Saturday, June 25, 2011

Bersama Mereka

halo "My Memories", happy saturday :)

kali ini aku ingin mengabadikan isi kepala tatkala teringat teman-teman se-gang dengan jenis setipe, alias mirip.

sejak kecil, terus terang aku jarang punya sobat, karena ada beberapa pengalaman buruk terkait persahabatan, sampai akhirnya thn 1998 aku menemukan kembali makna persahabatan itu. Dan.... disanalah mereka, aku, kami bertemu dan berbagi.

setelah aku review selama satu dekade lebih, ternyata memang kami memiliki banyak kemiripan, selain kesehatan jasmani, rohani, kecerdasan, dan kesemaptaan yang OK, ternyata kehidupan keluarga dan asmara juga serupa.

memang betul ternyata teori, entitas akan saling tarik menarik apabila mereka ada kemiripan. dan itulah kami.

kali ini aku tidak ingin bicara mslh kecerdasan, krn rata-rata standard, meski ada yang jauh di langit dan ada yang terdampar di awang-awang. tapi intinya kami telah terstandardisasi.

aku akan membahas sedikit tentang pola hidup sosial masyarakat. ternyata kami itu rata-rata memiliki keluarga yg idealis dan penuh semangat, serta mendorong kami utk selalu bertanggung jawab.
untuk asmara, ternyata juga setipe, yaitu akan mencintai sepenuh hati orang yg benar2 tepat (minimal menurut kami). hal ini yg paling seru, karena seringkali pendapat kami tidak sesuai dengan orang tua atau lingkungan sekitar.

hal tersebut memunculkan dilema berkepanjangan, sehingga ada yg nekat kabur dari rumah, ada yg sampai masuk kursus khusus, ada yg sampai ngambek tak henti-henti. perilaku ini kami anggap wajar, karena kami sangat sadar bahwa kami adalah sekelompok orang yg sangat mencintai orang tua dan selalu berupaya memberikan yg terbaik. namun kami merasa kecewa tatkala pilihan masa depan kami yg sangat utama tiba-tiba ditentang dan dianggap kesalahan. so, mana yg bener???

jalan tengah pun kami ambil. pendidikan keras membuat kami menjadi pribadi-pribadi yg tangguh, meski sesekali air mata mengalir. keputusan pun di ambil, bahwa kami akan bertanggungjawab untuk setiap pilihan yg kami buat.

dulu, kami berjuang setengah mati utk mencapai cita-cita dan kami bertanggungjawab menunaikannya dgn baik, tanpa cacat. it was done well.
selanjutnya setiap keputusan lainnya, termasuk keputusan menghormati orang tua pun adalah hal yg kami pertanggungjawabkan.

everything is about responsibility.

bukan berniat menjadi anak badung dan penentang. tapi semuanya adalah pilihan hidup. memilih mjd anak pintar dan berprestasi, memilih hidup nomaden, memilih berkarir di dunia tertentu, memilih untuk mencintai seseorang, memilih untuk bertahan hidup di dunia ini..... semuanya adalah pilihan dan tidak ada seorang-pun yg berhak menentukan pilihan orang lainnya. memberi saran/kritik mungkin masih boleh asal diminta. mengomentari.... hmmm gak jelas juga sie, krn berkomentar adalah hak setiap manusia jg, selama mereka punya indria yg digunakan.

so.... yg tertinggal hanya visi jauh ke depan dan kekuatan utk berupaya demi yg terbaik.

enjo(i) life.!.

Sunday, May 29, 2011

Pre-Thesis

Akhirnya....... aku thesis juga.......... huahahahahahahahahaa............ @_#

Fiuh fiuh fiuh..... just wanna memorize a bit, apa yang diinginkan beberapa tahun silam, yaitu sekolah S2. N....... here I am.... sekarang puyeng mikirin proposal Thesis.

Dahulu, aku mengidentifikasi buanyak univ, dan ingin sekolah di ujung belahan dunia sana dan situ, n endingnya aku berakhir di PPM. Really good.... cuocok sama idealisme ku :)

Memang sekolah tinggi selalu menjadi cita-cita, selayaknya cita2ku dulu ingin terbang sebagai astronot mengitari jagat raya. Dan memang belajar itu sangat menyenangankan, meski hal-hal menyenangkan tersebut terkadang bikin kepala mau pecccaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh :D

Satu lagi, sebetulnya tujuanku menulis ini adalah hanya ingin membuat sebuah cerita untuk masa depan, bahwa syndrom thesis turut serta menjangkitiku. Pusing milih tema karena kebanyakan masalah, bingung mau nulis apa dalam proposal, takut nanti data tidak bisa diperoleh, takut proposal tidak disetujui, takut thesis-nya ndak bermutu, dan ketakutan serta kekhawatiran beragam lainnya...............

Hmmm.... menurut ajaran para "sesepuh" yang pernah aku temui dalam kehidupan kali ini, ketakutan adalah hal yang lumrah. Sama seperti ketika aku nyemplung ke mercapada ini, aku takut dan menangis tersengal-sengal..... dan terus menangis sampai ku lelah tertidur. Aku takut... takut dimakan oleh makhluk-makhluk jahat, aku takut sendiri, aku kedinginan, dan lain sebagainya.

Sekarang aku sudah 28 tahun, dan syukur awignamastu, aku masih diberi kekuatan untuk tegar menjalani kehidupan ini. Semangat!! (jurus mujarab ternyata).

Kembali ke syndrom thesis, sekarang aku sedang recovery dari syndrom tersebut dan mulai memlilah-milah satu persatu agar aku tak ketinggalan kereta alias terlena dibuai khayalan-khayalan bahwa jadwal sidang masih lama.

Then how to be healed?
this is the mantra:: mind power mind power mind power....... ^^ -- be positive be positive be positive :) -- semangat semangat semangat -- aku pasti bisa aku pasti bisa aku pasti bisa ^-^ -- Harenam Harenam Harenam :) (the most powerful mantra :) )

So, gambatte Putu san.............. keep on spirit :))

-putu-

Thursday, May 19, 2011

Indepence Always Gonna Be Very Good

Independence day............ hari kemerdekaan...........

semua orang menantinya dan akan merayakannya di masa-masa mendatang.... then what it means personally.?.

merdeka secara individu, hmmm sebetulnya punya arti yg lumayan banyak, namun kali ini aku ambil arti "merdeka = mandiri".

dimana aku bisa mandiri, saat itulah aku merasa merdeka. karena.... no body has any right on me. that's it. selama ada yg bisa memaksakan kehendaknya padaku, saat itulah aku belum merasa merdeka. mereka bisa memaksakan kehendak kepadaku, karena "aku masih membutuhkan mereka", then I'm not independent yet. still depend on them.

so, relevansi-nya dengan current live adalah...... sometimes aku merasa tidak mandiri, then I thought that I'm not independent at all... why.... cause sometimes I felt intrude someone to behave like what I want... jadi terlihat di kedua belah pihak terjadi ke-tidak-mandirian. si A hidup merasa tenang kalau si B begini begitu. si B akan hidup tenang kalau si A tidak ingin begini begitu, dan si B bisa hidup tetang kalau si A tidak marah alias menuruti keinginan si A. what a complicated life.............

sebetulnya kalau ditarik garis tengah..... hidup aja masing-masing... gak usah saling mjd intruder. (jawaban lepas tangan)

atau

ngobrol aja baik2 dan diskusikan, sehingga saling bisa memenuhi, menjadi pribadi mandiri yang "penuh", dan tidak merasa saling mjd intruder (jawaban sok tua)

atau

WTF, just follow the days.... kalau ada yg merasa di-zolimi, mungkin karena memang takdirnya begitu..... (jawaban pasrah)

then... mana yang tepat untuk dilakoni??

hmm.... menurutku sendiri, semuanya bisa dilakoni dan tak usah dilakoni. ketika kelelahan mulai bermunculan, tak pelak ketiga jawaban itu hanya omong kosong belaka. lebih baik diam seribu bahasa, tak perlu membahas kehidupan ini. terlalu memberatkan hidup yg sudah berat.... mandiri gak mandiri just a matter of definition ketika melihat diri, karena sebetulnya sama saja. setiap manusia mandiri dan tak mandiri.

manusia mandiri karena hidup sendiri "bertahan" (dalam bats tertentu).... namun bagaimana bisa mandiri juga wong nafas aja masih minjem.

so..... tetep aku tak bisa mandiri, kesimpulannya. dan sepertinya tak akan pernah jadi sosok mandiri sebenar2nya..... semurni2nya.... krn memang tercipta utk tak akan pernah... that's rule of my life.

enjo(i) the days...........

**bunga2 khayalan yang terbang liar mencari kemerdekaan**

Tuesday, April 19, 2011

Tafsir Mimpi

Hari ini, kembali ku ingin melirik 1001 tafsir mimpi. Bukan karena apa, tapi hanya ingin nyantai sejenak, mengingat kesenangan lawas.

Lucu, itulah yang aku pikir ketika membaca puluhan komentar dalam web tafsir mimpi. Nyampur antara yang doyan, iseng, pengen tahu, dan yang sama sekali gak ngerti.

Mimpi adalah salah satu "dunia" bagiku, dan tempat belajar tentang kehidupan di dunia lain. Menyenangkan, itulah pendapatku. Misterius, itulah pengalamanku. Sangat seru, itulah taffsirku :)

Memang mimpi terkadang hanya sebagai bunga-bunga pemeriah mimpi sesaat. Yang kata orang tak bermakna sama sekali, jadi lupakan sajalah.!.

Tapi.... perlu dipahami bahwa mimpi itu adalah cerminan alam bawah sadar manusia. Contoh: kalau dalam mimpi dia jago berbahasa inggris, dijamin deh pas di dunia nyata dia bisa lancar diajak ngobrol tanpa disadari. Juga bisa kalau lagi kesel sama makhluk2 lainnya di dunia nyata, dalam mimpi bisa berantem beneran tuh.... atau malah hang out bareng ....

Teringat aku dengan buku tafsir mimpi jaman SDSB dahulu silam, dimana buku kecil tebal itu sering aku utak atik guna mencari makna sekelumit mimpiku. Ayo... mimpi cicak artinya apa... hmm... dipipisin cicak artinya? atau.... atau.... dan beragam jenis mimpi seru lainnya yang setiap orang berupaya mengkait-kaitkannya dengan serangkaian angka kombinasi 4 digit.

Ternyata mimpi berhasil membuat orang ber-"mimpi" jd orang kaya, dengan bertaruh keberuntungan di meja kecil itu.

Ya.... inilah kisah seruku yg aku ungkap kembali siang ini, dimana aku akhiri dengan tertawa terkekeh (membaca komentar orang) dan dengan perasaan riang (meski lelah) ku kembali ke dunia nyata. Bekerja!

-Putu-

Monday, April 18, 2011

When U Can Grab All Entities, Then U’re The Winner

Satu kalimat dalam judul di atas adalah satu kalimat yang teramat sangat menginspirasiku. Ya, itulah sekalimat nasihat dari Sang Bos.

Pintar, inovatif, senang berbagi ilmu, itulah tiga hal yang paling bisa aku tangkap dari sosoknya. Tiga setengah tahun sudah...., saat ketika nasihat itu ditujukan padaku lewat media email. Senang aku menerimanya, karena ku sadar, dia ingin agar aku menjadi pintar.

Satu pertanyaanku yang belum terjawab olehnya adalah ”How to make it? How to grab all of them?”

Pelan-pelan, ketika aku terlepas dari kekuasaannya, mulai ku-titi satu persatu langkahku, dan kutemukan apa arti sekalimat nasihatnya.

Mengerjakan banyak hal dan menata terus kemampuan diri untuk multitasking dan multiknowledge adalah salah satu kunci untuk merealisasikan kalimat tersebut. Kunci lainnya adalah kemampuan menata kesehatan jiwa dan raga, juga kesehatan sanak keluarga. Disamping kesehatan ”psikologi” lingkungan.

Sering kali kepala puyeng ketika dihadapkan akan banyak persoalan, dan ingin membuangnya jauh-jauh. Namun.... kalimat di atas membuatku berpikiran positif untuk terus memandang persoalan sebagai media belajar, dan ternyata.... kepalaku jadi tambah puyeng ~_~ (but at least... aku paham akan banyak hal baru dan pelan-pelan bisa berkreasi di dalamnya ^^ ).

Memang bener juga kata orang bahwa kalau ”otak cetek, kagak usah mikir yang suse-suse... bikin hidup kagak nyaman.!. ”

Tapi... bener juga kata orang yang lainnya, bahwa ”ntu otak baru dipakai 30% doang.... harus dilatih terus biar kagak mati.!.”

Dan menurutku, selama sesuatu itu bermanfaat (setidaknya buat diriku sendiri) dan positif, aku akan terus lakoni dan pelajari. That’s it. That’s all 

So.... Am I gonna be a winner? Depend…. If I’m stick on the sentence above; so far I could handle everything well, then I could be a winner. But, if there’s other definition of “a winner”, then the story gonna be change…. 

Finally, just enjoy the live and stick on my dreams….. dreams dreams dreams…. Step by step gonna be come true 

-Putu-

Saturday, April 09, 2011

dunia "Nyata"

Tiap hari dia menggantung di pojok itu, dia yang senantiasa menyuguhkan cerita untukku. Ya, dia si koran KONTAN, salah satu koran business Indonesia.

Lupa aku saat pertama terpukau dengan koran satu ini, sampai akhirnya setiap hari aku membacanya. Seru, namun juga menyedihkan kadang kala. Membuatku pintar, iya! Menambah ide dan kreatifitas, iya sekali!.

Sekarang, setumpuk koran di pojok kamar kecilku sedang bengong termangu. Dan aku termenung mengingat kembali semua artikel yang bercerita tentang Indonesia; nelayan yang semakin miskin, pengrajin batik yang semakin megap-megap dengan mahalnya bahan baku, tingginya impor kebutuhan primer yang mendorong mundur karya anak bangsa. ahhh..... mau dibawa kemana negeri ini.!.

Aku bukanlah presiden atau pemimpin negara lainnya, tapi aku adalah salah satu manusia yang ada dalam kubangan situasi ini. Saksi akan beratnya kehidupan manusia, yang berbanding terbalik dengan kenikmatan yang dijajal sekelompok orang dalam dunia gemerlap.

Untung otak cerdas masih nempel lekat di kepala, hingga akhirnya akupun memutar otak agar tetap bisa makan segenggam nasi + lauk + krupuk, namun bagaimana dengan anak cucu ku nanti..... akankah mereka bisa survive. Ya, itulah tugasku, mengajarkan mereka untuk bisa hidup di dunia yang dipenuhi oleh "serigala", "buaya", "harimau", dan yg lainnya....

Sedih melihat dunia ini.... tapi, tak ada yang bisa disalahkan, krn yang menyebabkan hal ini jg manusia, meski awalnya hanya segelintir, dimana mungkin saat ini mereka sudah habis ditelan bumi.

Selanjutnya, KONTAN akan tetap menemani langkahku, karena dialah temanku saat ini untuk berbagi ide kreatif.... kreatif utk menyambung kehidupan....

Be Creative n Semangat.!.

-Putu-

Sunday, December 19, 2010

Fantastic Days.... ^^

Tough days for tough person, tough moment for tough player, that was people said to me. fiuh.... quite right I thought.

Btw, memang semuanya kelihatan "tough" in these past months, pekerjaan, kampus, sosial life, family life, everything. Then, still.... aku pikir it's just of practicing, part of my journey to something higher (mentally, physically, n spiritually).

So, never give up; n every moment, every second, every minute has a great meaning for this beatiful journey. All is gonna be compiled in one memories of life.

Walk with all great persons facing this great life just a great experiences, for me especially :)

Then... I just wanna say thank u so much for the closes one, n many others.... ^^

-putu-

Saturday, July 31, 2010

Samsak

Samsak... aku mengenal benda ini ketika aku balita, dimana dialah tempatku bergelayutan dikala waktu senggang. Dan saat ini, samsak sepertinya menjadi urutan kedua setelah home theater yang akan aku beli ketika punya rumah sendiri.

Samsak itu tebuat dari pasir biasanya... atau dari bahan lain, bisa jadi busa padat, yang dibungkus dalam kantung, dan biasanya digantung di dojo, untu latihan pukulan atau tendangan. Dan memukul/menendang adalah kegemaranku. Memukul bantal kalau lagi mimpi buruk, memukul nyamuk kalau lagi diusilin, menendang bola saat tes di sekolah, memukul bola saat main volley, dan memukul/menendang hal lain yang memang harus dipukul/ditendang... (mulai ngawur ini)

Malam ini satu benda yang paling aku ingini ya samsak itu....sayang aku udah mulai jauh dari dojoku. Sebenarnya benda yang paling sabar itu ya si samsak ini. Tak pernah komplain meski aku hajar sehajar-hajarnya, sepuas-puasnya aku mawasi atau maegeri atau cudan cuki, atau apalah yang lain dan sebaginya itu. Dia temanku yang pasti. Dan satu lagi, dia tdk bisa disamakan dengan siapapun....

Tapi satu hal positif yang bisa diperoleh dengan bertemankan samsak adalah... menghindari cedera masal. Karena kalau tangan/kaki lagi gatel, daripada banting panci di dapur, mending mukulin samsak aja ampe teler dan keringat terkotos-kotos. Daripada memaki-maki orang, tendangin aja tuh si samsak. Cabik-cabik ampe pasirnya tumpah ruah, paling diri sendiri yang lelah ngeberesin. Tapi kan tidak merugikan orang lain dengan kata2 kasar. Kalau mau nimpuk-nimpuk, timpukin aja si samsak, lemparinpakai pisau, dia gak bakal nangis karena terluka. Dia akn terus diam sediam-diamnya ampe tamat riwayatnya.

fiuh............. dimana aku bisa gantung samsak disini ya... kalau tengah malam aku mukulin dia, tetangga kos pasti protes. Hmmm............. jadi nulis2 tentang samsak deh jadinya............. n tetep nabung biar bisa beli rumah sendiri n beli samsak, juga home theater. Sambil dengerin hip hop + menghajar samsak. Puas............. lebih pas daripada menghajar pohon pisang. Rugi udah nanem, malah dihajar ampe tertepar-tepar.

Salam samsak.!.

Doyan Manjat

Malam ini tiba-tiba ingin mencatatkan kegemaran lawas yang sejak dua minggu lal dilakoni lagi, yaitu panjat memanjat.

Dulu, kata mbahku... kataku deng.... aku itu doyan manjat n lompat. Alhasil semua pohon jambu habis dipanjat, termasuk mohon cengkeh, juga pohon kopi. Jadi gak heran kalo persentase menangis waktu kecil juga banyak tejadi gara-gara jatuh krn gagal memanjat.

Tidk hanya mahkluk hidup yang doyan dipanjat, tapi.... tangga di bendungan yang tinggi itu juga dipanjat, tidak ketinggalan juga kamar mandi tat kala kuncinya error. Kalau masalah pagar, emang udah bawaan kal ya doyan lompatin pagar tetangga n pagar pura :D -- menyenangkan emang.... ^^

Kegemaranku memanjat dan melompat pun mulai pupus pada tanggal 1 Maret 2003. Aku parno dan trauma. Aku takut dan aku lari ketika dihadapkan pada kegiatan panjat memanjat n lompat melompat. Kasian diriku.... tapi untungnya syaraf badung masih nyala, sehingga tak ketinggalan 2 minggu yang lalu pagar Candi Sewu dipanjat gara-gara nyari jalan pintas... piss Mas..... qiqiqiqiqiqi.... Dan minggu lalu, jaring2 setinggi 10 meter akhirnya dipanjat juga, meski kehilangan energi di tengah jalan. Tapi bisa juga melompat, meski tak sukses 100%. But at least masih berani tuk melakoninya.

Memanjat pohon lebih nikmat daripada memanjat gedung atau tangga, krn banyak cabang tempat melompat dan berpegangan... hap hap hap...

Namun.... meski aku dari orok doyan panjat memanjat n lompat melompat, aku masih lebih seneng jalan jauh n lari. Nikmat rasanyo.... hilang beban n berat kepalo.... hidup teraso enteng dibuatnyo... ah.... senangnya aku punya hobby atletik.... dan mendapat kesempatan jadi atlet.... Thank You My Lord... Love U always :)

-putu-

Wednesday, June 30, 2010

Dear Blog

My dearest blog,

Long time I've never been written something on you... (tiba-tiba inget masa silam, masa2 ABG ketika suka nulis diary -- my dearest diary... @_@ )

Blog kala ini memang sanggup menggantikan setumpuk buku diary, dan pas sekali dengan target tahunan yaitu paperless. Ngirit dikit pastinya, secara buku agenda jaman ini muahal-muahal sekali....! Namun secara blog ini konsumsi khalayak, tentu menulisnya terkadang tak senikmat goresan tinta di buku warna-warni itu.

Nyaris lupa kapan kali terakhir aku menorehkan isi kepala dalam tulisan di blog ini, atau blog lainnya. Bukan krn menganggapnya tak penting, namun krn banyak sekali hal lainnya yang berputar-putar di kepala, yang harus dicurahkan lebih dahulu. Lumayan, beberapa thesis mini sudah disampaikan, UAS telah dikerjakan, inisiatif baru telah dimulai, tinggal mikirin pelan-pelan next mini thesis lainnya, dan action plan untuk next inisiatives. Fiuhh...... nikmatnya belajar dan bekerja.!. (Gubrak mode = ON)

Belajar dan bekerja adalah dua kenikmatan yang paling nikmat setelah makan dan tidur (menurutku). Belajar tidur dan belajar makan juga nikmat. Belajar bicara pada anjing dan kucing sangat menyenangkan. Belajar menyapa angin lebih nikmat. Tidur di atas tumpukan buku tebal juga teramat nikmat. Berharap semua isi buku nyusup terserap ke dalam kepala (error mode = ON). Bekerja apa saja juga asik. Bekerja mencuci dan nyetrika baju sendiri nikmat rasanya, krn gratis dan sekalian nyari keringet dan ngelatih kekuatan tangan mengucek. Bekerja sampai tengah malam juga nikmat, menikmati sepinya jalan jakarta at mid night.!.

Dear blog, sorry aku sudah cerita ngoceh kemana-mana. Tapi aku yakin kamu kangen akan torehan tanganku yang terkadang nyeleneh bin aneh @_#

So, just enjo(i) n goodluck.!.

-Putu-

Saturday, June 12, 2010

Ku... di Kampus Biru

Tanggal 12 Juli 1998, hampir 12 tahun sudah, ku turun dari bus dan menuju kampus biru. Megah sekali.... boulevard yang panjang sekali... balairung yang besar sekali... ku terkagum. Ku letakkan tas, ku pandang sekeliling, ku berucap... thanks God, finally I'm here. Ku berjalan menyusuri koridor nan panjang, ku lihat hamparan lapangan rumput bak bukit nan luas, ku rasakan sentuhan angin sumilir, ku lihat ratusan anak serupa-ku, berpakaian putih biru. Ku diam tak berani menyapa, ku berucap ketika memperkenalkan diri di depan putra putri Indonesia, ku bangga.!.

Suka duka, dimulai tanggal 13 Juli 1998. Lembar demi lembar soal tes, ruang demi ruang aku masuki untuk interview, tantangan demi tantangan ku lewati, hingga pengumuman tiba yang sanggup menitikkan air mata, ku lulus..........!!!

Gong perjuangan telah dikumandangkan, komitmen telah diucapkan, ku berjanji pada diriku, ku tak akan menyerah.

Ku hidup di sebuah tempat dimana ku temukan banyak hal tentang diriku, ya.. di kampus biru. Aroma rumput, pekatnya malam, indahnya sinar pagi, memukaunya pemandangan, ramahnya lingkungan, mistisnya udara, misteriusnya kisah, beratnya pelajaran, banyaknya kegiatan, besarnya tanggung jawab, ku... belajar tentang dunia.

Ku tahu, disana juga rumahku, rumah penuh kenyamanan dan inspirasi, rumah penuh dengan canda tawa, rumah yang selalu kan kukunjungi, ku kan pulang...!

Tahun-tahun tak terasa, semuanya berlalu penuh kenangan, penuh kisah, kisah yang tak terceritakan. Rumput-rumput itu, pohon belimbing wuluh, pohon sawo kecik, pohon flamboyan, bunga kamboja, bunga kenanga, bunga cempaka, pohon palem... mereka saksi semuanya... mereka sobat yang sangat mulia, yang selalu ku rawat saat masanya tiba, yaitu kurvey.!.

Teriakan lantang ku memanggil para sobat tuk merawat mereka pun sering terdengar tatkala minggu hendak usai. "Kurvey woi..........!!!", dan kisah di medan kurvey pun dimulai dan diakhiri sebelum maghrib tiba.

Beberapa hal yang ku sangat kagumi dari setiap insan adalah sikap "prihatin" n "legowo", serta "pantang menyerah", juga tahu "cara memposisikan diri". Lima tahun di atas usia, itulah jargon yang selalu ku dengar, hingga tak heran terkadang ku merasa bicara dengan "orang tua", karena mereka semua tlah "dewasa", dewasa dalam pola pikir, dewasa dalam ambil keputusan, dewasa dalam berprilaku, dewasa dalam menatap dunia.

Panjang sudah ku bercerita, ku kangen... ku kan pulang... ku kan kembali kesana.. ke kampus biru.!.

-Putu-

Friday, June 11, 2010

Slow down.. n find.. its beautiful

Pernah dijuluki "flashy", karena suka jalan cepat, lari cepat, ngerjain ini itu cepat, "gradak gruduk" in positive way, etc. Semua itu menyenangkan, bisa melewati setiap detik dengan banyak hal dan waktu terasa cepat sekali berlalu, dan puas bisa melihat banyak hal done well.

Meninggalkan ruang kantor dengan segala hiruk pikuk seperti biasanya, berjalan menyusuri boulevard, menghirup udara malam, memandang langit gelap, melirik kota jakarta yang dipenuhi cahaya lampu gedung-gedung yang beradu design nan elok, ahhhhh.... indah sekali.

Tujuh tahun, waktu yang cukup panjang untuk aku bisa menyadari bahwa aku adalah part of this town, dan sembilan tahun merupakan waktu dimana akhirnya aku benar-benar menyadari bahwa kota ini indah. Indah, seindah caraku memandangnya. Setiap detik, setiap berkah, setiap tetes air, setiap langkah, adalah bagian dari kota ini yang sudah menjadi bagian hidupku. Rasa kangen-pun bermunculan ketika khayalan terbang ke alam antah barantah, dimana aku tidak berada di kota ini lagi. Aku akan kangen... kangen pada kota ini.

Inspirasi tumbuh dengan mekarnya ketika aku menyadari bahwa aku menyadarinya ketika aku bisa memandangnya lebih pelan, menikmatinya lebih pelan dan memandangnya secara positive. Dan ternyata banyak hal dalam kehidupan ini yang akan terlihat sangat indah ketika aku melihatnya dengan lebih pelan dan lebih positive.

Masalah, pelajaran, pekerjaan, lingkungan, terkadang terlihat njelimet, namun pelan-pelan ternyata semua itu hanyalah variable-variable yang selalu memperindah kehidupan ini :)

So, just enjoy and slow down.... then there a beautiful thing behind.!.

-Putu-

Sunday, May 30, 2010

Dirawat di RS Pertama Kali

Nginep di rumah sakit gara-gara aku yang sakit adalah kali pertama dan enak gak enak ^^ .

Biasanya, dulu aku yg melayani orang2 yang dirawat, kini saatnya aku tertepar dan suster melayani dengan baik. Emang si putu harus rehat... itulah komentar yg muncul, selain komentar "bisa jg ya sakit". Aku kan jg manusia, jd wajar dunk kalo aku sakit... meski ini yg pertama ampe makan cairan infus.

Tinggal d rumah sakit, aku menikmatinya, meski badan sakit dan kadang2 merintih2 sendiri di tengah malam. Beginilah nasib anak rantau... lonely ranger.!.

Menonton TV guna membunuh kebosanan adalah kesenanganku sejak lahir, mungkin krn hadiah lahirku adalah TV baru. Membaca guna mengundang ngantuk jg hobbyku. Makanan yg disuguhkan jg makanan kesukaanku, mulai dari bubur sumsum, sayuran beragam, buah, air yg banyak, dan teh manis. Jd intinya, aku melakukan beberapa hal yang sdh lama tdk aku lakukan di kamar 504 itu.

Sekarang aku sdh menikmati lagi aktivitasku, mulai dari mencuci, nyetrika, sekolah, kerja, menari, makan di warteg, di resto kegemaran, tapi lembur yang belum dan makan rujak yang belum berani, jg minum beberapa jenis minuman ~_~

Teman-teman yang menjenguk pun mampu membuatku tersenyum dan tertawa, thanks pal... U're always be the best. Meski kalian semua melarangku untuk tertawa, tapi aku tak bisa berwajah meringis dan merintih meski sakit... so sorry.... :p

Setiap pengalaman dan kejadian selalu berharga, dan there's meaningful things behind. Like father said "u should remember OK.!.", yeah pap, I forgot many things along the time, that finally made me suffering till like this. thanks for reminding me.


-putu-

Wednesday, May 05, 2010

Their ways...

Ternyata semua punya caranya masing-masing, itulah kalimat yang hari ini terus bermunculan.

Pertama, ketika kaca mata yang telah menemaniku selama 3 tahun 4 bulan tergeletak di lantai, pecah jadi dua. Hah??? Kok bisa, my goodness, ….. teriakku pagi ini. Tidak menyangka dan tidak menduga kalau akhirnya lensa kesukaanku itu wafat akibat lotion yang meleset dari titik keseimbangannya. Alhasil, si lotion jatuh tumbang dan menimpa si kacamata yang tak berdaya, hingga terpental dan prak.!. Mungkin dengan cara inilah dia membebaskan dirinya dari jeratan tisu-tisuku yang setiap hari mengucek-ngucek-nya, atau dia akan istirahat, berhenti menemaniku dalam mengais rejeki dan menjalani beragam kehidupan ini.

Kedua adalah benang sedatu putih yang didapat di Candi Ceto, yang melingkar di tangan sudah hampir 6 bulan. Barusan tanpa aku sadari, tiba-tiba (tumben-tumbennya) gelang itu nyangkut berulang kali di ujung keyboard, hingga akhirnya diapun putus. Lho?? Kok ? putus ? Tiba-tiba lagi tangan rasanya enteng sekali, padahal masih ada benang tridatu lainnya melingkar di tangan. Sekali lagi keluar kata yang sama, mungkin inilah caranya dia berhenti melingkari tanganku.

Semua memang punya jalannya masing-masing…. Tidak perlu ditebak, tidak perlu dipaksakan, begitulah kesimpulan hari ini. Jika semuanya harus terjadi, terjadilah. Kalau ada yang menyebutnya pasrah, ya begitulah.!.

So, just enjo(i) and be positive :)

-Putu-

Saturday, May 01, 2010

Kepala Keras? Dikucek aja.!. :p

"Keras Kepal",itulah salah satu temanku sejak kecil. Karena,kalau tidak keras kepalanya,kalo digetok, kepalaku gampang benjol.!. -just kidding.

But the point is..... keras kepala adalah salah satu karakter yang melekat dalam diriku,tapi juga melekat pada kulit kepalaku (sama-sama keras :p). Karakter itu ada baik dan ada sisi lemahnya, namun tetep harus dirangkul selayaknya karakter yang dianggaplebih sedikit negatifnya,seperti "selalu bersyukur". So, aku bahagia dengan semua karakter yang melekat di diriku, semua yang baik dan yang dianggap kurang baik. Dan hal ini membuat aku terus bisa strech.... strech the characters...

"Putu, kalau bisa, saya ingin mengucek-ucek otak kamu....!! hehehe.... sudah tahu itu salah, masih saja berargumen untuk metodologi itu. Kan sudah jelas itu mutlak dan ini relatif", kata sang bapak idola. Senyum simpul jawabku sambil berucap "siap Pak,paham Pak ^^)

So, memahami sisi positif dan sisi kurang positif diri emang seru. Paham ranah-ranah yang harus dikembangkan, tambah menarik lagi. Be creative untuk become better semakin menantang. Karena intinya cuman satu "People cannot be change.!." "They only could be streched".

So, just enjoi..! ^_~

-Putu-

Sunday, April 04, 2010

Jangan Berubah

Malam ini, sembari mengutak-atik soal statistik, tangan merogoh notepad, berharap ada sesuatu yg menginspirasi dalam kotak surat. Ternyata betul ada, yaitu sebuah artikel berjudul "Jangan Berubah" yang diposting oleh Ajik Ngurah.

Setelah dibaca, inspiratif sekali. Ingatan kembali ke masa silam dimana ada kata di telingan menyelinap "kamu telah berubah", dan kalimat simple itu seperti sambaran petir yang membuatku merenung panjang. Sembari berpetualang menemukan makna kalimat itu, tanpa aku sadari kalimat simple lainnya kembali menyelinap "kami bisa memahamimu", wao.... seperti siraman air sejuk dikala panas rasanya.

Setelah perjalanan panjang, aku pelan-pelan memahami makna kalimat itu. Aku menemukan alasan, kenapa kalimat pertama terucap, dan kenapa kalimat kedua-pun diucapkan. Aku akan kembali, berubah lagi dari sesuatu yang telah berubah. Memahami orang yang telah memahami. Dan kembali menjadi sesuatu yang tidak berubah, dan hal itu bisa dilaksanakan ketika aku menemukan inti dari semua itu.

Janganlah berubah, krn apapun yang terjadi kamu tetaplah kamu dan saya tetaplah saya. Oleh karena itu, carilah siapa dirimu, seorang diri yang tak akan berubah, meski terkadang terlihat berubah, berubah secara kasat mata untuk sesuatu yg baik.

Hv a good day dan bersemangatlah.

Tuesday, March 30, 2010

Ber-tameng

Kilasan malam ini bercerita sedikit tentang runtuhnya sebuah tameng. Tameng dengan segala merek.

Dalam setumpuk sampah di tengah hutan itu ada sebuah palu, palu yg diperoleh dari mengais-ngais gundukan sampah yg familiar itu. Dengan gagah perkasa lalu memukulkan palu itu ke tameng bermerek. Prang pecah.... ya pecah.... aku gak bertameng lagi.

Ketika keluar dari gudang sampah itu, diliriklah tameng yang pecah berserakan itu. tameng emas ke perak-perakan berlapis perunggu berlabel baja. Keren sekali palu itu, pikirnya. Padahal palu itu kecil dan hanya sebatang intan di ujungnya. Berhasil juga dia memporak porandakan tameng tebal itu.

Ketika tameng tak ada lagi, berjalanlah tanpa sebuah penutup, dan terlihatlah dengan jelasnya, siapakah itu.... tameng dengan segala label itulah yg selalu menemaninya, selalu melindunginya, dan membiarkannya mendekap dan menutup semua celah... celah semutpun berhasil dihalaunya.

Di padang rumput, beberapa puluh langkah dari hutan itu, berdirilah dan menatapi langit, sambil berkata "langit, engkau sekarang tamengku, just do what u wanna do, cause i really care or i do really don't care. then, just do it.!."
Langitpun menatapnya dengan ramah sambil berucap "aku tdk sekejam tamengmu itu, tameng yg kamu selalu banggakan". "Langit, terimakasih banyak," balasnya.

Tameng itu ternyata sudah tak perlu lagi, dan memang dari dahulu kala tak perlu, karena selama itu pulalah langit tak akan tampak semestinya. Just do it.!.

-Putu-

Sunday, March 21, 2010

Benar, Salah

Kilasan tengah malam kali ini adalah mengenai Benar dan Salah. Sangat relatif ketika kita mengatakan sesuatu itu benar atau salah. Tergantung dari sisi mana kita memandang, dan mungkin tergantung dari kepentingan kita akan sesuatu.

Sebagai manusia, untungnya kita dibekali pikiran dan perasaan, sehingga ketika logika nge-blank, masih bisa pakai perasaan, vise versa. Untuk para penggemar ”feeling usage”, alias prefer menggunakan feeling, mungkin logika selalu bisa dikesampingkan. Sama halnya dengan para penggemar “logic usage”, jarang sekali memperhatikan kata hatinya – pokoknya yg bener itu yang sesuai logika.

Kata orang bijak, feeling n logic harus balance, dan aku setuju sekali akan hal itu, secara based on experiences, logic-ku pernah benar, pernah salah, atau perasaanku pernah salah, pernah benar. Sehingga berjibaku juga mempelajarinya, kenapa itu bisa salah, ini bisa benar. Yah... itulah pelajaran hidup yang selalu membuatku lebih bersemangat menjalani hari, at least masih ada yg ditanyakan dalam kehidupan ini. Kenapa? Meski sesuangguhnya tak perlu lagi bertanya apa-apa, cause everything is there.!.

Seiring dengan proses berjibakunya mempelajari setiap “ion” beterbangan yang singgah, akhirnya terambillah keputusan bahwa tidak boleh mengesampingkan logika dan perasaan. Karena semuanya pada dasarnya saling mendukung. Ketika perasaan not feeling well, berhenti sejenak untuk review logika yang masih berkata “it’s good, just do it”. Begitu pula sebaliknya, ketika feeling said “OK”, berhenti sejenak untuk me-logika-kannya agar si logic yang awalnya gak setuju punya pegangan – meski “sedikit”.

Berpikir, analyzing tentang hal-hal kaya gini mungkin dirasa wasting time bagi sebagian orang yang menganggap hal ini malah “memperumit masalah”, atau menganggap orang lain “plin plan”, atau apalah lainnya….. tapi sesungguhnya adalah karena mereka tidak ingin menyakiti perasaan atau logika mereka sendiri…. There still something mismatch between the feeling n logic, and it takes time to find the answer of why. Waktu memang selalu akan memberikan jawaban…. Whatever it is.!.

So, stand up for the inner feeling and logic, krn bagiku merekalah temanku dalam setiap pengambilan keputusan guna menjalani kehidupan ini.


-Putu-

Saturday, March 20, 2010

Pengelana

Ada seorang pengelana berjalan menyusuri jalan setapak yang melintasi sebuah perkampungan dengan beragam penduduk. Sang pengelana itu menuju sebuah tempat yang jauh sekali. Dia berangkat tanpa membawa bekal makanan, karena dia yakin alam akan menyediakan begitu banyaknya makanan sehingga dia tak perlu khawatir akan semua itu. Namun dia membawa banyak hal yang orang lain butuhkan, yang mana mungkin dirinya sendiri sudah tidak membutuhkannya lagi.

Ketika melintasi kampung tersebut, banyak orang yang memanggilnya dan menawarkan makanan, atau sekedar air putih untuk membunuh dahaga. Tetapi dengan senyum ramah dia menolaknya karena dia sedang berpuasa. Sampai ketika dia merasa waktunya tiba untuk berbuka puasa, dan di ujung jalan ada sebuah rumah dilihatnya. Sang empunya rumah melihat sang pengelana melangkah, dan diapun memanggil pengelana tersebut. Kebetulan dia baru usai memasak, sehingga dengan senyum ramah mengajak sang pengelana mampir guna mencicipi hasil masakannya yang menurut sang pengelana sangat enak. Ketika mereka asik bercerita tentang suasana desa, tiba-tiba suami sang empunya rumah datang dan dengan marah-marah mengusir sang pengelana. Sang pengelana-pun kaget dan tidak tahu kenapa dia diperlakukan seperti itu. Dan diapun beranjak dari tempat duduknya, kemudian memohon ijin pada sang pengundang untuk pamit meneruskan perjalan. Sang pengundang memohon maaf atas semuanya sambil berusaha menahan pengelana untuk tetap tinggal. Sang pengelana hanya tersenyum sambil berkata “tidak apa-apa, terimakasih untuk makanannya yang sangat nikmat. Saya harus melanjutkan perjalanan saya”.

Sang pengelana keluar dari halaman rumah yang rindang itu, dan meneruskan perjalanannya sambil mendendangkan lagu-lagu menyapa alam yang dengan setia menemaninya dengan tulus ikhlas.

Sang pengelana selalu bebas, meski terkadang dia ingin mampir untuk waktu yang cukup lama di sebuah tempat, karena terkadang dia merasa kelelahan atau dia harus bercerita sesuatu pada orang yang membutuhkannya. Dia akan benar-benar berhenti ketika dia sudah mencapai tujuannya, yaitu rumah dia sesungguhnya di ujung jauh sana.

-Putu-

Thursday, March 18, 2010

Tough Day ??.!.

Spent the holidays at home with family is the most lovely moment for me :)

Ya, itulah kegiatan selama 6 hari ini, menghabiskan waktu liburan Nyepi bersama keluarga tercinta, dan berusaha untuk tak mengingat "kekacauan" dunia luar, entah di kantor atau di tempat manapun jua. Dan... hari ini adalah the last day at home, alias hari pertama kembali ke daratan kota metropolis.

Hari ini adalah ujian mid term di PPM, dan tentu aku cemas-cemas dikit, plus gambling, plus take the risk. Niat awalnya adalah mencari tiket murah, namun berani aja ambil risiko gambling nyaris tak ikut ujian. Ketika konfirmasi ke sang dosen, beliau menjelaskan bahwa tidak ada ujian susulan kalau tidak ikut ujian, alhasil deh semua jurus dan doa dikeluarkan -- agar tiba di Jakarta on time. Dan intinya adalah aku tiba di PPM sore ini jam 18:55 (setelah berlari-lari dan maksa tukang ojek agar meluncur secepat mungkin), kemudian jurus makan cepatpun dikeluarkan... was wus srup surp... ahh kenyang.......... :D

Waktu di jalanan tadi sore, jalanan macet banget. Aku pesen sama pak sopir taxi "Pak, saya mau tidur dulu. Nanti kalau sudah menjelang tiba bangunin saya ya. Tapi tolong agar sampai Sarinah jam 18:30". "Iya Mbak", jawab pak sopir ganteng itu. Akupun mendengarkan musik relaksasi, yang mampu membuatku terbang ke level teta (going to be delta) selama 1 jam. Ketika terbangun, akupun tolah-toleh, hah dimana neh.... ternyata aku masih di Grogol sodara-sodara.... macetnya ruar biasa... dan semua jurus mind powering-pun dikeluarkan.... dan dengan dibantu kelihaian pak sopir dan menyalip kendaraan di depannya... jadi deh aku berhasil tiba di Sarinah jam 18:40 (gapapa telat 10 menit dari rencana). Jurus langkah cepatpun dikeluarkan sambil berkeringat dan jurus nafas langkah cepat secara otomatis ter-set = on. Ketika ketemu tukang ojek, semua carapun dia lakukan, mulai dari menerobos trotoar berlawanan arah, sampai meliak-liuk di tengah para mobil mewah. Tapi sempet2nya coba si tukang ojek angkat HP.... mas-mas... piye toh sampaian. Kalo nyosor got piye nanti??!!!

Soal ujiannya seru, karena ada satu soal yang diluar praduga dan prasangka. Tapi untung open book. Lumayan kelihaian menilik apendix terbangunkan dengan cepat. Dan lumayan.... wish for the best result he heh e.

Yah, ketika orang sibuk mendiskusikan soal-soal itu, akupun ngacir pulang.... secara gitu loh... tepar juga setelah seharian meniti kota Denpasar - Jakarta.

Hari ini aku ingin sekali berterimakasih pada:
1. Pak sopir taxi Ubung - Renon, atas valuable advices
2. Pak Sopir taxi Cengkareng - Sarinah, keren nyetirnya di tengah macet... adem tenang, tapi action
3. Mas tukang ojek Sarinah - PPM, meski rada sangar... keren tuh motornya (kata dia "untuk mbak, saya kasi motor baru neh...")
4. Yang pasti adalah Beliau-Beliau yang selalu menemaniku :)


Kata film Precious, Life is hard, Life is painful, Life is short, Life is rich. Aku tambahin ya... Life is wonderful, Life is mysterious, Life is amazing, Life is blessing, Life is happiness, Life is misery, Life is thing that worth to be done well!!



-Putu-