Saturday, September 27, 2008

Lippo Karawaci yang sangat menginspirasiku

Ketika mendengar kata Lippo Karawaci, aku merasa berterimakasih, mungkin krn aku tinggal disana pada saat pertama kali datang ke Jakarta, sehingga aku bisa memandang kota besar ini dengan lebih positif.

Segala sesuatu yang ada disana memang unik dan berhasil memikatku, tidak heran jika aku senang sekali menghabiskan hari-hari hanya untuk sekedar hang out atau berlari pagi atau duduk-duduk di taman di sekitar sana selama 6 tahun. Berkampus di Universitas Pelita Harapan salah satu tempat yang sangat menyenangkan, hal pertama yang membuat aku jatuh cinta at first sight adalah perpustakaannya. Bukunya sangat lengkap dan itu adalah rumah keduaku waktu kuliah dulu. Saat ini aku menemukan hal baru yg sangat memikat, yaitu Times Book Store. Kombinasi dari Kinokuniya dan QB (sesuai cita2ku). Kenapa mirip QB, karena disana disediakan tempat duduk yg nyaman banget untuk membaca. Kenapa mirip Kino, krn bukunya lengkap banget, all imported books, meski ada segelintir buku terbitan Indonesia.

Semua yang ada disana memang merupakan perwujudan dari sebuah mimpi, cita-cita sang pendiri, yang juga salah satu inspiratorku, keluarga Riyadi. Bertemu, mendengar ceramah Beliau, membaca buku Beliau, aku menjadi semangat bahwa mimpi itu bisa diwujudkan dengan usaha yg tulus dan pantang menyerah. Terus terang, aku sangat kagum dengan mereka, mereka yang punya visi dan misi yg jelas dan selalu berusaha mewujudkannya.

Menghirup udara segar Lippo Karawaci selama kurang lebih 6 tahun, tentunya banyak sekali kenangan bersama teman-teman senasib sepenanggungan. Berlomba menjadi part timer di mal, di MC D, di Bank Lippo merupakan segelintir kesenangan yang tetap membuat kami tersenyum puas menikmati jerih payah sendiri. O ya, disana menjadi part timer bukanlah hal yang aneh. Jangan heran ketika liburan banyak anak-anak UPH yang jadi kasir, atau jadi pelayan restoran, atau kerja di Bank, atau di AIG, atau di Dynaplast atau sekedar sebagai penjaga loker di Gym UPH. Karena semua itu membuat kami belajar bahwa kerja itu tidak mudah, mencari duit itu tidak gampang, dan sangat cukup untuk memberi pengalaman yg sangat berharga.

Meski aku sekarang tinggal di Jakarta, aku masih rutin main ke Lippo Karawaci, mengingat banyak hal yang membuat aku merasa lebih segar (tukang massage langganan ^^), bisa mengenang masa lalu, bisa menikmati karya nyata dari sebuah mimpi, bisa tetap bermimpi dan belajar terus untuk mewujudkannya ^^


-Putu-

Friday, September 12, 2008

Sastra dan Kehidupanku

Sastra merupakan salah satu seni yang begitu memikat, mampu menggugah perasaan, mampu menggambarkan isi kepala yang beraneka warna, mampu mengheningkan hati yang diterpa angin ribut nan menderu-deru.

Orang mengidentikan "gadis Bali" dengan "tarian". Namun, aku, seorang gadis Bali yang dibesarkan dengan tradisi Bali yang bisa dikatakan sangat saklek, dan masuk garis keturunan penari, aku bisa dikatakan hanya bisa menari sebatas lulus ujian saja. Kenapa demikian?? Mungkin ini salah satu imbas dari ke-saklek-an terhadap sesuatu. Aku malah dengan giatnya belajar Karate atau seni bela diri negara lain, selain rajin belajar tarian-tarian asing. Namun untungnya aku masih menekuni dan sangat tertarik dengan sesuatu yang bernama sastra.

Pagi ini, sepulang dari pura, aku bertemu dengan sastrawan jalanan, orang yang dengan imbalan ala kadarnya bersedia membacakan beberapa buah puisi yang diiringi nyanyian dan petikan gitar. Waktu itu dia membaca puisi yang bercerita mengenai kondisi Indonesia yang tidak jelas arah tujuannya, selayaknya nelayan yang diterpa badai, perahu yang mulai oleng dan hampir tenggelam.

Pertama kali mendengar puisi itu, aku merasa terbenam dalam untaian kata2 sang penyair, aku merasa itu cermin diriku kala ini. Aku bertanya pada angin, pada daun, pada pohon, pada rumput, pada burung, kemana aku harus melangkah, kemana angin akan menerbangkanku. Orang sering berolok2 "tanyakan saja pada rumput yang bergoyang", yang sekilas memiliki arti "tidak ada jawabannya". Pada dasarnya, hanya rumput2 itulah yang tahu, karena mereka saksi hidup segala yang ada di muka bumi ini.

Dengan sastra, menurut salah satu sumber, aku akan bisa menuangkan segala jenis isi hati dan kepalaku yang akan membuatku bebas, selayaknya angin yang berhembus dan rumput2 yang bergoyang.

Aku selalu berterimakasih atas semua kata-kata, kalimat-kalimat yang teruntai dalam rangkaian indah ini, atas berkat krn aku masih bisa berkata-kata!!

-Putu-

Tuesday, August 12, 2008

50 Perak

Akhir-akhir ini sering banget aku dapet kembalian 50-an perak. Setiap kali aku nerima 50 perak itu, aku selalu teringat masa belasan tahun yang lalu, masa yang sepertinya tidak pernah terpikirkan untuk melupakannya, krn aku mengganggap semua itu adalah bagian kehidupanku yg sangat bermakna ^^

Beberapa hari yang lalu, sempet terbengong sebentar, kemudian diakhiri dengan senyum sedikit heran, ketika di bus aku bertemu pengamen. Aku selalu menyediakan uang receh biasanya di kantong tas, namun saat itu yang aku miliki adalah uang 50-an perak(tidak hanya satu tentunya). Ketika aku memberikan uang 50-an perak, si pengamen dengan sesegera mungkin mengembalikan pemberianku. Aku kaget dan berpikir "apa ada yg salah dengan uang 50 perak?". Jika pikiran jahat melintas mungkin saja aku akan berkata kalau orang itu tidak tahu berterima kasih dan mendoakannya agar tidak murah rejeki. Tapi... untungnya kala itu hati lagi berada dalam kondisi baik. Kalau saja si pengamen mendengar kisahku bersama si uang 50 perak, mungkin saja dia akan menyesali perbuatannya itu. But, never mind!! -- aku juga tidak berniat membagi ceritaku pada dia.

Di negara-negara lain, mereka terkadang memiliki uang yg dianggap "keramat". Contoh di Jepang, uang 5 yen dianggap cukup membawa berkah. Sehingga ketika sembahyang di Jinja mereka akan melemparkan uang 5 yen, kemudian berdoa serta make a wish. Katanya, doa itu akan terkabul. Aku merasa salah satu doaku waktu itu benar2 terkabul ^^ -- semoga doa2 yg lainnya juga terkabul. Sepertinya di Singapura juga demikian, krn banyak orang melempar uang 5 sen di kolam ikan di Bandara Changi -- kalo yg ini aku gak tahu kebenarannya. Demikian pula di Inggris -- kalau yg ini katanya sih emang manjur juga.
Namun, uang 50 perak yang aku ceritakan disini tidak memiliki makna religius seperti uang2 di atas, tetapi memiliki makna yg sangat besar buatku, dan mungkin hanya diriku yg menganggapnya sangat bermakna.

Mungkin ada yg bertanya, ada apakah antara diriku dan uang 50 perak.?.
Secara logika, kekayaan anda tidak akan lengkap tanpa uang 50 perak ^^ , begitu pula dengan aku. Mungkin aku tidak akan berada dalam kondisi sekarang tanpa uang 50 perak itu. Cerita detailnya mohon maaf tidak bisa di share, biarkanlah hanya aku dan orang2 tertentu yg tahu ^^

Intinya adalah jangan suka meremehkan sesuatu, sekecil apapun itu, karena kita gak pernah tahu apa makna di balik semua itu. Mungkin saja dengan uang 50 perak anda bisa makan dikala kelaparan mendera atau bisa berangkat ke sekolah dengan hanya 50 perak -- who knows...!!!

-Putu-

Monday, August 11, 2008

GajahMada

Sejarah memang selalu menarik minatku, namun belum tentu pelajaran sejarah membuatku bahagia, krn aku diwajibkan untuk menghafal semua isi buku2 tebel itu beserta tanggal bulan tahun yg tercantum di dalamnya, yang merupakan pekerjaan paling melelahkan bagi otakku ^^

Pertama kali aku mengenal sosok Gajahmada adalah ketika waktu aku kecil si ibu dengan rajinnya menyetel sadiwara radio "Kamandanu". Aku sering terkagum2 sendiri waktu itu, ternyata keren juga orang yang memainkan sandiwara di belakang microphone itu, suaranya benar2 pas dengan karakter tokohnya.

Semalam aku baru menyelesaikan sebuah novel berjudul "Gajahmada". Sangat menarik aku pikir, namun yg terpenting adalah mampu menetralkan otakku yang baru selesai membaca bacaan berat lainnya, bacaan yg mampu menggugah keimananku.!.

Dalam cerita Gajahmada, memang Gajahmada menjadi tokoh yang sangat berperan dalam kejayaan Majapahit. Namun aku menemukan sosok lain yang sangat aku kagumi yaitu Mahapatih Arya Tadah. Beliau memang sangat kompeten menjadi seorang Mahapatih (meski usianya sudah lanjut), baik dari segi olah kanuragan maupun dari segi watak.
Orang-orang keren lainnya adalah prajurit-prajurit yg tergabung dalam pasukan Bhayangkara, meski ada juga sie yg berkhianat.

Ketika membaca novel ini, aku seperti terbawa ke masa-masa jaman kerajaan, teringat lagi sejarah diri sendiri, teringat lagi cerita lawas, semua orang melarikan diri, bersembunyi jauh dari kerajaan, lari terpencar-pencar guna menghidari para penguasa yg menyeramkan.
Mungkin disinilah letak kesuksesan seorang penulis. Mampu membuat para pembacanya melanglangbuana ke negeri antah barantah, yang sesungguhnya memang sangat nyata ^^

-Putu-

Ketika ku sakit

"Siapa yang mau sakit...??" -- bertanyalah seseorang. "gak mau..." -- sahut anak2 kecil itu. "Makanya, kalau bolos jangan pakai alasan sakit!!!" -- dia menasihati ^^

Sesuai dengan pengalaman pribadi yg sedikit terlihat membuat aku kapok adalah tidak mau lagi membuat alasan yg judulnya sakit, krn pasti akan sakit beneran, dan tentunya siapapun gak mau sakit kan... Jadi kreatiflah mencari alasan, hehehe!!!

Ketika ku sakit, apa yg paling dicari?? -- Obatkah? tempat tidurkah? dokterkah? Sebetulnya bukan semua itu. Yang pertama kali aku cari adalah tangan ibuku ^^
Krn menurutku tangan-tangan itu mampu memberi kesembuhan melebihi obat2 yg bertebaran (puitis banget ya... :D) -- tapi betul kok!!

Tapi... ternyata takdir membawaku pergi jauh meninggalkan ibu tercinta beserta tangan-tangan mujarabnya. Terdamparlah aku di sebuah daratan panas nun jauh di seberang lautan. Aku sendiri.... tidak ada tangan2 itu.... lalu apa yg akan terjadi ketika ku sakit, bisikku lirih. "anakku sayang... jgn khawatir, ibu yakin kamu bisa mengatasi semuanya. kamu psti bisa!!!", ada suara melayang menembus udara, menembus ruang, melewati kabel2 panjang yg terentang di segala penjuru dunia. "aku pasti bisa", aku mengulangi kata2 itu.

Ketika nyeri menjalari kaki, tangan, badan.... otakku mulai berputar-putar, apa yg harus aku lakukan. Aku tidak terlalu suka dokter pada dasarnya, tapi ibuku tidak ada di dekatku, tidak ada siapa2. Apakah aku harus berteriak.... atau menangis sekeras2nya agar dunia ikut merasakan sakitku... atau aku harus diam membisu, menahan rasa sakit itu.... Ternyata aku memang harus berterima kasih banyak pada otak kreatifku ^^

Ibu dan anak, selayaknya dua hati yg sebetulnya satu. Apapun yg terjadi pada anak, ibu pasti bisa merasakannya. Seberapapun pintarnya menyembunyikan sesuatu, ibu pasti mengetahuinya. Oleh karena itu... jgn kira bisa membohongi seorang ibu ^^

Anyway.... hidup jauh sendiri itu ya ini salah satu gak enakya, hehehe. But, just take it easy and everything gonna be fine!!!!

Sunday, August 10, 2008

Blogging-Opportunity

Exhausted day.... -- kesan pertama ketika bangun tidur. Kenapa demikian?? krn aku gak bisa tidur, badanku kemeng gak karuan... wuih!!!! -- ampe sekarang masih.!.

Tapi ada sedikit pencerahan yg membuat aku sedikit tersenyum setiba di kantor, meski ada rasa-rasanya aku bakal sedikit bertambah sibuk, yaitu blogging opportunity. Ada dua pihak sebetulnya yg menawarkan, satu pihak lokal(Indonesia) dan yg satunya lagi gak lokal(bukan Indonesia punya, hehhe).

Terpikirkan sejenak, hmmm... asik juga kayanya, keren juga!!! -- at least ada secercah cahaya untuk mewujudkan cita2 waktu kecil, yaitu menulis utk dunia ^^

Sebetulnya bukan pekerjaan mudah setelah dilihat-lihat. Ada banyak hal yg harus dipertimbangkan ketika kita menulis utk konsumsi masyarakat luas. Berbeda sekali dengan menulis utk blog sendiri, dimana cerita dan bahasanya boleh seenak diriku sendiri. Sama halnya dengan mendapat tugas merawat rumah orang lain, kadang-kadang ada rasa gimana gitu.... sedikit beda dengan ngurusin rumah sendiri.
But, never mind. Sesuatu tidak akan ketahuan rasanya sebelum dicoba right?
-- yg pasti ini adalah sesuatu yg positif, so tidak ada salahnya utk dicoba ^^

Thursday, August 07, 2008

08-08-08 08AM

Wao.... aku baru ngeh kalau hari ini tgl 8 Agustus 2008 ketika ngecek pesan error di mesin AS400, dan teringat tadi pagi waktu absen aku nulis 08:00, dimana itu menyatakan jam kehadiranku di kantor. Pertanyaan pertama yg muncul adalah "siapa yg nikah hari ini?". Secara gitu... semua nyari tgl2 unik kaya 07-07-07, 08-08-08, 09-09-09, dan yg lainnya. Kalau aku... maunya 11-11-11 11:11AM, hehehehe. Knapa?? Ada deh... :D

Ngomong2 mengenai Agustus, sebetulnya banyak kisah yg terjadi, misalnya Agustus 1983 aku genap berusia 7 bulan. Terus Agustus 1995 merupakan masa2 awal menikmati SMP yg sangat jauh dari harapan awalku. Agustus 1989 juga masa untuk berusaha bersyukur krn sudah duduk di bangku SD, yg bukan cita-cita juga. Agustus 1998 merupakan bulan pertama aku mengikuti ekskul Karate di Magelang tercinta(tepat udah 10 thn aku menggeluti dunia Karate ^^). Agustus 2001 aku baru selesai OSPEK di UPH dan mulai menikmati masa2 kelas baru di gedung biru, hehehe. Agustus 2004 akhirnya aku menemukan tema skripsiku yg tepat!!!. Agustus 2005 aku dipanggil kerja di kantor pertama, seneng banget... dan beberapa bulan yg lalu aku nemu catatan jadwal interviewku sama sachou waktu itu. Agustus 2006 aku akhirnya "resign" dari kantor pertama. Agustus 2008 aku nonton film "August" yg mengingatkanku akan kisah bulan Agustus beberapa tahun sebelumnya serta masa paling memusingkan sepanjang tahun 2008(prediksiku). Apalagi Agustus 1945.... seluruh dunia juga tahu kalau itu bulan kemerdekaan Bangsa Indonesia ^^.

Mengenai angka yg unik, sebetulnya udah pernah aku bahas di blogku yg di friendster, memang cukup misterius. Kenapa?? -- aku belum tahu jawaban pastinya, oleh krn itu aku menyebutnya misterius ^^
Tapi kayanya emang ada artinya deh di balik semua angka2 unik itu. Kalau dari itung2an Bali, memang ada angka2 yg masuk kategori bagus, seperti 5,7,9,11 dan yg lainnya. Tapi aku belum tahu apakah dalam filsafat Bali juga ada pembahasan mengenai angka2kembar.
Kalau dari segi design, emang angka itu bagus, seragam kelihatannya.

So, hv a great August for all ^^

Kamu sukanya orang apa Put??

Pertanyaan simple yg membutuhkan jawaban "relatif", bisa jawabannya berupa satu buku tebal, atau malah satu kalimat singkat. Entah aku suka orang Bali, orang Indonesia lainnya, orang India, orang Cina, orang Jepang, orang Bule, atau orang-orang yang lainnya, tidak ada yg absolut jawabannya. Karena semuanya mengandung parameter yg menentukan. Siapapun dia, mungkin hanya angin yg berhembus atau rumput yg bergoyang yg tahu. Suatu hari nanti dia akan membisikkannya lewat hembusan lembutnya dan goyangan indahnya.

Mungkin terlihat begitu pasrah, namun pada dasarnya tidak ada yg 100% pasrah di dunia ini. Semuanya secara alamiah akan berusaha utk mendapatkan apa yg diinginkan oleh hatinya masing2. Mengenai hasil pada akhirnya... biarkan alam yg menentukan, tp aku selalu yakin bahwa usaha yg baik akan menghasilkan hasil yg pasti memuaskan. Menurutku hal ini bisa dikatakan absolut, meski keabsolutannya itu terkadang tidak selalu bisa dilihat oleh kasat mata.

Dan, ini merupakan salah satu rahasia alam yg memang tidak pernah bisa ditolak atau dipaksakan untuk datang. Dengan banyaknya pengalaman kurang menyenangkan yg pernah dilihat, ada kalanya menjadi parno, but back to the basic "this is life", just enjoy!!! -- terserah masing2 bgmn cara menikmatinya --

The point is... just open your heart and mind, so you'll find the answer, the answer fortold.!.

Wednesday, August 06, 2008

Km Pintar, aku bodoh Atau km bodoh,aku pintar ?? ^^

Pertanyaan klasik emang gampang menghinggapi pikiran manusia. Ketika tidak bisa melakukan sesuatu, sudah buru-buru mengecap diri "bodoh", atau baru bisa sedikit, udah buru-buru mengecap diri "pintar". Sebetulnya bukan bermaksud apa2 menulis tema ini, hanya kepikiran lagi, teringat lagi lebih tepatnya, masa-masa SMU dimana mungkin masa dimana orang yang sering dielu-elukan sbg orang pintar akan menemui titik kebodohannya, demikian pula sebaliknya.

Di sekolah, setiap anak pasti memiliki guru favorit, pelajaran favorit, dan juga guru yg paling nyebelin, dan pelajaran yg paling nyeremin. Alhasil adalah sebuah kisah dimana pada saat 80% anak di kelas itu HER(krn standardnya ketinggian), malah satu orang ini tidak HER. Tapi, ada suatu masa dikala semua temannya tidak HER, malah dia sendiri yg HER. Lucu gimana gitu... tapi disanalah letak seninya.

Mungkin dengan membaca gambaran singkat di atas akan muncul banyak persepsi, "bodoh2 bgt ya anak2 itu sampai2 80% HER" atau mungkin "pintar banget ya anak yg satu itu" atau persepsi2 lainnya yang mana tidak dijamin kebenarannya ^^

Sebetulnya, semua anak yg ada disana pada dasarnya sama saja, yaitu memiliki keunggulan yg susah dijelaskan dengan kata2. Sehingga setiap orang tidak akan merasa rendah diri krn mereka seharusnya sudah memahami apa yg mereka miliki, sesuatu yg orang lain tidak miliki. Semua kegiatan yg telah dilaksanakan hanyalah sebuah proses utk mengenali diri dan bagaimana cara meningkatkan kelebihan yg dimiliki, tanpa harus merendahkan diri guna meratapi kelebihan orang lain.

Hal ini sedikit mirip dengan kasus yg barusan aku temui di tempat les. Ada yang sedang curhat mengenai kendala di bidang pengucapan kata dalam bahasa Inggris. Dan, mungkin ini adalah masalah yg cukup besar bagi dia. Kemudian ada sedikit aura yg mencerminkan kalau dia mengecap dirinya sebagai orang yg masih "bodoh" - hanya pendapat pribadiku -. Tapi, kalau dia menilik sedikit saja pada kelebihan2 yg dia miliki, pencapaian2 yg sudah dia lalui, perkembangan2 positif yg sudah terjadi, tentunya akan muncul pendapat lain bahwa teori "pengucapan bahasa yg benar" hanyalah salah satu parameter dari kesuksesan belajar bahasa. Kalau diriku sendiri, aku menyadari dengan sesadar-sadarnya kalau belajar bahasa bukan pekerjaan mudah. Butuh usaha yg tiada terkira tentunya (hiperbola!!! :D ). Namun, seiring dengan ketekunan dan pemikiran positif "kalau aku rajin latihan, pasti aku bisa" setidaknya memberi dampak positif dalam dunia perbahasaanku.

Ngomong2 mengenai bahasa, sebetulnya otak orang Indonesia itu keren banget. Coba dipikir, berapa bahasakah yg sudah hinggap di kepala.?. Aku, bhs Bali(kasar, biasa, halus sedang, halus banget), bhs Jawa (bhs sehari-hari), bhs Indonesia(gaul, formal, informal), bhs Inggris(formal, informal, etc), bhs Jepang(utk kantor, sehari-hari). Mungkin orang lain ada yg lebih banyak lagi mungkin....

Jadi intinya adalah... gak ada yg pintar atau bodoh!! semuanya sama saja. ^^

Let's be positif!!

-Putu-

Saturday, August 02, 2008

Tukang Pijet

Hari ini akhirnya aku berhasil menemukan tempat massage alias tukang pijet yang masuk dalam kategori lumayan, tidak mengecewakan krn targetnya adalah mencoba. Tempatnya deket lagi, di depan gang kos --emang di tempatku itu one stop shopping(semuanya ada)--. Di Jakarta, secara aku dari dulu tinggal di Karawaci-Tangerang, aku belum menemukan tempat untuk merawat diri yang tepat alias cocok. Salah satu perawatan yg kayanya paling harus dilakoni adalah pemijatan, krn berhari2 berjuang di depan komputer, terkadang badan tepar juga, sehingga harus di charge secara rutin.

Ngomong-ngomong mengenai tukang pijet, disini aku akan membedakan antara tukang pijet dan tukang urut, krn dalam istilahku tukang urut adalah orang yg bisa membenarkan atau mengembalikan posisi urat2 yg bermasalah, namun kalau tukang pijet adalah cenderung ke arah kesehatan dan kebugaran.

Waktu kecil, aku mungkin salah satu anak paling kecil yg sangat menikmati takdirnya, yaitu menjadi tukang pijet seluruh umat, hehehe. Jadi, semua orang itu punya kesenangan untuk dipijet, tapi kayanya cuman ibuku yg gak doyan dipijet, namun dia rajin banget mijetin orang2 ^^ . Aku, krn paling kecil, ya dimintain tolong untuk mijetin semuanya, tapi.... aku jg gak mau rugi dong, hehehe harus ada sawerannya :D

Cuman kalau dipikir2, memijat akhirnya menjadi kesenanganku, krn aku sangat susah menemukan tukang pijet yg pas, padahal setiap tidur kaki wajib dipijet, alhasil ya harus mijet kaki diri sendiri. Beruntung sekali ketika waktu kuliah aku bertemu bapak tukang pijet pas kejuaraan. Dia dengan sabar menjelaskan mengenai teori memijat. Cara aku latihan adalah dia mijet kaki kananku dan aku mijet kaki kiriku sendiri. Sehingga bisa dirasakan selah-selahnya, kekuranganku dimana. Lumayan juga aku pikir. Terus, di tempat latihan ada pelatih yg memang jago mijet. Dengan semangat membara aku belajar dari dia. Dia ngasi tahu beberapa tips, seperti "semua orang yg dipijet adalah pasien, tidak membedakan laki/perempuan", "setiap pasien memiliki karakteristik tersendiri terhadap proses pemijetan,ada yg suka keras, lembut atau sedang2 saja", "tidak semua orang cocok dengan cara memijat kita, jd belajarlah yg banyak". Terus kalau memijet, tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik. Belum tentu orang yg kuat banget bisa memijet dengan baik. Harus ada kombinasi antara tenaga luar dan dalam ^^

Setelah mempraktekkan semua teori yg didapat serta mencoba banyak tukang pijet dari banyak kategori, memang tidak semua orang cocok dengan tanganku dan akhirnya aku menemukan beberapa tukang pijet yg memang pas dengan diriku. Sehingga aku punya langganan tersendiri untuk reflexi, massage, facial, dan creambath. Setelah aku tanya2 ke tukang pijet yg keren2 itu, memang mereka sendiri cukup susah menemukan tangan2 yg cocok dengan diri mereka, tapi tentunya mereka sudah mendapatkan tangan2 yg cocok itu. Sehingga kalau mereka lelah memijat pasien2nya, ya giliran dia dipijet oleh tangan2 yg cocok itu. Emang dunia ini adil ^^

Dan... aku mengkategorikan diriku sebagai tukang pijet, bukang tukang urut ^^


-Putu-

Friday, August 01, 2008

Belum Jalan Udah Keringetan ^^

Tukang ojek, mungkin merekalah salah satu dari beberapa pihak yg selalu memeriahkan suasana kosku, mungkin kos-nya orang lain juga sie. Setiap pagi, setiap hari kecuali Minggu, mereka dengan setia menanti setiap warga kos yg hendak meminta mereka untuk mengantarkan ke tempat tujuannya masing-masing. Dan tentunya, seperti digambarkan dalam kartun Lagak Jakarta, setiap orang punya langganannya masing-masing, kadang2 sangat fanatik malah, maksudnya adalah gak mau naik ojek kalau langganannya lagi gak mangkal, hihihi.

Tadi pagi, ketika keluar kos guna menyelesaikan tugas di tempat les, ada sapaan hangat "berangkat mbak?",si abang ojek menyapa. "Ya bang", sahutku singkat sambil melayangkan senyuman ringan. Terus ada selentingan dari abang ojek lainnya "belum jalan kok udah keringetan". Aku menoleh ke belakang sambil tersenyum. Ya... begitulah aku. Selalu keringetan, tapi gak suka pake AC atau kipas angin, krn belum ilang keringetnya, eh malah akunya masuk angin duluan, hehehe. Sedikit aneh sebetulnya bagi orang yg lahir di daerah yang dingin.

Jadi ingat ketika aku mengikuti training center untuk kejuaraan Karate beberapa tahun silam. Aku, pakai baju Karate aja udah bercucuran keringatnya, apalagi ditambah lari setengah jam, terus pemanasan yg gila abisss plus extra puding, ya jelaslah sanggup menguras lemak-lemak yang terselip dan merubahnya menjadi cairan yg mampu membasahi baju Karateku. Tapi teryata ada yang malah kebalikan banget ama aku. Ada teman yang susah sekali keluar keringat. Meski udah di bantai habis2an, tetep aja keringat yg keluar hanya sebatas minimal. Sampai-sampai pelatih menegur dan mengira kalau dia tidak serius dalam latihan, padahal sebetulnya tidak!! -- memang keringat membantu juga dalam penampilan, hehehe.

Sebetulnya, aku sangat senang dengan keringat, meski terkadang membuatku sedikit risih krn riasan di wajah lumer habiss tak berbekas krn hanyut oleh keringat dan sapuan sapu tangan. Dengan berkeringat, sirkulasi dalam badan akan lancar, racun2 akan keluar, tentu harus disertai dengan minum yang banyak agar tidak dehidrasi. Perasaan akan terasa sangat segar, gak cuman perasaan aja sih... badan juga akan sangat segar jika olah raga sampai berkeringat.

Anyway, krn kebiasaan mudah berkeringat, akhirnya aku harus belajar mengkondisikan diri, mengatur pola pikir agar tetap merasa sejuk di tempat yg panas, susah juga ternyata. Pantesan para biksu di biara memebutuhkan waktu bertahun2 guna memahami ilmu ini, merasa sejuk di tengah kobaran api dan merasa hangat di tengah bongkahan es ^^ -- mungkin kalau berhasil menguasai metode ini, aku rasa dimanapun berada kita akan bisa menyesuaikan diri, tetap tersenyum dikala sedih melanda, tetap sabar dikala kegentingan mendera, tetap tabah dikala cobaan menerjang.

-Putu-

Friday, July 25, 2008

July 2005

Hari ini adalah tgl 25 Juli 2008. Pagi-pagi membuka email, aku udah disuguhin dengan inspiration e-book, how to manage your time alias time management. Diantaranya ada tips untuk menghilangkan kejenuhan dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Mungkin sebagian besar tips dan triks tersebut udah aku lakoni selama 25 thn ini.

Ketika jenuh menghinggapi, memang terkadang pikiran melayang jauh ke masa-masa antah barantah. Sangat bersyukur 4 thn yang lalu temen sekampus memaksaku untuk bikin account di friendster. Sehingga saat ini aku bisa memanfaatkan media tersebut untuk mengumpulkan serpihan memoriku yang terpencar-pencar.

July 2005, masa baru-baru lulus, masa pengangguran, masa mencari kerja, masa mencoba2 kerjaan, masa menikmati detik2 terakhir pengangguran. Selama kuliah, aku selalu memiliki kerjaan sambilan, namun di bulan July 2005 aku benar2 pengangguran, dan tentunya aku paling jenuh jika tidak punya kesibukan. Sebetulnya aku sudah apply kerjaan semenjak Desember 2004, namun sayang aku belum menemukan tempat yang cocok. Awalnya sempet mencoba banyak lowongan, tidak hanya fokus ama IT, sampai-sampai pernah interview di sebuah ruko kecil, gelap, dan malah aku ditagihin biaya administrasi. Gondok juga dibuat ama orang itu, ya ... dengan terang2an aja aku nolak bayar, tapi krn dia maksa, akhirnya aku kasi uang rokok 10ribu perak. Penipu banget perusahaan itu, kenapa Kompas bisa kecolongan ama perusahaan kaya gitu ya. Aku mikir itu adalah salah satu pengalaman yang berharga, meski habis sakit waktu itu, tapi itu mungkin adalah salah satu pengalaman yang nantinya akan bisa diceritakan pada banyak teman. Akhirnya benar juga, ada beberapa teman yang ngasi tahu aku kalau mereka juga diundang interview oleh perusahaan tersebut. Alamat perusahaan itu di daerah Manggarai(just as info)

Si kakek, yang melihat aku rada serabutan nyari kerjanya, akhirnya mengeluarkan ultimatum, "Buat apa kuliah di IT kalau semua lowongan dimasukin. Fokus sama IT dari sekarang kalau memang mau jadi IT Profesional". Akhirnya akupun mulai fokus pada lowongan yang berbau IT, meski rada uring2an krn lama tidak dapat kerja. Si ibu tidak pernah memaksa, dia tahu aku akan dapat yang pas buat aku. Kalimat sakti dia, "jgn terburu-buru nyari kerja, pilih yang cocok sama kamu, sabar, yakin kamu pasti dapat!!!", selalu mengiang di kepala.

Terus, aku senang sekali dengan tulisan2nya Gede Prama dan satu kalimat yang menjadi seloganku semenjak July 2005 adalah "seperti selayaknya bunga teratai yang akan sangat indah jika mekar pada masanya". Betul-betul memberi inspirasi dalam setiap elemen kehidupanku ^^ -- terima kasih Pak Gede.

Waktu memang sangat cepat berlalu, namun semua memori itu merupakan kenangan yang selalu mendasari masa sekarang. Apa yang aku alami pada bulan July 2005 memang sangat berperan akan kondisiku saat ini. Thx God.



-Putu-

Thursday, July 24, 2008

Penampilan dan Profesi serta Status :)

Hari ini, terus terang kerjaan gak banyak2 amat, namun ada beberapa hal yang benar2 mengingatkan akan kehidupanku semenjak masa anak2.

Pertama, krn penampilan, yang sedikit berbeda dengan sodara2ku yang lain, alhasil tidak ada orang yang menyangka kalau sebetulnya status kami adalah bersaudara.
Kedua, di kampus, karena aku sering guyon ama anak2 Nasrani, alhasil aku selalu dapat undangan retret atau kebagian buku rohani -- gak disangka kalau aku Hindu :)
Ketiga, awalnya tidak ada satpam yang percaya kalo aku ikut UKM Karate, apalagi jadi ketua UKM-nya, sebelum mereka melihatku pakai "dogi" dengan mata mereka sendiri.
Keempat, sering mereka bertanya-tanya dan tidak percaya kalau kerjaanku programmer, krn mereka melihat caraku bergaul. Mungkin mereka juga gk ngeh kalo aku orang teknik awalnya, krn aku rajin pakai rok dan high heels :)
Kelima, di toko-toko, SPG sering nyangka aku udah berkeluarga, krn aku sering ke counter ibu-ibu atau anak2, padahal aku kesana nyari benda untuk ibuku atau lagi nemenin tante atau mbok geg, hehehehe
Keenam, sering orang berpendapat kalau aku gak pernah sedih, krn selalu tersenyum dan rajin menyemangati orang-orang. Padahal semua manusia punya masalah yang gak perlu disebar-luaskan sebetulnya.
Ketujuh, banyak yang nyangka kalau aku tidak bisa buat banten atau memasak, krn aku cenderung suka kegiatan yang kecowok-cowokan alias disebut tomboy. Padahal aku sukanya(saat stress terutama) memasak atau pergi ke pura, bantu-bantu orang disana.

Mungkin tujuh hal di atas yang paling sering membuat orang pusing dan bertanya-tanya. Dan, tadi aku sempat ketemu dengan seseorang yang membuat aku senyum2 sendiri, krn aku tahu aku salah. Pertama ngelihat, dari caranya menyapa, aku menyimpulkan kalau anak ini anak muka komputer, sukanya yang serius2. Eh.. setelah ngobrol kesana-kemari, ternyata dia anak sastra Inggris yang juga suka ama bahasa Jepang, dan sebetulnya meski mukanya serius pisan, konyolnya boljug!(boleh juga, hehehe).

Dari dulu aku punya konsep bahwa penampilan tidak pernah menjamin kebenaran akan sesuatu. Menurutku malah bahasa yang lebih penting. Bahasa menentukan budaya, itu adalah salah satu acuanku. Krn semuanya bisa terlihat dari cara bicara dan apa yang dibicarakan. So, hati-hatilah :) -- just joking, hehehe

Apaun yang terlihat, apapun profesinya, apapun statusnya, kamu adalah kamu dan aku adalah aku. Jadi, sebelum menebak2 gak karuan mengenai profesi atau status seseorang, lebih baik jika bertanya dengan baik-baik!!


-Putu-

Tuesday, July 22, 2008

Past, Present, Future

Sering aku melihat kehidupan saat ini, masa depan, maupun masa lalu. Ternyata memang setiap hal yang aku kenal itu memiliki hubungan satu sama lain yang memang seharusnya berhubungan, semuanya ada benang merahnya. Mungkin salah satu yang paling sering terpikirkan adalah orang-orang yang paling berperan dalam karirku.

Waktu kecil, aku sering sekali menemani nenek memasak atau membuat sesajen. Selayaknya anak yang baru belajar, aku sering sekali mendapat teguran "ini kurang tepat, harus seperti ini, harus seperti itu, jangan asal-asalan". Selayaknya anak kecil yang menghormati orang tua, akupun selalu menuruti ucapan mereka dan berusaha melakukan sesuatu sesuai dengan standard mereka. Sehingga tanpa aku sadari aku sudah menyerap satu standard yang nantinya menjadi pembentuk diriku di masa depan.
Kemudian, aku mulai memasuki dunia sekolah, dimana tanpa aku sadari awalnya, aku bertemu para pendidik yang cocok dengan diriku, maksudnya mereka adalah orang-orang idealis yang memiliki standardnya tersendiri. Dan akupun mengikuti mereka. Bertambah banyaklah standard kehidupan yang aku miliki. Menjalani kehidupan sosial, tanpa disadari juga, aku bergaul dengan orang-orang yang menurutku mereka memiliki standard kualitas kehidupan yang tinggi. Dalam artian, sepanjang pengetahuanku, mereka selalu mengutamakan objektivitas, qualitas, dan kemampuan. Aku merasa beruntung sekali sebetulnya, tapi ada beberapa hal yang menjadi pemikiran selanjutnya.

Aku memandang mereka semua pada awalnya adalah dari segi profesi yang mereka tekuni, memang semuanya membutuhkan karakter "teliti, detail, high standard, high performance, objective, low risk", ada yang sebagai Quality Assurance Manager, Auditor Advisor, Analyst, Strategy Performance Manager dan yang lainnya. Namun ternyata, mereka sukses dalam karir tersebut karena mereka memang memiliki karakter yang sesuai dengan yang dibutuhkan untuk pekerjaan itu. Secara otomatis, standard2 yang teraplikasi dalam pekerjaan juga diterapkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Misalkan, seorang quality assurance. Karena sudah terbiasa dengan segala sesuatu berbau kualitas dan harus selalu menunjukkan yang terbaik, ketika membeli baju atau sandal jepit di pasar, mereka secara tidak langsung meneliti benda-benda itu dengan teliti sekali sebelum memutuskan untuk membelinya. Terus seorang analyst, memang dalam pekerjaan dibutuhkan sifat kritis dan mampu memandang ke depan (masa depan maksudnya...), nah dalam kehidupan sehari-haripun mereka akan selalu mempertimbangkan segalanya sampai sedetail-detailnya, untung ruginya, dan lain sebagainya. Terus bagi yang ahli security computer, akan selalu memandang seberapa besar risiko yang akan terjadi.

Wao..... semuanya tergabung dalam bundelan yang terlihat sempurna, namun mungkin ada sedikit bug di dalamnya. Secara garis besar, terkadang permasalahan yang mereka hadapi adalah ketika berurusan dengan orang yang memiliki kemampuan tidak se-level. Contoh gampang, seseorang yang selalu memperhatikan kualitas, lalu ketemu orang yang seronok atau gampangan atau tidak teliti atau berantakan, pasti dia akan ill feel duluan ^^
Terus, bagi orang-orang yang selalu berurusan dengan performance. Mungkin saja akan sedikit sensitif dengan hal-hal yang kurang perform.

Ketika aku mengingat kembali film "The Love Guru", mungkin tidak perlu pusing-pusing untuk melihat dunia. Kuncinya hanyalah "terimalah dirimu apa adanya" dan "terimalah orang lain apa adanya" karena sebetulnya tidak ada yang sempurna. Mungkin saja kita sangat advance di satu hal, namun seseorang yg kita anggap tidak kompeten, malah jauh melebihi kita di sisi lain, dimana itu sebetulnya bisa melengkapi diri kita.
Terlihat simple, namun sesungguhnya sangat sulit utk diterapkan dan memunculkan banyak pertanyaan lagi dalam benakku(tapi tidak usah dibahas dulu disini, hehehe).

Intinya adalah aku sangat bersyukur bisa memandang dan memikirkan semua itu selama ini. At least aku tahu bahwa jika seperti mereka, kira-kira apa saja hal yang perlu diperhatikan. Dan aku yakin sekali, mereka semua sudah menyadari semua "bug" itu, namun setiap orang memiliki cara pandang tersendiri akan satu hal(mungkin saja sesuatu yang aku anggap "bug", bagi orang lain bukanlah "bug").

Always do the best and hope for the best!! ^-^

Sunday, July 20, 2008

Perpisahan dan Pertemuan

Apakah setiap perpisahan harus meninggalkan duka dan meneteskan air mata? May be yes may be no, hehehehe. Namun biasanya, perpisahan selalu meninggalkan jejak yang ya... cukup susah dihapuskan.

Apakah setiap pertemuan harus disertai dengan senyum dan canda tawa serta kebahagiaan? Jawabannya juga may be yes may be no ^^. Tapi biasanya juga, pertemuan selalu diawali dengan senyuman dan cerita bahagia serta tawa yang membahagiakan.

Kenapa berpisah? Banyak alasan. Berpisah memiliki banyak definisi, tapi memiliki inti yang sama, yaitu tidak ada laginya hubungan yang langsung satu sama lain (menurutku...). Mungkin salah satu alasan dari sebuah perpisahan adalah karena perbedaan visi dan misi, sehingga benih-benih ketidakcocokan mulai bertumbuhan, subur dan semakin subur. Ada kalanya perbedaan itu bisa dijadikan bumbu-bumbu dari persamaan, tapi jika perbedaan itu sangat esensial, maka apa boleh dikata. Dari pada semuanya menjadi orang yang unik, alias aneh, lebih baik cari tempat lain sebagai tempat mengisi sisa hidup ini.

Pertemuan mungkin memang sudah diatur oleh alam, karena emang skenarionya sudah ada dari sononya. Mungkin kecocokan serta kesamaanlah yang membuat kutub-kutub + dan - kedua belah pihak itu saling tarik menarik dan bertemu pada akhirnya(meski mereka berada di belahan dunia yang berbeda). Oleh karena itu terkadang kita merasa heran ketika tanpa disadari, kita bertemu orang yang tidak kita duga, ternyata cocok sekali dengan diri kita.

Namun, seperti kata pepatah, ada pertemuan pasti ada perpisahan dan ada pertemuan lagi selanjutnya. Jadi, ketika bertemu sesuatu yang indah ataupun yang jelek, bersiap-siaplah untuk berpisah dengannya. Karena semua ini hanya masalah waktu, bukan yang lainnya!


-Putu-

Friday, July 18, 2008

Sungaiku

Sungaiku... ketika sepi menyelimuti dunia ini, aku selalu datang padamu, aku akan berjalan menyusuri setiap jengkal tepianmu. Aku tahu aku akan menemukan sesuatu di ujung jalan itu, aku akan menemukan lautan yang sangat luas, luas sekali. Kamu mengajariku tentang cara menghargai sepi. Gemericik suaramu yang menenangkan jiwa, kemurnianmu yang menghapuskan segala mala, serta kepolosanmu yang mampu menumbangkan tembok-tembok kokoh.

Sepi... bukan lagi sesuatu yang menyeramkan, namun itu adalah bagian kehidupanku yang ternyata sangat berarti. Berarti selayaknya sungai itu... sungai yang mengalir dalam jiwa kecilku. Kemanapun kamu mengalir, akan selalu tersedia celah untuk kau lewati. Apapun yang mereka tumpahkan padamu, kamu akan melumat segalanya tanpa mencemari kemurnianmu.

Sungaiku... teruslah mengalir, menebar kesegaran pada setiap kekeringan di dunia ini. Kekeringan yang tak pernah berujung!!


-Putu-

Tuesday, July 01, 2008

Dunia IT dan Wanita

"Pekerjaan anda apa?", ada sebuah pertanyaan menyapa. "Saya programmer", sahutku sambil tersenyum. "Oh", sambutnya. Senyumpun berlanjut dan berlanjut disertai dengan sedikit wajah heran. Ada apakah gerangan? biasa aja kali... hatipun bergumam.

Saat ini dunia IT bukan lagi hanya dunia para lelaki, namun sudah wajar jika para wanita juga ikut serta dalam perkembangan teknologi. Malah mungkin wanita memegang peranan penting sekali, terutama dari sisi ketelitian dan kerapihan dalam membuat program. Namun mungkin dari sisi logika dan kuat-kuatan begadang, terkadang kalah juga dengan para pria.

Saat ini, aku hampir 3 thn menekuni dunia programmer, apakah ini cita2ku? tidak, jawabannya. Namun kenapa dilakoni?. Karena ini adalah salah satu jalan yang harus aku lewati ^^. Semuanya butuh proses, dan kita harus belajar menikmati setiap pemandangan yang kita lewati untuk mencapai tujuan terakhir. Seperti mendaki bukit, kegiatan yang sangat aku senangi, capek mungkin sekali, haus lapar pasti tentunya, namun cobalah hirup udara segar di sekitar, segar sekali rasanya.... begitu menerangi pikiran yang kusut setelah meratapi jalan yang berliku dan menanjak. Ketika sampai di puncak bukit, senang sekali rasanya memandangi awan di bawah kaki kita. Namun, jangan terlena terhadap awan itu, jangan sampai berpikiran kalau itu awan kinton yang bisa sebagai pijakan dan membawa kita terbang kemanapun kita ingin. itu hanya gumapalan asap yang terlihat sangat indah.

Ketika aku melihat sekitar, ketika aku meeting dengan client, aku merasa seperti arisan ibu-ibu. Ternyata yang meeting, wanita semua. Keren ya.... kepikiran sejenak. Para pria pada kemana... sibuk mengerjakan hal yang lainnya ^^. Dengan kata lain, arisan di kantor isinya bukan gosip lagi, makan siang gak ngerumpiin gosip lagi(jarang sekali), karena pembicaraannya udah seputar projek dan coding. Namun, ibu-ibu yang aku ajak bekerja sama sesungguhnya adalah wanita biasa, wanita yang memiliki kehidupan normal sebagai ibu rumah tangga, sebagai istri dari suaminya tercinta, sebagai ibu dari anak2nya, sebagai tante dari keponakan2nya, dan sebagai menantu dari mertuanya.

Hari ini, aku melihat semua orang keren-keren banget. Ada teman yang sedang menulis buku Java, ada yang lagi buat presentasi dengan cara yg kueren abiss, ada yang lagi S2 Teknik Mesin di Riyad, ada yang lagi sibuk kerja, dan lain sebagainya....

-Putu-

Monday, June 30, 2008

June 2008

"Pemeliharaan", aku rasa itulah kata yang paling tepat di bulan Juni tahun 2008 ini. Banyak sekali yang perlu dipelihara ternyata, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, kesehatan mental, kecerdasan, kreatifitas, hubungan antar mahluk, dan banyak yang lainnya.

Aku, mungkin saja dikatakan sebagai orang yang cuek sekali untuk hal tertentu, namun peduli sekali untuk banyak hal lainnya. Dan, bulan ini aku lebih sadar, bahwa semua hal tertentu itu memang harus dipelihara, wajib dipelihara karena itu adalah berkah yang sangat indah sesungguhnya. Aku sangat senang ketika melakukan tindakan pemeliharaan itu ternyata. Mungkin ini adalah sebuah cara agar aku bisa berubah, berubah ke arah yang lebih baik tentunya ^^.

Dengan kembali ke alam, aku menyebutnya alam, aku mengumpulkan setiap serpihan jiwaku yang tercerai berai. Mengembalikan semuanya pada realita bahwa aku sebetulnya adalah sosok yang utuh. Lebih belajar membedakan ilusi, pertanda, dan kenyataan yang sesungguhnya.

Memelihara hubungan baik dengan lingkungan sekitar, aku rasa memang kewajiban yang sangat wajib dilaksanakan. Memelihara kesehatan jiwa, mental, dan pikiran adalah pekerjaan yang rutin harus dilakoni. Caranya, tergantung manusianya masing-masing ^^ , karena teori yang aku miliki belum tentu bisa diaplikasikan pd orang lain. Jadi untuk saat ini, tidak mau berbagi teori dulu, hehehe.

Di bulan ini, pas di pertengahan tahun, aku merasa berada di tengah jalan yang bercabang. Aku harus tahu, harus menjatuhkan pilihan tepatnya, kemana aku harus melangkah. Aku tidak tahu apa yang akan aku temui di depan nanti, hanya feeling dan keyakinan modalnya. Karena teori-teori yang ada saat ini terkadang tidak bisa dijadikan parameter yang valid. Mungkin disinilah pentingnya pemeliharaan terhadap intuisi. Memang manfaatnya sangat besar dan menentukan.

Mengawali bulan dengan hari Minggu, dan mengakhiri bulan dengan hari Senin, terlihat unik buatku. Sedikit membuatku bertanya-tanya tadi pagi, hari Rabu tanggal berapa? Karena aku merasa hari Rabu adalah tanggal 3 July, padahal tidak!!

-Putu-

Mimpi seekor panda

Mimpi, adalah sebuah pertanda bagi segolongan orang. Panda, merupakan sebuah tokoh dalam film Kungfu Panda, film yang ngetrend banget akhir-akhir ini. Semua berpendapat, film itu lucu, lucu sekali malah, sehingga banyak teman yang menyarankan menonton film yang satu ini.

Hari Minggu merupakan hari yang seharusnya digunakan untuk beristirahat, namun aku sudah memiliki jadwal yang cukup banyak utk dituntaskan, dan salah satunya adalah mencari DVD Kungfu Panda. Ketika aku memutar film ini, kesan pertama yang muncul adalah film ini kayanya aku banget deh, jadi inget sebuah mimpi sepuluh tahun yang lalu.

Sama seperti ayahnya Po (seekor panda yang menjadi pendekar di film ini), akupun terkadang menganggap mimpi itu adalah sebuah tanda. Cerita ini sedikit aneh sebetulnya, kenapa ayahnya si Po adalah seeokor bebek ya..., but never mind. Di film ini, Po bermimpi sebagai seorang pendekar yang sangat keren. Namun, kenyataan yang ada sungguh berbeda, semua mengangggap dia adalah mahluk gemuk yang bodoh, yang hanya bisa membuat mi. Tapi krn Po memiliki keyakinan terhadap mimpinya dan sikap pantang menyerahnya, juga sepertinya takdir memang membawa dia pada kenyataan sesungguhnya, yaitu menjadi “Dragon Warrior”, alhasil dia berhasil bergabung ke perguruan silat Master Shifu.

Hal lainnya yang aku dapat dari film ini, yang menurutku sangat penting adalah di dunia ini tidak ada sesuatu yang bernama “kecelakaan” alias “accident”. Disana jg sang guru kura-kura mengingatkan akan slogan “yesterday is a history, tomorrow is a mystery, and today is a gift. That’s why it’s called present”, so never give up! “The real warrior has never quit”. Menjadi seorang guru tidaklah mudah, namun akan merasa bahagia sekali jika melihat muridnya berhasil dan akan sangat kecewa ketika muridnya berkhianat. Sebetulnya the secret of all these things is nothing. There is no secret ingredient. Sesuatu akan menjadi spesial jika kita menganggapnya spesial.

Sekilas, film ini terlihat lucu dan menyegarkan, namun bagiku tidak sepenuhnya lucu, karena aku sendiri pernah mengalami nasib serupa dengan si panda, cuman aku gak jadi dragon warrior aja ^^.

Nice movie actually!!

Saturday, June 28, 2008

Munas

Munas alias Musyawarah Nasional, bisa dikatakan sebagai salah satu media ngumpul-ngumpulnya anak-anak 56172. Siapa anak-anak 56172??? Hmmm.... mereka adalah orang-orang yang cukup unik, yang bisa memberikan ide dalam menapaki setiap langkah kehidupan. Meski bajunya berbeda-beda, tapi konsepnya boleh dikatakan hanya satu.

Yah... itulah anak-anak SMU TN yang tergabung dalam organisasi IKASTARA. Kalau aku dikatakan narsis, bolehlah untuk yang satu ini. Tapi yang pasti mereka adalah kumpulan orang-orang yang sangat aku kagumi. Hari ini, tgl 28 Juni 2008, kami mengadakan Munas untuk memilih ketua umum. Seru sekali acaranya dan tentu sangat lumayan sebagai tempat melepas kangen. Selain mendengarkan presentasi masing-masing calon, gak disangka ternyata banyak banget yang dateng, jadi bisa ngobrol ama abang/kakak/adik mulai dari angkatan satu sampai angkatan tujuh belas kalau tidak salah. Adik angkatan tujuh belas masih sebagai siswa/i SMU TN, namun mereka datang sebagai wakil siswa. Selain mereka, dalam Munas juga hadir Pak Trijoko dan Pak Cecep. Pak Trijoko adalah bapak angkatanku, heheheh. Aku kagum banget sama dia, guru matematika yang top banget....seorang bapak yang keren... ^^, sampai-sampai aku pernah menceramahi anak-anak cowok, "kalau jadi suami, sepertilah Pak Trijoko!".
O ya, ternyata yang hadir gak cuman anak-anak TN, namun anak/istri/suami mereka juga gabung. Mungkin istri/suami mereka yang bukan anak TN awalnya merasa sedikit tidak nyambung dengan kami, namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai belajar bersosialisasi dengan kami. Sebetulnya tidak ada yang susah, hanya mungkin terkadang topik yang kami bahas cenderung kurang familiar dengan mereka. Jadi ya.. nyambung gak nyambung deh, hehehhe

Acara Munas ini benar-benar membuat aku kembali ke masa-masa sepuluh tahun yang lalu. Sepanjang perjalanan pulang dari Salemba ke Taman Ubud, kami semobil nyanyi-nyanyi terus, nyanyi lagu-lagu kebangsaan kami. Lagu yang sepertinya tidak pernah terlupakan sepanjang hayat (hiperbolis dikit ya...). Tapi emang lagu-lagu itu betul-betul ngena di hati, kepala, dan kehidupan nyata.
Kebahagiaan yang terlihat, mungkin tidak sepenuhnya kebahagiaan, karena salah satu abang, Bang Febi angkatan enam, meninggal pada kecelakaan pesawat Casa di Bogor hari Kamis kemarin.

Teman, saudara, mungkin dua hal itu tidak ada bedanya bagi kami. Ketika pergi ke suatu tempat dan mendengar disana ada abang atau adik, dunia terasa cerah ^^, serasa menemukan keluarga.