Suatu hari, ada seekor capung berwarna hijau terbang mengitari lahan yang cukup luas. Dia merasa heran, kenapa bangunan yg ada hanya berupa kotak-kotak gitu ya. Seperti bongkahan batu besar. Si capung pun terus terbang, dia melihat sebuah lilitan tali yang panjang sekali, sekilas seperti ular-ular yang saling melilit satu sama lainnya. Si capung pun kebingungan, tempat apakah ini, apakah aku nyasar ke negeri antah barantah.
Setelah kelelahan terbang selama berjam-jam, si capung pun hingga di salah satu bangunan besar itu. Saking lelahnya, diapun terlelap dan sapaan suara tidak dikenal membangunkannya.
Si capung menatap si tuan tak dikenal “kamu siapa?”. Si tuan tak dikenal menjawab, “aku si panda, dan kamu siapa?”. “Aku capung hijau” jawab si capung. Si capung merasa heran, setahu dia panda itu hidup di hutan, karena dia tahu makanan si panda adalah dedaunan. Dan anehnya lagi, si panda ini memakai pakaian seperti manusia, yaitu sebuah rompi. Si capung tahu itu rompi karena dia sering mendengar percakapan anak-anak manusia yang bermain di ladang.
“Hey, kenapa kamu menatapku terus” bentak si panda. “Oh tidak, aku heran aja, kenapa kamu bisa ada disini?” jawab si capung sambil tergagap.
“Oh… aku udah lama tinggal disini. Aku sering memanjat bangunan-bangunan ini” sahut si panda ringan.
“Tapi sebetulnya asal kamu dari mana panda”, tanya si capung menyelidik. “aku? Aku dari dunia yang…. Ahh, aku lupa dari mana asalku. Aku hanya ingat ketika aku berada di pasar dan kemudian ada manusia membeliku, kemudian ketika aku tersadar, aku udah ada disini”, jelas si panda sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“Kamu sendiri dari mana? Kenapa kamu bisa sampai disini?”. “Aku juga tidak tahu panda, tiba aku terbawa angin dan ketika aku sadar, aku sudah berada di daerah ini”, jelas si capung.
“Ternyata kita sama capung. O ya, sebetulnya disini juga ada si kupu-kupu pink”, sahut si panda.
“Siapa itu kupu-kupu pink?”, tanya si capung. “Itu teman kita, dia sering bertengger juga di gedung ini, malah kadang-kadang dia hinggap di bajuku”, si panda berusaha menjelaskan. “hehehehe, kalau aku, boleh juga tidak hinggap di baju rompimu??”, si capung tersenyum. “Kalau kamu gak boleh capung. Kamu terlalu berat. Nanti aku malah tumbang nimpa kamu. Maaf ya”, si panda menunjukkan wajah penyesalannya. “gapapa kok panda, aku cuman bercanda”, sahut si capung sambil nyengir.
Ketika mereka asik ngobrol, tiba-tiba si kupu-kupu pink datang sambil membawa setangkai bunga mawar. “halo panda… itu teman baru kamu ya”, sapa si kupu-kupu. “Iya neh, kenalin ini si capung. Dia baru tiba disini. Kebetulan aku lewat, jadi kita ngobrol deh” jelas si panda. “Wah, kita dapat teman baru. Disini jadi tambah ramai deh”, si kupu-kupu terlihat begitu gembira.
“Kupu-kupu, kamu mendapat bunga dari mana? Untuk siapa bunga itu?”, Tanya si capung. “Oh, ini bunga untuk orang yang memiliki tempat ini. Dia sangat menyayangi setiap mahluk yang datang kesini”, si kupu-kupu terlihat begitu cerah wajahnya ketika bercerita. “Wah, dia pasti manusia yang baik ya”, sahut si capung.
Percakapan merekapun terus berlanjut sampai senja tiba. Mereka tidak merasakan hawa dingin yang berhembus, mereka merasa begitu hangat dengan suasana persahabatan yang mereka miliki. Matahari mulai digantikan oleh bulan purnama, bintang-bintang bertebaran menghiasi langit hitam.
“Temans, kayanya kita harus segera kembali ke rumah neh, malam semakin larut”, si panda memecah keasikan mereka. “O iya ya, kalau begitu kita pulang sekarang ya panda. Seperti biasa, aku akan hinggap di rompi merahmu, hehehe”, si kupu-kupu tersenyum malu.
Merekapun berjalan meninggalkan tempat itu dan menuju tempat tiduur mereka. Si panda memiliki tempat yang sangat nyaman untuk bertengger, dan si kupu-kupu pun demikian adanya. Dia menemukan tempat bertengger paling nyaman sedunia, yaitu bergantungan di rompinya si panda. Si capung memiliki kelebihan, dimana dia bisa bertengger di mana aja. Merekapun tidur dengan lelapnya.
Note:: itulah sekelumit kisah dongeng mengenai percakapan para binatang yang sedang bertengger di meja kerjaku. Si panda adalah boneka kecil, oleh2 dari Australia. Kalau si capung, oleh2 dari Thailand. Si kupu-kupu, hasil membeli di Mayestik, Blok M. Bongkahan bangunan itu adalah komputer serta CPU yang ada di mejaku. Mereka semua bertengger dengan nyamannya sekarang ^^
-Putu-
Friday, May 30, 2008
May 2008
Wah akhirnya bulan Mei akan berakhir juga. Besok adalah hari terakhir di bulan Mei dan kebetulan pas hari libur (di awal bulan dan akhir bulan aku gak masuk ke kantor hehehe).
Bulan Mei di tahun ini boleh dikatakan special, seperti cita2ku bulan lalu, “aku ingin membuat bulan Mei menjadi bulan yang special”. Banyak sekali kegiatan berpikir dan berpikir, banyak kegiatan yg mengeluarkan keringat, banyak hal yang membuat aku berpikir “hold on!!!” “I don’t wanna lose those chances”, banyak hal yg memaksa utk berkreativitas, banyak hal yg membuat aku lebih berpikiran positif, dan banyak sekali hal yang mengingatkan akan bulan Mei sepuluh tahun yang lalu.
Sepuluh tahun yang lalu, aku masih berusia 15 tahun. Selesai EBTANAS aku tinggal di tempat sodara beberapa saat untuk menjalani kewajiban guna meraih cita-cita. Tidak pernah ada rasa lelah, hanya berdoa dan berusaha untuk melalukan yg terbaik. Bangun pagi-pagi, masak, kemudian pergi seharian, pulang sudah malam, belajar, dll. Untungnya ada kakak tercinta yg selalu bersedia menemani kemanapun aku pergi. Thx bro.... for accompanied me. Jadi anak paling kecil emang menyenangkan!! ^^
Dan intinya adalah, aku berhasil meraih cita-citaku. Memang usaha gak ada yg sia-sia (semboyanku seumur hidup)
Minggu pertama bulan ini, aku sangat menikmati hari libur. Awal minggu ke dua, aku senang sekali harapanku bisa terkabul dengan cara yg membuat aku merasa sangat berterima kasih, meski terlihat sedikit menyedihkan (bertemu untuk berpisah atau bertemu untuk mengawali atau bertemu untuk itu saja atau atau yang lainnya), tapi aku bahagia. Target di kantor, berjalan seperti rencana meski sempat ngos-ngosan di tengah jalan. Minggu ke tiga dan ke empat, diisi dengan banyak aktivitas dengan memanfaatkan fleksible time yg ditawarkan. Sempat kumat lagi flu berat-nya, jd sangat bersyukur ketika memiliki kesempatan utk tidur siang, makan yg banyak, dan gak keluar rumah berhari-hari, jadi lumayan dapat waktu utk menekuni kreativitas berpikir dengan cara yg lebih kalem.
Jiwaku terasa menyebar di seluruh pelosok kota Jakarta, krn hidupku terlalu nomaden bulan ini ^^. Terus, di luar sana banyak terjadi kerusuhan, tawuran guna menentang kenaikan BBM. Juga, gak cuman aku yg kena flu, Pak Presiden juga kena flu. Namanya juga manusia, masih rentan terhadap virus flu, hehehe. Kemudian, aku merasa alam begitu besar pengaruhnya di bulan ini. Banyak hal yg terjadi krn emang udah seharusnya seperti itu aku rasa. I’ve been just thinking “ok... let the universe show me the world and the thruth”. Dan lagi, kegiatan iseng2 menghasilkan hasil yg.. wao.... (silver ditolak, kok malah ngasi gold sekarang). Bulan ini aku mengenal banyak sekali orang baru, dengan cara yang tidak disangka-sangka. Sangat lumayan untuk memahami kehidupan. Terus, rasi bintang tertentu lagi sedikit gak bagus menurutku dan aku kena juga imbasnya, secara aku paling dekat dengan orang2 dengan rasi bintang itu. Jurus nerimo paling muantap bulan ini ^^
Melihat hal2 yg sudah terjadi, aku selalu diingatkan akan kalimat yg membuat aku selalu bisa survive dari kecil, “ketika orang sudah berhenti, aku akan bertahan dan terus berjalan karena aku yakin disana masih banyak cara untuk menyelesaikannya. Berterimakasihlah pada setiap ion udara yg mengelilingi, pada setiap debu tanah yg diinjak, pada setiap mahluk di sekitar, maka mereka akan dengan tulus membantu membukakan jalan untukku”.
Life is so beautiful but it still not cool!!!
Bulan Mei di tahun ini boleh dikatakan special, seperti cita2ku bulan lalu, “aku ingin membuat bulan Mei menjadi bulan yang special”. Banyak sekali kegiatan berpikir dan berpikir, banyak kegiatan yg mengeluarkan keringat, banyak hal yang membuat aku berpikir “hold on!!!” “I don’t wanna lose those chances”, banyak hal yg memaksa utk berkreativitas, banyak hal yg membuat aku lebih berpikiran positif, dan banyak sekali hal yang mengingatkan akan bulan Mei sepuluh tahun yang lalu.
Sepuluh tahun yang lalu, aku masih berusia 15 tahun. Selesai EBTANAS aku tinggal di tempat sodara beberapa saat untuk menjalani kewajiban guna meraih cita-cita. Tidak pernah ada rasa lelah, hanya berdoa dan berusaha untuk melalukan yg terbaik. Bangun pagi-pagi, masak, kemudian pergi seharian, pulang sudah malam, belajar, dll. Untungnya ada kakak tercinta yg selalu bersedia menemani kemanapun aku pergi. Thx bro.... for accompanied me. Jadi anak paling kecil emang menyenangkan!! ^^
Dan intinya adalah, aku berhasil meraih cita-citaku. Memang usaha gak ada yg sia-sia (semboyanku seumur hidup)
Minggu pertama bulan ini, aku sangat menikmati hari libur. Awal minggu ke dua, aku senang sekali harapanku bisa terkabul dengan cara yg membuat aku merasa sangat berterima kasih, meski terlihat sedikit menyedihkan (bertemu untuk berpisah atau bertemu untuk mengawali atau bertemu untuk itu saja atau atau yang lainnya), tapi aku bahagia. Target di kantor, berjalan seperti rencana meski sempat ngos-ngosan di tengah jalan. Minggu ke tiga dan ke empat, diisi dengan banyak aktivitas dengan memanfaatkan fleksible time yg ditawarkan. Sempat kumat lagi flu berat-nya, jd sangat bersyukur ketika memiliki kesempatan utk tidur siang, makan yg banyak, dan gak keluar rumah berhari-hari, jadi lumayan dapat waktu utk menekuni kreativitas berpikir dengan cara yg lebih kalem.

Jiwaku terasa menyebar di seluruh pelosok kota Jakarta, krn hidupku terlalu nomaden bulan ini ^^. Terus, di luar sana banyak terjadi kerusuhan, tawuran guna menentang kenaikan BBM. Juga, gak cuman aku yg kena flu, Pak Presiden juga kena flu. Namanya juga manusia, masih rentan terhadap virus flu, hehehe. Kemudian, aku merasa alam begitu besar pengaruhnya di bulan ini. Banyak hal yg terjadi krn emang udah seharusnya seperti itu aku rasa. I’ve been just thinking “ok... let the universe show me the world and the thruth”. Dan lagi, kegiatan iseng2 menghasilkan hasil yg.. wao.... (silver ditolak, kok malah ngasi gold sekarang). Bulan ini aku mengenal banyak sekali orang baru, dengan cara yang tidak disangka-sangka. Sangat lumayan untuk memahami kehidupan. Terus, rasi bintang tertentu lagi sedikit gak bagus menurutku dan aku kena juga imbasnya, secara aku paling dekat dengan orang2 dengan rasi bintang itu. Jurus nerimo paling muantap bulan ini ^^
Melihat hal2 yg sudah terjadi, aku selalu diingatkan akan kalimat yg membuat aku selalu bisa survive dari kecil, “ketika orang sudah berhenti, aku akan bertahan dan terus berjalan karena aku yakin disana masih banyak cara untuk menyelesaikannya. Berterimakasihlah pada setiap ion udara yg mengelilingi, pada setiap debu tanah yg diinjak, pada setiap mahluk di sekitar, maka mereka akan dengan tulus membantu membukakan jalan untukku”.
Life is so beautiful but it still not cool!!!
Sunday, May 25, 2008
BBM Naik Lagi
"Wah, ongkos bis naik lagi neh..."
itulah kalimat pertama keluar ketika naik bis pagi ini. Ternyata tidak hanya aku yg tidak menyadari kenaikan tarif bis, bapak-bapak disebelahku jg sama, dia bertanya-tanya malah ke aku, "ongkos naik ya dik ??"
Dua hari bertapa dalam rumah, sangat cukup untuk membuat kuper, hehehe. Meski sebetulnya sudah tahu juga sih mengenai program pemerintah menaikkan harga BBM dan banyak demo2 di luar sana.
Terus lagi, budget makan siang otomatis bertambah juga jadinya. Barusan, aku coba beli makan siang dengan menu yang sama. Minggu lalu, itu kayanya cuman 8 ribu deh, tapi sekarang langsung dibulatkan mjd 10 ribu. Hmmm... pantesan orang demo ya...
Kalau PLN dan PAM naik juga, harga kos naik juga dong... kasian banget anak kos.!. -- Untungnya belum ada kabar kalau PLN dan PAM naik.
Aku sempat teringat aja sebetulnya ama waktu TK dulu. Dulu dengan 25 perak aku udah bisa beli snack. Sekarang harga snack minimal udah jadi 500 perak. Kelipatan 20 ya... Itu kurang lebih 18 sampai 20 tahun yang lalu. Bgmn kalau 10 tahun mendatang, satu snack harganya 5000 perak (anggap saja setiap tahun terjadi peningkatan 1 kali harga barang). Harga apartement yg sekarang 800 juta akan mjd 8 Milliar. Lalu, berapa biaya sekolah ya...
Yang bakalan punya anak yg ingin bersekolah tinggi nanti, kayanya harus pasang kuda2 kuadrat neh, hehehe.
Mengenai demo2 yang terjadi akhir2 ini, yg menentang harga BBM. Kalau dipandang dari sisi yg lain, sebetulnya perlu tidak demo2 itu? Perlu gak perlu kali ya. Mahasiswa terlihat seperti tawuran dengan polisi. Mahasiswa merasa kenaikan BBM merugikan mereka dan rakyat lainnya. Padahal sebetulnya para polisi itu juga betul2 merasakan efek yg sama. Sebetulnya semua pihak merasakan susahnya hidup krn kenaikan BBM. Namun, seperti tulisanku tadi malam. Ini adalah strategy bisnis sebuah negara. Sehingga keluar lagilah pertanyaan lawas, mau dibawa kemanakah negara kita sekarang ?? -- mikirin negara itu hal yg berat kata orang jaman dulu, dan kayanya memang demikian deh. So, sapa yg mau ikut serta memikirkan negara ?? Ato, sapa yg mau hanya menikmati hasil jerih payah berpikir orang lain ??
Wuih... jam makan siang usai sudah. Back to work!!!
itulah kalimat pertama keluar ketika naik bis pagi ini. Ternyata tidak hanya aku yg tidak menyadari kenaikan tarif bis, bapak-bapak disebelahku jg sama, dia bertanya-tanya malah ke aku, "ongkos naik ya dik ??"
Dua hari bertapa dalam rumah, sangat cukup untuk membuat kuper, hehehe. Meski sebetulnya sudah tahu juga sih mengenai program pemerintah menaikkan harga BBM dan banyak demo2 di luar sana.
Terus lagi, budget makan siang otomatis bertambah juga jadinya. Barusan, aku coba beli makan siang dengan menu yang sama. Minggu lalu, itu kayanya cuman 8 ribu deh, tapi sekarang langsung dibulatkan mjd 10 ribu. Hmmm... pantesan orang demo ya...
Kalau PLN dan PAM naik juga, harga kos naik juga dong... kasian banget anak kos.!. -- Untungnya belum ada kabar kalau PLN dan PAM naik.
Aku sempat teringat aja sebetulnya ama waktu TK dulu. Dulu dengan 25 perak aku udah bisa beli snack. Sekarang harga snack minimal udah jadi 500 perak. Kelipatan 20 ya... Itu kurang lebih 18 sampai 20 tahun yang lalu. Bgmn kalau 10 tahun mendatang, satu snack harganya 5000 perak (anggap saja setiap tahun terjadi peningkatan 1 kali harga barang). Harga apartement yg sekarang 800 juta akan mjd 8 Milliar. Lalu, berapa biaya sekolah ya...
Yang bakalan punya anak yg ingin bersekolah tinggi nanti, kayanya harus pasang kuda2 kuadrat neh, hehehe.
Mengenai demo2 yang terjadi akhir2 ini, yg menentang harga BBM. Kalau dipandang dari sisi yg lain, sebetulnya perlu tidak demo2 itu? Perlu gak perlu kali ya. Mahasiswa terlihat seperti tawuran dengan polisi. Mahasiswa merasa kenaikan BBM merugikan mereka dan rakyat lainnya. Padahal sebetulnya para polisi itu juga betul2 merasakan efek yg sama. Sebetulnya semua pihak merasakan susahnya hidup krn kenaikan BBM. Namun, seperti tulisanku tadi malam. Ini adalah strategy bisnis sebuah negara. Sehingga keluar lagilah pertanyaan lawas, mau dibawa kemanakah negara kita sekarang ?? -- mikirin negara itu hal yg berat kata orang jaman dulu, dan kayanya memang demikian deh. So, sapa yg mau ikut serta memikirkan negara ?? Ato, sapa yg mau hanya menikmati hasil jerih payah berpikir orang lain ??
Wuih... jam makan siang usai sudah. Back to work!!!
Thursday, May 22, 2008
100 tahun Harkitnas
Selamat hari Kebangkitan Nasional semuanya... ^^
Kemarin ada yang bertanya, "Putu.., apa makna Harkitnas bagi kamu ?"
"Wah.. banyak!!!"
"Yah, nyesel deh nanyanya, hehehe"
Sebetulnya, kalau berniat bertanya, tolong jangan kaget kalau dikasi jawaban panjang lebar, atau jangan bersedih ketika dijawab dengan satu atau dua kata :)
Mengenai Harkitnas, secara tidak langsung berpengaruh juga pada diriku. Apalagi ketika melihat banyak sekali acara dan kegiatan yang mengingatkan akan masa kanak-kanak. Di pura, ketika ada upacara, Pak Pendeta memberi ceramah mengenai arti dari tembang-tembang yang dulu waktu kecil pernah kita pelajari. Semua tembang-tembang itu ternyata memiliki makna yg sangat mendalam. Selain itu Beliau juga mengajak kita untuk "memBalikan Bali, dan bagi yg berasal dari Jawa silahkan menJawakan Jawa". Sebetulnya perkataan Bali dan Jawa sendiri memiliki makna yg sangat dalam dan bagus sekali. Di TV juga banyak terdapat ajakan2 untuk lebih bersifat nasionalis dan meningkatkan jiwa patriotisme.
Kalau boleh bercerita, semakin banyak aku melihat dunia baru, semakin aku ingin kembali ke masa dulu (dilematis ya... ^^). Semakin banyak mengenal kebudayaan orang lain, semakin tinggi keinginan untuk mempelajari kebudayaan sendiri. Semakin banyak yg dipelajari mengenai dunia baru, semakin aku ingin kembali membaca buku-buku jaman SD dulu. Semakin banyak mengenal bahasa, semakin ingin aku kembali berbahasa Bali. Mungkin inilah yg disebut sifat alamiah dari mahluk hidup. Kemanapun jauhnya burung terbang, suatu hari nanti dia akan kembali kesarangnya, ke sarang dimana dia dilahirkan :)
Dan.... perayaan 100 thn Harkitnas kemarin kueren banget.... !!!! Aku jadi kangen masa2 SMA neh. Marching Band-nya keren, tapi kayanya lebih keren Gita Bahana Taruna Nusantara deh (narsis!!! hehehe). Habis, macan-nya mereka gak boleh guling2 sih... gak seru jadinya. Tapi marching band-nya AKPOL boleh juga... Penata rama-nya juga boleh, hahahaha :p (just kidding..)
Yang keren juga, waktu bapak2 TNI itu melakukan atraksi bela diri... aku banget deh pokoknya.!.
Terus, seharian aku nyanyi2 lagu kebangsaan. Mengingat jaman dulu waktu menjadi tim paduan suara, sekaligus penata suaranya. Lumayan menambah idealisme dan nasionalisme.
So, selaku anak bangsa, apa yg bisa kita lakukan ?
apakah harus bertanya pada rumput yg bergoyang ?? atau... pada debu2 yg beterbangan ??
jawabannya adalah... tanyakanlah pada dirimu sendiri!!!
Peace!!!
Kemarin ada yang bertanya, "Putu.., apa makna Harkitnas bagi kamu ?"
"Wah.. banyak!!!"
"Yah, nyesel deh nanyanya, hehehe"
Sebetulnya, kalau berniat bertanya, tolong jangan kaget kalau dikasi jawaban panjang lebar, atau jangan bersedih ketika dijawab dengan satu atau dua kata :)
Mengenai Harkitnas, secara tidak langsung berpengaruh juga pada diriku. Apalagi ketika melihat banyak sekali acara dan kegiatan yang mengingatkan akan masa kanak-kanak. Di pura, ketika ada upacara, Pak Pendeta memberi ceramah mengenai arti dari tembang-tembang yang dulu waktu kecil pernah kita pelajari. Semua tembang-tembang itu ternyata memiliki makna yg sangat mendalam. Selain itu Beliau juga mengajak kita untuk "memBalikan Bali, dan bagi yg berasal dari Jawa silahkan menJawakan Jawa". Sebetulnya perkataan Bali dan Jawa sendiri memiliki makna yg sangat dalam dan bagus sekali. Di TV juga banyak terdapat ajakan2 untuk lebih bersifat nasionalis dan meningkatkan jiwa patriotisme.
Kalau boleh bercerita, semakin banyak aku melihat dunia baru, semakin aku ingin kembali ke masa dulu (dilematis ya... ^^). Semakin banyak mengenal kebudayaan orang lain, semakin tinggi keinginan untuk mempelajari kebudayaan sendiri. Semakin banyak yg dipelajari mengenai dunia baru, semakin aku ingin kembali membaca buku-buku jaman SD dulu. Semakin banyak mengenal bahasa, semakin ingin aku kembali berbahasa Bali. Mungkin inilah yg disebut sifat alamiah dari mahluk hidup. Kemanapun jauhnya burung terbang, suatu hari nanti dia akan kembali kesarangnya, ke sarang dimana dia dilahirkan :)
Dan.... perayaan 100 thn Harkitnas kemarin kueren banget.... !!!! Aku jadi kangen masa2 SMA neh. Marching Band-nya keren, tapi kayanya lebih keren Gita Bahana Taruna Nusantara deh (narsis!!! hehehe). Habis, macan-nya mereka gak boleh guling2 sih... gak seru jadinya. Tapi marching band-nya AKPOL boleh juga... Penata rama-nya juga boleh, hahahaha :p (just kidding..)
Yang keren juga, waktu bapak2 TNI itu melakukan atraksi bela diri... aku banget deh pokoknya.!.
Terus, seharian aku nyanyi2 lagu kebangsaan. Mengingat jaman dulu waktu menjadi tim paduan suara, sekaligus penata suaranya. Lumayan menambah idealisme dan nasionalisme.
So, selaku anak bangsa, apa yg bisa kita lakukan ?
apakah harus bertanya pada rumput yg bergoyang ?? atau... pada debu2 yg beterbangan ??
jawabannya adalah... tanyakanlah pada dirimu sendiri!!!
Peace!!!
Sunday, May 18, 2008
Minggu Ceria ^^
Nasi jinggo, mungkin itulah makanan penyambut jika kita pergi ke pura Rawamangun. Tempatnya persis di sebelah parkiran yang di luar, di depan masjid At-Taqwa.
Pagi tadi, awalnya aku sempat berniat untuk tidak pergi ke pura krn banyak sekali hal yang harus diselesaikan segera, namun ketika ajakan Yeyen begitu membuka mata, akhirnya aku pergilah ke pura.
Bangun pagi-pagi, terus dengan santainya menyambar manual book yg penuh dengan PR. Satu halaman, dua halaman.... selesai!!! Sangat bersyukur ketika tanpa disadari, satu bab PR terselesaikan dalam waktu yang bisa dikatakan singkat. Wah, target lumayan tercapai pagi ini.... pikiran pertama.
Sesampai di pura, ternyata Yeyen masih nunggu bis di Cilandak. Akhirnya perut laparpun mulai berbisik, ada nasi jinggo tuh ^^. Sebetulnya sudah sampai di dagang DVD saat itu, namun balik arah lagi menuju ke warung nasi jinggo, terus makan bareng sama Bli penjual DVD-nya, hehehe.
Selesai makan, mulailah dimulai percakapan yg cukup kocak dengan mbak dagang nasinya. Banyak orang nganggap dia orang Bali, padahal sebetulnya dia Banyuwangi asli!! Tentu banyak sekali kisah lucu di tengah-tengahnya.
Teringat aja waktu pertama kali makan nasi jinggo, di kos-an kakakku di Denpasar. Lumayan sebungkus nasi pakai mi goreng, kacang tanah goreng, telur rebus dan ayam suir-suir (kalo sekarang aku, ayamnya diasingkan ke tempat sampah sebelum makan).
Dunia itu memang sempit.... itulah kesan yg muncul kembali ketika aku tanpa sengaja ngobrol dengan seorang bapak-bapak di dangang nasi jinggo itu. Ternyata oh ternyata, dia itu teman baik keluarganya Yeyen.... sangat tidak disangka dan diduga!! Alhasil, aku semakin hebohlah ngobrolnya ama dia, disertai jg oleh istrinya yg buaik buanget ^^
Ketika sembahyangpun, tanpa disangka disebelahku malah si Gede. Aduh!!! Dunia dunia, betapa sempitnya dikau, hehehehe. Untung aja ketika membeli kue “bantal”, dagangnya bukan orang yang aku kenal lagi.
Sepulang dari pura, dengan bersemangat melangkah ke Wall Street, bercita-cita untuk menyelesaikan lesson 1 dan 2 unit 49. Pertama ngebuka komputer, waduh... kok banyak yang harus diselesaikan ya... (pikiran pertama). Satu jam berlalu, kok mulai terlihat bosen ya. Ngelihat jam, baru satu jam, lima menit (kata hati), cuman kok perasaan udah lama banget ya aku duduk di lab.?.
Seperti biasa, selayaknya orang yg berkarakter target oriented ^^, lesson 1 harus selesai apapun alasannya.!. Satu setengah jam pun berlalu dan lesson 1 done!!! Wah, dengan semangatnya menuju ke social club area untuk minum teh kesayangan plus chat corner ama kolega. Lumayan sharing2 sebentar.
Lesson 2 lanjut.... sisi positif diri memberi perintah. Setelah say good bye sama pak.. (lupa namanya, heheheh), akhirnya aku melangkahkan kaki kembali menuju lab. Tanpa disangka lagi, ternyata lesson 2 cukup singkat. Dan, lesson 3 pun dibabat habis... senang sekali rasanya, jam 2 siang (sekitar 3.5 jam) aku bisa nyelesaiin 3 lesson sekaligus.
Ketika ngelirik jam, kok msih siang ya... ke Kinokuniya ah... ide pertama muncul. Memasuki pintu Kinokuniya, pandangan terpaku pada buku literatur di sebelah kiri pintu. Bacaan pertama, Madame Chian Kai Sek. Emang keren si ibu ini, hehhe. Terus buku kedua, mengenai pertempuran tentara Amerika dan Al-Qaeda di Irak. Kejam, seram, dan terkadang tidak berperikemanusiaan. Setelah merasa cukup menikmati kekejaman dunia via karya tulis, kakipun melangkah ke rak fiction, kok belum berniat beli ya... meski ada beberapa judul yg menarik :d
Kemudian, pandangan melayang ke rak literature. Wao.... aku menemukan banyak sekali kesenangan di pojok ini. Akhirnya sebuah buku berjudul “Oscar Wilde Collection” berhasil memikatku untuk merogoh kocek dan kemudian diserahkan ke kasir. Setelah itu, pojok lain yang sangat mempesonaku adalah lorong Paranormal & Occult. Bertenggerlah aku di sana hampir 1.5 jam. Sangat menyenangkan di lorong itu. Banyak inspirasi dan pengetahuan baru. Dan, tadi aku dapat satu pelajaran yg membuat aku, hmmm hmmmm I got a new idea, hehehe.
Berada di tengah-tengah buku memang membuat hidupku begitu terasa bahagia. Sekarang di kolong tempat tidur masih ada 4 buah buku tebel (fiction, history, conspiracy) yang belum dibaca. Dan saat ini ada dua buku di samping bantal yang siap dan wajib dibaca, yaitu Menagerie 4 dan Oscar Wilde Collection.
Itu baru buku cerita, terus buku pelajarannya berapa buah yg belum dibaca..?..
Hehehe, masih banyak!! :d – tapi itu lebih wajib lagi dituntaskan... ^^
Satu lagi, tidak disangka juga, aku bisa tidur sore hari ini, hehehe. Sebetulnya, jadwal hari ini buanyak banget. Namun, syukur.... syukur!! Semuanya terlaksana dengan waktu yg jauh lebih singkat, sehingga aku bisa nulis artikel dulu, tidur dulu sebelum nyuci dan kemudian melanjutkan tugas menulis tulisan yg lebih penting lainnya.
Thx God.... I love you!!! ^^
Pagi tadi, awalnya aku sempat berniat untuk tidak pergi ke pura krn banyak sekali hal yang harus diselesaikan segera, namun ketika ajakan Yeyen begitu membuka mata, akhirnya aku pergilah ke pura.
Bangun pagi-pagi, terus dengan santainya menyambar manual book yg penuh dengan PR. Satu halaman, dua halaman.... selesai!!! Sangat bersyukur ketika tanpa disadari, satu bab PR terselesaikan dalam waktu yang bisa dikatakan singkat. Wah, target lumayan tercapai pagi ini.... pikiran pertama.
Sesampai di pura, ternyata Yeyen masih nunggu bis di Cilandak. Akhirnya perut laparpun mulai berbisik, ada nasi jinggo tuh ^^. Sebetulnya sudah sampai di dagang DVD saat itu, namun balik arah lagi menuju ke warung nasi jinggo, terus makan bareng sama Bli penjual DVD-nya, hehehe.
Selesai makan, mulailah dimulai percakapan yg cukup kocak dengan mbak dagang nasinya. Banyak orang nganggap dia orang Bali, padahal sebetulnya dia Banyuwangi asli!! Tentu banyak sekali kisah lucu di tengah-tengahnya.
Teringat aja waktu pertama kali makan nasi jinggo, di kos-an kakakku di Denpasar. Lumayan sebungkus nasi pakai mi goreng, kacang tanah goreng, telur rebus dan ayam suir-suir (kalo sekarang aku, ayamnya diasingkan ke tempat sampah sebelum makan).
Dunia itu memang sempit.... itulah kesan yg muncul kembali ketika aku tanpa sengaja ngobrol dengan seorang bapak-bapak di dangang nasi jinggo itu. Ternyata oh ternyata, dia itu teman baik keluarganya Yeyen.... sangat tidak disangka dan diduga!! Alhasil, aku semakin hebohlah ngobrolnya ama dia, disertai jg oleh istrinya yg buaik buanget ^^
Ketika sembahyangpun, tanpa disangka disebelahku malah si Gede. Aduh!!! Dunia dunia, betapa sempitnya dikau, hehehehe. Untung aja ketika membeli kue “bantal”, dagangnya bukan orang yang aku kenal lagi.
Sepulang dari pura, dengan bersemangat melangkah ke Wall Street, bercita-cita untuk menyelesaikan lesson 1 dan 2 unit 49. Pertama ngebuka komputer, waduh... kok banyak yang harus diselesaikan ya... (pikiran pertama). Satu jam berlalu, kok mulai terlihat bosen ya. Ngelihat jam, baru satu jam, lima menit (kata hati), cuman kok perasaan udah lama banget ya aku duduk di lab.?.
Seperti biasa, selayaknya orang yg berkarakter target oriented ^^, lesson 1 harus selesai apapun alasannya.!. Satu setengah jam pun berlalu dan lesson 1 done!!! Wah, dengan semangatnya menuju ke social club area untuk minum teh kesayangan plus chat corner ama kolega. Lumayan sharing2 sebentar.
Lesson 2 lanjut.... sisi positif diri memberi perintah. Setelah say good bye sama pak.. (lupa namanya, heheheh), akhirnya aku melangkahkan kaki kembali menuju lab. Tanpa disangka lagi, ternyata lesson 2 cukup singkat. Dan, lesson 3 pun dibabat habis... senang sekali rasanya, jam 2 siang (sekitar 3.5 jam) aku bisa nyelesaiin 3 lesson sekaligus.
Ketika ngelirik jam, kok msih siang ya... ke Kinokuniya ah... ide pertama muncul. Memasuki pintu Kinokuniya, pandangan terpaku pada buku literatur di sebelah kiri pintu. Bacaan pertama, Madame Chian Kai Sek. Emang keren si ibu ini, hehhe. Terus buku kedua, mengenai pertempuran tentara Amerika dan Al-Qaeda di Irak. Kejam, seram, dan terkadang tidak berperikemanusiaan. Setelah merasa cukup menikmati kekejaman dunia via karya tulis, kakipun melangkah ke rak fiction, kok belum berniat beli ya... meski ada beberapa judul yg menarik :d
Kemudian, pandangan melayang ke rak literature. Wao.... aku menemukan banyak sekali kesenangan di pojok ini. Akhirnya sebuah buku berjudul “Oscar Wilde Collection” berhasil memikatku untuk merogoh kocek dan kemudian diserahkan ke kasir. Setelah itu, pojok lain yang sangat mempesonaku adalah lorong Paranormal & Occult. Bertenggerlah aku di sana hampir 1.5 jam. Sangat menyenangkan di lorong itu. Banyak inspirasi dan pengetahuan baru. Dan, tadi aku dapat satu pelajaran yg membuat aku, hmmm hmmmm I got a new idea, hehehe.
Berada di tengah-tengah buku memang membuat hidupku begitu terasa bahagia. Sekarang di kolong tempat tidur masih ada 4 buah buku tebel (fiction, history, conspiracy) yang belum dibaca. Dan saat ini ada dua buku di samping bantal yang siap dan wajib dibaca, yaitu Menagerie 4 dan Oscar Wilde Collection.
Itu baru buku cerita, terus buku pelajarannya berapa buah yg belum dibaca..?..
Hehehe, masih banyak!! :d – tapi itu lebih wajib lagi dituntaskan... ^^
Satu lagi, tidak disangka juga, aku bisa tidur sore hari ini, hehehe. Sebetulnya, jadwal hari ini buanyak banget. Namun, syukur.... syukur!! Semuanya terlaksana dengan waktu yg jauh lebih singkat, sehingga aku bisa nulis artikel dulu, tidur dulu sebelum nyuci dan kemudian melanjutkan tugas menulis tulisan yg lebih penting lainnya.
Thx God.... I love you!!! ^^
Monday, May 12, 2008
Sang Pemimpi
Hari ini, hari kemarin, hari kemarinnya lagi, dan hari kemarin kemarinnya lagi betul-betul terlihat unik. Mungkin karena kebiasaanku untuk memperhatikan hal2 kecil, sehingga segala hal terlihat unik.
Kenapa ya beberapa hari ini, segala sesuatu yang aku ikutin, semuanya mengandung topik, 'what is your dream' atau 'let's setup the dream' dan yang lainnya. Sangat beruntung aku adalah seseorang yang bisa disebut sebagai "sang pemimpi", sehingga semua kegiatan tersebut terlihat sangat menarik.
Kalau aku melihat kebelakang -- meski Jason selalu nasihatin "hindsight is 20/20" --, segala sesuatu yang aku peroleh merupakan mimpiku waktu aku kecil, terlepas dari segala upaya yang sudah aku kerahkan. Dan sekarang, tentu aku memiliki banyak sekali mimpi untuk kedepannya dan selayaknya orang yang menginginkan sesuatu, aku akan berusaha untuk mencapainya.
Kata orang, semua manusia memiliki takdirnya masing2. Ya!! aku setuju sekali. Namun, jika kita menganalisa sedikit saja, apakah tidak sempat terpikirkan kalau sebetulnya Tuhan memberikan banyak sekali pilihan, ya... selayaknya aku jualan aja. Aku punya banyak jenis kue, yang notabene bagus untuk kesehatan dan memang konsumenku adalah si A. Sekarang kalau si A ingin memilih kue X, ya akan aku kasi kue X, kalau dia mau kue Y, aku akan kasi kue Y. Tentu kedua kue itu memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda, sehingga untuk mendapatkannya juga perlu usaha yang berbeda dan tentu pula rasa kenikmatan yang dirasakan lidah si A akan berbeda pula. Dan kalau si A nanya ke aku mana kue yang terbaik dan terenak serta tercocok untuk dia, ya akan aku saranin, kue dengan kualitas bahan terbaik, serta tanpa bahan pengawet dan dengan cita rasa yang paling nikmat. Tapi si A harus bersedia merogoh koceknya lebih banyak. Barang bagus kan tidak ada yang murah... :)
Terlepas dari cerita di atas, kita diberkati kemampuan untuk memiliki keinginan, namun tentu tidak boleh sembarangan menggunakan keinginan itu. Tapi, seperti cerita2 pewayangan, dimana si tokoh jahat berhasil menguasai sorga loka dengan kekuatan yang diperolehnya setelah bertapa. Namun sayang, dia menggunakan kesaktiannya untuk hal2 yang jahat, ya... tentunya pasti akan ada yang berhasil mengalahkannya.
Semua cerita itu hanya sebagai gambaran bahwa setiap manusia diberi kesempatan untuk memilih dan bermimpi. Kalau kita bisa dan mampu untuk mendapatkan yang lebih baik, dan sebetulnya itu memang sudah jatah kita selama kita hidup di dunia ini, ya kenapa tidak untuk berusaha meraihnya. Sebetulnya mimpi yang kita miliki tidak hanya berurusan dengan hal2 duniawi atau material, namun bisa apapun. Kita dengan sangat boleh bermimpi, pada usia 75 tahun saya ingin menjadi pendeta atau mungkin pada usia 30 tahun saya mau menjadi vegetarian murni. Sah sah saja kan...
Bermimpi memang aktivitas yang sangat menyenangkan, namun harus selalu pasang jam weker, agar tidak kebablasan... Bermimpi dalam makna harfiahpun mungkin adalah bagian hidupku. Seru sekali jika teringat waktu kecil, dimana banyak sekali orang yang mempelajari tafsir mimpi ^^ . Setiap orang memiliki cara-cara berbeda untuk memahami kehidupan ini. Ada yang sangat percaya terhadap logika, ada yang percaya terhadap intuisinya, ada yang percaya pada alam, dan lain sebagainya.
Berbicara mengenai alam, aku sangat setuju dengan kalimat, "ceritakanlah mimpimu pada dunia, sehingga alam semesta akan mendukungmu".
Setiap serpihan kehidupan yang sekarang aku alami, aku menyadari bahwa alam sudah mengatur semua ini. Dan aku sangat berterima kasih untuk semua itu.
-Putu-
Kenapa ya beberapa hari ini, segala sesuatu yang aku ikutin, semuanya mengandung topik, 'what is your dream' atau 'let's setup the dream' dan yang lainnya. Sangat beruntung aku adalah seseorang yang bisa disebut sebagai "sang pemimpi", sehingga semua kegiatan tersebut terlihat sangat menarik.
Kalau aku melihat kebelakang -- meski Jason selalu nasihatin "hindsight is 20/20" --, segala sesuatu yang aku peroleh merupakan mimpiku waktu aku kecil, terlepas dari segala upaya yang sudah aku kerahkan. Dan sekarang, tentu aku memiliki banyak sekali mimpi untuk kedepannya dan selayaknya orang yang menginginkan sesuatu, aku akan berusaha untuk mencapainya.
Kata orang, semua manusia memiliki takdirnya masing2. Ya!! aku setuju sekali. Namun, jika kita menganalisa sedikit saja, apakah tidak sempat terpikirkan kalau sebetulnya Tuhan memberikan banyak sekali pilihan, ya... selayaknya aku jualan aja. Aku punya banyak jenis kue, yang notabene bagus untuk kesehatan dan memang konsumenku adalah si A. Sekarang kalau si A ingin memilih kue X, ya akan aku kasi kue X, kalau dia mau kue Y, aku akan kasi kue Y. Tentu kedua kue itu memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda, sehingga untuk mendapatkannya juga perlu usaha yang berbeda dan tentu pula rasa kenikmatan yang dirasakan lidah si A akan berbeda pula. Dan kalau si A nanya ke aku mana kue yang terbaik dan terenak serta tercocok untuk dia, ya akan aku saranin, kue dengan kualitas bahan terbaik, serta tanpa bahan pengawet dan dengan cita rasa yang paling nikmat. Tapi si A harus bersedia merogoh koceknya lebih banyak. Barang bagus kan tidak ada yang murah... :)
Terlepas dari cerita di atas, kita diberkati kemampuan untuk memiliki keinginan, namun tentu tidak boleh sembarangan menggunakan keinginan itu. Tapi, seperti cerita2 pewayangan, dimana si tokoh jahat berhasil menguasai sorga loka dengan kekuatan yang diperolehnya setelah bertapa. Namun sayang, dia menggunakan kesaktiannya untuk hal2 yang jahat, ya... tentunya pasti akan ada yang berhasil mengalahkannya.
Semua cerita itu hanya sebagai gambaran bahwa setiap manusia diberi kesempatan untuk memilih dan bermimpi. Kalau kita bisa dan mampu untuk mendapatkan yang lebih baik, dan sebetulnya itu memang sudah jatah kita selama kita hidup di dunia ini, ya kenapa tidak untuk berusaha meraihnya. Sebetulnya mimpi yang kita miliki tidak hanya berurusan dengan hal2 duniawi atau material, namun bisa apapun. Kita dengan sangat boleh bermimpi, pada usia 75 tahun saya ingin menjadi pendeta atau mungkin pada usia 30 tahun saya mau menjadi vegetarian murni. Sah sah saja kan...
Bermimpi memang aktivitas yang sangat menyenangkan, namun harus selalu pasang jam weker, agar tidak kebablasan... Bermimpi dalam makna harfiahpun mungkin adalah bagian hidupku. Seru sekali jika teringat waktu kecil, dimana banyak sekali orang yang mempelajari tafsir mimpi ^^ . Setiap orang memiliki cara-cara berbeda untuk memahami kehidupan ini. Ada yang sangat percaya terhadap logika, ada yang percaya terhadap intuisinya, ada yang percaya pada alam, dan lain sebagainya.
Berbicara mengenai alam, aku sangat setuju dengan kalimat, "ceritakanlah mimpimu pada dunia, sehingga alam semesta akan mendukungmu".
Setiap serpihan kehidupan yang sekarang aku alami, aku menyadari bahwa alam sudah mengatur semua ini. Dan aku sangat berterima kasih untuk semua itu.
-Putu-
Monday, May 05, 2008
Lovely Stuff Part 2 ^^
Kemarin, di tulisan sebelumnya, sempat aku cerita kalau semua property yang aku miliki memiliki cerita-cerita unik dibaliknya.
Nah, akhir-akhir ini aku sedikit merasa heran sama beberapa teman di kantor. Mereka tiba-tiba ngebet banget sama property-property yang aku miliki ^^ . Memang punyaku semuanya simple, elegan dan unik (bukan bermaksud narsis lho…).
Mulai dari laptop, terus tas, kemudian MP3 hasil menang kuis, then yang lainnya… (asal jangan naksir yang punya aja, hehehhe – kan nanti berat urusannya, si mbak bisa marah2 di rumahnya :d )
Sebetulnya ya… apapun yang kita miliki, itu adalah benda yang paling indah. Jadi, terkadang kita bisa saja melihat punya orang lain begitu indah, namun sebetulnya milik kita yang sekarang kita pegang sudah merupakan benda yang indah sekali.
Kalau aku sendiri punya prinsip, aku selalu bercita-cita untuk memiliki sesuatu, namun jarang sekali berpatokan pada orang lain, karena aku yakin semua memiliki jodohnya masing-masing. Aku gak banget, kalau mati ngebet sama punya orang lain, hehehe. Krn itu mungkin saja hanya cocok untuk dia, belum tentu cocok untukku. ya kan…. Dan kalaupun aku memiliki sesuatu, itu tentunya sesuatu yang memang cocok dengan diriku. That’s it!!
For the last, terima kasih sudah menyukai property yang saya miliki…. At least, kalau teman2 pada ulang tahun, mungkin saja saya bisa ngasi hadiah yang pas di hati (krn selera kita kan sama)… ya gak… hehehehe ^^
-Putu-
Nah, akhir-akhir ini aku sedikit merasa heran sama beberapa teman di kantor. Mereka tiba-tiba ngebet banget sama property-property yang aku miliki ^^ . Memang punyaku semuanya simple, elegan dan unik (bukan bermaksud narsis lho…).
Mulai dari laptop, terus tas, kemudian MP3 hasil menang kuis, then yang lainnya… (asal jangan naksir yang punya aja, hehehhe – kan nanti berat urusannya, si mbak bisa marah2 di rumahnya :d )
Sebetulnya ya… apapun yang kita miliki, itu adalah benda yang paling indah. Jadi, terkadang kita bisa saja melihat punya orang lain begitu indah, namun sebetulnya milik kita yang sekarang kita pegang sudah merupakan benda yang indah sekali.
Kalau aku sendiri punya prinsip, aku selalu bercita-cita untuk memiliki sesuatu, namun jarang sekali berpatokan pada orang lain, karena aku yakin semua memiliki jodohnya masing-masing. Aku gak banget, kalau mati ngebet sama punya orang lain, hehehe. Krn itu mungkin saja hanya cocok untuk dia, belum tentu cocok untukku. ya kan…. Dan kalaupun aku memiliki sesuatu, itu tentunya sesuatu yang memang cocok dengan diriku. That’s it!!
For the last, terima kasih sudah menyukai property yang saya miliki…. At least, kalau teman2 pada ulang tahun, mungkin saja saya bisa ngasi hadiah yang pas di hati (krn selera kita kan sama)… ya gak… hehehehe ^^
-Putu-
Friday, May 02, 2008
Awal yg menginspirasi
Sungguh menyenangkan di awal bulan adalah tanggal merah. Itu yang terjadi pada tanggal 1 Mei 2008. Lumayan sekali untuk begadang nonton film sambil mencari inspirasi. Kemudian hang out keluar kos seharian, guna mencari-cari jawaban dari segala pertanyaan yang berkeliaran di kepala.
Dan........ aku senang sekali ketika film yang aku tonton bisa memberi ide, at least aku mulai punya ide, aku maunya seperti apa...
Terus, ketemu orang yang aku anggap sebagai orang yang sangat tepat untuk menjawab pertanyaanku di hari berikutnya. Dia bisa ngasi jawaban yang betul-betul bisa membuat aku berpikir,so.. what's next?
Seperti tempat kos lainnya di Jakarta, jarang sekali bisa punya teman kos yang bisa dijadikan sobat. Oleh karena itu aku harus lebih kreatif mencari cara agar betah tinggal di kos-an. Cara2nya yaitu, kerja di kantor ampe malam, pergi ke tempat les ampe maleman lagi, trus nongkrong di dagang DVD bajakan jembatan kolong Karet, trus sampai rumah nonton DVD atau membaca buku hasil hunting di kwitang/gramed/QB/etc sampai tertidur lelap.
Salah satu film dari lima DVD yang aku beli berjudul The Empress and The Warriors. Film yang berlatarbelakangkan Cina kuno. Bener2 kuno, hehehhe. Dari kemarin2nya, sempat tidak berniat nonton, krn beberapa DVD yang aku lihat rada kotor. Tapi yang aku beli kemarin, bagus juga.... :)
Ceritanya, bener2 ngena ama aku. Dan aku mendapatkan sebuah ide yang .... I know what I'm looking for!! -- pasti akan ketemu.!.
Keesokan paginya, nonton DVD Naruto. Selalu keren film Naruto itu. Maklumlah, meski kartun, itu bisa mengajarkan lebih dari nasihat orang tua. So, cobalah nonton Naruto bagi yang belum sempat menyentuhnya.
Makan siang bersama orang2 keren selalu menyenangkan buatku. Nambah ilmu dan ide. Nah, kemarin itu sempet makan bareng ama GM HRD nya Petrois (tulisannya bener gak ya...). Keren dan pintar orangnya, meski ada jg kekurangannya (tp bisa ditutupilah dengan kelebihan yg dia miliki ^^). Dari obrolan dia, aku tahu banyak mengenai banyak hal. Dan yang pasti ketika aku bertanya, dia ngasi jawaban yang aku cari2 selama ini... I got it!!!
yah, begitulah cara menikmati masa2 liburan. Membuat hari-hari lebih bermakna agar tidak ada penyesalan di akhir hari ^^
hv a great day for all....!!!
Dan........ aku senang sekali ketika film yang aku tonton bisa memberi ide, at least aku mulai punya ide, aku maunya seperti apa...
Terus, ketemu orang yang aku anggap sebagai orang yang sangat tepat untuk menjawab pertanyaanku di hari berikutnya. Dia bisa ngasi jawaban yang betul-betul bisa membuat aku berpikir,so.. what's next?
Seperti tempat kos lainnya di Jakarta, jarang sekali bisa punya teman kos yang bisa dijadikan sobat. Oleh karena itu aku harus lebih kreatif mencari cara agar betah tinggal di kos-an. Cara2nya yaitu, kerja di kantor ampe malam, pergi ke tempat les ampe maleman lagi, trus nongkrong di dagang DVD bajakan jembatan kolong Karet, trus sampai rumah nonton DVD atau membaca buku hasil hunting di kwitang/gramed/QB/etc sampai tertidur lelap.
Salah satu film dari lima DVD yang aku beli berjudul The Empress and The Warriors. Film yang berlatarbelakangkan Cina kuno. Bener2 kuno, hehehhe. Dari kemarin2nya, sempat tidak berniat nonton, krn beberapa DVD yang aku lihat rada kotor. Tapi yang aku beli kemarin, bagus juga.... :)
Ceritanya, bener2 ngena ama aku. Dan aku mendapatkan sebuah ide yang .... I know what I'm looking for!! -- pasti akan ketemu.!.
Keesokan paginya, nonton DVD Naruto. Selalu keren film Naruto itu. Maklumlah, meski kartun, itu bisa mengajarkan lebih dari nasihat orang tua. So, cobalah nonton Naruto bagi yang belum sempat menyentuhnya.
Makan siang bersama orang2 keren selalu menyenangkan buatku. Nambah ilmu dan ide. Nah, kemarin itu sempet makan bareng ama GM HRD nya Petrois (tulisannya bener gak ya...). Keren dan pintar orangnya, meski ada jg kekurangannya (tp bisa ditutupilah dengan kelebihan yg dia miliki ^^). Dari obrolan dia, aku tahu banyak mengenai banyak hal. Dan yang pasti ketika aku bertanya, dia ngasi jawaban yang aku cari2 selama ini... I got it!!!
yah, begitulah cara menikmati masa2 liburan. Membuat hari-hari lebih bermakna agar tidak ada penyesalan di akhir hari ^^
hv a great day for all....!!!
Tuesday, April 29, 2008
April2008
Tanggal 1 April 2008, aku merasa sendiri dan kesepian. Tanggal 30 April 2008, aku merasa kehilangan.
Di awal bulan April, hanya berusaha untuk menikmati hari-hari dengan beragam cara. Namun sangat bersyukur sekali ketika banyak sekali ajakan-ajakan untuk pergi jauh, sehingga minimal bisa menghabiskan waktu dengan sedikit keramaian bersama para kolega. Setelah itu banyak sekali ide dan rencana yang sangat cukup untuk menguras energi pikiran, sehingga tidak sempat memikirkan hal-hal yang lain, meski selalu berusaha untuk tidak melupakannya. Satu per satu rencana dimulai dan seperti biasa pula, tidak ada yang mulus diawalnya. Itu hanya mengukur seberapa jauh kesabaran dalam menghadapi kesulitan. Not a big problem actually.
Minggu-minggu terlewati dengan banyak hal. Hal-hal yang cukup berkaitan dengan masa mendatang. Namun ketika menginjak hari terakhir bulan April, posisiku kembali berada sama seperti tgl 1 April kemarin (I lost someone who I love, Mbah Gede). Lalu apakah betul sebuah semboyan, permulaan menentukan kisah selanjutnya dan akhir dari cerita itu... ?
Menurutku, itu mungkin juga betul. Dengan kata lain yang lebih simple, di dalam kelas waktu sekolah dulu, posisi duduk memang menentukan prestasi!! Percaya gak?? -- percaya-percaya aja deh....
Saat ini, ketika aku menulis satu paragraf di atas, tiba2 teringat sebuah kisah dimana aku memulainya dengan segala kebaikan dan keindahan. Namun sekarang semuanya terlihat blur dan aku hanya bisa menatapi semua ketidaknyamanan dan ketidakjelasan itu. Berharap, akhir cerita ini adalah sesuatu yang indah, meski membutuhkan proses yang sangat panjang... panjang sekali... Tapi pasti ada akhirnya, akhir yang indah ^^.
Untuk bulan May, yang pasti akan banyak kegiatan berpikir dan berpikir. Jadi, bersemangatlah.... Aku ingin membuat bulan May menjadi bulan yang special!!!!
-Putu-
Di awal bulan April, hanya berusaha untuk menikmati hari-hari dengan beragam cara. Namun sangat bersyukur sekali ketika banyak sekali ajakan-ajakan untuk pergi jauh, sehingga minimal bisa menghabiskan waktu dengan sedikit keramaian bersama para kolega. Setelah itu banyak sekali ide dan rencana yang sangat cukup untuk menguras energi pikiran, sehingga tidak sempat memikirkan hal-hal yang lain, meski selalu berusaha untuk tidak melupakannya. Satu per satu rencana dimulai dan seperti biasa pula, tidak ada yang mulus diawalnya. Itu hanya mengukur seberapa jauh kesabaran dalam menghadapi kesulitan. Not a big problem actually.
Minggu-minggu terlewati dengan banyak hal. Hal-hal yang cukup berkaitan dengan masa mendatang. Namun ketika menginjak hari terakhir bulan April, posisiku kembali berada sama seperti tgl 1 April kemarin (I lost someone who I love, Mbah Gede). Lalu apakah betul sebuah semboyan, permulaan menentukan kisah selanjutnya dan akhir dari cerita itu... ?
Menurutku, itu mungkin juga betul. Dengan kata lain yang lebih simple, di dalam kelas waktu sekolah dulu, posisi duduk memang menentukan prestasi!! Percaya gak?? -- percaya-percaya aja deh....
Saat ini, ketika aku menulis satu paragraf di atas, tiba2 teringat sebuah kisah dimana aku memulainya dengan segala kebaikan dan keindahan. Namun sekarang semuanya terlihat blur dan aku hanya bisa menatapi semua ketidaknyamanan dan ketidakjelasan itu. Berharap, akhir cerita ini adalah sesuatu yang indah, meski membutuhkan proses yang sangat panjang... panjang sekali... Tapi pasti ada akhirnya, akhir yang indah ^^.
Untuk bulan May, yang pasti akan banyak kegiatan berpikir dan berpikir. Jadi, bersemangatlah.... Aku ingin membuat bulan May menjadi bulan yang special!!!!
-Putu-
Sunday, April 27, 2008
Inspiring Monday Morning
Pagi ini, tgl 28 April 2008, setiba di kantor tiba-tiba perut terasa lapar. Oleh karena itu muncullah ide untuk nyamper ke Bapak Nasi Uduk di lantai 4 parkiran Bapindo Plaza. “Pak, nasi uduk satu ya, pake telor dan makan di sini ya”.
Dalam sekejap si Bapak mempersiapkan dua piring nasi uduk, satu buatku, satu buat bapak yang duduk didekatku. Nasi uduk ini meski terlihat sedikit, namun sangat mengenyangkan, cukup untuk menahan lapar sampai jam makan siang nanti. Harganya standar perkantoranlah, pake telor 7000 perak.
Selesai makan nasi uduk, aku nyamper am pm untuk membeli roti gandum, persiapan makan siang. Secara aku nanti gak sempat pergi makan krn banyak urusan yg harus diselesaikan saat jam istirahat.
Setiba di kantor, aktifitas dimulai dengan membuka lap top dan log in. Ketika mau connect ke internet, eh malah koneksinya lagi error. Jd, checking2 email ditunda dulu sampe nanti siang. Krn jadwal searching2 gak terlaksana, akhirnya kembali ke kerjaan deh.
Ketika membuka koneksi ke server, aku tiba2 ngelihat sebuah folder dengan nama DOCUMENT. Ketika diperhatikan, di sana ada beberapa text file yang memikat perhatianku, judulnya ada kata ‘conversation’. Ketika dibuka, aku terharu sendiri. Ternyata itu adalah catatanku setahun yang lalu (24 April 2007 red.) ketika aku masih menyandang status new comer di perusahaan sekarang. Dokumen itu adalah percakapanku dengan para user (krn waktu itu aku single fighter seperti biasa), dimana aku bertanya banyak sekali hal-hal yang sekarang kelihatannya sangat simple, namun dulu terasa teramat sulit buatku. Satu kalimat, dua kalimat, tiga kalaimat..... aku merasa, aku belajar banyak sekali dari mereka.
Terkadang kita lupa akan banyak hal yang simple, padahal karena itulah kita bisa tahu yang lebih sulit. Senang sekali aku menemukan catatan ini. Dengan demikian aku sadar kalau diriku pernah gak tahu akan hal itu dan masih harus terus belajar.
Semua hal yang aku temui di pagi hari ini, sangat memberi inspirasi untuk menjalani hari-hari selanjutnya ^^
-Putu-
Dalam sekejap si Bapak mempersiapkan dua piring nasi uduk, satu buatku, satu buat bapak yang duduk didekatku. Nasi uduk ini meski terlihat sedikit, namun sangat mengenyangkan, cukup untuk menahan lapar sampai jam makan siang nanti. Harganya standar perkantoranlah, pake telor 7000 perak.
Selesai makan nasi uduk, aku nyamper am pm untuk membeli roti gandum, persiapan makan siang. Secara aku nanti gak sempat pergi makan krn banyak urusan yg harus diselesaikan saat jam istirahat.
Setiba di kantor, aktifitas dimulai dengan membuka lap top dan log in. Ketika mau connect ke internet, eh malah koneksinya lagi error. Jd, checking2 email ditunda dulu sampe nanti siang. Krn jadwal searching2 gak terlaksana, akhirnya kembali ke kerjaan deh.
Ketika membuka koneksi ke server, aku tiba2 ngelihat sebuah folder dengan nama DOCUMENT. Ketika diperhatikan, di sana ada beberapa text file yang memikat perhatianku, judulnya ada kata ‘conversation’. Ketika dibuka, aku terharu sendiri. Ternyata itu adalah catatanku setahun yang lalu (24 April 2007 red.) ketika aku masih menyandang status new comer di perusahaan sekarang. Dokumen itu adalah percakapanku dengan para user (krn waktu itu aku single fighter seperti biasa), dimana aku bertanya banyak sekali hal-hal yang sekarang kelihatannya sangat simple, namun dulu terasa teramat sulit buatku. Satu kalimat, dua kalimat, tiga kalaimat..... aku merasa, aku belajar banyak sekali dari mereka.
Terkadang kita lupa akan banyak hal yang simple, padahal karena itulah kita bisa tahu yang lebih sulit. Senang sekali aku menemukan catatan ini. Dengan demikian aku sadar kalau diriku pernah gak tahu akan hal itu dan masih harus terus belajar.
Semua hal yang aku temui di pagi hari ini, sangat memberi inspirasi untuk menjalani hari-hari selanjutnya ^^
-Putu-
Friday, April 25, 2008
Orang-Orang yang Baik
Aku terkadang berpikir, itu juga hasil pemikiran setelah melihat banyak hal, apakah mereka semua adalah orang yang baik ?
Aku tidak tahu, aku tidak yakin, itulah jawaban yang pertama muncul.
Namun sisi baik dari diriku selalu berkata, “Putu, kalau kamu berpikiran baik, semuanya akan menjadi baik. Apapun itu”.
Dan syukurnya, aku selalu yakin akan kalimat itu. Dan syukurnya pula, apapun yang terjadi memang sesuai dengan apa yang aku pikirkan, sehingga aku selalu ‘dipaksa’ utk selalu berpikir, berkata dan berbuat yang baik.
Entah semua orang itu baik betulan atau tidak, aku hanya berpikir, mereka betul2 orang yang baik. Mereka selalu berharap agar aku mendapatkan yang terbaik dan mereka selalu memberi saran yang menurut mereka akan membawaku ke arah yang lebih baik.
Kalaupun mereka punya niat yang tidak baik, mereka akan menerima hasil ketidakbaikannya itu, lebih dari yang mereka lakukan.
Banyak orang yang suka berkata ‘asal’, banyak yang suka berpikir ‘asal’, banyak pula yang berbuat ‘asal’. Oleh karena itu, semua yg mereka peroleh hanya sebatas ‘asal’. Padahal kalau direnungkan sejenak, apa yg kita terima adalah berdasarkan apa yang kita inginkan atau apa yg telah kita lakukan atau apa yang seharusnya kita dapatkan.
Berada di tengah-tengah orang yang memiliki kepentingan, hanya seseorang yg netral aku butuhkan. Di antara orang-orang yang netral, aku hanya butuh orang yg bisa diajak berpikir. Di antara orang-orang yang bisa diajak berpikir, aku hanya butuh orang yang cerdas. Di antara orang-orang yang cerdas, aku hanya butuh orang yang berhati baik. Di antara orang-orang yang berhati baik, aku hanya butuh orang yang bisa menasihati dan menghargai.
For the last, thank you for every thing.
-Putu-
Aku tidak tahu, aku tidak yakin, itulah jawaban yang pertama muncul.
Namun sisi baik dari diriku selalu berkata, “Putu, kalau kamu berpikiran baik, semuanya akan menjadi baik. Apapun itu”.
Dan syukurnya, aku selalu yakin akan kalimat itu. Dan syukurnya pula, apapun yang terjadi memang sesuai dengan apa yang aku pikirkan, sehingga aku selalu ‘dipaksa’ utk selalu berpikir, berkata dan berbuat yang baik.
Entah semua orang itu baik betulan atau tidak, aku hanya berpikir, mereka betul2 orang yang baik. Mereka selalu berharap agar aku mendapatkan yang terbaik dan mereka selalu memberi saran yang menurut mereka akan membawaku ke arah yang lebih baik.
Kalaupun mereka punya niat yang tidak baik, mereka akan menerima hasil ketidakbaikannya itu, lebih dari yang mereka lakukan.
Banyak orang yang suka berkata ‘asal’, banyak yang suka berpikir ‘asal’, banyak pula yang berbuat ‘asal’. Oleh karena itu, semua yg mereka peroleh hanya sebatas ‘asal’. Padahal kalau direnungkan sejenak, apa yg kita terima adalah berdasarkan apa yang kita inginkan atau apa yg telah kita lakukan atau apa yang seharusnya kita dapatkan.
Berada di tengah-tengah orang yang memiliki kepentingan, hanya seseorang yg netral aku butuhkan. Di antara orang-orang yang netral, aku hanya butuh orang yg bisa diajak berpikir. Di antara orang-orang yang bisa diajak berpikir, aku hanya butuh orang yang cerdas. Di antara orang-orang yang cerdas, aku hanya butuh orang yang berhati baik. Di antara orang-orang yang berhati baik, aku hanya butuh orang yang bisa menasihati dan menghargai.
For the last, thank you for every thing.
-Putu-
Monday, April 21, 2008
Telpon Tulalit

Telepon telepon… salah satu benda yang bisa dikatakan manis tapi menyakitkan. Sangat berguna namun bisa nyebabin telingaku terngiang-ngiang dan kepalaku nge-hang!!! (bukan krn radiasinya, namun krn semua permasalahan yang disampaikan lewat telpon :d)
Hari ini, udara Jakarta sedikit kurang mendukung kreatifitas. Terlalu muram, sehingga membuat sedikit kurang berselera utk mengeluarkan semua ide2 yg bertebaran di dunia antah barantah.
Ketika berniat nelpon, krn urusan penting tentunya, eh malah disambut oleh nada tulalit. Sebetulnya, setelah di cek dan ricek, ternyata bukan krn di luar area atau krn HP rusak atau nomer tidak aktif lagi, namun krn punya kebanyakan nomer orangnya dan sukanya gonta ganti sim card. Setelah mengetahui alasan itu, bukannya tambah bersimpati, malah membuat aku sedikit berpikir yang ya…. Gitu deh…
Kepikiran aja sebetulnya, kalau orang lain cuman tahu nomer yang satu itu aja. Terus mereka punya info yang luar biasa pentingnya dan yang nelpon juga orang penting, terus saat itu lagi gak pasang nomer yang diketahui itu, gimana dong…..
Yang nelpon juga gondok juga jadinya…. (mungkin sie…)
Solusinya, kalau punya banyak nomer, belilah banyak devicenya juga. Aman toh!!! Meski tas jadinya kaya tas-nya sales barang elektronik.
Sebetulnya lagi, bisa berbicara seperti ini, karena dahulu kala aku pernah mengalami nasib serupa. Ditelpon orang yang menurut aku penting tapi gak kesampaian karena aku ganti nomer. Alhasil, setiap ganti nomer, ya… harus mengumumkannya ke semua pihak yang terkait deh ^^ (oleh krn itu juga sampai saat ini aku belum tergoda oleh promosi2 dari semua provider yang ada)
Meski cuaca mendung, bersemangatlah… !!! ^^
Wednesday, April 16, 2008
Films

Bercerita mengenai film, akhir-akhir ini ada beberapa film yang sepertinya sangat ngetren. Ayat-ayat Cinta mungkin salah satunya, sampai-sampai para pejabatpun dengan penuh semangat menonton film tersebut. Ada apakah di balik film itu… Tentu ada sesuatu yang menurut mereka bermakna sehingga pantas untuk ditonton.
Jadi inget lagi dengan film Naga Bonar 2. Kenapa film itu tidak se-ngetren film Ayat-Ayat Cinta ya… Padahalkan maknanya gak jauh beda ‘nonjok’nya. Setidaknya aku gak nemu penjual CD bajakan Naga Bonar 2 sampai di bis-bis kota. Dan terus terang, bukannya aku tidak cinta film Indonesia, cuman tidak tahu kenapa (mungkin krn saking ngetrennya kali ya), di tengah-tengah kesibukan orang meributkan film Ayat-Ayat Cinta, aku malah hunting film Love in the time of cholera, the fall, conspiracy, menanti-nanti forbidden kingdom, etc. Gak tahu kapan aku akan berminat menonton film itu.
Menonton film, kemudian menganalisanya, kemudian menceritakannya kembali kepada orang-orang yang berminat, kayanya sudah menjadi salah satu pekerjaanku dari kecil ^^ .
Gak heran juga kalau di rumah dulu betah berhari-hari gak keluar, demi menonton film-film kesayangan, atau rela berlari-lari menyelesaikan kerjaan demi menonton film di TV yang hendak tayang.
Kemarin ada yang bercerita bahwa cerita-cerita dalam film adalah khayalan belaka, apalagi yang mengenai cerita-cerita cinta. Hmmmnnmm, setelah berpikir sejenak, aku tidak sepenuhnya setuju akan hal itu. Dari kisah nyata, tentu akan sangat bisa sekali dijadikan cerita film. Dan tidak menutup kemungkinan, dari sebuah cerita yang dianggap khayalan, akan bisa terjadi dalam dunia nyata. Karena pada dasarnya, manusia berkreatifitas kan cenderung mencontoh apa yang sudah ada. Hanya diubah pola dan cara penyampaiannya saja.
* tiba-tiba keinget satu kalimat yang pernah disepakati bersama Dik Wauwak, ‘Mistis membuat kreatif’ – hehehe gak nyambung kayanya ^^ .
Friday, April 11, 2008
Selamat Datang Dunia!!!

Sedikit demi sedikit mengenal dunia, sedikit demi sedikit bisa membuka mata, juga sedikit demi sedikit bisa membuka telinga ^^
Kata orang dunia seluas daun kelor. Aku pikir memang demikian kalau kita menganggapnya demikian, namun akan menjadi hamparan daun kelor yang luasnya tak terkira ketika kita memandangnya dengan sedikit berbeda.
Selalu lapar akan pengetahuan sangat menguntungkan, meski terkadang menyusahkan juga. Mengetahui banyak hal sangat menyenangkan, meski selalu teringat akan pesan teman ‘Putu, tidak baik terlalu banyak tahu’. Sebetulnya gak banyak lagi.... cuman terlihat banyak aja, padahal sebetulnya itu hanya secuil dari sebongkah besar dari yang seharusnya diketahui.
Dunia itu sangat banyak jenisnya. Secara garis besar mungkin bisa dibagi dua, dunia nyata dan dunia maya. Kemudian dunia nyata bisa di drill down ke dalam banyak kategori. Setiap kategori bisa lagi dipecah menjadi banyak sub kategori, begitu seterusnya.
Mengenal setiap mahluk yang berkutat di setiap dunia tersebut adalah sebuah pelajaran yang sangat penting dan bermanfaat. Mengamati setiap dunia yang ada mungkin adalah kewajiban karena tanpa disadari kita akan(harus) memilih satu dunia yang akan kita tinggali. Sebuah dunia yang harus kita rawat dan pelihara agar tetap terjaga keindahannya.
Tatkala sebuah dunia terlihat begitu indah, tidak sepenuhnya itu indah. Selayaknya bulan yang terlihat sangat cantik dari jarak ribuan kilometer, namun mungkin akan terlihat sangat jelek ketika disentuh dari jarak 30 cm. Mungkin oleh karena itu kita harus mempelajari sedikit demi sedikit setiap dunia yang ada, apapun itu! – minimal tahu.
Contoh simple, dunia ke-sapi-an. Ternyata kalau dihitung-hitung, 1 kilogram daging sapi sama dengan jumlah jagung jatah untuk 6 orang. Tinggal memilih saja, mau makan 1 kilogram daging sapi sendirian alias menghabiskan jatah makan 6 orang (jatah jagung), atau tidak perlu makan 1 kg daging sapi, namun makan jagung rame-rame ber-enam. Hehehe ^^
Contoh-contoh yang serius gak usah dulu ditulis disini, nanti artikelnya bukan selamat datang dunia lagi jadinya ^^
So, prepare yourselves for the world!!!!
*inspired by all memories in my life.
Thursday, April 10, 2008
Cipayung
“Gdbuar...... “
“aaaaaa....” tiba-tiba terdengar teriakan di sebuah kamar, tepatnya di sebuah penginapan di kawasan Cipayung, Bogor, Jawa Barat.
Sore itu, suasana begitu mencekam, seperti cerita-cerita dalam buku cerita, dimana ada sekelompok orang pergi ke villa di puncak bukit. Setiba di villa, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya, petir menyambar-nyambar dan lampu mati dengan meninggalkan kegelapan yang menakutkan. Semua orang berkumpul di ruang tengah sambil menyaksikan kilat dari balik jendela.
Perut lapar, hawa dingin, perasaan cemas begitu menyelimuti benak setiap orang yang duduk diam di sofa villa itu.
“Yea.......... lampu nyala lagi...” teriak salah satu dari beberapa orang tersebut. Semuanya terlihat begitu riang dan dengan semangat membara langsung menghampiri meja makan yang sudah menanti untuk dijamah.
Itulah sekelumit kisah malam pertamaku di Cipayung ketika ada tugas kantor bersama rekan-rekan dari Bank Mandiri ^^.
Hari pertama yang bisa dibilang sangat memberi kesan. Banyak hal yang mengingatkan akan kampung halaman, secara dari kemarin-kemarin aku merencanakan kapan aku akan pulang kampung.... kegiatan yang sangat dinanti-nanti sebetulnya.
Pertama tiba di Cipayung, aku langsung lari ke taman, menghirup segarnya aroma rumput, kemudian mengambil HP dan memotret setangkai bunga yang catched my eyes at first sight. Kemudian masuk ke kamar, selayaknya rumah sendiri. Ketika membuka korden, aku melihat seorang anak bergumam “semir pak, semir pak...”.
Awalnya aku tidak menggubris anak tersebut karena aku tidak punya sepatu yang harus di semir, namun ketika aku berniat ke taman lagi, tiba-tiba aku ngelihat anak tadi sedang nyemir sepatu pak sopir. Aku tersenyum seperti biasa dan langsung duduk di sebelah anak kecil itu.

Aku ngajak dia ngobrol, ternyata dia masih kelas 3 SD, bernama Ahlan kalau tidak salah dengar, dia selalu kerja sepulang sekolah. Betul-betul menyentuh perasaanku. Mungkin kalau aku punya uang banyak, mungkin saja aku sudah punya banyak yayasan(charity), secara dari kecil suka sekali berbagi cerita dengan mereka. Ternyata betul juga ramalan, bahwa aku sepertinya akan menjadi tempat berlabuh orang-orang pelarian. Sampai sekarang aku masih belajar memahami kalimat itu.
Cara dia nyemir sepatu betul-betul mengingatkan akan masa-masa SMA dulu. Setiap hari nyemir sepatu PDH, PDL, pesiar. Cara paling simple, ambil sikat, colek semir Kiwi (kualitas standard), gosokkan ke sepatu (rada tebelan dikit) kemudian di jemur sebentar, setelah itu gosok dengan kain atau sikat yg rada lembut. Cukuplah untuk membuat sepatu kinclong. Untuk hasil yang lebih maksimal, ada cara-cara yang lebih wahid!! ^^
Anak itu lucu banget, selesai nyemir dia malu-malu gitu nyari si pak sopir. Dia sebetulnya mau balikin sepatunya sekaligus minta uang ongkos nyemir. Ternyata bapaknya gak tahu pergi kemana. Bapak yang lain mengatakan kalau dia udah pulang. Si anak tukang semir terlihat kecewa, meski di wajahnya masih tersirat garis senyum. Akhirnya aku manggil dia dan ngasi 2000 perak. Ketika dia mau pergi, eh si pak sopir tadi tiba-tiba datang dari mushola. Si anak terlihat sumringah ^^ . Kemudian dia mendapat satu pasang sepatu lagi untuk disemir. Sama seperti sebelumnya, dia menyemir dengan semangat 45 dan aku sangat senang melihat cara kerja dia. Setelah semuanya selesai, pak sopir ngasi dia ongkos dan diapun bergegas pergi dengan senyum yang disembunyikan sambil melirik aku dan mengucapkan “terima kasih Bu...”
Senang sekali aku melihat anak itu, tidak tahu kenapa. Aku terasa dibawa ke masa-masa anak-anakku. Anak kecil yang tidak pernah putus asa dalam menjalani kehidupan.
Bersemangatlah!!!
“aaaaaa....” tiba-tiba terdengar teriakan di sebuah kamar, tepatnya di sebuah penginapan di kawasan Cipayung, Bogor, Jawa Barat.
Sore itu, suasana begitu mencekam, seperti cerita-cerita dalam buku cerita, dimana ada sekelompok orang pergi ke villa di puncak bukit. Setiba di villa, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya, petir menyambar-nyambar dan lampu mati dengan meninggalkan kegelapan yang menakutkan. Semua orang berkumpul di ruang tengah sambil menyaksikan kilat dari balik jendela.
Perut lapar, hawa dingin, perasaan cemas begitu menyelimuti benak setiap orang yang duduk diam di sofa villa itu.
“Yea.......... lampu nyala lagi...” teriak salah satu dari beberapa orang tersebut. Semuanya terlihat begitu riang dan dengan semangat membara langsung menghampiri meja makan yang sudah menanti untuk dijamah.
Itulah sekelumit kisah malam pertamaku di Cipayung ketika ada tugas kantor bersama rekan-rekan dari Bank Mandiri ^^.
Hari pertama yang bisa dibilang sangat memberi kesan. Banyak hal yang mengingatkan akan kampung halaman, secara dari kemarin-kemarin aku merencanakan kapan aku akan pulang kampung.... kegiatan yang sangat dinanti-nanti sebetulnya.
Awalnya aku tidak menggubris anak tersebut karena aku tidak punya sepatu yang harus di semir, namun ketika aku berniat ke taman lagi, tiba-tiba aku ngelihat anak tadi sedang nyemir sepatu pak sopir. Aku tersenyum seperti biasa dan langsung duduk di sebelah anak kecil itu.
Aku ngajak dia ngobrol, ternyata dia masih kelas 3 SD, bernama Ahlan kalau tidak salah dengar, dia selalu kerja sepulang sekolah. Betul-betul menyentuh perasaanku. Mungkin kalau aku punya uang banyak, mungkin saja aku sudah punya banyak yayasan(charity), secara dari kecil suka sekali berbagi cerita dengan mereka. Ternyata betul juga ramalan, bahwa aku sepertinya akan menjadi tempat berlabuh orang-orang pelarian. Sampai sekarang aku masih belajar memahami kalimat itu.
Cara dia nyemir sepatu betul-betul mengingatkan akan masa-masa SMA dulu. Setiap hari nyemir sepatu PDH, PDL, pesiar. Cara paling simple, ambil sikat, colek semir Kiwi (kualitas standard), gosokkan ke sepatu (rada tebelan dikit) kemudian di jemur sebentar, setelah itu gosok dengan kain atau sikat yg rada lembut. Cukuplah untuk membuat sepatu kinclong. Untuk hasil yang lebih maksimal, ada cara-cara yang lebih wahid!! ^^
Anak itu lucu banget, selesai nyemir dia malu-malu gitu nyari si pak sopir. Dia sebetulnya mau balikin sepatunya sekaligus minta uang ongkos nyemir. Ternyata bapaknya gak tahu pergi kemana. Bapak yang lain mengatakan kalau dia udah pulang. Si anak tukang semir terlihat kecewa, meski di wajahnya masih tersirat garis senyum. Akhirnya aku manggil dia dan ngasi 2000 perak. Ketika dia mau pergi, eh si pak sopir tadi tiba-tiba datang dari mushola. Si anak terlihat sumringah ^^ . Kemudian dia mendapat satu pasang sepatu lagi untuk disemir. Sama seperti sebelumnya, dia menyemir dengan semangat 45 dan aku sangat senang melihat cara kerja dia. Setelah semuanya selesai, pak sopir ngasi dia ongkos dan diapun bergegas pergi dengan senyum yang disembunyikan sambil melirik aku dan mengucapkan “terima kasih Bu...”
Senang sekali aku melihat anak itu, tidak tahu kenapa. Aku terasa dibawa ke masa-masa anak-anakku. Anak kecil yang tidak pernah putus asa dalam menjalani kehidupan.
Bersemangatlah!!!
Hidupku Seru
Kenyamanan membaca novel berjudul Heretic sedikit terganggu ketika ada suara memanggil, “Putu... lihat deh milik saya”. Dengan berbegegas menghampiri, ternyata ada satu dus besar tupperware. “Hmmm, ternyata kita udah banyak berinvestasi ya mbak. Kira2 berapa duit itu semua ya??” sambil tersenyum memulai pembicaraan masa lalu.
Pembicaraan mengenai tupperware membawa aku kembali ke masa-masa kuliah, dimana aku adalah salah satu agen tupperware. Sangat menyenangkan, lumayan untungnya bisa buat beli tupperware untuk diri sendiri. Sometimes, beliin ibu juga beberapa table ware-nya.
Semua keuntungan itu mulai memudar ketika ada peraturann dari kampus bahwa kampus adalah tempat belajar, bukan tempat untuk bisnis pribadi.
Sebetulnya lucu juga kalau ingat masa itu, aku kalau nawarin produk gak tanggung-tanggung juga sie, dekan aja di tawarin hehehehe. Dekan-nya asik banget orangnya, makan pagi sering bareng juga ama dia di parkiran. Dia nyantai banget orangnya dan yang pasti aku sangat kagum dengan dia. Meski aku pernah dapet ‘C’ untuk metode numeric ^^.
Bisnis sebetulnya tetep jalan, tapi rada sembunyi-sembunyi hehehe. Bisnis oriflame-nya juga semakin lancar. Namun akhirnya oriflame berakhir juga ketika aku gak bisa bangun seminggu, dan setelah itu gak ada niat sama sekali untuk berbisnis. Bertahan hidup saja sudah ngos-ngosan, apalagi mau berbisnis. Tepar akunya!!
Ketika ada peraturan ‘dilarang berbisnis pribadi’, muncul ide lain yaitu mahasiswa tetap boleh jualan namun untuk kepentingan jurusan. Nah, kebetulan banget waktu itu aku jadi ketua koordinasi bagian pendanaan. Bagaimana cara mengumpulkan dana dengan cepat, ya dengan jualan. Karena kita dilarang untuk nyari-nyari sponsor ke perusahaan rokok untuk kegiatan. Alhasil, berjualanlah aku di kampus, mulai dari makanan sehari-sehari sampai fotocopy buku yang tebel-tebel dan yang susah dicari di toko buku. Tentu beberapa persen masuk kantongku juga, selaku aku kan yang nyari channel untuk harga-harga termurah ^^ (tetep gak mau rugi!!)
Kemarin denger-denger dari junior, katanya sekarang peraturannya udah makin ketat. Jualan untuk kepentingan khalayak ramaipun sudah tidak boleh. Kasian banget!!!
Sebetulnya berjualan itu sangat menyenangkan, sekarangpun masih punya cita-cita untuk jualan (bikin mix resto). Semoga nanti tercapai. Nyari modal dululah hehehehe
Sejak SD aku udah senang jualan, teringat lagi waktu memaksa ibu untuk bangun lebih pagi guna membuat makanan (sayur yang dibungkus kecil-kecil) untuk aku jual di sekolah. Hasil jualan, masuk ke celengan tentunya hehehehe. Kalau makanan ada yang sisa, habis dibagi-bagi ama temen-temen sepulang sekolah. Sangat menyenangkan. Di sore hari, minta dibuatin pisang goreng. Keliling aja jualan pisang goreng. Tidak pernah terpikirkan rasa malu atau bagaimana. Yang terpikirkan hanya, ini kan salah satu proses belajar dan aku gak mau rugi dengan cara mengeluarkan uang untuk membeli pisang goreng di tempat lain. Mending, aku bikin sendiri dan jualin orang-orang. Makan gratis, untung juga dapet toh ^^.
Mungkin karena diketahui memiliki pola hidup seperti itu akhirnya banyak sekali sobat yang menawarkan bisnis. Sebetulnya sekarang aku kurang badan aja untuk ngelakonin semua itu. Sekarang mulai memilih aja, kira-kira mana yang paling memberi keuntungan terbesar (menurutku...). Semakin menyadari juga kalau aku bukan super wonder woman yang tidak ada matinya.
Sangat menyenangkan mengenang masa lalu. Menikmati segala keterbatas dan kelebihan yang dimiliki membuat hidup terasa lebih bermakna.
Good luck for everybody.... !!!
Pembicaraan mengenai tupperware membawa aku kembali ke masa-masa kuliah, dimana aku adalah salah satu agen tupperware. Sangat menyenangkan, lumayan untungnya bisa buat beli tupperware untuk diri sendiri. Sometimes, beliin ibu juga beberapa table ware-nya.
Semua keuntungan itu mulai memudar ketika ada peraturann dari kampus bahwa kampus adalah tempat belajar, bukan tempat untuk bisnis pribadi.
Sebetulnya lucu juga kalau ingat masa itu, aku kalau nawarin produk gak tanggung-tanggung juga sie, dekan aja di tawarin hehehehe. Dekan-nya asik banget orangnya, makan pagi sering bareng juga ama dia di parkiran. Dia nyantai banget orangnya dan yang pasti aku sangat kagum dengan dia. Meski aku pernah dapet ‘C’ untuk metode numeric ^^.
Bisnis sebetulnya tetep jalan, tapi rada sembunyi-sembunyi hehehe. Bisnis oriflame-nya juga semakin lancar. Namun akhirnya oriflame berakhir juga ketika aku gak bisa bangun seminggu, dan setelah itu gak ada niat sama sekali untuk berbisnis. Bertahan hidup saja sudah ngos-ngosan, apalagi mau berbisnis. Tepar akunya!!
Ketika ada peraturan ‘dilarang berbisnis pribadi’, muncul ide lain yaitu mahasiswa tetap boleh jualan namun untuk kepentingan jurusan. Nah, kebetulan banget waktu itu aku jadi ketua koordinasi bagian pendanaan. Bagaimana cara mengumpulkan dana dengan cepat, ya dengan jualan. Karena kita dilarang untuk nyari-nyari sponsor ke perusahaan rokok untuk kegiatan. Alhasil, berjualanlah aku di kampus, mulai dari makanan sehari-sehari sampai fotocopy buku yang tebel-tebel dan yang susah dicari di toko buku. Tentu beberapa persen masuk kantongku juga, selaku aku kan yang nyari channel untuk harga-harga termurah ^^ (tetep gak mau rugi!!)
Kemarin denger-denger dari junior, katanya sekarang peraturannya udah makin ketat. Jualan untuk kepentingan khalayak ramaipun sudah tidak boleh. Kasian banget!!!
Sebetulnya berjualan itu sangat menyenangkan, sekarangpun masih punya cita-cita untuk jualan (bikin mix resto). Semoga nanti tercapai. Nyari modal dululah hehehehe
Sejak SD aku udah senang jualan, teringat lagi waktu memaksa ibu untuk bangun lebih pagi guna membuat makanan (sayur yang dibungkus kecil-kecil) untuk aku jual di sekolah. Hasil jualan, masuk ke celengan tentunya hehehehe. Kalau makanan ada yang sisa, habis dibagi-bagi ama temen-temen sepulang sekolah. Sangat menyenangkan. Di sore hari, minta dibuatin pisang goreng. Keliling aja jualan pisang goreng. Tidak pernah terpikirkan rasa malu atau bagaimana. Yang terpikirkan hanya, ini kan salah satu proses belajar dan aku gak mau rugi dengan cara mengeluarkan uang untuk membeli pisang goreng di tempat lain. Mending, aku bikin sendiri dan jualin orang-orang. Makan gratis, untung juga dapet toh ^^.
Mungkin karena diketahui memiliki pola hidup seperti itu akhirnya banyak sekali sobat yang menawarkan bisnis. Sebetulnya sekarang aku kurang badan aja untuk ngelakonin semua itu. Sekarang mulai memilih aja, kira-kira mana yang paling memberi keuntungan terbesar (menurutku...). Semakin menyadari juga kalau aku bukan super wonder woman yang tidak ada matinya.
Sangat menyenangkan mengenang masa lalu. Menikmati segala keterbatas dan kelebihan yang dimiliki membuat hidup terasa lebih bermakna.
Good luck for everybody.... !!!
Thursday, April 03, 2008
Thinking of You -- Kitaro

Musiknya Kitaro merupakan salah satu jenis musik yg pas banget di telingaku. Beberapa hari yg lalu, tanpa disangka tanpa diduga, ada teman yg menyodorkan flash disk kecil sambil berkata “ini lagu Kitaro”. Dengan senyum lebar menyambut sapaan itu, “wah… terima kasih banyak”
Ada dua folder dalam flash disk itu. Folder pertama (Best of Kitaro) sebetulnya sudah pernah aku copy namun sangat disayangkan ketika tangan tanpa sengaja menekan ‘ok’ ketika ada pertanyaan delete or not. Folder kedua (album Thinking of You) terdiri dari banyak lagu yg ternyata sangat bagus2. Biasanya, ketika aku menemukan lagu baru, apapun itu, aku akan mendengarkan seluruh lagu sampai akhirnya ada sebuah lagu/musik yg ngena banget di telinga, kepala dan hati, entah krn musiknya atau liriknya.
Dan salah satu musik Kitaro dalam album Thinking of You, yg berjudul ‘Thinking of You’ ini tiba2 membuat aku menekan2 MP3 player-ku, mencari tahu sebetulnya apa sih judul musik ini, secara aku sebelumnya gak ngeh akan judul semua musik yg ada di list (krn baru copy kan…). Musik yg satu ini membuat aku merasa gimana gitu… intinya, musik yg satu ini sangat menginspirasi aku!!
Memang aku bukan ahli dalam dunia permusikan. Main alat musik aja setengah mati gak bisa2, menyedihkan!! Kasian yg ngajarin sih sebetulnya ^^
Meski demikian aku selalu menemukan lagu2/musik2 yg pas banget dengan diriku. Entah krn liriknya atau jenis musiknya. Aku menyebutnya ‘berjodoh’. Semuanya adalah nemu alias tidak disengaja proses mendapatkannya. Mungkin hanya dengan cara seperti ini keahlian dalam bermusikku bisa diasah. Meski tidak bisa main alat musik, mungkin saja aku adalah orang yg membuat lirik lagunya… hehehe
Musik2nya Kitaro sangat mengingatkan akan masa2 SMA dulu, tepatnya waktu kelas III. Aku lupa judul salah satu musiknya itu apa, kita nyebutnya musik setan. Serem banget!!! Siang2 aja dengerinnya merinding, apalagi malam. Tapi semua musiknya Kitaro selalu mengiringiku dalam tidurku.
Kalau sekarang, musiknya Kitaro menemaniku dalam beraktivitas, ntah di kantor atau saat relaksasi di rumah.
For the last, Kitaro adalah salah satu inspiratorku -- I found something from his experiences, which made me more understand with something called ‘Taksu’. And one sentence from him is fit with me, “Nature inspires me. I am only a messenger” ^-^
http://en.wikipedia.org/wiki/Kitaro
Wednesday, April 02, 2008
Idealis Dilematis

Dua puluh lima tahun menghirup segala udara di bumi tercinta ini sungguh merupakan waktu yg cukup untuk memenuhi pundi-pundi udara kehidupanku dengan beragam idealisme dari orang2 sekitar.
Ternyata semua idealisme itu sangat berkaitan dengan dilematisnya kehidupan…ku.
Kata orang, anak kecil lebih mudah dididik dibandingkan orang dewasa. Tentu karena anak kecil masih polos dan belum memiliki ‘pola pikirnya’ sendiri. Idealisme2 yg diajarkan tentu akan bisa melekat dengan mudahnya di ingatan para anak2 tersebut. Oleh karena itu diharapkan agar semua yg diajarkan adalah hal2 yg baik (yg menurut pengajarnya baik…).
Berada di lingkungan orang2 idealis yg memiliki idealisme yg kuat, ternyata aku sangat menikmatinya. Belajar dari mereka adalah suatu aktivitas yg sangat menyenangkan. Namun sangat dilematis, ketika semua idealisme itu sudah menjadi bagian kehidupanku, saat itu juga aku melihat hal2 yg bertolak belakang dengan semua idealisme itu. Sehingga seringlah muncul pertanyaan, apakah sekarang aku harus menjadi orang yg idealis ? atau menjadi orang yg pro dengan semua hal2 ‘terlarang’ itu. Pertanyaan yg mungkin cukup sulit utk dijawab, krn berkaitan dengan banyak sisi kehidupan.
Aku jadi inget ama social club beberapa minggu lalu, dimana aku berperan sebagai seorang politikus (pekerjaan yg tidak pernah terpikirkan seumur-umur) yg memiliki seorang anak laki-laki yg tertangkap krn memiliki narkoba, padahal waktu aku muda ceritanya aku sebagai aktivis yg mendukung hukuman mati utk penjahat narkoba. Dalam cerita saja aku sudah merasa kehidupanku sangat dilematis… Ternyata di dunia nyata lebih banyak lagi hal2 dilematis yg aku temui (semakin banyak) dan semuanya bertentangan dengan idealisme2 yg aku miliki selama ini.
Mungkin kalau diibaratkan tangan kiri pegang extraordinary kopi tubruk ( kopi tubruk + telur bebek mentah + garam) dan tangan kanan pegang mix juice (strawberry + blueberry + madu), tinggal memilih saja mau minum yg mana. Extraordinary kopi tubruk itu sangat mudah dibuatnya (krn bahan2nya sudah punya), namun ketika ditelen… ya rasanya gak kebayang lagi deh namun bisa memaksa mata utk melek semaleman. Mix juice itu sulit juga dibuatnya, secara harus membeli buah, gula dan madu dulu dan harus punya blender, namun rasanya …. enyak enyak enyak…. dan bagus utk kesehatan!!!
Sempat terpikirkan, mungkin kalau tidak seperti ini, kehidupan akan sangat monoton, gak ada seru2nya. Kalau ada yg membuat kita jadi idealis, pasti ada hal2 yg membuat kita berada di posisi dilematis. Mungkin kalau kita tidak memiliki idealisme, mungkin saja kita tidak akan merasakan kedilematisan kehidupan ini.
Idealis dilematis idealis dilematis idealis dilematis idealis dilematis…. ^^
Monday, March 31, 2008
Gila vs Waras
Makan siang mungkin salah satu aktivitas yg cukup lumayan utk melepas ketegangan otak, meski kadang2 aku lebih nikmat jika makan siang ditemani komputer, alias makan di kantor (gak turun ke food court).
Pembicaraan ringan, terlepas dari segala program2 dan permasalahan dunia komputer, cukup memberi ide utk membahas definisi gila dan waras ^^
Gila, hmmm mungkin ada 1001 definisi dari sebuah kata gila. Ada yg mendefinisikan bahwa orang disebut gila jika melakukan hal2 yg diluar norma. Namun apakah tidak ada kemungkinan bahwa orang yg menjalani norma2 itu adalah orang yg gila ? krn sebetulnya norma itu mungkin saja dibuat oleh orang gila. Jadi semuanya adalah pengikut orang gila, alias semuanya adalah orang gila!!
Apakah orang yg senyum2 sendiri bisa dikatakan gila ? – belum tentu.!
Dia tersenyum karena mungkin merasa bahagia dan ingin menikmatinya sendiri. Oleh krn itu dia cengar cengir sendiri.
Dan muncullah pertanyaan di akhir perbincangan yg menimbulkan gelak tawa yg menyedakkan ini, lalu sebetulnya adakah orang gila di dunia ini ? atau adakah orang waras di dunia ini ?
Memang gila dan waras beda tipis, tergantung kita memandangnya dari sisi sebelah mana.
Tidak heran kalau aku adalah salah satu orang yg sangat senang berbicara mengenai hal2 kaya gini, secara dari kecil suka membahas hal2 yg jauh dari logika. Mungkin krn sudah capek juga berpikiran logis kali ya…, jadinya mencari celah lain utk menetralkan otak, hehehe. Tidak banyak orang yg bisa diajak dan senang berbicara mengenai hal2 yg kedengarannya sepele (atau mungkin malah terlalu berat). Oleh karena itu bermunculanlah komunitas2 yg orang2nya bisa dikatakan sedikit berbeda (katanya…). Dan tentunya, aku jg mempunyai teman2 yg bisa diajak ngobrol khusus mengenai hal2 yg mungkin kebanyakan orang gak mau dengerin…
Sometimes, kalau kita berada di lingkungan yg berbeda, memang sudah wajar kalau kita mungkin dikatakan orang yg aneh, meski bisa jadi bahwa orang yg mengatakan kita aneh itu adalah orang yg aneh sesungguhnya. – muter2 ngomongnya… :d
Oleh karena itu kita diharapkan sekali utk selalu belajar menyesuaikan diri (mengutip dari nasihat orang tua).
Melihat, mengalami, melakukan banyak hal dalam rangka menyesuaikan diri dengan kebiasaan orang lain memang sangat menyenangkan meski ada jg masanya untuk jenuh. Dan bisa jadi dikala kita tidak mampu menyesuaikan diri lagi dengan kebiasaan orang di sekitar, alhasil kita dibilang orang yg gila. Padahal sebetulnya waras waras aja.
Jadi…, sebetulnya apakah diri anda waras ?? atau gila ?? – silahkan direnungkan sendiri!! ^^
Pembicaraan ringan, terlepas dari segala program2 dan permasalahan dunia komputer, cukup memberi ide utk membahas definisi gila dan waras ^^
Gila, hmmm mungkin ada 1001 definisi dari sebuah kata gila. Ada yg mendefinisikan bahwa orang disebut gila jika melakukan hal2 yg diluar norma. Namun apakah tidak ada kemungkinan bahwa orang yg menjalani norma2 itu adalah orang yg gila ? krn sebetulnya norma itu mungkin saja dibuat oleh orang gila. Jadi semuanya adalah pengikut orang gila, alias semuanya adalah orang gila!!
Apakah orang yg senyum2 sendiri bisa dikatakan gila ? – belum tentu.!
Dia tersenyum karena mungkin merasa bahagia dan ingin menikmatinya sendiri. Oleh krn itu dia cengar cengir sendiri.
Dan muncullah pertanyaan di akhir perbincangan yg menimbulkan gelak tawa yg menyedakkan ini, lalu sebetulnya adakah orang gila di dunia ini ? atau adakah orang waras di dunia ini ?
Memang gila dan waras beda tipis, tergantung kita memandangnya dari sisi sebelah mana.
Tidak heran kalau aku adalah salah satu orang yg sangat senang berbicara mengenai hal2 kaya gini, secara dari kecil suka membahas hal2 yg jauh dari logika. Mungkin krn sudah capek juga berpikiran logis kali ya…, jadinya mencari celah lain utk menetralkan otak, hehehe. Tidak banyak orang yg bisa diajak dan senang berbicara mengenai hal2 yg kedengarannya sepele (atau mungkin malah terlalu berat). Oleh karena itu bermunculanlah komunitas2 yg orang2nya bisa dikatakan sedikit berbeda (katanya…). Dan tentunya, aku jg mempunyai teman2 yg bisa diajak ngobrol khusus mengenai hal2 yg mungkin kebanyakan orang gak mau dengerin…
Sometimes, kalau kita berada di lingkungan yg berbeda, memang sudah wajar kalau kita mungkin dikatakan orang yg aneh, meski bisa jadi bahwa orang yg mengatakan kita aneh itu adalah orang yg aneh sesungguhnya. – muter2 ngomongnya… :d
Oleh karena itu kita diharapkan sekali utk selalu belajar menyesuaikan diri (mengutip dari nasihat orang tua).
Melihat, mengalami, melakukan banyak hal dalam rangka menyesuaikan diri dengan kebiasaan orang lain memang sangat menyenangkan meski ada jg masanya untuk jenuh. Dan bisa jadi dikala kita tidak mampu menyesuaikan diri lagi dengan kebiasaan orang di sekitar, alhasil kita dibilang orang yg gila. Padahal sebetulnya waras waras aja.
Jadi…, sebetulnya apakah diri anda waras ?? atau gila ?? – silahkan direnungkan sendiri!! ^^
Thursday, March 13, 2008
When the word is yours
Word dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah kata. Sebetulnya kata itu apa sih artinya. Mungkin kalau ingin melihat arti harfiahnya, silahkan saja cek di kamus besar bahasa Indonesia. Namun menurutku, kata adalah sebuah cara utk mengekspresikan diri atau sebuah cara menyampaikan pikiran dan perasaan.
Ketika kita memiliki kemampuan utk mengucapkan kata-kata, dalam artian kita punya mulut yg bisa mengeluarkan suara dalam bentuk rangkaian kata-kata, ada baiknya jika belajar utk mengungkapkan isi kepala maupun isi hati dalam kata-kata -- Meski terkadang kita tidak ingin.
Mungkin ada yg mengatakan, action atau tindakan lebih memiliki nilai daripada sekedar perkataan. Ya!! Aku setuju sekali.
Namun, tidak banyak orang yg memiliki kebiasaan ‘sedikit bicara, banyak kerja atau menunjukkan sesuatu lewat action’. Ada yg memiliki kebiasaan ‘sedikit bicara, tp action nya juga alon-alon’ sehingga membuat orang bertanya-tanya ‘sebetulnya orang ini maunya apa sih… gak jelas!!!’
Memang ada hal-hal yg dengan mudahnya kita ucapkan lewat kata, ada hal-hal yg dengan mudahnya bisa kita tunjukkan dalam tindakan. Namun tidak sedikit hal-hal yg membutuhkan pemikiran dikala kita ingin menyampaikannya lewat kata maupun lewat tindakan. Namun, tidak ada salahnya belajar utk tidak membuat orang lain kebingungan akan sikap kita. Tidak mudah dan tidak gampang memang.!.
Selagi bisa mengucapkan kata-kata, katakanlah apa yg ingin dikatakan. Selagi bisa menulis, tulislah apa yg ingin ditulis. Selagi bisa berjalan, melangkahlah sejauh mungkin yg diinginkan. Selagi bisa bercita-cita, bercita2lah setinggi langit. Selagi bisa berharap, berharaplah sebanyak mungkin.
Ketika kita memiliki kemampuan utk mengucapkan kata-kata, dalam artian kita punya mulut yg bisa mengeluarkan suara dalam bentuk rangkaian kata-kata, ada baiknya jika belajar utk mengungkapkan isi kepala maupun isi hati dalam kata-kata -- Meski terkadang kita tidak ingin.
Mungkin ada yg mengatakan, action atau tindakan lebih memiliki nilai daripada sekedar perkataan. Ya!! Aku setuju sekali.
Namun, tidak banyak orang yg memiliki kebiasaan ‘sedikit bicara, banyak kerja atau menunjukkan sesuatu lewat action’. Ada yg memiliki kebiasaan ‘sedikit bicara, tp action nya juga alon-alon’ sehingga membuat orang bertanya-tanya ‘sebetulnya orang ini maunya apa sih… gak jelas!!!’
Memang ada hal-hal yg dengan mudahnya kita ucapkan lewat kata, ada hal-hal yg dengan mudahnya bisa kita tunjukkan dalam tindakan. Namun tidak sedikit hal-hal yg membutuhkan pemikiran dikala kita ingin menyampaikannya lewat kata maupun lewat tindakan. Namun, tidak ada salahnya belajar utk tidak membuat orang lain kebingungan akan sikap kita. Tidak mudah dan tidak gampang memang.!.
Selagi bisa mengucapkan kata-kata, katakanlah apa yg ingin dikatakan. Selagi bisa menulis, tulislah apa yg ingin ditulis. Selagi bisa berjalan, melangkahlah sejauh mungkin yg diinginkan. Selagi bisa bercita-cita, bercita2lah setinggi langit. Selagi bisa berharap, berharaplah sebanyak mungkin.
Subscribe to:
Posts (Atom)

