Tuesday, April 29, 2008
April2008
Di awal bulan April, hanya berusaha untuk menikmati hari-hari dengan beragam cara. Namun sangat bersyukur sekali ketika banyak sekali ajakan-ajakan untuk pergi jauh, sehingga minimal bisa menghabiskan waktu dengan sedikit keramaian bersama para kolega. Setelah itu banyak sekali ide dan rencana yang sangat cukup untuk menguras energi pikiran, sehingga tidak sempat memikirkan hal-hal yang lain, meski selalu berusaha untuk tidak melupakannya. Satu per satu rencana dimulai dan seperti biasa pula, tidak ada yang mulus diawalnya. Itu hanya mengukur seberapa jauh kesabaran dalam menghadapi kesulitan. Not a big problem actually.
Minggu-minggu terlewati dengan banyak hal. Hal-hal yang cukup berkaitan dengan masa mendatang. Namun ketika menginjak hari terakhir bulan April, posisiku kembali berada sama seperti tgl 1 April kemarin (I lost someone who I love, Mbah Gede). Lalu apakah betul sebuah semboyan, permulaan menentukan kisah selanjutnya dan akhir dari cerita itu... ?
Menurutku, itu mungkin juga betul. Dengan kata lain yang lebih simple, di dalam kelas waktu sekolah dulu, posisi duduk memang menentukan prestasi!! Percaya gak?? -- percaya-percaya aja deh....
Saat ini, ketika aku menulis satu paragraf di atas, tiba2 teringat sebuah kisah dimana aku memulainya dengan segala kebaikan dan keindahan. Namun sekarang semuanya terlihat blur dan aku hanya bisa menatapi semua ketidaknyamanan dan ketidakjelasan itu. Berharap, akhir cerita ini adalah sesuatu yang indah, meski membutuhkan proses yang sangat panjang... panjang sekali... Tapi pasti ada akhirnya, akhir yang indah ^^.
Untuk bulan May, yang pasti akan banyak kegiatan berpikir dan berpikir. Jadi, bersemangatlah.... Aku ingin membuat bulan May menjadi bulan yang special!!!!
-Putu-
Sunday, April 27, 2008
Inspiring Monday Morning
Dalam sekejap si Bapak mempersiapkan dua piring nasi uduk, satu buatku, satu buat bapak yang duduk didekatku. Nasi uduk ini meski terlihat sedikit, namun sangat mengenyangkan, cukup untuk menahan lapar sampai jam makan siang nanti. Harganya standar perkantoranlah, pake telor 7000 perak.
Selesai makan nasi uduk, aku nyamper am pm untuk membeli roti gandum, persiapan makan siang. Secara aku nanti gak sempat pergi makan krn banyak urusan yg harus diselesaikan saat jam istirahat.
Setiba di kantor, aktifitas dimulai dengan membuka lap top dan log in. Ketika mau connect ke internet, eh malah koneksinya lagi error. Jd, checking2 email ditunda dulu sampe nanti siang. Krn jadwal searching2 gak terlaksana, akhirnya kembali ke kerjaan deh.
Ketika membuka koneksi ke server, aku tiba2 ngelihat sebuah folder dengan nama DOCUMENT. Ketika diperhatikan, di sana ada beberapa text file yang memikat perhatianku, judulnya ada kata ‘conversation’. Ketika dibuka, aku terharu sendiri. Ternyata itu adalah catatanku setahun yang lalu (24 April 2007 red.) ketika aku masih menyandang status new comer di perusahaan sekarang. Dokumen itu adalah percakapanku dengan para user (krn waktu itu aku single fighter seperti biasa), dimana aku bertanya banyak sekali hal-hal yang sekarang kelihatannya sangat simple, namun dulu terasa teramat sulit buatku. Satu kalimat, dua kalimat, tiga kalaimat..... aku merasa, aku belajar banyak sekali dari mereka.
Terkadang kita lupa akan banyak hal yang simple, padahal karena itulah kita bisa tahu yang lebih sulit. Senang sekali aku menemukan catatan ini. Dengan demikian aku sadar kalau diriku pernah gak tahu akan hal itu dan masih harus terus belajar.
Semua hal yang aku temui di pagi hari ini, sangat memberi inspirasi untuk menjalani hari-hari selanjutnya ^^
-Putu-
Friday, April 25, 2008
Orang-Orang yang Baik
Aku tidak tahu, aku tidak yakin, itulah jawaban yang pertama muncul.
Namun sisi baik dari diriku selalu berkata, “Putu, kalau kamu berpikiran baik, semuanya akan menjadi baik. Apapun itu”.
Dan syukurnya, aku selalu yakin akan kalimat itu. Dan syukurnya pula, apapun yang terjadi memang sesuai dengan apa yang aku pikirkan, sehingga aku selalu ‘dipaksa’ utk selalu berpikir, berkata dan berbuat yang baik.
Entah semua orang itu baik betulan atau tidak, aku hanya berpikir, mereka betul2 orang yang baik. Mereka selalu berharap agar aku mendapatkan yang terbaik dan mereka selalu memberi saran yang menurut mereka akan membawaku ke arah yang lebih baik.
Kalaupun mereka punya niat yang tidak baik, mereka akan menerima hasil ketidakbaikannya itu, lebih dari yang mereka lakukan.
Banyak orang yang suka berkata ‘asal’, banyak yang suka berpikir ‘asal’, banyak pula yang berbuat ‘asal’. Oleh karena itu, semua yg mereka peroleh hanya sebatas ‘asal’. Padahal kalau direnungkan sejenak, apa yg kita terima adalah berdasarkan apa yang kita inginkan atau apa yg telah kita lakukan atau apa yang seharusnya kita dapatkan.
Berada di tengah-tengah orang yang memiliki kepentingan, hanya seseorang yg netral aku butuhkan. Di antara orang-orang yang netral, aku hanya butuh orang yg bisa diajak berpikir. Di antara orang-orang yang bisa diajak berpikir, aku hanya butuh orang yang cerdas. Di antara orang-orang yang cerdas, aku hanya butuh orang yang berhati baik. Di antara orang-orang yang berhati baik, aku hanya butuh orang yang bisa menasihati dan menghargai.
For the last, thank you for every thing.
-Putu-
Monday, April 21, 2008
Telpon Tulalit

Telepon telepon… salah satu benda yang bisa dikatakan manis tapi menyakitkan. Sangat berguna namun bisa nyebabin telingaku terngiang-ngiang dan kepalaku nge-hang!!! (bukan krn radiasinya, namun krn semua permasalahan yang disampaikan lewat telpon :d)
Hari ini, udara Jakarta sedikit kurang mendukung kreatifitas. Terlalu muram, sehingga membuat sedikit kurang berselera utk mengeluarkan semua ide2 yg bertebaran di dunia antah barantah.
Ketika berniat nelpon, krn urusan penting tentunya, eh malah disambut oleh nada tulalit. Sebetulnya, setelah di cek dan ricek, ternyata bukan krn di luar area atau krn HP rusak atau nomer tidak aktif lagi, namun krn punya kebanyakan nomer orangnya dan sukanya gonta ganti sim card. Setelah mengetahui alasan itu, bukannya tambah bersimpati, malah membuat aku sedikit berpikir yang ya…. Gitu deh…
Kepikiran aja sebetulnya, kalau orang lain cuman tahu nomer yang satu itu aja. Terus mereka punya info yang luar biasa pentingnya dan yang nelpon juga orang penting, terus saat itu lagi gak pasang nomer yang diketahui itu, gimana dong…..
Yang nelpon juga gondok juga jadinya…. (mungkin sie…)
Solusinya, kalau punya banyak nomer, belilah banyak devicenya juga. Aman toh!!! Meski tas jadinya kaya tas-nya sales barang elektronik.
Sebetulnya lagi, bisa berbicara seperti ini, karena dahulu kala aku pernah mengalami nasib serupa. Ditelpon orang yang menurut aku penting tapi gak kesampaian karena aku ganti nomer. Alhasil, setiap ganti nomer, ya… harus mengumumkannya ke semua pihak yang terkait deh ^^ (oleh krn itu juga sampai saat ini aku belum tergoda oleh promosi2 dari semua provider yang ada)
Meski cuaca mendung, bersemangatlah… !!! ^^
Wednesday, April 16, 2008
Films

Bercerita mengenai film, akhir-akhir ini ada beberapa film yang sepertinya sangat ngetren. Ayat-ayat Cinta mungkin salah satunya, sampai-sampai para pejabatpun dengan penuh semangat menonton film tersebut. Ada apakah di balik film itu… Tentu ada sesuatu yang menurut mereka bermakna sehingga pantas untuk ditonton.
Jadi inget lagi dengan film Naga Bonar 2. Kenapa film itu tidak se-ngetren film Ayat-Ayat Cinta ya… Padahalkan maknanya gak jauh beda ‘nonjok’nya. Setidaknya aku gak nemu penjual CD bajakan Naga Bonar 2 sampai di bis-bis kota. Dan terus terang, bukannya aku tidak cinta film Indonesia, cuman tidak tahu kenapa (mungkin krn saking ngetrennya kali ya), di tengah-tengah kesibukan orang meributkan film Ayat-Ayat Cinta, aku malah hunting film Love in the time of cholera, the fall, conspiracy, menanti-nanti forbidden kingdom, etc. Gak tahu kapan aku akan berminat menonton film itu.
Menonton film, kemudian menganalisanya, kemudian menceritakannya kembali kepada orang-orang yang berminat, kayanya sudah menjadi salah satu pekerjaanku dari kecil ^^ .
Gak heran juga kalau di rumah dulu betah berhari-hari gak keluar, demi menonton film-film kesayangan, atau rela berlari-lari menyelesaikan kerjaan demi menonton film di TV yang hendak tayang.
Kemarin ada yang bercerita bahwa cerita-cerita dalam film adalah khayalan belaka, apalagi yang mengenai cerita-cerita cinta. Hmmmnnmm, setelah berpikir sejenak, aku tidak sepenuhnya setuju akan hal itu. Dari kisah nyata, tentu akan sangat bisa sekali dijadikan cerita film. Dan tidak menutup kemungkinan, dari sebuah cerita yang dianggap khayalan, akan bisa terjadi dalam dunia nyata. Karena pada dasarnya, manusia berkreatifitas kan cenderung mencontoh apa yang sudah ada. Hanya diubah pola dan cara penyampaiannya saja.
* tiba-tiba keinget satu kalimat yang pernah disepakati bersama Dik Wauwak, ‘Mistis membuat kreatif’ – hehehe gak nyambung kayanya ^^ .
Friday, April 11, 2008
Selamat Datang Dunia!!!

Sedikit demi sedikit mengenal dunia, sedikit demi sedikit bisa membuka mata, juga sedikit demi sedikit bisa membuka telinga ^^
Kata orang dunia seluas daun kelor. Aku pikir memang demikian kalau kita menganggapnya demikian, namun akan menjadi hamparan daun kelor yang luasnya tak terkira ketika kita memandangnya dengan sedikit berbeda.
Selalu lapar akan pengetahuan sangat menguntungkan, meski terkadang menyusahkan juga. Mengetahui banyak hal sangat menyenangkan, meski selalu teringat akan pesan teman ‘Putu, tidak baik terlalu banyak tahu’. Sebetulnya gak banyak lagi.... cuman terlihat banyak aja, padahal sebetulnya itu hanya secuil dari sebongkah besar dari yang seharusnya diketahui.
Dunia itu sangat banyak jenisnya. Secara garis besar mungkin bisa dibagi dua, dunia nyata dan dunia maya. Kemudian dunia nyata bisa di drill down ke dalam banyak kategori. Setiap kategori bisa lagi dipecah menjadi banyak sub kategori, begitu seterusnya.
Mengenal setiap mahluk yang berkutat di setiap dunia tersebut adalah sebuah pelajaran yang sangat penting dan bermanfaat. Mengamati setiap dunia yang ada mungkin adalah kewajiban karena tanpa disadari kita akan(harus) memilih satu dunia yang akan kita tinggali. Sebuah dunia yang harus kita rawat dan pelihara agar tetap terjaga keindahannya.
Tatkala sebuah dunia terlihat begitu indah, tidak sepenuhnya itu indah. Selayaknya bulan yang terlihat sangat cantik dari jarak ribuan kilometer, namun mungkin akan terlihat sangat jelek ketika disentuh dari jarak 30 cm. Mungkin oleh karena itu kita harus mempelajari sedikit demi sedikit setiap dunia yang ada, apapun itu! – minimal tahu.
Contoh simple, dunia ke-sapi-an. Ternyata kalau dihitung-hitung, 1 kilogram daging sapi sama dengan jumlah jagung jatah untuk 6 orang. Tinggal memilih saja, mau makan 1 kilogram daging sapi sendirian alias menghabiskan jatah makan 6 orang (jatah jagung), atau tidak perlu makan 1 kg daging sapi, namun makan jagung rame-rame ber-enam. Hehehe ^^
Contoh-contoh yang serius gak usah dulu ditulis disini, nanti artikelnya bukan selamat datang dunia lagi jadinya ^^
So, prepare yourselves for the world!!!!
*inspired by all memories in my life.
Thursday, April 10, 2008
Cipayung
“aaaaaa....” tiba-tiba terdengar teriakan di sebuah kamar, tepatnya di sebuah penginapan di kawasan Cipayung, Bogor, Jawa Barat.
Sore itu, suasana begitu mencekam, seperti cerita-cerita dalam buku cerita, dimana ada sekelompok orang pergi ke villa di puncak bukit. Setiba di villa, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya, petir menyambar-nyambar dan lampu mati dengan meninggalkan kegelapan yang menakutkan. Semua orang berkumpul di ruang tengah sambil menyaksikan kilat dari balik jendela.
Perut lapar, hawa dingin, perasaan cemas begitu menyelimuti benak setiap orang yang duduk diam di sofa villa itu.
“Yea.......... lampu nyala lagi...” teriak salah satu dari beberapa orang tersebut. Semuanya terlihat begitu riang dan dengan semangat membara langsung menghampiri meja makan yang sudah menanti untuk dijamah.
Itulah sekelumit kisah malam pertamaku di Cipayung ketika ada tugas kantor bersama rekan-rekan dari Bank Mandiri ^^.
Hari pertama yang bisa dibilang sangat memberi kesan. Banyak hal yang mengingatkan akan kampung halaman, secara dari kemarin-kemarin aku merencanakan kapan aku akan pulang kampung.... kegiatan yang sangat dinanti-nanti sebetulnya.
Awalnya aku tidak menggubris anak tersebut karena aku tidak punya sepatu yang harus di semir, namun ketika aku berniat ke taman lagi, tiba-tiba aku ngelihat anak tadi sedang nyemir sepatu pak sopir. Aku tersenyum seperti biasa dan langsung duduk di sebelah anak kecil itu.
Aku ngajak dia ngobrol, ternyata dia masih kelas 3 SD, bernama Ahlan kalau tidak salah dengar, dia selalu kerja sepulang sekolah. Betul-betul menyentuh perasaanku. Mungkin kalau aku punya uang banyak, mungkin saja aku sudah punya banyak yayasan(charity), secara dari kecil suka sekali berbagi cerita dengan mereka. Ternyata betul juga ramalan, bahwa aku sepertinya akan menjadi tempat berlabuh orang-orang pelarian. Sampai sekarang aku masih belajar memahami kalimat itu.
Cara dia nyemir sepatu betul-betul mengingatkan akan masa-masa SMA dulu. Setiap hari nyemir sepatu PDH, PDL, pesiar. Cara paling simple, ambil sikat, colek semir Kiwi (kualitas standard), gosokkan ke sepatu (rada tebelan dikit) kemudian di jemur sebentar, setelah itu gosok dengan kain atau sikat yg rada lembut. Cukuplah untuk membuat sepatu kinclong. Untuk hasil yang lebih maksimal, ada cara-cara yang lebih wahid!! ^^
Anak itu lucu banget, selesai nyemir dia malu-malu gitu nyari si pak sopir. Dia sebetulnya mau balikin sepatunya sekaligus minta uang ongkos nyemir. Ternyata bapaknya gak tahu pergi kemana. Bapak yang lain mengatakan kalau dia udah pulang. Si anak tukang semir terlihat kecewa, meski di wajahnya masih tersirat garis senyum. Akhirnya aku manggil dia dan ngasi 2000 perak. Ketika dia mau pergi, eh si pak sopir tadi tiba-tiba datang dari mushola. Si anak terlihat sumringah ^^ . Kemudian dia mendapat satu pasang sepatu lagi untuk disemir. Sama seperti sebelumnya, dia menyemir dengan semangat 45 dan aku sangat senang melihat cara kerja dia. Setelah semuanya selesai, pak sopir ngasi dia ongkos dan diapun bergegas pergi dengan senyum yang disembunyikan sambil melirik aku dan mengucapkan “terima kasih Bu...”
Senang sekali aku melihat anak itu, tidak tahu kenapa. Aku terasa dibawa ke masa-masa anak-anakku. Anak kecil yang tidak pernah putus asa dalam menjalani kehidupan.
Bersemangatlah!!!
Hidupku Seru
Pembicaraan mengenai tupperware membawa aku kembali ke masa-masa kuliah, dimana aku adalah salah satu agen tupperware. Sangat menyenangkan, lumayan untungnya bisa buat beli tupperware untuk diri sendiri. Sometimes, beliin ibu juga beberapa table ware-nya.
Semua keuntungan itu mulai memudar ketika ada peraturann dari kampus bahwa kampus adalah tempat belajar, bukan tempat untuk bisnis pribadi.
Sebetulnya lucu juga kalau ingat masa itu, aku kalau nawarin produk gak tanggung-tanggung juga sie, dekan aja di tawarin hehehehe. Dekan-nya asik banget orangnya, makan pagi sering bareng juga ama dia di parkiran. Dia nyantai banget orangnya dan yang pasti aku sangat kagum dengan dia. Meski aku pernah dapet ‘C’ untuk metode numeric ^^.
Bisnis sebetulnya tetep jalan, tapi rada sembunyi-sembunyi hehehe. Bisnis oriflame-nya juga semakin lancar. Namun akhirnya oriflame berakhir juga ketika aku gak bisa bangun seminggu, dan setelah itu gak ada niat sama sekali untuk berbisnis. Bertahan hidup saja sudah ngos-ngosan, apalagi mau berbisnis. Tepar akunya!!
Ketika ada peraturan ‘dilarang berbisnis pribadi’, muncul ide lain yaitu mahasiswa tetap boleh jualan namun untuk kepentingan jurusan. Nah, kebetulan banget waktu itu aku jadi ketua koordinasi bagian pendanaan. Bagaimana cara mengumpulkan dana dengan cepat, ya dengan jualan. Karena kita dilarang untuk nyari-nyari sponsor ke perusahaan rokok untuk kegiatan. Alhasil, berjualanlah aku di kampus, mulai dari makanan sehari-sehari sampai fotocopy buku yang tebel-tebel dan yang susah dicari di toko buku. Tentu beberapa persen masuk kantongku juga, selaku aku kan yang nyari channel untuk harga-harga termurah ^^ (tetep gak mau rugi!!)
Kemarin denger-denger dari junior, katanya sekarang peraturannya udah makin ketat. Jualan untuk kepentingan khalayak ramaipun sudah tidak boleh. Kasian banget!!!
Sebetulnya berjualan itu sangat menyenangkan, sekarangpun masih punya cita-cita untuk jualan (bikin mix resto). Semoga nanti tercapai. Nyari modal dululah hehehehe
Sejak SD aku udah senang jualan, teringat lagi waktu memaksa ibu untuk bangun lebih pagi guna membuat makanan (sayur yang dibungkus kecil-kecil) untuk aku jual di sekolah. Hasil jualan, masuk ke celengan tentunya hehehehe. Kalau makanan ada yang sisa, habis dibagi-bagi ama temen-temen sepulang sekolah. Sangat menyenangkan. Di sore hari, minta dibuatin pisang goreng. Keliling aja jualan pisang goreng. Tidak pernah terpikirkan rasa malu atau bagaimana. Yang terpikirkan hanya, ini kan salah satu proses belajar dan aku gak mau rugi dengan cara mengeluarkan uang untuk membeli pisang goreng di tempat lain. Mending, aku bikin sendiri dan jualin orang-orang. Makan gratis, untung juga dapet toh ^^.
Mungkin karena diketahui memiliki pola hidup seperti itu akhirnya banyak sekali sobat yang menawarkan bisnis. Sebetulnya sekarang aku kurang badan aja untuk ngelakonin semua itu. Sekarang mulai memilih aja, kira-kira mana yang paling memberi keuntungan terbesar (menurutku...). Semakin menyadari juga kalau aku bukan super wonder woman yang tidak ada matinya.
Sangat menyenangkan mengenang masa lalu. Menikmati segala keterbatas dan kelebihan yang dimiliki membuat hidup terasa lebih bermakna.
Good luck for everybody.... !!!
Thursday, April 03, 2008
Thinking of You -- Kitaro

Musiknya Kitaro merupakan salah satu jenis musik yg pas banget di telingaku. Beberapa hari yg lalu, tanpa disangka tanpa diduga, ada teman yg menyodorkan flash disk kecil sambil berkata “ini lagu Kitaro”. Dengan senyum lebar menyambut sapaan itu, “wah… terima kasih banyak”
Ada dua folder dalam flash disk itu. Folder pertama (Best of Kitaro) sebetulnya sudah pernah aku copy namun sangat disayangkan ketika tangan tanpa sengaja menekan ‘ok’ ketika ada pertanyaan delete or not. Folder kedua (album Thinking of You) terdiri dari banyak lagu yg ternyata sangat bagus2. Biasanya, ketika aku menemukan lagu baru, apapun itu, aku akan mendengarkan seluruh lagu sampai akhirnya ada sebuah lagu/musik yg ngena banget di telinga, kepala dan hati, entah krn musiknya atau liriknya.
Dan salah satu musik Kitaro dalam album Thinking of You, yg berjudul ‘Thinking of You’ ini tiba2 membuat aku menekan2 MP3 player-ku, mencari tahu sebetulnya apa sih judul musik ini, secara aku sebelumnya gak ngeh akan judul semua musik yg ada di list (krn baru copy kan…). Musik yg satu ini membuat aku merasa gimana gitu… intinya, musik yg satu ini sangat menginspirasi aku!!
Memang aku bukan ahli dalam dunia permusikan. Main alat musik aja setengah mati gak bisa2, menyedihkan!! Kasian yg ngajarin sih sebetulnya ^^
Meski demikian aku selalu menemukan lagu2/musik2 yg pas banget dengan diriku. Entah krn liriknya atau jenis musiknya. Aku menyebutnya ‘berjodoh’. Semuanya adalah nemu alias tidak disengaja proses mendapatkannya. Mungkin hanya dengan cara seperti ini keahlian dalam bermusikku bisa diasah. Meski tidak bisa main alat musik, mungkin saja aku adalah orang yg membuat lirik lagunya… hehehe
Musik2nya Kitaro sangat mengingatkan akan masa2 SMA dulu, tepatnya waktu kelas III. Aku lupa judul salah satu musiknya itu apa, kita nyebutnya musik setan. Serem banget!!! Siang2 aja dengerinnya merinding, apalagi malam. Tapi semua musiknya Kitaro selalu mengiringiku dalam tidurku.
Kalau sekarang, musiknya Kitaro menemaniku dalam beraktivitas, ntah di kantor atau saat relaksasi di rumah.
For the last, Kitaro adalah salah satu inspiratorku -- I found something from his experiences, which made me more understand with something called ‘Taksu’. And one sentence from him is fit with me, “Nature inspires me. I am only a messenger” ^-^
http://en.wikipedia.org/wiki/Kitaro
Wednesday, April 02, 2008
Idealis Dilematis

Dua puluh lima tahun menghirup segala udara di bumi tercinta ini sungguh merupakan waktu yg cukup untuk memenuhi pundi-pundi udara kehidupanku dengan beragam idealisme dari orang2 sekitar.
Ternyata semua idealisme itu sangat berkaitan dengan dilematisnya kehidupan…ku.
Kata orang, anak kecil lebih mudah dididik dibandingkan orang dewasa. Tentu karena anak kecil masih polos dan belum memiliki ‘pola pikirnya’ sendiri. Idealisme2 yg diajarkan tentu akan bisa melekat dengan mudahnya di ingatan para anak2 tersebut. Oleh karena itu diharapkan agar semua yg diajarkan adalah hal2 yg baik (yg menurut pengajarnya baik…).
Berada di lingkungan orang2 idealis yg memiliki idealisme yg kuat, ternyata aku sangat menikmatinya. Belajar dari mereka adalah suatu aktivitas yg sangat menyenangkan. Namun sangat dilematis, ketika semua idealisme itu sudah menjadi bagian kehidupanku, saat itu juga aku melihat hal2 yg bertolak belakang dengan semua idealisme itu. Sehingga seringlah muncul pertanyaan, apakah sekarang aku harus menjadi orang yg idealis ? atau menjadi orang yg pro dengan semua hal2 ‘terlarang’ itu. Pertanyaan yg mungkin cukup sulit utk dijawab, krn berkaitan dengan banyak sisi kehidupan.
Aku jadi inget ama social club beberapa minggu lalu, dimana aku berperan sebagai seorang politikus (pekerjaan yg tidak pernah terpikirkan seumur-umur) yg memiliki seorang anak laki-laki yg tertangkap krn memiliki narkoba, padahal waktu aku muda ceritanya aku sebagai aktivis yg mendukung hukuman mati utk penjahat narkoba. Dalam cerita saja aku sudah merasa kehidupanku sangat dilematis… Ternyata di dunia nyata lebih banyak lagi hal2 dilematis yg aku temui (semakin banyak) dan semuanya bertentangan dengan idealisme2 yg aku miliki selama ini.
Mungkin kalau diibaratkan tangan kiri pegang extraordinary kopi tubruk ( kopi tubruk + telur bebek mentah + garam) dan tangan kanan pegang mix juice (strawberry + blueberry + madu), tinggal memilih saja mau minum yg mana. Extraordinary kopi tubruk itu sangat mudah dibuatnya (krn bahan2nya sudah punya), namun ketika ditelen… ya rasanya gak kebayang lagi deh namun bisa memaksa mata utk melek semaleman. Mix juice itu sulit juga dibuatnya, secara harus membeli buah, gula dan madu dulu dan harus punya blender, namun rasanya …. enyak enyak enyak…. dan bagus utk kesehatan!!!
Sempat terpikirkan, mungkin kalau tidak seperti ini, kehidupan akan sangat monoton, gak ada seru2nya. Kalau ada yg membuat kita jadi idealis, pasti ada hal2 yg membuat kita berada di posisi dilematis. Mungkin kalau kita tidak memiliki idealisme, mungkin saja kita tidak akan merasakan kedilematisan kehidupan ini.
Idealis dilematis idealis dilematis idealis dilematis idealis dilematis…. ^^
Monday, March 31, 2008
Gila vs Waras
Pembicaraan ringan, terlepas dari segala program2 dan permasalahan dunia komputer, cukup memberi ide utk membahas definisi gila dan waras ^^
Gila, hmmm mungkin ada 1001 definisi dari sebuah kata gila. Ada yg mendefinisikan bahwa orang disebut gila jika melakukan hal2 yg diluar norma. Namun apakah tidak ada kemungkinan bahwa orang yg menjalani norma2 itu adalah orang yg gila ? krn sebetulnya norma itu mungkin saja dibuat oleh orang gila. Jadi semuanya adalah pengikut orang gila, alias semuanya adalah orang gila!!
Apakah orang yg senyum2 sendiri bisa dikatakan gila ? – belum tentu.!
Dia tersenyum karena mungkin merasa bahagia dan ingin menikmatinya sendiri. Oleh krn itu dia cengar cengir sendiri.
Dan muncullah pertanyaan di akhir perbincangan yg menimbulkan gelak tawa yg menyedakkan ini, lalu sebetulnya adakah orang gila di dunia ini ? atau adakah orang waras di dunia ini ?
Memang gila dan waras beda tipis, tergantung kita memandangnya dari sisi sebelah mana.
Tidak heran kalau aku adalah salah satu orang yg sangat senang berbicara mengenai hal2 kaya gini, secara dari kecil suka membahas hal2 yg jauh dari logika. Mungkin krn sudah capek juga berpikiran logis kali ya…, jadinya mencari celah lain utk menetralkan otak, hehehe. Tidak banyak orang yg bisa diajak dan senang berbicara mengenai hal2 yg kedengarannya sepele (atau mungkin malah terlalu berat). Oleh karena itu bermunculanlah komunitas2 yg orang2nya bisa dikatakan sedikit berbeda (katanya…). Dan tentunya, aku jg mempunyai teman2 yg bisa diajak ngobrol khusus mengenai hal2 yg mungkin kebanyakan orang gak mau dengerin…
Sometimes, kalau kita berada di lingkungan yg berbeda, memang sudah wajar kalau kita mungkin dikatakan orang yg aneh, meski bisa jadi bahwa orang yg mengatakan kita aneh itu adalah orang yg aneh sesungguhnya. – muter2 ngomongnya… :d
Oleh karena itu kita diharapkan sekali utk selalu belajar menyesuaikan diri (mengutip dari nasihat orang tua).
Melihat, mengalami, melakukan banyak hal dalam rangka menyesuaikan diri dengan kebiasaan orang lain memang sangat menyenangkan meski ada jg masanya untuk jenuh. Dan bisa jadi dikala kita tidak mampu menyesuaikan diri lagi dengan kebiasaan orang di sekitar, alhasil kita dibilang orang yg gila. Padahal sebetulnya waras waras aja.
Jadi…, sebetulnya apakah diri anda waras ?? atau gila ?? – silahkan direnungkan sendiri!! ^^
Thursday, March 13, 2008
When the word is yours
Ketika kita memiliki kemampuan utk mengucapkan kata-kata, dalam artian kita punya mulut yg bisa mengeluarkan suara dalam bentuk rangkaian kata-kata, ada baiknya jika belajar utk mengungkapkan isi kepala maupun isi hati dalam kata-kata -- Meski terkadang kita tidak ingin.
Mungkin ada yg mengatakan, action atau tindakan lebih memiliki nilai daripada sekedar perkataan. Ya!! Aku setuju sekali.
Namun, tidak banyak orang yg memiliki kebiasaan ‘sedikit bicara, banyak kerja atau menunjukkan sesuatu lewat action’. Ada yg memiliki kebiasaan ‘sedikit bicara, tp action nya juga alon-alon’ sehingga membuat orang bertanya-tanya ‘sebetulnya orang ini maunya apa sih… gak jelas!!!’
Memang ada hal-hal yg dengan mudahnya kita ucapkan lewat kata, ada hal-hal yg dengan mudahnya bisa kita tunjukkan dalam tindakan. Namun tidak sedikit hal-hal yg membutuhkan pemikiran dikala kita ingin menyampaikannya lewat kata maupun lewat tindakan. Namun, tidak ada salahnya belajar utk tidak membuat orang lain kebingungan akan sikap kita. Tidak mudah dan tidak gampang memang.!.
Selagi bisa mengucapkan kata-kata, katakanlah apa yg ingin dikatakan. Selagi bisa menulis, tulislah apa yg ingin ditulis. Selagi bisa berjalan, melangkahlah sejauh mungkin yg diinginkan. Selagi bisa bercita-cita, bercita2lah setinggi langit. Selagi bisa berharap, berharaplah sebanyak mungkin.
Sunday, March 09, 2008
Where’s the True Love

Pembicaraan singkat bersama seorang teman mengingatkan kembali akan sebuah resume dimana status orang yg namanya tertulis disana adalah ‘never married’. Pertama kali mengetahui hal itu hanya bisa bertanya, kenapa?
Seiring berjalannya waktu, aku mulai menyadari bahwa ada orang2 yg sangat menginginkan akan terlaksananya suatu pernikahan, namun ada juga yg tidak menginginkannya lagi. Ketika kita hanya melihat sekilas, tentu akan banyak sekali persepsi yg bermunculan. Namun ketika kita menilik jauh ke dalam, ke balik semua itu, tentunya ada alasan2 yg sangat signifikan.
Pada dasarnya setiap mahluk hidup menginginkan kebahagian, dengan standardnya masing2 tentunya. Untuk sebagian besar kategori manusia, tentu akan merasa bahagia jika kebutuhan materil dan immateril terpenuhi. Seperti halnya konsep dasar kehidupan yg dikatakan tidak pernah sempurna, kadang kala ada orang yg sangat bahagia dari segi materil, namun dari segi batin mereka menangis, namun ada jg yg sebaliknya. Di lain sisi ada yg berpendapat bgmn kalau bahagia dikeduanya.... memang itulah cita2 manusia yg mana terlihat cukup sulit utk dipenuhi (kalo emang dianggap sulit!)
Kata orang, mencintai seseorang adalah kebahagiaan, begitu pula dengan dicintai. Namun tidak sedikit yg merasakan kebalikannya. Sehingga tidak heran jika ada yg putus asa dengan sesuatu yg bernama cinta dan juga bermunculan istilah2 seperti cinta buta(atau lebih tepat cinta membuat ‘buta’), dan saat ini aku menemukan kata baru ‘cinta pshyco’ (istilahku sendiri ketika melihat banyak orang yg jadi pshycopat krn cinta).
Tanpa aku sadari, entah aura apa yg menyelimuti, sehingga banyak sekali orang yg bercerita mengenai kehidupan asmara mereka ke aku, tentu aku dengan setia selayaknya consultant asmara mendengarkan mereka(sangat senang bisa sebagai tempat berbagi ^-^ ) dan semuanya terjaga kerahasiaannya (jika mereka menginginkan seperti itu). Dan aku selalu berusaha mempelajarinya in case mereka minta saran.
Tanpa aku sadari juga, setelah aku perhatikan, banyak sekali aku menemukan qualified jomblo, over malah (apakah diriku sendiri adalah salah satunya ??.. hmmm :d ). Dan tentu semua orang di sekitar mereka akan bertanya-tanya, kenapa masih men-jomblo ? – pertanyaan yg mungkin paling males untuk dijawab.
Kenapa aku menyebut mereka qualified jomblo, krn secara lahiriah apa lagi yg kurang, namun aku tidak akan pernah mengetahui seberapa siapkah mereka utk menghadapi ‘penderitaan’ baru.....
Apapun pendapat orang, apapun pemikiran mereka, mungkin bisa benar bisa tidak. Hanya orang yg mengalaminya sendiri yg tahu kebenarannya dan hanya mereka yg tahu bgmn cara memecahkan permasalahan mereka. Karena mereka orang2 yg sangat paham akan hal tersebut sesungguhnya (meski mereka terkadang tidak menyadarinya).
Where is the true love? Mungkin itu sekilas pertanyaan yg muncul. Ketika dicari, kita tidak menemukannya, ketika kita tidak memikirkannya, mungkin saja dia nyamper dan menyapa kita, namun kita yg tidak ngeh.
Ada yg berusaha mengejarnya sampai ke ujung dunia (hiperbola dikit) namun dia merasa tidak menemukannya, padahal tanpa dia sadari the true love sudah berada di depan dia sejak pertama kali dia melangkahkan kaki utk mencarinya.
Ada yg mungkin berpikiran, masalah perasaan jauh lebih rumit daripada mengerjakan soal matematika yg njelimet sehingga mereka males mengerjakannya, bahkan sekedar mencobapun tidak berani – berpikir ampe ke hal2 yg sebetulnya tidak perlu dipikirkan.
Berpikir memang sangat penting, menganalisa sangat harus. Dan adalah wajar jika tidak ditemukan kecocokan. Dan sangat wajar pula jika tidak terburu2 dalam memutuskan hal yg berhubungan dengan masa depan. Dan sekali lagi akan wajar sekali jika setiap orang ingin menentukan jalan hidupnya masing2 tanpa harus ada campur tangan pihak2 yg tidak diinginkan.
For the last, apapun yg sebetulnya terjadi, semuanya pasti ada alasan yg benar2 adalah sebuah alasan. True love pasti ada dan akan menemukan pemiliknya, jadi jangan pernah putus asa yooo. Bagi yg sudah menemukannya, berbahagialah dan hargailah semua itu. Bagi yg sempat melupakannya, lihatlah di sekitar... dia pasti ada disekitar!
-Putu-
Friday, February 29, 2008
Buku Diary Pertama ^^

Waktu berbenah-benah, tiba2 terlihat sebuah buku kecil berwarna yellowish, light pink, peach. Pertama kali melihatnya, hanya bisa tersenyum. Ternyata itu buku diary pertama yg merupakan pemberian orang, diberikan oleh sepupu tersayang, Tu Dama, waktu ulang tahun ke-11.
Waktu membuka halaman pertama, senyumanpun berubah menjadi tawa2 kecil, hehehe. Banyak tulisan mengenai biodata, entah biodata diri sendiri maupun biodata teman2, entah teman sekolah maupun teman nemu di tempat lain ketika ada kegiatan di luar sekolah.
Sungguh menyenangkan membaca tulisan masa kanak-kanak.
Nama : Ni Putu Sri Artati

Makanan favorit : mi goreng, bakso (secara dulu aku masih makan daging sapi ^^)
Minuman favorit : teh, air putih
Cita-cita : menjadi orang sukses
Semboyan : Experience is the best teacher
Cowok idola : ganteng, keren, pinter, gak ngerokok, gak minum (suka mabok2an maksudnya), baik, sabar, penyayang dll
Seru emang… hehehehe. Apalagi habis ngebaca biodata temen2 yg lain, jd kangen ama mereka. Dimana aja ya mereka sekarang.?.
Cuman sekarang jd sempat berpikir lagi, polos banget ya anak kecil itu…. Apakah dulu aku paham definisi orang sukses… Tapi, seingatku itu adalah hasil merangkum semua cita2ku. Krn dulu aku punya banyak cita2, mulai dari polwan, astronot, peneliti dll pokoknya yg berhubungan ama science gitu… -- gak mungkin punya cita2 jd guru atau jd artis ;p (sudah tahu kemampuan diri sendiri dari kecil, gak suka yg gitu2an!! – atau gak sanggup kali ya… :d ).
Dan waktu ngelihat kategori cowok idola, kayanya idealis banget deh. Lucu tapi… Setelah bertumbuh kembang, aku menyadari dengan sesadar-sadarnya kalau diriku emang idealis, banget malah ^^ . Tapi kalo dilihat2, idealis emang sangat dibutuhkan di jaman sekarang, di jaman dulu juga kali…, hehehhe. Namun sekarang aku udah mulai bisa melihat kenyataan (kayanya…), gak terlalu berpikiran yg muluk2 dan tentunya kan tidak ada yg sempurna di dunia ini dan hal2 yg disebutkan di atas sudah masuk urutan yg ke-sekian sebetulnya, krn tanpa aku sadari ternyata ada yg lebih mendasar dan lebih penting.
O ya, sebetulnya kebiasaan untuk menulis adalah hasil pembelajaran. Dulu kayanya aku punya banyak cerita, namun gak tahu bgmn caranya menuangkan isi kepala ke dalam tulisan. Nah, mulailah waktu SD belajar menulis kegiatan sehari2, meski awalnya cuman 2-3 kalimat dan seringnya bolong2, kadang2 seminggu sekali. But it’s fine. Cuman ya gitu deh… bahasanya kaku abis… hehehe . Gapapa tapinya, namanya jg belajar… ^^. Setelah terbiasa menulis, mulailah membeli buku diary yg rada tebelan dan bagusan dikit, dimana di dalamnya tersimpan banyak kisah… kisah perjalanan hidup seseorang yg bernama Ni Putu Sri Artati !! ^-^
Wednesday, February 27, 2008
Be Without You!
Be without all those things ya merupakan sesuatu yg memang begitu seharusnya.
Saat ini aku lagi dengerin lagu "Be Without You"-nya Mary J.Blige. Bisa dikatakan bahwa lagu ini salah satu lagu kenangan, hehehe. Setiap melihat video lagu ini atau mendengarnya, pasti deh diputer berulang2 more than 5 times :).
Pernah tidak, hanya dengan melihat sesuatu, semua hal2 dimasa lalu tiba2 bangkit dari alam tidurnya. ? . Semuanya seperti sinar matahari pagi yg bersinar cerah, menyilaukan mata, sinar2nya menghujam mata sehingga kita mau gak mau harus menutup mata dan berlari kebalik atap utk berlindung...
Mungkin kalau kita mengenakan kaca mata hitam, anti radiasi, kita tidak akan merasakan apa2 alias kebal alias gak ngeh akan silaunya sinar matahari itu.
Apapun yg sudah terlewatkan, itu merupakan bagian kehidupan kita yg menurutku tidak layak utk dilupakan ataupun dihapuskan. Biarkan saja menjadi salah satu aksesoris yg menambah keindahan dinding kehidupan kita. Apapun itu, tentunya memiliki keunikan serta kesan tersendiri :)
That's all for now.
Monday, February 25, 2008
Pagi Misteri.
Dua hari terakhir ini aku mendengar suara burung yg kata orang-orang itu adalah pertanda kalau ada orang yg akan meninggal. Dulu waktu kecil bapakku jg mengajarkan hal yg sama. Ternyata Bali and Jawa mirip jg ^^. Aku terkadang berpikir, mungkin benar jg mitos yg beredar selama ini, dan heran gak sie ketika seekor burung tidak henti-hentinya bersuara… apa dia gak kehabisan nafas… namun emang begitulah adanya. Dua hari ini burung itu gak henti-hentinya bersuara dan membuat aku bertanya2, emang siapa yg sedang sakit ya.. atau emang ada yg mau meninggal.. atau ada apakah…
Seperti biasa pula kota Tangerang dihiasi oleh gerimisnya hujan yg membuat bulan purnama tidak pernah berani menampakkan wajah riangnya. Ketika mata terbuka dari tidur yg lelap, suasana sepi memenuhi kepala, tidak ada lagi suara burung itu namun aku mendengar banyak orang mengucapkan doa utk orang meninggal, doa-doa untuk umat Muslim. Yg pertama kali terpikirkan adalah ternyata betul ada orang yg meninggal, tapi siapa ???? kenapa terdengar begitu dekat ???
Sebetulnya saat itu adalah waktu utk sholat subuh. Seperti hari2 sebelumnya, Pak Haji membangunkan orang2 melalui microphone dan mengajak mereka utk sholat berjemaah. Aku mendengar dengan jelas suara adzan dan doa-doa utk sholat. Namun di sela-sela doa sholat itu masih terdengar dengan jelasnya doa-doa utk orang meninggal.
Biasanya, kalau ada orang yg meninggal, pasti akan ada pengumuman. Namun pagi ini aku tidak mendengar sepatah katapun pengumuman kalau ada orang yg meninggal. Aneh banget!!!
Ketika membuka pintu berangkat ke kantor, mataku menapaki setiap pelosok, mencari tahu apakah ada sehelai kain kuning berkibar. Ternyata tidak ada!! – Tambah aneh!!
Suasana memang muram sekali pagi tadi. Berniat bertanya ke tukang becak, takut malah dikira yg enggak-enggak, krn emang tidak terlihat ada orang2 yg berkumpul, selayaknya ada kematian.
Apapun yg sebetulnya terjadi, semoga bukan hal yg menyeramkan atau menakutkan atau mengerikan. Semoga semuanya berjalan dengan semestinya aja…
Sunday, February 24, 2008
Schedule
Basically, kebiasaan utk menjadwal merupakan hal yg sangat penting dan sebetulnya itu adalah hasil pembelajaran dari jaman SD dulu. Saking banyaknya hal yg harus dilakukan, termasuk yg orang lain anggap penting gak penting, akhirnya terambillah kesimpulan bahwa segala sesuatu yg dilakukan hrs di jadwal dengan sebaik mungkin, terutama hal2 yg menyangkut kesenangan.!!.
Kebiasaan hidup dengan melakukan banyak hal, terkadang emang merasa pusing jg dikala gak ada yg dikerjakan. Namun kalau kebanyakan kerjaan jg kadang2 rada kangen ama hari libur. Tp gak jg sie, krn di hari libur, kerjaan lebih banyak malahan.
Jadwal yg dibuatpun jenisnya beragam, ada daily, weekly, monthly dan yearly. Kalau daily cenderung ke arah aktivitas dari bangun tidur, kerja, belajar, pulang ke rumah, nonton film and ampe tidur lagi.
Kalau weekly, mungkin ada istilah kumpul-kumpul di sela-selanya, atau ada kegiatan utk window shopping, atau hunting buku.
Terus kalau monthly, akan ada aktivitas untuk berkunjung ke orang-orang tersayang.
Nah kalau yearly ini yg kayanya di set up di awal tahun krn sering berurusan ama isi kantong, hal-hal yg tercantum di dalamnya berkaitan dengan aktivitas ke luar Jakarta, entah itu pulang kampung ke Bali, entah main ke Jawa, atau mungkin ada kegiatan kantor ke luar kota, meski ada juga hal-hal yg berkaitan dengan cita-cita yg harus terlaksana di tahun tersebut.
Sebetulnya hidup penuh dengan jadwal bisa dikatakan enak gak enak, cuman kalau untuk diriku banyakan enaknya, karena segalanya udah jelas dan aku gak bakal merubahnya kecuali ada hal yg sangat significant. Cuman mungkin terkadang rada susah jika harus menolak ajakan para sobat yg datangnya tiba-tiba... ya, harus kreatiflah menjelaskan agar mereka gak tersinggung. Krn kalau urusan jadwal aku rada saklek juga.
Dan syukurnya teman2 (yg biasa diajak hang out) jg punya kebiasaan yg gak jauh beda, jd utk makan siang aja kita udah bikin janji minimal seminggu sebelumnya, malah kadang2 dua minggu sebelumnya.
Utk tinggal seharian di rumah juga harus di jadwal. Kapan kira-kira bisa sengaja utk tidak pergi kemana-mana, just stay at home.!. Namun make sure aja dengan seharian bersantai-santai di rumah, segala hal yg harus diselesaikan di luar ya memang harus udah selesai.
Namun terkadang sulit sekali menemukan kata ‘santai’, krn meski tinggal di rumah seharian, pasti banyak hal yg dilakukan, entah kurvey, entah membaca semua buku yg belum sempat dibuka dari pembungkusnya, dan entah entah yg lainnya. Jadi, sangat menyenangkan jikalau dapat kesempatan utk tidur siang ^^
Kalau ditilik lagi, sebetulnya yg penting kita enjoy. Ada orang yg merasa kesusahan jika hidupnya terjadwal, merasa terkekang dan terkotak2 sepertinya. Jd ya, enjoy your life aja kalau begitu. Kan sudah rahasia umum kalau kepala sama hitam tp hati belum tentu sama dan karakter jg beda2 toh.
Peace!!!
Sejarah berjalan ^^
Tgl 21 Februari 2008 lumayan memberi sedikit inspirasi utk memandang kota Jakarta dengan sudut yg lebih baik. Untuk pertama kalinya merasa bus kota Kopaja sebagai tempat yg nyaman utk bercerita, tempat yg nyaman utk saling menasihati.
Sore hari itu, dengan suasana hati yg gak jelas, krn kondisi badan yg jg gak jelas, otomatis jg kerjaan di kantor hanya terselesaikan sebatas memenuhi target minimal, berusaha naik bus kopaja dengan muka yg segar (sedikit dipaksakan).
Dalam perjalanan menuju salah satu sudut kota Jakarta, spent most of the time di jalan Gatot Subroto karena kemacetan akibat semua orang pulang kantor pada waktu yg bersamaan. Namun seperti biasa, that’s not a big deal for me. Even ada seorang pengamen yg terlihat sangat kelelahan menjalani kehidupannya, tanpa dia sadari, dia memasuki bus-ku tiga kali, dan selalu diawali dengan kata “maaf saya mengamen lagi” dan diakhiri dengan kata “mohon maaf saya memasuki bus ini lagi” sambil turun tanpa mendapat satu recehpun.
Di tengah2 semua hiruk pikuk-nya sore itu, seorang ibu bertanya mengenai jam. Saat itu udah cukup sore, mungkin dia mau ngejar waktu sholat maghrib. Seorang ibu yg terlihat sangat sehat, sangat bugar dengan senyumnya mengajak aku ngobrol “kasian juga tuh ya pengamen, nyari buat beli beras kali ya dik.”. Seperti biasa aku menyambut dengan sebuah senyuman “iya bu, kasian juga sih ya” – sebelumnya aku udah ngasi dia 500 perak.
Percakapanpun berlanjut sampai akhirnya aku mengetahui kalau dia sudah berusia 94 tahun namun segala sesuatu yg melekat pada dirinya terlihat utuh, hanya fungsi telinga kanannya yg sudah sedikit terganggu. Mak Ajah bercerita banyak mengenai kota Batavia. Teringat waktu kecil, saat menonton film si pitung. Dan Mak Ajah mengingatkan akan semua isi buku sejarah jaman SD/SMP dulu. Pertama, hanya aku yg asik mendengarkan dia bercerita, namun 5 menit kemudian, hampir semua penumpang kopaja yg duduk di kursi nomor 2 ke belakang asik mendengarkan orang yg aku sebut sebagai sejarah berjalan ini.
Banyak cerita lucu dan sederhana yg dia sampaikan, mulai dari ketika Belanda memberi dia mentega, susu, nasi kaleng, sampai dia dianggap mata-mata oleh pejuang Indonesia. Sosok nyata yg sebetulnya tidak ngeh sama sekali dengan dunia politik, namun hanya tahu mana orang baik, mana yg suka menyakiti. Dan mereka menganggap Belanda jaman itu sebagai orang yg baik. That’s the fact although might be it’s not the truth.
Selain berbicara mengenai penjajah, negara, presiden, dia juga menjelaskan tips dan triks hidup sehat. Firstly, kita bisa hidup sehat kalau jiwa kita sehat. Yap, 100% correct ^^
Then, semboyan ‘what you eat is what you are’ diakui kebenarannya jg oleh Mak Ajah, so do I.
Utk menggosok gigi, ada cara mujarab utk mendapatkan cemerlang gigi pepsodent yg alami, yaitu dengan menggosok gigi menggunakan abu daun bambu. Untuk mengobati penyakit lumpuhpun jg ada triks yg alami. Secara physical, bakar batok kelapa sampai menjadi bara, kemudian letakkan kaki kira-kira 30cm di atas bara tersebut sampai keluar keringat, dimana lewat keringat itulah penyakit2 dikeluarkan.
Secara spiritual, ada doa2 tersenndiri utk hal ini. Karena sesungguhnya hanya Beliau yg di atas mampu berkehendak.
Sehari2 Mak Ajah tinggal di masjid Sunda Kelapa, siangnya berjualan jamu di masjid At Taqwa, meski dia memiliki rumah yg bagus dan 13 orang anak yg sangat menyayanginya.
Dia menjalani kehidupannya dengan penuh syukur dan tidak banyak menuntut, hanya menerima dan menerima serta menberi dan memberi.
Anyway, one thing I wanna do for her is membelikan satu buah botol minum utk dia. Why ? – there must be a reason...
Friday, February 22, 2008
Taman Ubud
Sebetulnya ada dua tempat yg bernama “Ubud”, satu di kawasan Lippo Karawaci (tempat tinggalku waktu pertama kali datang ke Jakarta), satunya lagi di dekat Balai Kartini – belakang kedubes Hungaria dan kedubes Belanda di Kuningan (rumahnya abang dan sekaligus sebagai tempat nongkrongku yg baru).
Entah kenapa atau entah disengaja atau memang kebetulan, semua penghuni rumah Taman Ubud yg di Kuningan itu merupakan penghuni perumahan Taman Ubud yg di Lippo Karawaci. Ada Bang Komang, Bang Utup, Bang AP, Tedy, Untung dan aku yg sering nginep di sana. Semua nama2 yg tertera ini adalah orang2 yg dulu pernah tinggal di Taman Ubud Lippo Karawaci tiap pagi lari pagi, tiap sore naik sepeda, tiap malam ngumpul2 + makan2.
Di rumah Taman Ubud – Kuningan kita punya seseorang yg bantu2 yg bernama “Kuat”. Itu nama aslinya lho…. Dia emang kuat banget nyapu2, nyuci2, masak2, belanja2, nonton TV, dll hehehehehe ^^ . Kuat baik banget orangnya… Ternyata dia pinter masak juga lho, gak salah abang milih dia. Sekarang Tedy punya sebutan baru untuk dia “Kuatin” – sekilas seperti singkatan Kuat dan Titin, hehehehe peace!!!!
Semalam, untuk pertama kalinya kita sembahyang berjemaah (istilahnya kita aja sie..). Tumben2nya kita berempat bisa jalan bareng pergi ke pura (Bang Komang, Bang Utup, Widya and aku). Perginya gak tanggung2 lagi, jam stngh 11 malem baru nyampe Rawamangun. Tapi ya asik2 aja… kan di pura ampe malem ada orang yg jual canang. Cuman aku sekilas ngerasa kaya jurit malam waktu pramuka dulu. Kalau jurit malam kan, jam 12 teng teng berjalan membawa sebuah dupa menyusuri pura2 kemudian ke makam pahlawan, ke bawah pohon beringin and so forth.
Semua yg ada di sana membuat kekangenan sedikit terlepaskan. Hidup bersama mereka merupakan hari2 yg sangat menyenangkan. Ada internet gratis, ada yg masakin, ada yg dimintain tolong beliin makan, ada yg dimintain tolong nganterin kemana2, ada yg diajak bercerita, ada yg diajak makan2 bareng, ada yg diajak teriak2, ada yg diajak tertawa ampe uelek, ada yg ngasi nasihat, ada yg dinasihati, ada yg diajak diskusi, ada yg ngomentarin, ada yg dikomentarin, ada yg ….yang lainnya. Tapi yg terpenting adalah ada yg bersedia digusur kalau aku nginep disana, xixixxixxi hehe sorry ya!! Tapi thx u banget banget banget banget….. ampe ke Medan, ke Kalimantan ampe balik lagi ke Jakarta ^^.
Thx pal… !!
Wednesday, February 20, 2008
Kata Empi

Dalam dunia Karate ada istilah Kumite dan Kata. Keduanya memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi cara berlatihnya maupun dari segi pengaplikasiannya. Pertama kali mengenal Karate (10 thn yg lalu), aku langsung jatuh cinta dengan sesuatu bernama “Kata”. Dan mungkin aku termasuk salah satu dari sedikit karateka yg dengan bersemangatnya, sedikit memaksa, agar aku bisa menekuni dunia Kata. Memang pada dasarnya semua karateka belajar Kumite dan Kata, namun tidak banyak yg bersedia menekuni Kata, mungkin karena butuh banyak pemahaman mengenai filsafat dari Karate sendiri, meski pada dasarnya Kumite juga demikian. Dan, terkadang latihan untuk Kata terlihat sangat melelahkan, namun sebetulnya sama saja. Keduanya menyenangkan ^-^, at least lebih menyenangkan dari pada belajar main gitar!!
Setiap hari belajar Kata, merupakan hari2 yg membantu tumbuh kembang-nya mentalku. Semua yang aku pelajari memberikan sesuatu yg tidak mungkin semua orang miliki.
Aku teringat pada masa dimana akhirnya aku memutuskan untuk belajar Kata Empi. Kata yg singkat padat berisi, hehehe. Mantap!!
Untuk menguasainya tidak mudah, banyak usaha, banyak waktu dan pengorbanan. Detik2 dimana aku hampir menguasai seluruh bagian dari Kata Empi, saat itu pula aku menyadari bahwa aku tidak akan pernah sanggup memainkan Kata itu. Sangat menyedihkan, mungkin itu masa paling membuat aku desperate, tapi itulah kenyataannya. Aku senang sekali selama berlatih Kata Empi. Pernah juga ditimpuk sendal, tapi gak kena, ama Sempai (akunya jg sih yg rada2, but it’s ok).
Setelah aku menyadari dengan sesadar-sadarnya bahwa aku tidak akan sanggup memainkan Kata itu, akhirnya aku memutuskan utk ngajarin orang2 mengenai Kata itu. Siapa yg mampu menguasai Kata yg bisa dibilang singkat itu, dia tentu orangnya keren banget. Ada beberapa Kata yg menjadi handalanku dan setiap orang tentunya memiliki Kata handalannya masing2. Namun Empi betul2 memberi kesan yg sangat bersejarah dalam hidupku.
Apapun Kata yg kita mainkan, tentu akan bisa dimainkan dengan maksimal jika kita mengetahui makna di balik semua itu, alasan di balik semuanya dan untuk apa sebetulnya semua itu.
Karate is part of my life. Dan akan selamanya seperti itu. Sumpah Karate adalah sumpahku, kapanpun dan dimanapun.
Osh!!!

