tidak ada yang sempurna. Mungkin saja kita sangat advance di satu hal, namun seseorang yg kita anggap tidak kompeten, malah jauh melebihi kita di sisi lain, dimana itu sebetulnya bisa melengkapi diri kita.
Terlihat simple, namun sesungguhnya sangat sulit utk diterapkan dan memunculkan banyak pertanyaan lagi dalam benakku(tapi tidak usah dibahas dulu disini, hehehe).
Intinya adalah aku sangat bersyukur bisa memandang dan memikirkan semua itu selama ini. At least aku tahu bahwa jika seperti mereka, kira-kira apa saja hal yang perlu diperhatikan. Dan aku yakin sekali, mereka semua sudah menyadari semua "bug" itu, namun setiap orang memiliki cara pandang tersendiri akan satu hal(mungkin saja sesuatu yang aku anggap "bug", bagi orang lain bukanlah "bug").
Always do the best and hope for the best!! ^-^
Waktu kecil, aku sering sekali menemani nenek memasak atau membuat sesajen. Selayaknya anak yang baru belajar, aku sering sekali mendapat teguran "ini kurang tepat, harus seperti ini, harus seperti itu, jangan asal-asalan". Selayaknya anak kecil yang menghormati orang tua, akupun selalu menuruti ucapan mereka dan berusaha melakukan sesuatu sesuai dengan standard mereka. Sehingga tanpa aku sadari aku sudah menyerap satu standard yang nantinya menjadi pembentuk diriku di masa depan.
Kemudian, aku mulai memasuki dunia sekolah, dimana tanpa aku sadari awalnya, aku bertemu para pendidik yang cocok dengan diriku, maksudnya mereka adalah orang-orang idealis yang memiliki standardnya tersendiri. Dan akupun mengikuti mereka. Bertambah banyaklah standard kehidupan yang aku miliki. Menjalani kehidupan sosial, tanpa disadari juga, aku bergaul dengan orang-orang yang menurutku mereka memiliki standard kualitas kehidupan yang tinggi. Dalam artian, sepanjang pengetahuanku, mereka selalu mengutamakan objektivitas, qualitas, dan kemampuan. Aku merasa beruntung sekali sebetulnya, tapi ada beberapa hal yang menjadi pemikiran selanjutnya.
Aku memandang mereka semua pada awalnya adalah dari segi profesi yang mereka tekuni, memang semuanya membutuhkan karakter "teliti, detail, high standard, high performance, objective, low risk", ada yang sebagai Quality Assurance Manager, Auditor Advisor, Analyst, Strategy Performance Manager dan yang lainnya. Namun ternyata, mereka sukses dalam karir tersebut karena mereka memang memiliki karakter yang sesuai dengan yang dibutuhkan untuk pekerjaan itu. Secara otomatis, standard2 yang teraplikasi dalam pekerjaan juga diterapkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Misalkan, seorang quality assurance. Karena sudah terbiasa dengan segala sesuatu berbau kualitas dan harus selalu menunjukkan yang terbaik, ketika membeli baju atau sandal jepit di pasar, mereka secara tidak langsung meneliti benda-benda itu dengan teliti sekali sebelum memutuskan untuk membelinya. Terus seorang analyst, memang dalam pekerjaan dibutuhkan sifat kritis dan mampu memandang ke depan (masa depan maksudnya...), nah dalam kehidupan sehari-haripun mereka akan selalu mempertimbangkan segalanya sampai sedetail-detailnya, untung ruginya, dan lain sebagainya. Terus bagi yang ahli security computer, akan selalu memandang seberapa besar risiko yang akan terjadi.
Wao..... semuanya tergabung dalam bundelan yang terlihat sempurna, namun mungkin ada sedikit bug di dalamnya. Secara garis besar, terkadang permasalahan yang mereka hadapi adalah ketika berurusan dengan orang yang memiliki kemampuan tidak se-level. Contoh gampang, seseorang yang selalu memperhatikan kualitas, lalu ketemu orang yang seronok atau gampangan atau tidak teliti atau berantakan, pasti dia akan ill feel duluan ^^
Terus, bagi orang-orang yang selalu berurusan dengan performance. Mungkin saja akan sedikit sensitif dengan hal-hal yang kurang perform.
Ketika aku mengingat kembali film "The Love Guru", mungkin tidak perlu pusing-pusing untuk melihat dunia. Kuncinya hanyalah "terimalah dirimu apa adanya" dan "terimalah orang lain apa adanya" karena sebetulnya tidak ada yang sempurna. Mungkin saja kita sangat advance di satu hal, namun seseorang yg kita anggap tidak kompeten, malah jauh melebihi kita di sisi lain, dimana itu sebetulnya bisa melengkapi diri kita.
Terlihat simple, namun sesungguhnya sangat sulit utk diterapkan dan memunculkan banyak pertanyaan lagi dalam benakku(tapi tidak usah dibahas dulu disini, hehehe).
Intinya adalah aku sangat bersyukur bisa memandang dan memikirkan semua itu selama ini. At least aku tahu bahwa jika seperti mereka, kira-kira apa saja hal yang perlu diperhatikan. Dan aku yakin sekali, mereka semua sudah menyadari semua "bug" itu, namun setiap orang memiliki cara pandang tersendiri akan satu hal(mungkin saja sesuatu yang aku anggap "bug", bagi orang lain bukanlah "bug").
Always do the best and hope for the best!! ^-^
Sunday, July 20, 2008
Perpisahan dan Pertemuan
Apakah setiap perpisahan harus meninggalkan duka dan meneteskan air mata? May be yes may be no, hehehehe. Namun biasanya, perpisahan selalu meninggalkan jejak yang ya... cukup susah dihapuskan.
Apakah setiap pertemuan harus disertai dengan senyum dan canda tawa serta kebahagiaan? Jawabannya juga may be yes may be no ^^. Tapi biasanya juga, pertemuan selalu diawali dengan senyuman dan cerita bahagia serta tawa yang membahagiakan.
Kenapa berpisah? Banyak alasan. Berpisah memiliki banyak definisi, tapi memiliki inti yang sama, yaitu tidak ada laginya hubungan yang langsung satu sama lain (menurutku...). Mungkin salah satu alasan dari sebuah perpisahan adalah karena perbedaan visi dan misi, sehingga benih-benih ketidakcocokan mulai bertumbuhan, subur dan semakin subur. Ada kalanya perbedaan itu bisa dijadikan bumbu-bumbu dari persamaan, tapi jika perbedaan itu sangat esensial, maka apa boleh dikata. Dari pada semuanya menjadi orang yang unik, alias aneh, lebih baik cari tempat lain sebagai tempat mengisi sisa hidup ini.
Pertemuan mungkin memang sudah diatur oleh alam, karena emang skenarionya sudah ada dari sononya. Mungkin kecocokan serta kesamaanlah yang membuat kutub-kutub + dan - kedua belah pihak itu saling tarik menarik dan bertemu pada akhirnya(meski mereka berada di belahan dunia yang berbeda). Oleh karena itu terkadang kita merasa heran ketika tanpa disadari, kita bertemu orang yang tidak kita duga, ternyata cocok sekali dengan diri kita.
Namun, seperti kata pepatah, ada pertemuan pasti ada perpisahan dan ada pertemuan lagi selanjutnya. Jadi, ketika bertemu sesuatu yang indah ataupun yang jelek, bersiap-siaplah untuk berpisah dengannya. Karena semua ini hanya masalah waktu, bukan yang lainnya!
-Putu-
Apakah setiap pertemuan harus disertai dengan senyum dan canda tawa serta kebahagiaan? Jawabannya juga may be yes may be no ^^. Tapi biasanya juga, pertemuan selalu diawali dengan senyuman dan cerita bahagia serta tawa yang membahagiakan.
Kenapa berpisah? Banyak alasan. Berpisah memiliki banyak definisi, tapi memiliki inti yang sama, yaitu tidak ada laginya hubungan yang langsung satu sama lain (menurutku...). Mungkin salah satu alasan dari sebuah perpisahan adalah karena perbedaan visi dan misi, sehingga benih-benih ketidakcocokan mulai bertumbuhan, subur dan semakin subur. Ada kalanya perbedaan itu bisa dijadikan bumbu-bumbu dari persamaan, tapi jika perbedaan itu sangat esensial, maka apa boleh dikata. Dari pada semuanya menjadi orang yang unik, alias aneh, lebih baik cari tempat lain sebagai tempat mengisi sisa hidup ini.
Pertemuan mungkin memang sudah diatur oleh alam, karena emang skenarionya sudah ada dari sononya. Mungkin kecocokan serta kesamaanlah yang membuat kutub-kutub + dan - kedua belah pihak itu saling tarik menarik dan bertemu pada akhirnya(meski mereka berada di belahan dunia yang berbeda). Oleh karena itu terkadang kita merasa heran ketika tanpa disadari, kita bertemu orang yang tidak kita duga, ternyata cocok sekali dengan diri kita.
Namun, seperti kata pepatah, ada pertemuan pasti ada perpisahan dan ada pertemuan lagi selanjutnya. Jadi, ketika bertemu sesuatu yang indah ataupun yang jelek, bersiap-siaplah untuk berpisah dengannya. Karena semua ini hanya masalah waktu, bukan yang lainnya!
-Putu-
Friday, July 18, 2008
Sungaiku
Sungaiku... ketika sepi menyelimuti dunia ini, aku selalu datang padamu, aku akan berjalan menyusuri setiap jengkal tepianmu. Aku tahu aku akan menemukan sesuatu di ujung jalan itu, aku akan menemukan lautan yang sangat luas, luas sekali. Kamu mengajariku tentang cara menghargai sepi. Gemericik suaramu yang menenangkan jiwa, kemurnianmu yang menghapuskan segala mala, serta kepolosanmu yang mampu menumbangkan tembok-tembok kokoh.
Sepi... bukan lagi sesuatu yang menyeramkan, namun itu adalah bagian kehidupanku yang ternyata sangat berarti. Berarti selayaknya sungai itu... sungai yang mengalir dalam jiwa kecilku. Kemanapun kamu mengalir, akan selalu tersedia celah untuk kau lewati. Apapun yang mereka tumpahkan padamu, kamu akan melumat segalanya tanpa mencemari kemurnianmu.
Sungaiku... teruslah mengalir, menebar kesegaran pada setiap kekeringan di dunia ini. Kekeringan yang tak pernah berujung!!
-Putu-
Sepi... bukan lagi sesuatu yang menyeramkan, namun itu adalah bagian kehidupanku yang ternyata sangat berarti. Berarti selayaknya sungai itu... sungai yang mengalir dalam jiwa kecilku. Kemanapun kamu mengalir, akan selalu tersedia celah untuk kau lewati. Apapun yang mereka tumpahkan padamu, kamu akan melumat segalanya tanpa mencemari kemurnianmu.
Sungaiku... teruslah mengalir, menebar kesegaran pada setiap kekeringan di dunia ini. Kekeringan yang tak pernah berujung!!
-Putu-
Tuesday, July 01, 2008
Dunia IT dan Wanita
"Pekerjaan anda apa?", ada sebuah pertanyaan menyapa. "Saya programmer", sahutku sambil tersenyum. "Oh", sambutnya. Senyumpun berlanjut dan berlanjut disertai dengan sedikit wajah heran. Ada apakah gerangan? biasa aja kali... hatipun bergumam.
Saat ini dunia IT bukan lagi hanya dunia para lelaki, namun sudah wajar jika para wanita juga ikut serta dalam perkembangan teknologi. Malah mungkin wanita memegang peranan penting sekali, terutama dari sisi ketelitian dan kerapihan dalam membuat program. Namun mungkin dari sisi logika dan kuat-kuatan begadang, terkadang kalah juga dengan para pria.
Saat ini, aku hampir 3 thn menekuni dunia programmer, apakah ini cita2ku? tidak, jawabannya. Namun kenapa dilakoni?. Karena ini adalah salah satu jalan yang harus aku lewati ^^. Semuanya butuh proses, dan kita harus belajar menikmati setiap pemandangan yang kita lewati untuk mencapai tujuan terakhir. Seperti mendaki bukit, kegiatan yang sangat aku senangi, capek mungkin sekali, haus lapar pasti tentunya, namun cobalah hirup udara segar di sekitar, segar sekali rasanya.... begitu menerangi pikiran yang kusut setelah meratapi jalan yang berliku dan menanjak. Ketika sampai di puncak bukit, senang sekali rasanya memandangi awan di bawah kaki kita. Namun, jangan terlena terhadap awan itu, jangan sampai berpikiran kalau itu awan kinton yang bisa sebagai pijakan dan membawa kita terbang kemanapun kita ingin. itu hanya gumapalan asap yang terlihat sangat indah.
Ketika aku melihat sekitar, ketika aku meeting dengan client, aku merasa seperti arisan ibu-ibu. Ternyata yang meeting, wanita semua. Keren ya.... kepikiran sejenak. Para pria pada kemana... sibuk mengerjakan hal yang lainnya ^^. Dengan kata lain, arisan di kantor isinya bukan gosip lagi, makan siang gak ngerumpiin gosip lagi(jarang sekali), karena pembicaraannya udah seputar projek dan coding. Namun, ibu-ibu yang aku ajak bekerja sama sesungguhnya adalah wanita biasa, wanita yang memiliki kehidupan normal sebagai ibu rumah tangga, sebagai istri dari suaminya tercinta, sebagai ibu dari anak2nya, sebagai tante dari keponakan2nya, dan sebagai menantu dari mertuanya.
Hari ini, aku melihat semua orang keren-keren banget. Ada teman yang sedang menulis buku Java, ada yang lagi buat presentasi dengan cara yg kueren abiss, ada yang lagi S2 Teknik Mesin di Riyad, ada yang lagi sibuk kerja, dan lain sebagainya....
-Putu-
Saat ini dunia IT bukan lagi hanya dunia para lelaki, namun sudah wajar jika para wanita juga ikut serta dalam perkembangan teknologi. Malah mungkin wanita memegang peranan penting sekali, terutama dari sisi ketelitian dan kerapihan dalam membuat program. Namun mungkin dari sisi logika dan kuat-kuatan begadang, terkadang kalah juga dengan para pria.
Saat ini, aku hampir 3 thn menekuni dunia programmer, apakah ini cita2ku? tidak, jawabannya. Namun kenapa dilakoni?. Karena ini adalah salah satu jalan yang harus aku lewati ^^. Semuanya butuh proses, dan kita harus belajar menikmati setiap pemandangan yang kita lewati untuk mencapai tujuan terakhir. Seperti mendaki bukit, kegiatan yang sangat aku senangi, capek mungkin sekali, haus lapar pasti tentunya, namun cobalah hirup udara segar di sekitar, segar sekali rasanya.... begitu menerangi pikiran yang kusut setelah meratapi jalan yang berliku dan menanjak. Ketika sampai di puncak bukit, senang sekali rasanya memandangi awan di bawah kaki kita. Namun, jangan terlena terhadap awan itu, jangan sampai berpikiran kalau itu awan kinton yang bisa sebagai pijakan dan membawa kita terbang kemanapun kita ingin. itu hanya gumapalan asap yang terlihat sangat indah.
Ketika aku melihat sekitar, ketika aku meeting dengan client, aku merasa seperti arisan ibu-ibu. Ternyata yang meeting, wanita semua. Keren ya.... kepikiran sejenak. Para pria pada kemana... sibuk mengerjakan hal yang lainnya ^^. Dengan kata lain, arisan di kantor isinya bukan gosip lagi, makan siang gak ngerumpiin gosip lagi(jarang sekali), karena pembicaraannya udah seputar projek dan coding. Namun, ibu-ibu yang aku ajak bekerja sama sesungguhnya adalah wanita biasa, wanita yang memiliki kehidupan normal sebagai ibu rumah tangga, sebagai istri dari suaminya tercinta, sebagai ibu dari anak2nya, sebagai tante dari keponakan2nya, dan sebagai menantu dari mertuanya.
Hari ini, aku melihat semua orang keren-keren banget. Ada teman yang sedang menulis buku Java, ada yang lagi buat presentasi dengan cara yg kueren abiss, ada yang lagi S2 Teknik Mesin di Riyad, ada yang lagi sibuk kerja, dan lain sebagainya....
-Putu-
Subscribe to:
Posts (Atom)

