Showing posts with label MyLife. Show all posts
Showing posts with label MyLife. Show all posts

Sunday, February 19, 2012

20 Februari 2006

Tak terasa 6 tahun sudah….. tepat tanggal 20 Februari 2006 aku kejar-kejaran dengan bus Karawang – Jakarta. Seru sekali sekaligus deg-deg-an…. Karena kalau sampai aku lewat dari jam 12:00 WIB aku tiba di Kedubes Jepang, maka buyarlah cita-citaku pergi ke negeri sakura. Tapi syukurnya… jam 11:30 aku tiba di kantor dan langsung lari ke kedubes Jepang and… teng tong…. 11:50 WIB tiba dan langsung registrasi. Lega………….. sambil keringat bercucuran, lumayan lari dari Sarinah :)

Kala itu, betapa semangatnya diriku…. Meski Jepang pernah menyengsarakan keluargaku saat perang kemerdekaan, tapi keingintahuanku terhadap negeri ini begitu besar. Tak pelak aku belajar bahasa Jepang dengan giat, mulai dari Hiragana, Katakana, dan beberapa Kanji aku bisa hafal dalam waktu singkat (yang pasti lebih cepat dari belajar bahasa Inggris :D ). Selanjutnya bagaimana menulis email dan berprilaku official.

Setiap tahun kuiingat wajah ceria itu… wajah tat kala visa di tangan, dan aku siap untuk terbang kesana. Tidak tahu kenapa, begitu banyak negeri… tapi Jepang terasa berbeda bagiku. Dan ternyata memberikanku banyak hal dalam perjalananku selama 6 tahun terakhir.

Tgl 20 pada 6 tahun silam mungkin sekilas terlihat begitu biasa.... tapi ternyata LUAR BIASA. Karena hari itu aku bisa memenuhi salah satu cita-citaku, karena hari itu aku bertemu orang-orang yang mampu membuatku memahami dunia ini dengan lebih clear/nyata/berperasaan, karena hari itu aku menemukan saudaraku, karena hari itu aku tahu dilema seorang profesional, karena hari itu aku sekarang bisa berada disini...... duduk di depan komputer lantai 11 gedung ini.... salah satu gedung yang pernah aku cita-citakan.

Setiap hari adalah sangat berharga dan selalu memberiku nilai, nilai untuk hidup dengan semangat dan cinta.


****************
Kini, setelah 6 tahun, aku bisa mengenang kembali semua masa itu. Hal-hal yang membuatku menangis, ternyata salah satu perjalanan yg harus aku lewati, dan aku sudah memahaminya... sekarang.

Lagu-lagu Jepang mulai terdengar di PC-ku.... sangat indah dan menyenangkan untuk membangkitkan semangat.

Semua kenangan selama 6 tahun terakhir yang berawal dari 20 Feb 2006 masih tersimpan dan terkenang. Semoga semuanya berbahagia :)

ishouni gambarimasu!

-puts-

Sunday, February 12, 2012

Being Grateful

Pagi ini, seperti biasa dua minggu terakhir, badan masih letoy n rasanya tidur adalah hal paling nikmat. Namun..... aku harus menunaikan jadwal, yaitu mengambil kwitansi kacamata agar bisa reimburse nanti di kantor. Kebelet pipis adalah salah satu alasan akhirnya aku buru-buru bangun n mandi, dilanjutkan dengan sarapan dengan kacang hijau ABC, susu beruang, dan dua sendok sari kurma :)

Perjalanan menuju tempat bus aku lakoni dengan pelan dan alot, karena memang kaki belum sanggup digunakan untuk berlari. Tat kala itu aku merasa semuanya terasa pelan dan makna dari setiap hal yang aku lewati menjadi nyata. Sosok bapak tua yang duduk di jembatan polda membuatku berpikir, “apakah dia sakit atau dia malas.... hingga tidak mampu bekerja utk menghidupi keluarganya. Dia tidak merengek meminta, hanya duduk diam dengan wajah lesu dan pasrah”. Seandainya dia sakit.... alangkah berat hidupnya, dan dia hanya bisa duduk meminta belas kasihan orang untuk menghidupi keluarganyanya. Seandainyapun dia tidak mendapat pekerjaan lain yang menurut orang lebih terhormat, apa yang harus dilakukan oleh tubuh setua itu.... tak heran dia hanya duduk termenung dan pasrah. Air mata hendak menetes... namun disadarkan oleh panasnya sinar mentari pagi dan klakson kendaraan.

Sesekali ku melirik kota Jakarta dari jendela bus, dan aku tersadar oleh sebuah bangunan megah di dekat Taman Anggrek, yang mana dahulu itu adalah rumah kumuh. Kembali aku bengong.... kemana mereka tinggal, orang-orang yang dulu numpang tinggal di tempat kumuh itu. Aku tahu persis lokasi itu krn sesekali aku memandanginya dari lantai 24 Apartment Taman Anggrek. Tatkala hujan deras, mereka disana selalu disibukkan oleh beragam upaya untuk menghalau banjir, dan tetangganya para penunggu apartment mewah.... lumayan bisa tidur nyenyak.

Dua minggu terakhir adalah masa dimana aku tidak sanggup makan banyak, meski semua orang merayuku untuk makan. Dan siang ini aku berminat untuk makan dan makan banyak............... sekilas terbersit orang-orang yang tidak sanggup makan, padahal sangat menginginkan makanan. Dan jadi inget film korea 49 days, dimana satu orang ingin sekali mati dan satu orang ingin sekali hidup meski dia dalam kondisi jadi hantu. What a unique life.

Dalam perjalanan pulang, akhirnya aku mendapat kesimpulan untuk diri sendiri, yaitu aku bersyukur sakit sehingga aku bisa memandang semuanya dengan lebih pelan – detail - berperasaan, aku bersyukur menjalani semua ini – sesuai atau tidak dengan idealisme dan prinsipku. Dengan demikian aku bisa berucap terimakasih untuk semua yang aku alami dalam dunia nyata dan dunia mimpi. All is things that I’ve should learn.

Memang dunia manapun tidak ada yg sempurna dan aku harus menerimanya, namun tetap bisa memilih untuk setiap tindakan yang aku ambil. Disanalah kreativitas manusia ditantang, not to be a dead fish but be a creative human, even only for theirself.

Aku tidak bisa membuat bahagia oang lain, vice versa. Hal ini karena kebahagiaan berawal dari individu itu masing-masing. Itu kembali aku sadari tatkala kubaca puisi berjudul KETIKA pagi ini, yg ditulis oleh orang tercinta (my lover/my friend/my teacher)

-putu-

Wednesday, February 08, 2012

Seninya Nge-Cat Kuku

Salah satu hobi yang ntah turunan dari mana dan aku bawa sedari orok adalah mengecat kuku. Anak kecil teriak-teriak minta beragam warna cat kuku, itulah diriku dimasa silam. Waktu berlanjut, dan pelan-pelan hobi itu terpendam dan terlupakan, bahkan dianggap menyusahkan.

Kini, tatkala aku disadarkan mengenai “the beauty of nail” oleh someone special, pelan-pelan hobi itu kembali bangkit. Dan, akhirnya aku mulai menyadari makna dibalik seni mengecat kuku. Ternyata tidak hanya keindahan dan kecantikan secara kasat mata, namun yang lebih utama adalah inner beauty dari si pengecat kuku itu sendiri.

Salah satu inner beauty seorang wanita, menurut sebuah kitab favoritku, adalah kesabaran dan ketenangan. Dan seni mengecat kuku akan menjadi optimal tatkala kedua sifat tersebut berpadu, untung-untung ditambah kualitas cat kuku yang OKs :)

Bagi diriku – bukan orang kidal, mengecat kuku tangan kanan cukup rumit, karena balancing otak sering terganggu – social vs science. Dan dengan balance-nya hasil mengecat kuku antara tangan kanan dan kiri, aku sadar ternyata hal itu aku peroleh tatkala mengecat kuku dengan penuh kesabaran, ketenangan, dan kebahagiaan. Thats it :)

Demikian untuk kali ini, enjoy days... n when the beauty & healthy come, there always possibilities & optimism.

Thursday, October 13, 2011

Feeling Free..., grateful..., nice..., fullfill...

Hi hi........

lama sudah tak menulis di beranda ini :)

kali ini pikiran kreatif mulai ditumbuhkembangkan kembali, karena satu cita-cita masa kecil usai sudah.... (thanks PPM) meski masih banyak tumpukan cita-cita yang harus dikejar... jd ingat ujian lari, target 5 puteran dan baru sampai 2 puteran sekarang. Tetep semangat dan harus pintar mengatur nafas agar ndak megap-megap n pingasn.


terbiasa sibuk, kemudian berada pada titik yang aku anggap santai karena kegiatan berkurang adalah masa-masa yang membutuhkan pemahaman dan pengertian akan diri, pengertian bahwa aku jg manusia yang badannya butuh santai (meski sejenak). Tapi sering kali kepala ndak terima dan protes terus..... maunya sibuk terus.

Untuk jalan tengah (mengatasi perseteruan kepala dan badan), akhirnya diambil kesimpulan untuk rentang tertentu diambil aktifitas yang tidak terlalu fisik, tapi kerja otak berlanjut, seperti mereka-rek harga pasir + batu + semen untuk renovasi dapur :) -- atau mereka-reka kemungkinan diskon barang elektronik, shg target tercapai... atau mereka-reka kapan baju terbaru itu akan diskon (bisa jd 6 bulan lg udah diskon 50%) dan mereka-reka hal logis lainnya.....

selanjutnya, pelan-pelan badan mulai merasa bebas n adem... dilanjutkan dengan tumpah ruah hobby, yaitu olah raga. mulai dari bulu tangkis, aerobic, basket, jogging, n jalan santai. kebetulan karate belum kesentuh. Dan pelan-pelan hidup mulai merasa seimbang, otak dan dengkul mulai balance. Dan mulai merasa "grateful" untuk semua pemberian-Nya. Mulai menyadari kembali makna semua ini. mulai terharu biru akan semua masa yang pernah dilalui. Mulai bengong dan merenung akan setiap hal yang dilewati selama 28,5 thn.

Akhirnya aku merasa "nice".... n pelan-pelan "fullfilled".

Sekarang yang harus ditata lagi adalah pemenuhan akan kebutuhan kreatifitas utk berinovasi. Dan menata diri untuk cita-cita selanjutnya.... yaitu.... beli wajan :)) heheehhe.... plus beli kulkas.... :) plus mencari celah agar bisa ngajar di univ. :) plus menata family for the next step ^___^ plus mau buat ashram :) plus shor term project in the office @_@

may God bless me..... fiuh fiuh :)

tetep semangat n be grateful for every single thing :).

-putu-

Sunday, July 24, 2011

Tidak Lupa Berterimakasih

sore ini kembali kepala digetok oleh sang ayah tatkala dia bertanya,"putu, coba diingat, siapa yg sudah membawamu sampai seperti sekarang?". "salah satunya ya tas itu, jd jangan kamu seenaknya membuang barang yang pernah menolongmu. sebagai anak yg diajarkan untuk ingat kepada leluhur, sudah seharusnya kita mengingat setiap entitas di alam ini yg telah membantu kita untuk bisa hidup lebih baik. jadi, simpan semuanya baik-baik ya!".

fiuh.... "baiklah....", simpulku.

apa yg dikatakan ayahku tepat sekali. dan dari kecil aku selalu spt itu, oleh karena itu pula blog ini tercipta.

jika dibongkar propertiku, isinya bukanlah barang mewah nan indah berkilauan. tapi mereka semua adalah barang yang terlihat sangat sederhana tapi sangat layak untuk selalu menyertai kehidupanku. tas itu, dompet keren itu, baju itu.... jadi ingat baju pusaka karate-ku, "karategi warisan kakak". indahnya baju itu, meski sekaran sudah terlihat lusuh, tapi utk mendapatkan seorang penjahit yg bisa menjahit dengan kualitas sebagus itu.... hmmm, aku harus ke negeri sakura dulu kayanya.

baju itulah yg berhasil membawaku menjadi seorang atlet. meski akhirnya aku mendapatkan karategi pusaka yg kedua.... mereka semua masih tersimpan rapi dan sedang menunggu ahli waris yang tepat :)

kembali mengingat pesan ayahku, "sesukses apapun kamu, jgn ppernah malu menggunakan baju lusuh itu. karena dulu kamu sangat menyayanginya dan dia selalu menemanimu dikala sulit. jd, jgn lupa untuk berterimakasih padanya!"

memang apapun yg aku beli, jarang sekali berdasarkan hanya berdasar kesenangan. semuanya punya makna tersendiri dan mereka semua pasti memiliki jasa yg patut aku pikirkan. mungkin mereka terlihat sebagai benda mati, namun ketika dlm suasana hening, mereka sama selayaknya manusia yg bisa berkata, berucap terima kasih, mengeluh karena diabaikan, dan sakit karena tidak pernah dirawat dgn baik.

sedari kecil, hidup bersama alam, pelajaran ini selalu dijejalkan di kepalaku. sulit kadang kala dipahami, krn memang harus dipahami dengan perasaan dan keterbukaan pikiran yang luasss..... karena mereka akan bicara tatkala kita percaya bahwa mereka sama seperti kita dan kita bersedia mendengarkan mereka.

hidup ini indah.... banyak bisa belajar. semua entitas di dalamnya begitu unik dan saling berkaitan serta tarik menarik untuk bisa saling mengerti dan memahami.

that's what I re-learn today.

thanks for the great days.... n advices :)

-putu-

Monday, July 18, 2011

Nasib bukanlah kebetulan. Nasib adalah pilihan

Hidup ini mematuhi Anda. Setiap hal yang Anda alami di dalam hidup Anda benar-benar merupakan hasil dari apa yang Anda ungkapkan lewat pikiran dan perasaan Anda, entah Anda menyadarinya bahwa Anda telah memancarkannya atau tidak. Segala sesuatu di dalam hidup ini tidak terjadi begitu saja pada Anda.... hidup ini mematuhi Anda. Nasib Anda di tangan Anda. Apa pun yang Anda pikirkan, apa pun yang Anda rasakan, akan menentukan hidup Anda.

Segala sesuatu dalam hidup ini dihadirkan bagi Anda agar Anda memilih apa yang Anda cintai!! Hidup ini adalah catalog, dan Anda-lah yang memilih apa yang Anda sukai dari catalog itu! Namun apakah Anda memilih apa-apa yang Anda sukai atau Anda hanya sibuk menilai-nilai dan memberi label pada berbagai hal yang tidak berkenan? Bila hidup Anda jauh dari menyenangkan, secara tidak sadar Anda telah memberi label pada segala hal yang tidak menyenangkan. Anda telah membiarkan berbagai hal yang Anda anggap buruk menghalangi Anda dari tujuan hidup Anda. Karena tujuan hidup Anda adalah untuk mencintai! Tujuan hidup Anda adalah kegembiraan. Tujuan hidup Anda adalah memilih berbagai hal yang Anda cintai dan meninggalkan yang tidak Anda cintai maka Anda tidak memilih yang tidak Anda cintai itu.

Pilihlah yang Anda Cintai

Sewaktu Anda melihat mobil impian Anda melesat di jalan, hidup sedang menyodorkan mobil itu kepada Anda. Bagaimana perasaan Anda ketika melihat mobil impian itu sangat menentukan, karena bila Anda memilih untuk tidak merasakan apa pun selain cinta terhadap mobil itu, Anda sedang menarik mobil impian Anda ke diri Anda. Namun, bila Anda merasa iri atau cemburu karena orang lainlah yang mengendarai mobil impian Anda itu, Anda sama saja dengan secara lantang memberitahukan bahwa Anda keluar dari kemungkinan mendapatkan mobil impian itu. Hidup menyodorkan mobil impian itu kepada Anda supaya dapat memilihnya, dengan merasakan cinta. Pahamkah Anda bahwa masalahnya bukan pada apakah seorang itu punya sesuatu sedangkan Anda tidak memilikinya? Hidup ini menyodorkan segala hal kepada Anda, dan jika Anda merasakan cinta terhadap sesuatu, Anda menghadirkan hal yang sama kepada diri Anda.

Bila Anda melihat pasangan yang sedang dimabuk cinta, dan Anda menginginkan seorang pasangan dalam hidup Anda, hidup sedang menyodorkan pasangan yang berbahagia itu kepada Anda – agar Anda pilih. Namun, bila Anda merasa sedih atau kesepian saat menyaksikan pasangan yang berbahagia itu, Anda sedang memancarkan hal negatif, dan karenanya lalu mengatakan, ”Saya ingin bersedih dan kesepian”. Anda harus mengungkapkan rasa cinta pada apa yang Anda inginkan. Bila Anda mengalami kelebihan berat badan, dan sedang berjalan-jalan dan seorang dengan tubuh ideal melewati Anda, bagaimana perasaan Anda? Hidup sedang menyodorkan tubuh yang sempurna kepada Anda untuk Andapilih, maka bila Anda merasa tidak senang karena Anda tidak memiliki tubuh seperti itu, aku ingin memiliki tubuh yang kelebihan berat ini. ”Jika Anda sedang berjuang keras melawan sejenis penyakit, dan Anda dikelilingi oleh orang-orang sehat, bagaimana perasaan Anda? Hidup sedang menyodorkan orang-orang sehat kepada Anda supaya Anda memilih kesehatan, maka bila Anda merasakan cinta yang lebih kuat terhadap keadaan sehat di sekitar Anda, ketimbang yang Anda rasakan terhadap keadaan sakit, Anda sedang memilih keadaan sehat itu untuk diri sendiri.

Segala sesuatu di dalam hidup ini sedang menyodorkan diri kepada Anda supaya Anda dapat memilih apa yang Anda cintai dan apa yang tidak Anda cintai, tetapi hanya cinta yang membawa berbagai hal yang Anda inginkan kepada Anda. Katalog kehidupan memuat banyak hal yang tidak Anda sukai, maka jangan pilih yang tidak Anda sukai ini dengan mengungkapkan perasaan buruk, dan Anda pun mengundang hal negatif ke diri Anda. Rasakan saja iri atau cemburu terhadap apa yang dimiliki oleh seseorang, dan Anda menghadirkan yang negatif ke diri Anda dengan menolak apa yang sebenarnya Anda inginkan dengan kekuatan dahsyat. Hanya cinta yang mendatangkan apa yang Anda inginkan ke diri Anda!

”inilah keajaiban yang setiap kali terjadi pada mereka yang benar-benar mencintai: makin banyak yang mereka berikan, makin banyak yang mereka miliki.”

Sunday, July 17, 2011

2006

While listening Emi Fujita, all memories goes to 2006, when spring exactly - ohanami.

Japan, that's one place I wanna be. Just feel like homeland, even I know Japan made Indonesia suffered years ago. But still I wanna stay there.

Also, there was a moment when I met great person. I don't wanna erase the memories of him, cause he's part of my life. All of people there too...

All thing just sprung and like the season... when summer it getting hotter, and when fall came, everything just fallen.

Dunia memang seru, itulah kesimpulanku hari ini. Banyak sekali cerita dan ternyata 5 tahun sudah berlalu. All gone, but the memories still in my mind :)

Waktu kecil, aku suka memilah-milah kehidupan menjadi beberapa bagian, dimana setiap bagian terdiri dari 5 tahun. Dan aku berpikir akan ada beberapa kejadian yg akan berputar dan pada titik tertentu akan stuck dan aku menikmati zone nyaman till the end of my life. Dan ternyata satu per satu dari 5 tahun tersebut terjadi, dan salah satunya adalah saat ini. 2006 - 2011.

Aku tidak tahu bagaimana kehidupan para aktor kehidupanku di 5 tahun yg lalu itu, karena aku tdk berhak mengetahuinya... aku yg membuatnya tdk berhak, no body else :)
Hope he enjoy his life and fullfill the dreams...

5 tahun lumayan cukup buatku untuk belajar menerima kenyataan sisi lain dunia, ternyata aku bisa menghadapinya... dengan menjalani kehidupan normal, menghargai setiap hal baru yg ditemui, serius akan setiap kata hati... ternyata sanggup membuat aku survive.

Dimanapun sekarang dia berada, just goodluck :) -- still wishing that life just like he dreams of.

for puts from puts

Thursday, May 19, 2011

Indepence Always Gonna Be Very Good

Independence day............ hari kemerdekaan...........

semua orang menantinya dan akan merayakannya di masa-masa mendatang.... then what it means personally.?.

merdeka secara individu, hmmm sebetulnya punya arti yg lumayan banyak, namun kali ini aku ambil arti "merdeka = mandiri".

dimana aku bisa mandiri, saat itulah aku merasa merdeka. karena.... no body has any right on me. that's it. selama ada yg bisa memaksakan kehendaknya padaku, saat itulah aku belum merasa merdeka. mereka bisa memaksakan kehendak kepadaku, karena "aku masih membutuhkan mereka", then I'm not independent yet. still depend on them.

so, relevansi-nya dengan current live adalah...... sometimes aku merasa tidak mandiri, then I thought that I'm not independent at all... why.... cause sometimes I felt intrude someone to behave like what I want... jadi terlihat di kedua belah pihak terjadi ke-tidak-mandirian. si A hidup merasa tenang kalau si B begini begitu. si B akan hidup tenang kalau si A tidak ingin begini begitu, dan si B bisa hidup tetang kalau si A tidak marah alias menuruti keinginan si A. what a complicated life.............

sebetulnya kalau ditarik garis tengah..... hidup aja masing-masing... gak usah saling mjd intruder. (jawaban lepas tangan)

atau

ngobrol aja baik2 dan diskusikan, sehingga saling bisa memenuhi, menjadi pribadi mandiri yang "penuh", dan tidak merasa saling mjd intruder (jawaban sok tua)

atau

WTF, just follow the days.... kalau ada yg merasa di-zolimi, mungkin karena memang takdirnya begitu..... (jawaban pasrah)

then... mana yang tepat untuk dilakoni??

hmm.... menurutku sendiri, semuanya bisa dilakoni dan tak usah dilakoni. ketika kelelahan mulai bermunculan, tak pelak ketiga jawaban itu hanya omong kosong belaka. lebih baik diam seribu bahasa, tak perlu membahas kehidupan ini. terlalu memberatkan hidup yg sudah berat.... mandiri gak mandiri just a matter of definition ketika melihat diri, karena sebetulnya sama saja. setiap manusia mandiri dan tak mandiri.

manusia mandiri karena hidup sendiri "bertahan" (dalam bats tertentu).... namun bagaimana bisa mandiri juga wong nafas aja masih minjem.

so..... tetep aku tak bisa mandiri, kesimpulannya. dan sepertinya tak akan pernah jadi sosok mandiri sebenar2nya..... semurni2nya.... krn memang tercipta utk tak akan pernah... that's rule of my life.

enjo(i) the days...........

**bunga2 khayalan yang terbang liar mencari kemerdekaan**

Monday, April 18, 2011

When U Can Grab All Entities, Then U’re The Winner

Satu kalimat dalam judul di atas adalah satu kalimat yang teramat sangat menginspirasiku. Ya, itulah sekalimat nasihat dari Sang Bos.

Pintar, inovatif, senang berbagi ilmu, itulah tiga hal yang paling bisa aku tangkap dari sosoknya. Tiga setengah tahun sudah...., saat ketika nasihat itu ditujukan padaku lewat media email. Senang aku menerimanya, karena ku sadar, dia ingin agar aku menjadi pintar.

Satu pertanyaanku yang belum terjawab olehnya adalah ”How to make it? How to grab all of them?”

Pelan-pelan, ketika aku terlepas dari kekuasaannya, mulai ku-titi satu persatu langkahku, dan kutemukan apa arti sekalimat nasihatnya.

Mengerjakan banyak hal dan menata terus kemampuan diri untuk multitasking dan multiknowledge adalah salah satu kunci untuk merealisasikan kalimat tersebut. Kunci lainnya adalah kemampuan menata kesehatan jiwa dan raga, juga kesehatan sanak keluarga. Disamping kesehatan ”psikologi” lingkungan.

Sering kali kepala puyeng ketika dihadapkan akan banyak persoalan, dan ingin membuangnya jauh-jauh. Namun.... kalimat di atas membuatku berpikiran positif untuk terus memandang persoalan sebagai media belajar, dan ternyata.... kepalaku jadi tambah puyeng ~_~ (but at least... aku paham akan banyak hal baru dan pelan-pelan bisa berkreasi di dalamnya ^^ ).

Memang bener juga kata orang bahwa kalau ”otak cetek, kagak usah mikir yang suse-suse... bikin hidup kagak nyaman.!. ”

Tapi... bener juga kata orang yang lainnya, bahwa ”ntu otak baru dipakai 30% doang.... harus dilatih terus biar kagak mati.!.”

Dan menurutku, selama sesuatu itu bermanfaat (setidaknya buat diriku sendiri) dan positif, aku akan terus lakoni dan pelajari. That’s it. That’s all 

So.... Am I gonna be a winner? Depend…. If I’m stick on the sentence above; so far I could handle everything well, then I could be a winner. But, if there’s other definition of “a winner”, then the story gonna be change…. 

Finally, just enjoy the live and stick on my dreams….. dreams dreams dreams…. Step by step gonna be come true 

-Putu-

Saturday, July 31, 2010

Doyan Manjat

Malam ini tiba-tiba ingin mencatatkan kegemaran lawas yang sejak dua minggu lal dilakoni lagi, yaitu panjat memanjat.

Dulu, kata mbahku... kataku deng.... aku itu doyan manjat n lompat. Alhasil semua pohon jambu habis dipanjat, termasuk mohon cengkeh, juga pohon kopi. Jadi gak heran kalo persentase menangis waktu kecil juga banyak tejadi gara-gara jatuh krn gagal memanjat.

Tidk hanya mahkluk hidup yang doyan dipanjat, tapi.... tangga di bendungan yang tinggi itu juga dipanjat, tidak ketinggalan juga kamar mandi tat kala kuncinya error. Kalau masalah pagar, emang udah bawaan kal ya doyan lompatin pagar tetangga n pagar pura :D -- menyenangkan emang.... ^^

Kegemaranku memanjat dan melompat pun mulai pupus pada tanggal 1 Maret 2003. Aku parno dan trauma. Aku takut dan aku lari ketika dihadapkan pada kegiatan panjat memanjat n lompat melompat. Kasian diriku.... tapi untungnya syaraf badung masih nyala, sehingga tak ketinggalan 2 minggu yang lalu pagar Candi Sewu dipanjat gara-gara nyari jalan pintas... piss Mas..... qiqiqiqiqiqi.... Dan minggu lalu, jaring2 setinggi 10 meter akhirnya dipanjat juga, meski kehilangan energi di tengah jalan. Tapi bisa juga melompat, meski tak sukses 100%. But at least masih berani tuk melakoninya.

Memanjat pohon lebih nikmat daripada memanjat gedung atau tangga, krn banyak cabang tempat melompat dan berpegangan... hap hap hap...

Namun.... meski aku dari orok doyan panjat memanjat n lompat melompat, aku masih lebih seneng jalan jauh n lari. Nikmat rasanyo.... hilang beban n berat kepalo.... hidup teraso enteng dibuatnyo... ah.... senangnya aku punya hobby atletik.... dan mendapat kesempatan jadi atlet.... Thank You My Lord... Love U always :)

-putu-

Saturday, June 12, 2010

Ku... di Kampus Biru

Tanggal 12 Juli 1998, hampir 12 tahun sudah, ku turun dari bus dan menuju kampus biru. Megah sekali.... boulevard yang panjang sekali... balairung yang besar sekali... ku terkagum. Ku letakkan tas, ku pandang sekeliling, ku berucap... thanks God, finally I'm here. Ku berjalan menyusuri koridor nan panjang, ku lihat hamparan lapangan rumput bak bukit nan luas, ku rasakan sentuhan angin sumilir, ku lihat ratusan anak serupa-ku, berpakaian putih biru. Ku diam tak berani menyapa, ku berucap ketika memperkenalkan diri di depan putra putri Indonesia, ku bangga.!.

Suka duka, dimulai tanggal 13 Juli 1998. Lembar demi lembar soal tes, ruang demi ruang aku masuki untuk interview, tantangan demi tantangan ku lewati, hingga pengumuman tiba yang sanggup menitikkan air mata, ku lulus..........!!!

Gong perjuangan telah dikumandangkan, komitmen telah diucapkan, ku berjanji pada diriku, ku tak akan menyerah.

Ku hidup di sebuah tempat dimana ku temukan banyak hal tentang diriku, ya.. di kampus biru. Aroma rumput, pekatnya malam, indahnya sinar pagi, memukaunya pemandangan, ramahnya lingkungan, mistisnya udara, misteriusnya kisah, beratnya pelajaran, banyaknya kegiatan, besarnya tanggung jawab, ku... belajar tentang dunia.

Ku tahu, disana juga rumahku, rumah penuh kenyamanan dan inspirasi, rumah penuh dengan canda tawa, rumah yang selalu kan kukunjungi, ku kan pulang...!

Tahun-tahun tak terasa, semuanya berlalu penuh kenangan, penuh kisah, kisah yang tak terceritakan. Rumput-rumput itu, pohon belimbing wuluh, pohon sawo kecik, pohon flamboyan, bunga kamboja, bunga kenanga, bunga cempaka, pohon palem... mereka saksi semuanya... mereka sobat yang sangat mulia, yang selalu ku rawat saat masanya tiba, yaitu kurvey.!.

Teriakan lantang ku memanggil para sobat tuk merawat mereka pun sering terdengar tatkala minggu hendak usai. "Kurvey woi..........!!!", dan kisah di medan kurvey pun dimulai dan diakhiri sebelum maghrib tiba.

Beberapa hal yang ku sangat kagumi dari setiap insan adalah sikap "prihatin" n "legowo", serta "pantang menyerah", juga tahu "cara memposisikan diri". Lima tahun di atas usia, itulah jargon yang selalu ku dengar, hingga tak heran terkadang ku merasa bicara dengan "orang tua", karena mereka semua tlah "dewasa", dewasa dalam pola pikir, dewasa dalam ambil keputusan, dewasa dalam berprilaku, dewasa dalam menatap dunia.

Panjang sudah ku bercerita, ku kangen... ku kan pulang... ku kan kembali kesana.. ke kampus biru.!.

-Putu-

Friday, June 11, 2010

Slow down.. n find.. its beautiful

Pernah dijuluki "flashy", karena suka jalan cepat, lari cepat, ngerjain ini itu cepat, "gradak gruduk" in positive way, etc. Semua itu menyenangkan, bisa melewati setiap detik dengan banyak hal dan waktu terasa cepat sekali berlalu, dan puas bisa melihat banyak hal done well.

Meninggalkan ruang kantor dengan segala hiruk pikuk seperti biasanya, berjalan menyusuri boulevard, menghirup udara malam, memandang langit gelap, melirik kota jakarta yang dipenuhi cahaya lampu gedung-gedung yang beradu design nan elok, ahhhhh.... indah sekali.

Tujuh tahun, waktu yang cukup panjang untuk aku bisa menyadari bahwa aku adalah part of this town, dan sembilan tahun merupakan waktu dimana akhirnya aku benar-benar menyadari bahwa kota ini indah. Indah, seindah caraku memandangnya. Setiap detik, setiap berkah, setiap tetes air, setiap langkah, adalah bagian dari kota ini yang sudah menjadi bagian hidupku. Rasa kangen-pun bermunculan ketika khayalan terbang ke alam antah barantah, dimana aku tidak berada di kota ini lagi. Aku akan kangen... kangen pada kota ini.

Inspirasi tumbuh dengan mekarnya ketika aku menyadari bahwa aku menyadarinya ketika aku bisa memandangnya lebih pelan, menikmatinya lebih pelan dan memandangnya secara positive. Dan ternyata banyak hal dalam kehidupan ini yang akan terlihat sangat indah ketika aku melihatnya dengan lebih pelan dan lebih positive.

Masalah, pelajaran, pekerjaan, lingkungan, terkadang terlihat njelimet, namun pelan-pelan ternyata semua itu hanyalah variable-variable yang selalu memperindah kehidupan ini :)

So, just enjoy and slow down.... then there a beautiful thing behind.!.

-Putu-

Sunday, May 30, 2010

Dirawat di RS Pertama Kali

Nginep di rumah sakit gara-gara aku yang sakit adalah kali pertama dan enak gak enak ^^ .

Biasanya, dulu aku yg melayani orang2 yang dirawat, kini saatnya aku tertepar dan suster melayani dengan baik. Emang si putu harus rehat... itulah komentar yg muncul, selain komentar "bisa jg ya sakit". Aku kan jg manusia, jd wajar dunk kalo aku sakit... meski ini yg pertama ampe makan cairan infus.

Tinggal d rumah sakit, aku menikmatinya, meski badan sakit dan kadang2 merintih2 sendiri di tengah malam. Beginilah nasib anak rantau... lonely ranger.!.

Menonton TV guna membunuh kebosanan adalah kesenanganku sejak lahir, mungkin krn hadiah lahirku adalah TV baru. Membaca guna mengundang ngantuk jg hobbyku. Makanan yg disuguhkan jg makanan kesukaanku, mulai dari bubur sumsum, sayuran beragam, buah, air yg banyak, dan teh manis. Jd intinya, aku melakukan beberapa hal yang sdh lama tdk aku lakukan di kamar 504 itu.

Sekarang aku sdh menikmati lagi aktivitasku, mulai dari mencuci, nyetrika, sekolah, kerja, menari, makan di warteg, di resto kegemaran, tapi lembur yang belum dan makan rujak yang belum berani, jg minum beberapa jenis minuman ~_~

Teman-teman yang menjenguk pun mampu membuatku tersenyum dan tertawa, thanks pal... U're always be the best. Meski kalian semua melarangku untuk tertawa, tapi aku tak bisa berwajah meringis dan merintih meski sakit... so sorry.... :p

Setiap pengalaman dan kejadian selalu berharga, dan there's meaningful things behind. Like father said "u should remember OK.!.", yeah pap, I forgot many things along the time, that finally made me suffering till like this. thanks for reminding me.


-putu-

Wednesday, May 05, 2010

Their ways...

Ternyata semua punya caranya masing-masing, itulah kalimat yang hari ini terus bermunculan.

Pertama, ketika kaca mata yang telah menemaniku selama 3 tahun 4 bulan tergeletak di lantai, pecah jadi dua. Hah??? Kok bisa, my goodness, ….. teriakku pagi ini. Tidak menyangka dan tidak menduga kalau akhirnya lensa kesukaanku itu wafat akibat lotion yang meleset dari titik keseimbangannya. Alhasil, si lotion jatuh tumbang dan menimpa si kacamata yang tak berdaya, hingga terpental dan prak.!. Mungkin dengan cara inilah dia membebaskan dirinya dari jeratan tisu-tisuku yang setiap hari mengucek-ngucek-nya, atau dia akan istirahat, berhenti menemaniku dalam mengais rejeki dan menjalani beragam kehidupan ini.

Kedua adalah benang sedatu putih yang didapat di Candi Ceto, yang melingkar di tangan sudah hampir 6 bulan. Barusan tanpa aku sadari, tiba-tiba (tumben-tumbennya) gelang itu nyangkut berulang kali di ujung keyboard, hingga akhirnya diapun putus. Lho?? Kok ? putus ? Tiba-tiba lagi tangan rasanya enteng sekali, padahal masih ada benang tridatu lainnya melingkar di tangan. Sekali lagi keluar kata yang sama, mungkin inilah caranya dia berhenti melingkari tanganku.

Semua memang punya jalannya masing-masing…. Tidak perlu ditebak, tidak perlu dipaksakan, begitulah kesimpulan hari ini. Jika semuanya harus terjadi, terjadilah. Kalau ada yang menyebutnya pasrah, ya begitulah.!.

So, just enjo(i) and be positive :)

-Putu-

Saturday, May 01, 2010

Kepala Keras? Dikucek aja.!. :p

"Keras Kepal",itulah salah satu temanku sejak kecil. Karena,kalau tidak keras kepalanya,kalo digetok, kepalaku gampang benjol.!. -just kidding.

But the point is..... keras kepala adalah salah satu karakter yang melekat dalam diriku,tapi juga melekat pada kulit kepalaku (sama-sama keras :p). Karakter itu ada baik dan ada sisi lemahnya, namun tetep harus dirangkul selayaknya karakter yang dianggaplebih sedikit negatifnya,seperti "selalu bersyukur". So, aku bahagia dengan semua karakter yang melekat di diriku, semua yang baik dan yang dianggap kurang baik. Dan hal ini membuat aku terus bisa strech.... strech the characters...

"Putu, kalau bisa, saya ingin mengucek-ucek otak kamu....!! hehehe.... sudah tahu itu salah, masih saja berargumen untuk metodologi itu. Kan sudah jelas itu mutlak dan ini relatif", kata sang bapak idola. Senyum simpul jawabku sambil berucap "siap Pak,paham Pak ^^)

So, memahami sisi positif dan sisi kurang positif diri emang seru. Paham ranah-ranah yang harus dikembangkan, tambah menarik lagi. Be creative untuk become better semakin menantang. Karena intinya cuman satu "People cannot be change.!." "They only could be streched".

So, just enjoi..! ^_~

-Putu-

Sunday, March 14, 2010

Kehilangan

Tengah malam kali ini, sembari menulis summary, ternyata film yang menemaniku berjudul “Postman”. Good enough. Salah satu adegan, yaitu ketika sang keledai kesayangan dijadikan daging makan siang oleh sang penguasa, dan sang tuan begitu terpukul sampai tak niat makan, sedih... begitulah gambaran perasaan kehilangan itu; jadi mengingatkanku akan perjalanan kehidupanku selama ini. Banyak sekali kehilangan kalau mau dihitung-hitung, meski juga aku menemukan banyak hal baru dibalik semua itu. Intinya sih masih balance antara yang “in” and “out”.

Waktu kecil, aku sering meneteskan air mata karena tupaiku mati, atau burung pipitku wafat, juga ketika ikan atau anjingku meninggal dunia. Hanya bisa diam tertegun memandangi tubuh tak bernyawa itu, sambil bergumam “semoga kamu bahagia disana ya.!.”

Setelah mulai tumbuh dan pergi meninggalkan kampung halaman, perasaan kehilangan semakin menjadi-jadi, namun dibalik semua perasaan dan tetesan air mata itu, ada setitik pencerahan dimana selalu mengingatkan bahwa aku tidak perlu merasakan semua itu, karena aku sesungguhnya tidak memiliki apa-apa. Ketika anjingku yang sekaligus jadi sobatku lenyap, akupun hanya tahu dia akan selalu menemaniku meski tak terlihat kasat mata. Meski orang2 yang aku cintai tak ada di dekatku, aku tahu mereka selalu ada di ranah dan alamnya masing-masing. Semuanya still there as it is. Tak ada yang hilang sesungguhnya. Namun, aku masih manusia yang memiliki saraf yang mampu meneteskan air mata, dan saraf sensitif yang bereaksi ketika aku merasa ada yang hilang, sehingga sampai hari ini aku masih termenung ketika anjing tak bersalah dibunuh ketika dia tak mau di vaksin, aku masih termenung ketika aku mendapat kesempatan dan lenyap di depan mata, aku masih termenung ketika mereka tiba-tiba pergi tanpa hal yang jelas, aku masih termenung akan misteriusnya kehidupan ini.... ........... .......... yah, itu hanyalah pemikiranku yang sesungguhnya harus aku renungkan “kenapa aku masih termenung akan hal itu”.

Sebelum bisa menghargai sesuatu, perasaan kehilangan memang harus dilakoni. Karena semuanya itu adalah process of acceptance.

Kira-kira demikian kilasan tengah malam kali ini.... every single thing is still there... as it is.!.

-Putu-

Tuesday, February 09, 2010

Devotions

These past few weeks I do really like to work late in the office, then using my spare time to read some books, whatever... one of them is about devotions... 90 devotions to improving your life every day.!.

And tonight I found some "nice" sentences which quite fit with my life these days, here they are:
1. God has the final say: quit listening to what the naysayers are telling you, and stop living to please people. Shake that off and keep pressing forward in life.
2. Handling the slingers (the way to thanks to God): Lord, thank You for the reminder that I can "shake it off"." I don't have to carry negativity or criticism with me but can leave it behind in Your capable hands.
3. Fly like an eagle: those who trust in the Lord will find new strength. They will soar high on wings like eagles. They will run and not grow weary. They will walk and not faint.
4. Step into your divine destiny: I'm eager to discover the destiny You have in mind for me. help me pay attention to the dreams and desires You've given me.
5. The power of your bloodline: thank You, Lord, for Your seed in my life. However others may see me, I'm choosing to see myself as You see me -- already in the Winner's Circle You prepared for me.

that's enough :)

just enjoy .!.

Monday, February 08, 2010

Warna Kehidupan

Perjalanan hidup memang tidak bisa ditebak dengan detail, meski terkadang kita tahu ending result dari sebuah perjalanan. Dan, setiap detail yang ditemui, bagiku sendiri itulah adalah misteri yang harus dihadapi... kalau yang suka bertarung, bisa menganggap diri sebagai street figther, karena tak pernah tahu lawan di jalanan itu se”sakti” apa - hanya bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Susah, senang, kaya, miskin, dibanggakan, dijelekan, hanya beberapa warna yang memang selalu membayangi sebuah perjalanan. Tak heran jika wejangan seorang nenek yang telah melewati semua itu benar2 terdengar bijaksana di telinga krn dialah praktisi idolaku, meski dia telah tiada.

Suatu malam, perut lapar dan mata lelah setelah lembur yang cukup membuat stress membuatku memilih untuk berjalan kaki menyusuri alley di salah satu pojokan segitiga emas Jakarta, dan mampir sejenak guna memesan mie rebus dan teh hangat.

Cerita ringan dari sang penjual mie tentang berjuang utk survive di kota Jakarta membuat senyum simpul keluar dengan lega... ya, aku tak sendiri di dunia ini. Kemudian mampir pula seorang tuna wisma yang rajin menyapaku di pagi hari, mampir utk membeli es teh “si sri” idolanya. Senyumnya pun mekar sambil kembali nyapa “baru pulang mbak?” “Ya Pak, lembur saya”, jawabku enteng.

Cerita dari sebuah acara TV, kemudian mengalir kepada cerita sang tuna wisma, diteruskan tentang perjuangan dari kampung di Tegal hingga sampai ke Jakarta, dilanjutkan lagi cerita dimana dia melihatku hampir tiap hari pulang late nite dengan wajah lelah yg dipaksa tersenyum.... ah, semua itu hanyalah cara untuk survive, hanyalah ekspresi dari sebuah perjalanan. Itulah kesimpulan kami di malam itu.

Kehidupan (ku) memang penuh warna, dan memang lebih berwarna dari pelangi.....

Just enjoy.!.

-putu-

Sunday, January 31, 2010

Uniknya Kehidupan

Tanpa disadari kegemaran menilik kehidupan selalu terasah. Tanpa disadari juga hari begitu cepat berlalu hingga akhirnya 27 tahun sudah aku menjalani kehidupan di alam fana ini.

Unik, itulah kesanku dari dulu hingga kini. Seru, kesan selanjutnya. Memang unik, unik sekali kehidupan ini. Dimana sering membuat kelabakan juga dikala tak sanggup me-manage-nya.

Jadi teringat masa sekolah dulu, dimana berawal dari sebuah niat untuk bergabung dalam sebuah organisasi. Susah juga awalnya menemukan pilihan yang tepat. Sampai akhirnya pilihanpun ditemukan dan berujung pada banyaknya tawaran susulan untuk join group lainnya. Hal serupa terus berlangsung hingga aku menginjak bangku kuliah dan kantor dimana aku bekerja.

Tidak hanya waktu sekolah saja, urusan pekerjaan pun mirip bin serupa. Menemukan pekerjaan yg sesuai tidak mudah, namun ketika satu didapatkan, maka tawaran2 lainnya bertubi2 datang bak air bah yang membuat aku “tergoda” dan “melirik” serta harus memutar otak pintar-pintar.

Hal serupa juga terjadi pada tema kehidupan lainnya, dimana terlihat begitu susah mendapatkannya (menemukannya), namun ketika ditemukan satu yang cocok, maka spt ada sebuah komando... yang lainnyapun ikut2an menghampiri. Entah semua itu hanya kebetulan atau memang alam sudah mengaturnya demikian agar aku bisa lebih cerdas memandang sesuatu.

Hidup terkadang terlihat begitu menyenangkan meski terkadang teramat kejam, begitu pula sebaliknya. Meski demikian.... semuanya harus diselesaikan dengan cara2 yang terbaik, meski “terbaik” itu sendiri teramat sangat “relatif”.

Pertanyaan yg muncul selanjutnya: bgmn caranya untuk selalu “cerdas” dalam memandang kehidupan yang unik ini? Apakah cukup hanya dengan merenung dan melihat ke dalam, atau berserah dan pasrah.... atau tingkatkan kemampuan logika utk mencerna semua ini... atau tanggalkan segala logika yang hanya bersifat temporer itu... atau logika + hati + ... + ...


-Putu-

Friday, October 30, 2009

Lika Liku, Suka Duka Interview – Polos!

Cepat sudah waktu berlalu.... tidak terasa hidupku penuh dengan interview. Dan setiap interview pasti ada suka duka senang seru lika liku.... dan cerita unik lainnya. Pertama kali interview kalau tidak salah adalah waktu.... hmmm.... jadi Ketua OSIS kali ya... sekitar 12 tahun silam. Kemudian dilanjutkan dengan interview-interview dengan level lebih “seram” dengan orang yang lebih “seram” dari level to level, SMA, Kuliah, part time, sampai akhirnya bekerja dan berbalik malah menginterview orang lain.

Setelah diamat-amati ternyata unik sekali proses interview itu. Sebagai pihak interviewee, aku bertemu banyak sekali karakter interviewer yang sangat amat beragam. Dari yang aneh ampe yang membuat aku terkagum-kagum, dari yang nyeleneh ampe yang bijaksana sekali.

Selaku interviewer, aku juga bertemu banyak sekali karakter interviewee. Dari yang kreatif ampe yang mati gaya, he he he. Dari yang pinter ngomong ampe yang gak bisa ngomong lagi. Dari yang sangat memukau ampe yang nyeleneh bin aneh. Wao wao wao..... just enjoi! (kalimat penutup selalu terulang)

Setiap posisi yang ditempati, entah selaku interviewee atau interviewer, satu hal yang akhirnya aku dapat adalah harus pintar menempatkan diri. That’s it.

Selaku orang yang diwawancarai hendaknya menghormati sang pewawancara dan tepat waktu, serta memberikan good impression at first sight, juga berbicara sesuai tema to the point (sesuai pesan ibuku bertahun-tahun silam). Polos, mungkin itu satu kata mujarab yang bisa diterapkan. Namun kita harus pintar menjadi “polos”. Polos dalam menjelaskan kemampuan diri sendiri, polos dalam berbicara, polos dalam berpendapat, dan polos dalam menerima saran serta kritik. Ternyata menjadi “polos” tidaklah mudah ^-^

Selaku tukang interview, kadang-kadang kaya tukang tenung dan psikolog. Secara dalam waktu singkat harus memahami isi kepala orang yg diwawancarai, padahal kita baru kenal mereka. Jadi disini seninya yang aku peroleh adalah kepintaran dalam bertanya adalah parameter yang sangat penting. Juga, keberanian dalam memutuskan menerima atau menolak semakin teruji disini.

Apapun yang sudah aku peroleh selama 14 tahun ini, hanya sepenggal dari pelajaran dari bongkahan besar pelajaran yang harus aku pelajari. Ternyata dunia itu beragam dan cepat sekali berubah, namun tetap disana ada sebuah titik yang selalu sama dari waktu ke waktu, “kepolosan”.

Be polos!! ^-^